Pengertian Gerhana Matahari – Proses, Waktu, Jenis, Cincin, Total, Mengamati , Seri Saros

Diposting pada

Pengertian Gerhana Matahari – Proses, Waktu, Jenis, Cincin, Total, Mengamati , Seri Saros : Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.


GERHANA MATAHARI

Pengertian Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 16 Pengertian pendidikan menurut para ahli


Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer.


Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.


Proses Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi saat posisi bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga tertutupi dari sebagaian atau seluruh cahaya Matahari. Ataupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan dapat melindungi cahaya Matahari seluruhnya sebab Bulan yang berjerak rata-rata 384.400 km dari Bumi lebih dekat daripada Matahari yang memiliki jarak rata-rata 149.680.000 km.


Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Matahari

Momen terjadinya gerhana matahari berdasarkan urutan terjadinya:


Kontak I

Kontak I adalah saat piringan bulan dan piringan matahari mulai bersinggungan. Kontak I ini menandai dimulainya peristiwa gerhana.


Kontak II

Kontak II adalah saat pertama seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total), atau saat seluruh piringan bulan seluruhnya berada ‘di dalam’ piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Kontak II ini menandai dimulainya fase total (untuk gerhana matahari total), atau fase cincin (untuk gerhana matahari cincin)


Puncak gerhana

Puncak gerhana adalah saat jarak antara pusat piringan Bulan dan pusat piringan Matahari mencapai minimum.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Prestasi Menurut Para Ahli Beserta Macamnya


Kontak III

Kontak III adalah kebalikan Kontak II. Kontak III ini adalah saat piringan matahari mulai keluar dari belakang piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total), atau saat piringan bulan mulai meninggalkan piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Interval antara Kontak II dan kontak III adalah panjangnya fase gerhana total. Pada gerhana matahari sebagian, fase Kontak II dan Kontak III ini tidak kita amati.


Kontak IV

Kontak IV adalah saat piringan matahari dan piringan bulan bersinggungan ketika piringan bulan meninggalkan piringan matahari. Kontak IV ini adalah kebalikan dari Kontak I, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana secara keseluruhan. Interval antara Kontak I dan Kontak IV adalah panjangnya peristiwa gerhana matahari.


Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana matahari melalui fase-fase:

  1. fase gerhana sebagian: selang antara kontak I dan kontak II, dan antara kontak III dan kontak IV
  2.  fase gerhana total atau fase gerhana cincin (tergantung gerhana matahari total atau cincin): selang antara kontak II dan kontak III

Fase gerhana matahari mana saja yang diamati saat terjadinya sebuah gerhana matahari, bergantung pada jenis gerhana matahari dan darimana kita mengamati. Secara prinsip:

  • pada gerhana matahari total: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana total
  • pada gerhana matahari cincin: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana cincin
  • pada gerhana matahari sebagian: hanya terjadi fase gerhana sebagian.

    Namun dalam pengamatannya, pengamat di daerah yang berbeda akan mengamati waktu kontak yang berbeda, dan karenanya akan mengamati fase gerhana yang berbeda pula. Ini tergantung pada posisi pengamat relatif terhadap jalur yang dilalui umbra/penumbra Bulan. Karena itu, untuk melakukan pengamatan gerhana matahari, perlu perencanaan dan pemilihan lokasi pengamatan.


Jenis Gerhana Matahari

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu:


  • Gerhana Total

Gerhana total, hal ini terjadi jika saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup seluruhnya terhadap piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan lebih besar atau sama besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari serta Piringan bulan itu berubah-ubah, hal tersebut terjadi tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan serta Bumi-Matahari.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi, Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli Dan Perkembangannya


Gerhana matahari yang terjadi tahun 2015

  • Gerhana Sebagaian

Gerhana sebagaian, hal tersebut terjadi bila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana ini selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutupi oleh piringan Bulan.


  • Gerhana Cincin

Gerhana cincin, gerhana ini terjadi bila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana ini terjadi jia ukuran pirinfan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga saat piringan Bulan berada di depan pitingan Matahari,


tidak semua piringan Matahari akan tertutupi oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutupi oleh piringan Bulan, pada posisi disekeliling piringan Bulan serta terlihat seperti cincin yang bercahaya.


  • Gerhana Hibrida

Gerhana hibrida, bergeser diantara gerhana toral serta cincin. Pada  titik tertentu di permukaan Bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif


Mengamati Gerhana Matahari

Melihat dengan langsung kearah fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) bisa membahayakan, sebab dapat mengakibatkan kerusakan secara permanen retina mata yang di akibatkan radiasi tinggi yang tidak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan bisa mengakibatkan kebutaan.


Dalam mengamati gerhana Matahari memerlukan pelindung mata yang khusus atau dengan memakai metode melihat tidak secara langsung. Pemakaian kaca mata untuk melihat gerhana tidak aman sebab kaca mata tidak menyaring radiasi yang bisa merusak retina mata.


Sebab cepatnya peredaran Bumi mengelilingi matahari, gerhana matahari tidak mungkin berlangusng lama atau lebih dari 7 menit dan 58 detik, sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan dengan secepat mungkin.


Seri Saros Gerhana Matahari

Seri saros gerhana matahari dapat disarikan sbb, Jika sebuah seri saros dimulai saat Bulan berada ~ 18° dari titik tanjak turun, maka:


  1. Umbra akan melewati 3500 km dari pusat Bumi. Saat itu, terjadi gerhana matahari sebagian di kutub selatan
  2. Gerhana berikutnya terjadi dengan umbra berada 300 km lebih dekat
  3. Setelah sekitar 10-11 gerhana matahari (dalam rentang sekitar 200 tahun), maka akan terjadi gerhana matahari sentral yang pertama di kutub selatan

  4. Sampai sekitar 950 tahun berikutnya, terjadi gerhana sentral yang bergeser dari selatan menuju ke utara dengan pergeseran ~ 300 km

  5. Pada sekitar pertengahan periode ~950 tahun pada poin di atas, akan terjadi gerhana matahari terpanjang yang terjadi di equator

  6. Satu seri saros dari mulai lahir sampai matinya, memakan waktu kurang lebih 13 abad. Setiap seri saros ini beranggotakan 70-80 buah gerhana, dengan ~50 diantaranya adalah gerhana sentral Jika sebuah seri saros gerhana matahari dimulai saat Bulan berada di sekitar titik tanjak naik, maka akan terjadi hal yang sama dengan arah yang berlawanan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

DAFTAR PUSTAKA
White, Oran. R. et.al. TT. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 1: Astronomi dan Pengetahuan Ruang Angkasa. Jakarta: Groiler International, Inc.
Majalah Insani edisi September 2005