Pengertian Biotik Beserta Komponennya

Diposting pada

Pengertian Biotik, Faktor, Macam, Hubungan, Komponen dan Contoh adalah salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan. Komponen biotik meliputi semua faktor hidup yaitu: kelompok organisme produsen, konsumen dan pengurai.

pengertian-biotik

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Komponen Biotik Dalam Ekosistem Dan Contohnya


Pengertian Biotik

Secara bahasa, biotik berarti hidup. Adapun dirunut dari istilahnya, pengertian komponen biotik diartikan sebagai komponen-komponen penyusun ekosistem yang berupa mahluk hidup. Beberapa contoh komponen biotik misalnya hewan, tumbuhan, monera, fungi, virus, bakteri, dan manusia. Komponen biotik berkembang biak dan bertahan hidup dalam lingkungan abiotik.

Biotik (bahasa Inggris: biotic) adalah salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan. Komponen biotik meliputi semua faktor hidup yaitu: kelompok organisme produsen, konsumen dan pengurai.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Peran Mikroorganisme Mengatasi Pencemaran


Faktor Faktor Biotik

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan,hewan maupun manusia. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

FAKTOR BIOTIK

ada beberapa faktor yang mempengaruhi biotik diantara lain :

  • Faktor biotik ialah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di yang ada bumi, baik tumbuhan maupun hewan.
  • Faktor biotik meliputi : Interaksi antar tumbuhan dalam komunitas, Interaksi hewan dan tumbuhan dalam komunitas, dan Interaksi manusia dan tumbuhan.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara  ebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. Lihatlah Gambar Di bawah ini.

Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus,seekor kucing,sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, danseorang manusia. Dalammempertahankan hidup, seti jenisdihadapkan pada masalah-masalah hidup yangkritis.Misalnya,seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diriterhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untukmengatasi masalahtersebut, organisme harus memiliki strukturkhusus seperti : duri, sayap, kantung,atau tanduk. Hewan jugamemperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuatsarang atau melakukan migrasi yang jauhuntuk mencari makanan.Struktur dantingkah laku demikian disebut adaptasi.

  • Adaptasi fsiologi
    Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.Contohnya adalah sebagai berikut.
    -Kelenjar bau : Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.
  • Adaptasi tingkah laku
    Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.Contohnya sebagai berikut :
    -Pura-pura tidur atau mati :Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia.Hewanini seringberbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekoranjing.
  • Populasi
    Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebutpopulasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989berjumlah 2552 batang.

Faktor Biotik terhadap pertumbuhan Tanaman

Faktor biotik adalah faktor yang berpengaruh menguntungkan atau merugikan yang disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian.

  • a. Faktor tanaman/tumbuhan
    Kompetisi dan komplementer antar tanaman: kompetisi akan terjadi apabila antar tanaman membutuhkan hara, air, dan sinar matahari. Untuk mendapatkan hasil tanaman yang maksimum diperlukan luas daun yang maksimum untuk dapat memanfaatkan sinar matahari, hara, dan air yang tersedia secara maksimum. Jarak tanam yang sempit mengurangi hasil per tanaman, sedangkan jarak tanam yang lebar akan mengurangi hasil total per satuan luas karena jumlah tanaman lebih sedikit. Oleh karena itu jarak tanam optimum sangat penting dalam praktek budidaya tanaman. Akan tetapi dalam kasus penanaman tanaman yang berbeda secara bersamaan seperti penanaman campuran, hasil menjadi lebih baik. Sebagai contoh penanaman bersama tanaman legume dengan serealia.


    Kompetisi antara gulma dengan tanaman: Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh dimana mereka tidal( dikehendaki baik waktu maupun tempatnya. Gulma dapat menurunkan hasil tanaman karena berkompetisi dengan tanaman dalam hal mendapatkan air, hara dan cahaya matahari. Di samping itu keberadaan gulma di antara tanaman menyebabkan meningkatnya biaya tenaga untuk menyiang dan biaya untuk peralatan, mempersulit panenan, menurunkan kualitas dan pemasaran, menjadi tanaman inang serangga, fungsi, virus dan bakteri, dan beberapa jenis gulma meracun manusia dan temak.


    Pada daerah non irigasi, kompetisi antara gulma dan tanaman besar dalam memperebutkan air. Koefisien transpirasi untuk Bermuda grass (Cynodon dactylon) adalah 813, sedangkan untuk sorghum hanya 430. Dengan membebaskan tanah dari gulma, dalam satu are tanah dengan kedalaman 6 kaki, dapat dihemat 300-500 ton air. Di daerah yang beririgasi, kompetisi terjadi dalam mendapatkan unsur hara.
    Gulma di tanah yang bero menghabiskan kelembaban dan hara tanah. Di samping itu gulma juga akan menutup saluran drainase dan menghalangi aliran air dalam pant dan sungai. Pengendalian gulma hams dilakukan untuk mendapatkan aliran air dalam pant dan sungai. Pengendalian gulma harus dilakukan untuk mendapatkan hasil tanaman yang tinggi.


    Tanaman dan parasit: Parasit tanaman, untuk dapat hidup tergantung pada tanaman inangnya. Dalam keadaan yang menguntungkan, parasit berusaha untuk mempengaruhi komunitas tanaman. Sebagai contoh parasit yang berupa fungi, bakteri, virus dan sebagainya menyebabkan jenis penyakit yang berbeda pada tanaman pertanian. Mikroorganisme untuk memperoleh makanannya melalui perombakan tanaman-tanaman yang sudah mati dan sisa-sisa hewan (saprofit) atau dengan menyerang tanaman dan hewan yang masih hidup (parasit). Dalam mendapatkan makanannya, organisme parasit membunuh jaringan dan sel-sel tanaman inang sehingga tanaman atau bagian-bagiannya rusak dan mati, atau mengganggu proses metabolisme tanaman yang hidup. Dalam beberapa kasus mereka juga menghasilkan substansi racun. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan penanaman varietas yang tahan, dengan khemikalia, sanitasi lahan dan praktek budidaya.


  • b. Binatang / Hewan.
    Hewan dalam tanah meliputi: protozoa, nematoda, siput, dan serangga merupakan bagian penting dari lingkungan akar tanaman. Semua organisme ini membantu dalam proses dekomposisi bahan organik tanah dan digunakan untukkepentingan hidupnya.  Sebagian dari hewan tanah yang berupa serangga dan nematoda dapat merusak tanaman sebagai hama, bahkan setelah panen, biji-biji dapat rusak karena serangga. Rata-rata kehilangan hasil akibat serangan serangga telah dilaporkan kira-kira 20 % di seluruh dunia.


    Hewan yang menguntungkan: banyak tanaman yang dalam penyerbukannya dibantu/dilakukan oleh serangga. Kumbang dan lebah mungkin merupakan penyerbuk tanaman yang sangat penting. Ngengat dan kupu-kupu juga mampu melakukan penyerbukan. Cacing tanah dapat memperbaiki aerasi dan drainase tanah sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman. Hewan-hewan kecil dan besar juga sangat mempengaruhi kehidupan tanaman karena hewan-hewan mengkonsumsi tanaman sebagai pakannya. Tanaman pertanian yang terdapat di dekat habitat hewan-hewan tersebut akan mengalami kerusakan besar apabila tidak dilakukan pengendalian/ perlindungan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Abiotik dan 10 Komponen Abiotik


Macam Komponen Biotik

Manusia merupakan salah satu contoh komponen biotik. Selain manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme juga tergolong ke dalam komponen ini. Asalkan suatu mahluk menunjukan ciri ciri hidup, maka mahluk tersebut dikategorikan sebagai contoh komponen biotik.

Adapun berdasarkan kemampuannya dalam memperoleh makanan, komponen biotik digolongkan menjadi 3 tingkatan, yaitu tingkat autotrof (produsen), heterotrof (konsumen), dan pengurai (dekomposer).

Organisme Autotrof (produsen)


  • Organisme Autotrof (produsen)
    Organisme autotrof disebut juga produsen adalah organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Produsen membuat makanan dengan menyerap senyawa dan zat-zat anorganik untuk kemudian diubah menjadi senyawa organik melalui proses fotosintesis. Ciri khusus organisme yang tergolong autotrof adalah adanya klorofil dalam tubuhnya, seperti pada tumbuhan tingkat tinggi. Dalam interaksi komponen biotik dan abiotik, organisme autotrof merupakan awal dari terciptanya keseimbangan ekosistem.


  • Organisme Heterotrof (konsumen)
    Organisme heterotrof disebut juga konsumen adalah organisme yang menggunakan bahan-bahan organik yang berasal dari organisme lain sebagai sumber energi dan makanannya. Organisme autotrof tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri. Contoh kompenen biotik ini misalnya manusia dan hewan yang berperan baik sebagai karnivora, herbivora, maupun omnivora.


  • Pengurai (dekomposer)
    Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang merubah bahan-bahan organik dari organisme yang sudah mati menjadi senyawa anorganik melalui proses dekomposisi. Contoh komponen biotik ini misalnya jamur, bakteri, ganggang, cacing, dan lain sebagainya. Beberapa pengurai yang menggunakan sisa bahan organik hasil dekomposisi disebut juga detritivor. Contoh organisme ini misalnya kutu kayu.

Ketiga tingkatan komponen biotik mulai dari organisme autotrof, organisme heterotrof, dan pengurai, semuanya saling berinteraksi satu sama lain untuk membentuk suatu gejala alam biotik seperti pola rantai makanan, piramida makanan, dan lain sebagainya seperti dijelaskan pada artikel selanjutnya.


Komponen abiotik adalah komponen penyusun ekosistem yang berupa mahluk mati. Komponen abiotik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan komponen biotik. Berikut ini adalah beberapa contoh komponen abiotik beserta penjelasannya.

  • Udara
    Contoh komponen abiotik yang pertama adalah udara. Udara merupakan sekumpulan gas yang menyusun atmosfer bumi. Sekumpulan gas tersebut tersusun atas oksigen (21,9%), Nitrogen (78,1%), karbon dioksida (0,03%), dan gas lain dalam jumlah yang sedikit. Udara memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan komponen biotik, contohnya kandungan oksigen di udara yang menunjang respirasi manusia atau kandungan karbondioksida yang menunjang fotosintesis bagi organisme autotrof.


  • Air
    Volume air di bumi mencapai jumlah 1,4 milyar km3. Volume tersebut berasal dari air laut (97%), air tawar (0,75%), dan gunung es (2%). Volume air di bumi akan bersifat tetap karena adanya siklus hidrologi. Air merupakan contoh komponen abiotik ekosistem yang perannya sangat vital bagi kehidupan di bumi. Air digunakan untuk berbagai keperluan mahluk hidup, mulai dari untuk fotosintesis, menunjang metabolisme jaringan, dan lain sebagainya. Ketersediaan air merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keadaan komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem.


  • Cahaya matahari
    Cahaya matahari, baik dari intensitas maupun kualitasnya dapat sangat mempengaruhi kehidupan suatu ekosistem. Intensitas cahaya matahari yang begitu tinggi pada daerah ekosistem gurun misalnya, telah memaksa organisme gurun untuk beradaptasi secara morfologi, fisiologi, dan tingkah laku. Selain itu, cahaya matahari juga membantu organisme autotrof dalam melakukan fotosintesisnya.


  • Tanah
    Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Tanah tersusun atas 4 komponen utama, yaitu bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Tanah menjadi media tumbuh bagi organisme autotrof. Tanah juga digunakan organisme heterotrof sebagai tempat mencari makanan.


  • Suhu
    Suhu merupakan komponen abiotik yang sering menjadi pembantas keragaman hayati dari sebuah ekosistem. Perbedaan suhu antar suatu tempat dipengaruhi banyak faktor. Faktor utamanya adalah radiasi sinar matahari, garis lintang, dan ketinggian tempat. Pada suhu udara yang sangat rendah, organisme tertentu melakukan adaptasi morfologi dengan menebalkan bulu tubuh serta adaptasi tingkah laku dengan melakukan hibernasi.


  • Selain keempat contoh tersebut, masih ada banyak komponen abiotik lainnya yang berpengaruh besar terhadap keadaan suatu ekosistem. Beberapa di antaranya antara lain kelembaban, pH, kandungan garam mineral, dan lain sebagainya. Masing-masing komponen abiotik ini sebetulnya selain mempengaruhi kehidupan komponen biotik juga saling berinteraksi satu sama lain. Komponen biotik dan abiotik membentuk suatu kesatuan ekosistem yang saling melengkapi.

Komponen Biotik Berdasarkan Tingkat Trofik Dan Nutrisi

Komponen-komponen pada biotik terbagi berdasarkan tingkat trofik atau nutrisi yang dimiliki. Komponen biotik yang terjadi di dalam ekosistem terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

Komponen Autotrof

Komponen autotrof atau organisme autotrof adalah merupakan organisme uniseluler dan organisme multiseluler yang mereka dapat berfotosintesis.

Contoh dari autotrof adalah fitoplankton, tumbuhan lumut, ganggang, tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji. Ketika mereka berfotosintesis maka akan menghasilkan karbohidrat serta oksigen. Organisme yang masuk kedalam autotrof merupakan produsen yang paling utama di dalam ekosistem.


Komponen Heterotrof

Komponen Heterotrof atau organisme heterotrof adalah merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang telah di sediakan oleh organisme lain yang di gunakan sebagai bahan makanan. Heterototrof memiliki organisme yang terdiri:

  • Herbivora merupakan organisme yang memakan tumbuh-tumbuhan. Tingkatan tropik menduduki tingkat II dan tingkat I sebagai konsumen.
  • Karnivora merupakan organisme yang memakan daging makhluk hidup lain. Tingkatan tropik menduduki tingkat III dan tingkat II sebagai konsumen.
  • Omnivora merupakan organisme yang memakan segalanya seperti daging dan tumbuhan. Tingkatan tropik menduduki tingkat II atau ke II dan tingkat I atau ke II sebagai konsumen
  • Dekomposer merupakan micro organisme yang bertugas sebagai pengurai zat organik dari hasil sisa-sisa hewan atau tumbuhan. Seperti selulosa atau kitin, merubah zat menjadi lebih sederhana. Contoh dari dekomposer adalah bakteri dan fungi.
  • Parasit merupakan organisme yang hidup di luar dari tubuh inang. Contoh dari parasit adalah kutu yang ada dan hidup di kepala manusia.
  • Detritivor merupakan organisme hidup dengan cara memakan serpihan makhluk hidup yang telah mati. Contoh dari detrivor adalah rayap, cacing, dan kaki seribu.

Nutrien anorganik, hasil penguraian yang dilepaskan keekosistem (proses mineralisasi) yang kemudian akan digunakan kembali oleh produsen. Organisme heterotrof tersebut juga dikelompokkan menjadi parasit serta juga detritivor. Parasit tersebut hidup di luar atau juga di dalam tubuh inang yang masih hidup, seperti kutu yang hidup pada kepala manusia. Detritivor tersebut hidup dengan cara memakan serpihan tumbuhan atau juga hewan yang telah mati, sebagai contoh misalnya rayap, cacing tanah serta juga hewan kaki seribu (keluwing).


Berbagai Macam Penamaan Komponen Biotik di dalam Suatu Ekosistem.

DASAR PENAMAANKOMPONEN BIOTIK DALAM EKOSISTEM
JENIS MAKHKLUK HIDUPTUMBUHANHERBIVORAKARNIVORA IKARNIVORA II
FUNGSI DI DALAM EKOSISTEMPRODUSENKONSUMENKONSUMENKONSUMEN
IIIIII
JARAK TRANSFER ENERGITINGKATTINGKATTINGKATTINGKAT
TROFIK ITROFIK IITROFIK IIITROFIK IV

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Syarat-Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme Beserta Penjelasannya


Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik

Di dalam ekosistem terjadi saling ketergantungan antar komponen, sehingga apabila salah satu komponen mengalami gangguan maka mempengaruhi komponen lainnya. Ekosistem dikatakan seimbang apabila jumlah antara produsen, konsumen I dan konsumen II seimbang keterangan gambar anak panah : dimakan.


Hubungan antara komponen biotik dan komponen abiotik

Keberadaan komponen abiotik dalam ekosistem sangat mempengaruhi komponen biotik. Misal: tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya air, udara, cahaya, dan garam–garam mineral. Begitu juga sebaliknya komponen biotik sangat mempengaruhi komponen abiotik yaitu tumbuhan yang ada di hutan sangat mempengaruhi keberadaan air, sehingga mata air dapat bertahan, tanah menjadi subur. Tetapi apabila tidak ada tumbuhan, air tidak dapat tertahan sehingga dapat menyebabkan tanah longsor dan menjadi tandus. Komponen abiotik yang tidak tergantung dengan biotik antara lain: gaya grafitasi, matahari, tekanan udara.


Hubungan antara komponen biotik dengan komponen biotik

Di antara produsen, konsumen dan pengurai adalah saling ketergantungan. Tidak ada makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk lainnya. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung maupun tak langsung. Hubungan saling ketergantungan antar produsen, konsumen dan pengurai terjadi melalui:

  • Rantai makanan
    Merupakan peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem dengan urutan tertentu.
  • Jaring-jaring makanan
    Merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem. Seperti contoh jaring-jaring makanan di bawah ini terdiri dari 5 (lima) rantai makanan.
  • Piramida makanan
    Merupakan gambaran perbandingan antara produsen, konsumen I, konsumen II, dan seterusnya. Dalam piramida ini semakin ke puncak biomassanya semakin kecil.
  • Arus energi
    Merupakan perpindahan energi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Yaitu dari sinar matahari lalu produsen, ke konsumen tingkat I, ke konsumen tingkat II sampai pengurai. Sedangkan mineral membentuk siklus. Energi yang dilepas sangat kecil karena setiap organisme membutuhkan energi dalam memenuhi kebutuhannya.
  • Siklus energi
    Merupakan perpindahan zat dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Akhirnya akan kembali ke tempat zat itu berasal. Contoh lihat siklus air di bawah ini!

Keseimbangan ekosistem dapat terjadi bila ada hubangan timbal balik di antara komponen–komponen ekositem. Perhatikan grafik perbandingan jumlah produsen, herbivora dan karnivora!

Semula produsen, herbivora dan karnivora berada pada tempat tertentu. Tumbuhan sebagai produsen yang jumlahnya paling banyak. Apabila ada hal-hal yang mengubah lingkungan maka organisme tersebut tidak akan mengalami perubahan, tetapi jika jumlah organisme tidak terkendalikan akan membahayakan organisme lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Organisme


Contoh Hubungan Biotik dan Abiotik

Biotik dan Abiotik adalah komponen pembentuk ekosistem. Biotik dan abiotik merupakan dua faktor yang mempengaruhi perkembangan dan gejala alam pada suatu ekosistem. Kedua faktor tersebut saling berdampingan. Semua benda tidak bernyawa seperti batu, tanah dan kerikil merupakan komponen abiotik, sedangkan yang bernyawa seperti burung, kupu-kupu, dan bunga merupakan komponen biotik.
Berdasarkan objeknya, gejala alam dapat dibedakan menjadi dua yaitu gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.


Contoh Hubungan Biotik dgn Abiotik

  • Setiap tumbuhan mengambil air dri lingkungannya (dri dlm tanah),tpi tumbuhan jga membebaskan air ke lingkungan ( ke Udara ) dlm bentuk Uap air.Bersama uap air dari sumber yang lain, nanti akan terbentuk awan dan turun jdi hujan. dan nanti air meresap ke dalam tanah (kembali lagi ke tanah). Dan jga tumbuhan mengambil zat hara dari tanah, dan jga mengembalikannya lgi dlm bentuk dedaunan, dan sisa tumbuhan yg lapuk dan mengalami penguraian.
  • Tanaman Padi melakukan proses Fotosintesis,selain butuh sinar matahari tanaman Padi jga butuh Karbondioksida utk bernapas,air untuk kegiatan Transportasi,dan tanah sebagai Unsur Hara.
  • Cacing tanah yg membutuhkan sisaxx bahan Fragmen/remukan dri tanaman pdi sebagai makanannya dan membuat lubang tanah sebagai tempat tinggalnya.Nanti jka cacing tanah mati akan terurai menjadi bhn Organik/Zat hara semacam Karbon,oksigen,dll.Untukkebutuhan tanaman padi dan kelangsungan hidupnya.

Contoh Gejala Alam Biotik dan Abiotik

Gejala Alam Biotik
Gejala alam biotik merupakan hal-hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, Mis: metamorfosis kupu-kupu, fotosintesis, penyerbukan, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dan lain-lain. Gejala alam biotik merupakan ciri-ciri makhluk hidup karena gejala alam biotik hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup. Contoh sifat gejala alam biotik antara lain:

  • Tumbuh dan berkembang
    Semua makhluk hidup akan tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa.
  • Gerak
    Semua makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuhan menunjukkan kemampuan untuk bergerak.
  • Bernapas
    Bernapas merupakan aktifitas mengambil oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida yang menjadi identitas utama makhluk hidup.
  • Peka terhadap rangsang
    Makhluk hidup memberi respon terhadap rangsangan dari luar. Mis: kita akan berkeringat saat udara panas.
  • Membutuhkan makanan
    Kebutuhan terhadap makanan merupakan salah satu ciri makhluk hidup karena makhluk hidup membutuhkannya sebagai sumber energi.

Gejala Alam Abiotik
Gejala alam abiotik merupakan hal-hal yang berkaitan dengan sifat fisik dan kimia di luar makhluk hidup, contohnya hujan, pelapukan, erosi, ledakan, tanah longsor dan sebagainya. Contoh sifat gejala alam abiotik antara lain:

  1. Wujud
    Semua benda abiotik dapat dibedakan wujudnya, yaitu padat, cair, dan gas.
  2. Bentuk
    Semua benda abiotik memiliki bentuk yang dapat kita gunakan untuk mengenalinya.
  3. Warna
    Selain bentuk, warna juga bisa menjadi sifat gejala alam abiotik, sehingga dapat dibedakan dengan yang lainnya.
  4. Ukuran
    Ukuran benda abiotik dapat berupa ukuran panjang, berat, volume, suhu, dan sebagainya.
  5. Bau
    Gejala alam abiotik dapat dicirikan berdasarkan baunya, misalkan zat belerang mempunyai bau yang berbeda dengan air kotor.
  6. Rasa
    Beberapa benda abiotik dapat diketahui berdasarkan rasanya, yaitu manis, asam atau netral.
  7. Tekstur
    Benda abiotik dapat juga dikenali dari teksturnya, yaitu halus atau kasar permukaannya.