Pengertian Tingkatan Takson Dalam Klasifikasi

Diposting pada

Pengertian Tingkatan Takson, Klasifikasi, Hewan dan Tumbuhan adalah tingkatan unit atau juga kelompok makhluk hidup yang disusun yang di mulai pada tingkat tertinggi hingga tingkat terendah.

pengertian-tingkatan-takson


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 16 Ciri-Ciri Makhluk Hidup Hewan Dan Tumbuhan Beserta Gambarnya


Pengertian Tingkatan Takson

Tingkatan takson ialah tingkatan unit atau juga kelompok makhluk hidup yang disusun yang di mulai pada tingkat tertinggi hingga tingkat terendah. Urutan tingkatan takson tersebut dimulai dari tingkat tertinggi ke pada tingkatan yang lebih terendah, yakni :


  1. regnum (dunia) atau juga kingdom (kerajaan)
  2. divisio (divisi) atau juga phylum (filum)
  3. classis (kelas) atau juga ordo (bangsa)
  4. familia (kelurga atau suku)
  5. genus (marga)
  6. species (spesies atau jenis)
  7. varietas (ras)

Makin tinggi tingkatan pada takson tersebut, maka jua akan lebih banyak anggota pada takson tersebut, namun makin banyak juga perbedaan pada ciri diantara para anggota takson tersebut . Apabila, makin rendah tingkatan pada takson tersebut maka juga lebih sedikit juga anggota takson, dan juga akan makin banyak pula persamaan dari ciri diantara para anggota takson tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 11 Fungsi Asam Nukleat Dalam Tubuh Makhluk Hidup


Sistematik Takson

Ada bermacam sistem klasifikasi makhluk hidup. Sistem klasifikasi ini berkembang mulai dari yang sederhana hingga berdasar sistem yang lebih modern.

Sistem artifisial / buatan

Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Penganut sistem ini di antaranya Aristoteles dan Theophratus (370 SM).


Sistem natural / alami

Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi) secara alamiah. Penganut sistem ini, di antaranya, Carolus Linnaeus (abad ke-18). Linnaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk hidup mempunyai bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, jika sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup tersebut sama spesiesnya. Dengan cara ini, Linnaeus dapat mengenal 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan.


Sistem modern (filogenetik)

Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evolusioner. Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal. Menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan Limulus polyphemus, dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan (Crab) karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba-laba (Spider). Berdasarkan bukti ini, Limulus dimasukkan ke dalam golongan laba-laba.
  2. Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya


Klasifikasi Tingkatan Takson

Tingkatan pada Takson dalam Klasifikasi antara lain ialah sebagai berikut ini :

Regnum (Dunia) atau juga  Kingdom (Kerajaan) 

Kingdom ialah tingkatan pada takson yang paling tinggi dengan jumlah anggota pada takson terbesar. Organisme pada bumi tersebut dikelompokkan menjadi 5 kingdom, antara lain ialah sebagai berikut kingdom :

  1. Animalia (ialah hewan), 
  2. Plantae (ialah tumbuhan), 
  3. fungi (jamur), 
  4. .Monera (organisme uniseluler tanpa ada nukleus), 
  5. Protista (eukariotik yang mempunyai jaringan sederhana).

Divisio (Divisi) atau juga Phylum (Filum)  

Filum tersebut digunakan untuk pada takson hewan, sedangkan pada divisi tersebut digunakan untuk takson tumbuhan. Kingdom Animalia tersebut dibagi menjadi beberapa filum, antara lain filum Chordata (memiliki notokorda saat embrio), filum Echinodermata (hewan yang berkulit duri), dan juga filum Platyherlminthes (cacing pipih). Nama pada devisi tumbuhan tersebut menggunakan akhiran -phyta. Sebagai contoh ialah, kingdom Plantae yang dibagi menjadi 3(tiga) divisi yakni ialah sebagai berikut :

  1. Bryophyta (tumbuhan lumut),
  2. Ptheridophyta (tumbuhan paku)
  3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji).

Classis (Kelas)

Anggota pada takson setiap filum atau juga devisi dikelompokkan lagi ialah dengan berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Nama kelas pada tumbuhan yang menggunakan akhiran yang berbeda-beda,  antara lain ialah sebagai berikut :

  1. edoneae (untuk tumbuhan yang berbiji tertutup),
  2. opsida (pada lumut),
  3. phyceae (pada alga), dan lain sebagainya.

Sebagai contohnya ialah sebagai berikut :

a. divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yakni :

  1. kelas Monocotyledone
  2. kelas Dicotyledoneae;

b. divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi 3 kelas, yakni ialah sebagai berikut :

  1. Hepaticosida (lumut hati),
  2. Anthocerotopsida (lumut tandak)
  3. Bryopsida (lumut daun)

c. filum Chrysophya (ganggang keemasan) dikelompokkan menjadi 2 kelas, yakni ialah sebagai berikut :

  • Xanthophyceae,
  • Bacillariophyceae

Ordo ( Bangsa)

Anggota pada takson setiap kelas dikelompokkan lagi ialah menjadi beberapa ordo dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. Nama pada ordo terhadap takson tumbuhan tersebut biasanya dengan menggunakan akhiran -ales. contoh ialah sebagai berikut , kelas Dicotylesoneae yang dibagi ialah menjadi beberapa ordonya, yakni sebagai berikut :

  1. ordo Solanales,
  2. Cucurbitales,
  3. Malvales,
  4. Rosales,
  5. Asterales, dan juga

Familia (Famili/Suku)

Anggota pada tokson setiap ordo tersebut dikelompokkan lagi ialah menjadi beberapa famili dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri tertentu. Asal dari kata famili tersebut yaitu dari bahasa latin yaitu familia. Nama pada famili terhadap tumbuhan  tersebut biasanya dengan menggunakan akhiran aceace. Sebagai contoh ialah sebagai berikut :

  1. famili Solanaceace,
  2. Cucurbitaceace,
  3. Malvaceace,
  4. Rosaceae,
  5. Asteraceae, dan juga

Tetapi, terdapat juga yang tidak menggunakan dengan akhiran kata- aceae, sebagai contoh ialah sebagai berikut :

  1. Compasitae (nama lain dari Asteraceae) dan
  2. Graminae (nama lain Poaceace).

Genus (Marga)

Anggota pada takson setiap familia tersebut yang kemudian dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus lagi. Kaidah ataupun tata cara dalam penulisan nama genus tersebut, yakni dengan huruf besar pada kata pertama dan juga dicetak miring atau juga digaris bawahi. contoh ialah sebagai berikut,

familia Poaceae terdiri atas genus ialah sebagai berikut :

  1. Zea (jagung),
  2. Saccharum (tebu),
  3. Triticum (gandum),
  4. Oryza (padi-padian).

Species (Spesies/Jenis)

Spesies ialah tingkatan pada takson paling dasar atau juga paling terendah. Anggota pada takson spesies tersebut mempunyai paling banyak persamaan ciri dan juga terdiri dari organisme yang jika melakukan suatu perkawinan secara alamiah tersebut dapat menghasilkan suatu keturunan yang fertil (subur).
Nama pada spesies tersebut terdiri dari  2(dua) kata yakni ialah sebagai berikut;

  1. kata 1(pertama) mengarah pada nama genusnya
  2. kata 2(kedua) mengarah pada nama spesifiknya

Varietas atau ras

Dan pada organisme-organisme satu spesies tersebut terkadang masih dapat ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, dan juga sangat khusus(bervariasi) sehingga disebut dengan varietas (kultivar) yaitu ras. Istilah dari varietas dan juga  kultivar tersebut digunakan didalam spesies tumbuhan, sedangkan pada istilah dari ras tersebut digunakan dalam spesies hewan.Varietas tersebut dapat juga diartikan ialah secara botani dan juga secara agronomi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Ilmu Biologi


Kategori Takson

Dalam setiap keanekaragaman tumbuhan, para ahli botani selalu menghadapi persoalan dalam menentukan tingkat takson golongan tumbuhan yang dihadapi. Tingkat takson sangat penting karena tampa adanya tingkatan takson, maka manfaat sistem klasifikasi tidak dapat diperoleh. Menurut kesepakatan internasional, istilah-istilah untuk menyebut masing-masing takson bagi tumbuhan itu tempatnya tidak boleh diubah sehingga masing-masing istilah itu menunjukkan kedudukan atau tingkat dalam hierarki atau menunjukkan kategorinya dalam sistem klasifikasi. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu takson sekaligus mencerminkan pula di mana posisi dan seberapa tinggi tingkatnya dalam hierarki klasifikasi.

Kategori Takson

Takson adalah setiap golongan (unit) taksonomi tingkat yang manapun atau dengan kata lain unit dari pengelompokan dalam klasifikasi. Takson-takson dibedakan dalam tingkat yang berbeda-beda, sehingga takson-takson itu menurut urut-urut tingkatnya. Ada 7 tingkat takson yang utama berturut-turut dari bawah ke atas, yaitu : jenis (spesies), marga (genus), suku (famili), bangsa (ordo), kelas (class), divisi (divisio), dan dunia (regnum).

Dalam system klasifikasi, istilah tingkat takson disebut kategori. Spesies merupakan kategori dasar dari hirearki taksonomik, karena spesies merupakan  batu dasar dalam klasifikasi biologic, dan dari spesies itu konsep-konsep golongan-golongan yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah dikembangkan.


Jenis/spesies

Dalam taksonomi tumbuhan, spesies sebagai unit merupakan suatu yang benar-benar ada di alam, dan telah banyak ahli-ahli tumbuahn yang telah berusaha untuk menjelaskan apakah yang dimaksud dengan spesies dan bagaimna batasan-batasannya. Ternyata hal itu bukan pekerjaan mudah. Hingga sekarang tidak ada seorang ahli pun yang mempu memberikan batasan mengenai konsep jenis itu yang dapat memuaskan semua pihak. Beberapa pengertian spesies menurut pandangan para ahli biologi antara lain :


  1. Species taksonomi, populasi-populasi yang terdiri atas individu-individu dengan cirri-ciri morfologi yang sama, dan dapat dipisahkan dari spesies lainnya oleh adanya ketidaksinambungan cirri-ciri morfologi yang berkorelasi.
  2. Spesies biologi, populasi-populasi yang disatukan sama lain oleh kemungkinan untuk saling kawin mengawini secara bebas, dan terpisah atau terisolasi dari spesies – spesies lainnya oleh pengahalang reproduksi.
  3. Spesies genetic, membatasi spesies dengan suatu ukuran dari perbedaan genetic atau jarak di antara populasi atau kelompok dari populasi.
  4. Spesies paleontologik, didasarkan pada aliran gen dan isolasi reproduksi.
  5. Spesies kladistik, sesuatu keturunan dari populasi organism yang dianggap sebagai nenek moyang yang tetap mempertahankan identitasnya dari keturunan tadi, dan mereka mempunyai kecenderungan secara evolusi dan kenyataan historic.
  6. Spesies biosistematik, mencerminkan suatu unit-unit yang mencerminkan keanekaragaman hubungan kekerabatan reproduktif diluar pembatasan yang diberikan oleh Linnaeus.

Banyak kategori yang telah diususlkan berhubungan dengan unit-unit hasill dari penyelidikan biosistematikyang menginterpretasi batas-batas reproduktif dari taksa, contonya homogeny dan heterogen. Homogeny adalah suatu spesies yang secara genetic dan morfologik merupakan satu jenis, semua anggota-anggotanya interfertil, heterogen adalah suatu spesies yang tersusun dari kumpulan tumbuhan yang mempunyai keturunan yang sama, bila sendiri menghasilkan popilasi yang secara morfologi tetap, tetapi bila disilangkan dapat menghasilka tipe keeturunan yang fertile dan viable.


Kategori di bawah spesies

Menurut kesepakatan internasional, dalam suatu jenis atau spesies dapat dibedakan beberapa kategori yang berturut-turut disebut istilah: anak jenis (subspecies), varietas (varietas), anak varietas (subvarietas), vorma (forma), dan anak forma (subforma). Anak jenis dianggap sebagai variasi dari salah satu jenis yang telah ditentukan serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang telah ditentukan, serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang telah ditentukan, serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang mempunyai daerah distribusi geografi tersendiri, tidak ditemukan bersama-sama dengan anggota populasi lain yang sejenis.


Anak jenis adalah suatu kategori yang didalamnya termasuk unsur-unsur yang dengan memiliki ciri-ciri morfologi, geografi, dan ekologi tertentu, yang memberikan pembenaran untuk dipisahkan dari sisa populasi dalam suatu jenis.
Varietas merupakan suatu kategori di bawah tingkat jenis yang banyak digunakan dalam dunia pertanian. Oleh para ahli taksonomi, varietas dikonotasikan sebagai setip varian morfologi suatu jenis tanpa mengaitkan dengan masalah distribusinya; punya daerah distribusi sendiri; bersama-sama dengan varietas lain dalam jenis yang sama menempati daerah distribusi yang sama; menunjukkan beda warna atau habitus.


Forma lazimnya dianggap sebagai takson terendah atau kategori paling kecil. Biasanya forma digunakan untuk menempatkan variasi dalam jeis yang tak begitu penting. Variasi tersebut menyangkut: warna mahkota, warna buah, tanggapan terhadap habitat tertentu, dan sebagainya. Ke dalam forma dapat dimasukkan setiap varian yang kadangkala terjadi dalam populasi suatu jenis tanpa memperhatikan besarnya derajat penyimpangan dan konsistensinya.


Kategori di bawah spesies

Kategori di atas jenis yang dibicarakan dibatasi pada beberapa kategori utama saja, yaitu: marga, suku, bangsa, kelas, divisi, dan dunia. Marga (genus) adalah suatu kelompok spesies yang dari kesamaanya menampakkan hubungan yang lebih dekat satu sama lain daripada mereka yang berada dalam kelompok spesies lain. Kategori yang tingkatannya lebih tinggi adalah suku (familia). Tiap suku dapat mencakup satu marga atau lebih, dan biasanya lebih mudah dikenal karena wargannya menunjukkan ciri-ciri yang memberikan indikasi adanya pertalian yang erat. Pada umumnya suku terdiri atas anggota-anggota yang berasal dari nenek moyang yang sama, jadi mempunyai warga yang bersifat monofiletik. Suku merupakan kategori yang ukurannya sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hanya terdiri atas satu marga dan beberapa jenis saja, ada yang sangat besar terdiri atas puluhan marga dan ratusan jenis atau bahkan lebih besar lagi.


Satu sukau atau lebih dapat membentuk suatu kategori yang lebih tinggi yaitu bangsa (ordo). Sebagai unit yang lebih besar daripada suku, suatu bangsa merupakan kategori yang semakin sukar dikenali sebagai unit yang bersifat natural, namun sebagai unit klasifikasi tetap memperlihatkan keseragaman sifat-sifat tertentu yang sering kali sangat karakteristik untuk seluruh bangsa itu. Sehubungan dengan hal tersebut, bangsa kerap kali diberi nama sesuai dengan ciri khas yang dimiliki oleh seluruh wargannya.


Kategori yang lebih tinggi daripada bangsa adalah kelas (classis). Suatu kelas terdiri atas sejumlah bangsa, dan arena merupakan takson yang lebih sukar lagi untuk dilihat sebagai suatu unit yang bersifat natural. Sekalipun pada dasarnya di antara wargannya juga ditemukan ciri-ciri tertentu, namun selain pada kedua kelas yang terdapat pada golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan tertentu, yaitu dikotil dan monokotil, kekhasan ciri yang dijadikan kriteria untuk penentuan suatu kelas tidak tampak mencolok. Golongan tumbuhan seperti tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan tingkat rendah (Bryophyta dan Thalophyta), kriteria untuk penentuan kelas tidak begitu jelas sehingga ada ahli yang tidak membedakan adanya kelas pada Gymnospermae.


Gabungan kelas yang mempunyai persamaan sifat tertentu digolongkan ke dalam divisi (divisio), seluruh wargannya menunjukkan ciri morfologi atau organ yang sama atau mempunyai cara reproduksi yang sama, seperti tercermin dari nama-nama divisi Spermatophyta (tumbuhan biji), Thallophyta (tumbuhan talus), Schizophyta (tumbuhan yang membelah diri). Konsep dunia (regnim) digunakan untuk menunjuk keseluruhan tumbuhan atau keseluruhan hewan yang masing-masing lalu disebut sebagai dunia tumbuhan (regnum plantarum) dan dunia hewan (regnum animale).


Dengan semakin majunya teknologi dan pengetahuan, kemudian diintroduksikan pula golongan jasad-jasad yang kebanyakan bersifat prokariotik sebagai makhluk hidup, seperti virus dan ricketsia, ditambah dengan adanya subjektifitas perorangan, belakangan muncul gagasan-gagasan yang menyatakan bahwa makhluk hidup hendaknya jangan dibedakan dalam dunia tumbuhan dan dunia hewan saja, tetapi diusulkan pula agar jamur dan ganggang masing-masing dipisahkan menjadi dunia makhluk tersendiri yang disebut dunia jamur (regnum fungorum) dan dunia ganggang (regnum algorum).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


Tingkatan Takson Pada Hewan

 Tingkatan Takson hewan

Tingkatan Takson Pada Tumbuhan

Tingkatan Takson Pada tumbuhan