Pengertian Kapalaritas – Gejala, Manfaat, Kerugian , Definisi, Contoh

Diposting pada

Pengertian Kapalaritas – Gejala, Manfaat, Kerugian , Definisi, Contoh : Kapilaritas adalah gejala zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut. Celah-celah sempit atau pipa rambut ini sering disebut pipa kapiler.


Pengertian, Manfaat Dan Kerugian Kapaliritas Beserta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Kapalaritas

Dalam ilmu fisika kapilaritas bisa diartikan sebagai gejala naiknya zat cair yang melalui celah sempit atau pipa rambut. Celah sempit atau pipa rambut ini disebut dengan sebagai pipa kapiler. kapilaritas sendiri disebabkan oleh adanya suatu gaya adhesi & gaya kohesi antara zat cair dengan dinding pipa kapiler yang sehingga jika pembuluh kaca masuk ke dalam zat cair yang menyebabkan suatu permukanan zat cair menjadi tidak rata atau tidak sama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Belajar Tipe Alat Ukur Besaran Panjang, Dalam Fisika


Pengertian Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya permukaan zat cair pada pipa kapiler, Ddiameter dalam pipa kapiler dari kiri ke kanan semakin kecil. Semakin kecil diameter dalam pipa kapiler, kenaikan permukaan air di dalam pipa kapiler akan semakin tinggi.


Kapilaritas adalah gejala zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut. Celah-celah sempit atau pipa rambut ini sering disebut pipa kapiler. Gejala kapilaritas disebabkan adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dengan dinding celah itu. Akibatnya, bila pembuluh kaca dimasukkan dalam zat cair, permukannya menjadi tidak sama.


Kapilaritas merupakan peristiwa naik atau turunnya zat cair pada bahan yang terdiri atas beberapa pembuluh halus akibat gaya adhesi atau kohesi, misal naiknya minyak pada sumur.


Definisi Kapilaritas

Kapilaritas adalah meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut yang disering disebut sebagai pipa kapiler.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Peristiwa Pembiasan Cahaya Yang Tak Ada Duanya

Kapilaritas

Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Zat cair yang dapat membasahi dinding kaca pipa kapiler memiliki gaya adhesi antara pipa kapiler dengan dinding pipa kapiler lebih besar. Sedangkan zat cair yang tidak membasahi dinding kaca pipa kapiler memilki gaya kohesi yang lebih besar. Hal ini akan mempengaruhi tinggi rendahnya permukaan zat cair pada pipa kapiler.


Jika pada bejana berhubungan terdapat pipa kapiler atau terdapat perbedaan yang signifikan dari diameter pipa-pipanya maka permukaan zat cair dalam pipa kecil akan lebih tinggi dibandingkan permukaanya pada pipa yang besar sehingga hukum bejana berhubungan tidak berlaku.


Gejala Kapilaritas

Untuk membahas kapilaritas, perhatikan sebuah pipa kaca dengan diameter kecil (pipa kapiler) yang ujungnya terbuka saat dimasukkan ke dalam bejana berisi air. Kita dapat menyaksikan bahwa permukaan air dalam pipa akan naik. Lain hasilnya jika kita mencelupkan pipa tersebut ke dalam bejana berisi air raksa. Permukaan air raksa dalam tabung akan turun atau lebih rendah daripada permukaan air raksa dalam bejana. Gejala inilah yang disebut dengan gejala kapilaritas.


Pada kejadian ini, pipa yang digunakan adalah pipa kapiler. Oleh karena itu, gejala kapilaritas adalah gejala naik turunnya zat cair dalam pipa kapiler. Permukaan zat cair yang berbentuk cekung atau cembung disebut meniskus. Permukaan air pada dinding kaca yang berbentuk cekung disebut meniskus cekung, sedangkan permukaan air raksa yang berbentuk cembung disebut meniskus cembung.


Penyebab dari gejala kapiler adalah adanya adhesi dan kohesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling tolak menolak. sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan baik karena molekulnya saling tarik menarik atau merekat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis Rantai Makanan Beserta Contohnya Terlengkap.


Pada gejala kapilaritas pada air, air dalam pipa kapiler naik karena adhesi antara partikel air dengan kaca lebih besar daripada kohesi antar partikel airnya. Sebaliknya, pada gejala kapilaritas air raksa, adhesi air raksa dengan kaca lebih kecil daripada kohesi antar partikel air raksa. Oleh karena itu, sudut kontak antara air raksa dengan dinding kaca akan lebih besar daripada sudut kontak air dengan dinding kaca.


Kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler disebabkan oleh adanya tegangan permukaan yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair dengan pipa.


Kapilaritas cairan dikatakan tinggi bila adhesi lebih besar dari kohesi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, pengetahuan tentang cairan tidak cukup untuk menentukan kapan kapilaritas akan terjadi, karena kita juga harus mengetahui komposisi kimia dari tabung. Bersama-sama dengan bidang kontak (diameter tabung), terdiri dari variabel kunci.


Sebagai contoh, air dalam tabung kaca tipis memiliki kekuatan perekat yang kuat karena ikatan hidrogen yang terbentuk antara molekul-molekul air dan atom oksigen dalam dinding tabung (kaca = silika = SiO2). Sebaliknya, merkuri ditandai dengan kohesi lebih kuat, dan karenanya kapilaritas yang jauh lebih rendah.


kekuatan adhesi

Dalam hal kekuatan adhesi lebih besar daripada kohesi dan gravitasi (ketika itu ada), molekul dari cling cair ke dinding tabung. Kami akan mengamati bahwa permukaan atas cairan menjadi cekung (ketinggian cairan di bidang kontak lebih tinggi dari ketinggian di pusat tabung).


Pasukan kohesif antara molekul cairan yang “berusaha” untuk mengurangi tegangan permukaan (yaitu untuk meratakan permukaan atas cairan dan dengan demikian mencegah luas permukaan yang meningkat di negara cekung). Dengan demikian, molekul terus mendaki sampai keadaan stabil antara kohesi dan adhesi dicapai (dengan atau tanpa komponen gravitasi).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Organisme Dan Mikroorganisme Beserta Contohnya Dalam Biologi


Ini juga menjelaskan mengapa fenomena ini terjadi secara eksklusif dalam tabung tipis (juga dengan tidak adanya gravitasi). Dalam kapal yang lebih luas, hanya sebagian kecil dari cairan datang ke dalam kontak dengan dinding pembuluh, dan kekuatan sehingga perekat dapat diabaikan dan hampir tidak ada peningkatan cairan.


Manfaat Kapaliritas

Suatu Peristiwa kapilaritas juga memberikan beberapa manfaat bagi makhluk hidup, dan diantaranya yaitu sebagai berikut:


  • 1. Pada manusia

Hemoglobin akan mengambil suatu oksigen dari paru paru & akan dilepaskan pada saat sel darah merah (eritrosit) melewati pembuluh kapiler.


  • 2. Pada ikan

Filamen pada pembuluh darah insang yang mengandung pembuluh kapiler untuk memudahkan suatu proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.


  • 3. Pada tumbuhan

Rambut akar dan batang tumbuhan terdiri dari pembuluh kapiler yang sehingga air dan zat hara dari dalam tanah akan naik menuju batang, dahan, dan ranting tumbuhan.


Kerugian Kapilaritas

Berikut Ini Merupakan Kerugian Kapilaritas.

  • Dinding rumah akan menjadi retak karena pori pori dinding ini menyerap air dalam tanah
  • Lumut yang menempel pada sebuah dinding
  • Cat pada dinding rumah menjadi rusak dikarenakan adanya air yang diserap oleh dinding

Contoh Kapilaritas

Berikut ini Contoh dari kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Molekul Dalam Biologi Dan Contohnya Lengkap


  • Gejala naiknya minyak tanah pada sumbu kompor.

Gejala ini dapat menyebabkan naiknya minyak tanah lewat sumbu, sehingga kompor dapat menyala. Dalam hal ini sumbu kompor berfungsi sebagai pipa kapiler.


  • Gejala naiknya air dari dalam tanah oleh akar, kemudian ke daun.

Gejala ini menyebabkan naiknya air/garam-garam tanah dari akar ke daun melalui pembuluh kayu. Dalam hal ini pembuluh kayu berfungsi sebagai pipa kapiler.


  • Gejala pada daya isap benda terhadap cairan

Apabila tumpahan tinta kita ambil dengan menggunakan kertas isap, maka lama kelamaan tinta itu akan habis terisap oleh kertas. Dalam hal ini kertas hisap berfungsi sebagai pipa kapiler


  • Air menyerap ka atas serat handuk.

Terletak di ujung bagian dalam setiap mata, saluran lakrimal menguras air mata kita menggunakan gaya kapilaritas.


  • Dalam kromatografi, metode untuk memisahkan zat terlarut, zat terlarut yang berbeda naik ke atas permukaan fase diam pada tingkat yang berbeda, sehingga terjadi pemisahan.
  • Naiknya minyak tanah pada sumber lampu tempel sehingga lampu itu menyala,
  • Naiknya air pada musim hujan sehingga dinding rumah basah,

  • Naiknya air tanah melalui akar dengan pembuluh-pembuluh tumbuhan,
  • Air menggenang dapat diserap dengan kain pel, spons, atau kertas isap, dan
  • Cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perihal Terjadinya Perubahan Wujud Zat Oleh Kalor