“Majas Antonomasia” Pengertian & ( Contoh Kalimat )

Diposting pada

Majas-Antonomasia

Pengertian Majas Antonomasia

Majas antonomasia merupakan sebuah ungkapan dengan gaya bahasa yang menyatakan suatu hal dengan menjelaskan sifat atau karakteristik dari hal tersebut. Dalam majas ini sifat atau karakteristik tersebut dijadikan sebagai identitas pengganti nama atau nama lain dari suatu hal yang dinyatakan dalam kalimat, agar lebih jelas perhatikan contoh kalimat majas antonomasia berikut ini.


secara bahasa, kata antonomasia berasal dari bahasa Yunani ἀντονομασία atau antonomazein yang berarti “nama yang berbeda”. Adapun jika dirunut dari istilahnya, pengertian majas antonomasia dapat diartikan sebagai suatu majas perbandingan yang digunakan dengan menyebut suatu objek bukan dengan nama aslinya, melainkan menggunakan salah satu sifat dari objek tersebut. Majas antonomasia adalah majas yang kerap digunakan dalam obrolan sehari-hari. Utamanya, majas ini difungsikan untuk meningkatkan citarasa dari suatu kalimat atau paragraf sehingga terdapat variasi di dalamnya. Majas antonomasia penting digunakan untuk menghindari kesan monoton pada kalimat yang disampaikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 53 Pengertian Majas, Jenis Dan Contohnya Lengkap


Macam dan Jenis Majas

Secara umum di Indonesia majas dibagi menjadi 4 macam turunan yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasa. Berikut ini akan kita bahas mengenai macam-macam majas dan contohnya satu persatu.


Majas Perbandingan

Majas perbandingan sesuai namanya, majas ini menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar dan pembaca. Berikut dibawah ini macam-macam dan majas perbandingan.


  1. Majas Perumpamaan (Asosiasi) dan Contoh Kalimatnya
    Majas perumpamaan atau asosiasi dalah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lainnya di karenakan persamaan sifat. atau sederhananya majas yang membandingkan dua hal berbeda namun dianggap sama. Ciri majas Asosiasi ini adalah adanya kata penghubung: ibarat, bagai, laksana, seumpama, bagaikan, bak dan lain sejenisnya. Majas yang sering disebut majas asosiasi ini seringkali digunakan dalam obrolan, maupun dalam penulisan.
  2. Majas Personifikasi dan Contoh Kalimatnya
    Majas Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia. Majas ini membuat benda mati seperti dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan makhluk hidup.
  3. Majas Metafora dan Contoh Kalimatnya
    Majas metafora ialah majas ayang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda. Bisa juga diartikan sebagai suatu majas yang dibuat dengan frasa secara Implisit tidak berarti namun secara eksplisit dapat mewakili suatu maksud lain berdasarkan pada persamaan ataupun perbandingan. Atau mudahnya majas ini digunakan sebagai bentuk kata kiasan untuk mengungkapkan sesuatu.
  4. Majas Simbolik dan Contoh Kalimatnya
    Majas simbolik berarti majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan binatang, benda atau tumbuhan sebagai simbol. Umumnya simbol yang dipakai dalam majas ini sudah dengan mudah dipahami banyak orang.
  5. Majas Alegori dan Contoh Kalimatnya
    Majas alegori adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan maksud tertentu secara tidak langsung (non harfiah) namun masih saling berkaitan. Majas ini menjelaskan suatu hal secara tersirat menggunakan perbandingan hal lain. Mirip dengan majas metafora tetapi membandingkan secara keseluruhan / utuh.
  6. Majas Simile dan Contoh Kalimatnya
    Majas simile adalah majas yang membandingkan secara eksplisit (jelas) antara dua hal dengan menggunakan kata penghubung,layaknya, ibarat, umpama, bak, bagai dan lain sebagainya. Dilihat sekilas majas ini mirip dengan majas perumpamaan / asosiasi.
  7. Majas Metonimia dan Contoh Kalimatnya
    Majas metonimia yaitu majas yang digunakan untuk menyebutkan satu kata dengan kata lainnya yang masih berhubungan erat. Penjelasan mudahnya seperti menggunakan merk atau nama khusus suatu benda sebagai pengganti benda lain yang lebih umum.
  8. Majas Sinekdoke dan Contoh Kalimatnya
    Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan bagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya menyebutkan keseluruhan untuk suatu bagian. Terdapat dua jenis majas ini, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang biasa digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sebenarnya dengan istilah yang berlawanan. Penggunaan majas pertentangan ditujukan untuk mendapatkan kesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar tentang hal yang disampaikan. Berikut ini macam macam majas pertentangan.


  • Majas Paradoks dan Contoh Kalimatnya
    Majas paradoks yaitu gaya bahasa yang menyajikan pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang ada. Diantara sekian majas, majas paradoks cukup sering dijumpai dalam sebuah roman atau novel.
  • Majas Antitesis dan Contoh Kalimatnya
    Majas antitesis adalah majas yang menyajikan pasangan kata berlawanan makna. Pasangan kata ini disajikan secara berurutan.
  • Majas Litotes dan Contoh Kalimatnya
    Majas litotes adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang dikecilkan atau direndahkan daripada kenyataannya. Tujuan penggunaan majas ini adalah cara untuk merendahkan diri dihadapan pembaca atau pendengarnya.
  • Majas Hiperbola dan Contoh Kalimatnya
    Majas Hiperbola adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang melebih-lebihkan dari kenyataan aslinya. Majas ini membuat akan meninggalkan kesan kuat pada pembaca dan pendengarnya sehingga dapat menarik perhatian.

Majas Penegasan

Majas Penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. berikut macam macam majas penegasan.


  1. Majas Pleonasme dan Contoh Kalimatnya
    Majas Pleonasme adalah majas yang digunakan dengan menyatakan suatu hal yang sudah jelas tetapi tetap di beri tambahan kata lain untuk mempertegas maksudnya.
  2. Majas Repetisi dan Contoh Kalimatnya
    Majas Repetisi adalah majas pengulangan suatu kata dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud.
  3. Majas Tautologi dan Contoh Kalimatnya
    Majas Tautologi adalah gaya bahasa dengan mengulang kata dalam sebuah kalimat untuk beberapa kali dengan tujuan sebagai penegasan maksud.
  4. Majas Retorik dan Contoh Kalimatnya
    Majas retorika adalah gaya bahasa yang berupa kalimaat tanya tetapi sebetulnya tak perlu untuk dijawab. Majas ini berfungsi untuk penegasan sekaligus Sindiran.
  5. Majas paralelisme dan Contoh Kalimatnya
    Makas paralelisme adalah bentuk majas perulangan yang biasanya hanya digunakan untuk penegasan makna frase dalam sebuah puisi.
  6. Majas Klimaks dan Contoh Kalimatnya
    Majas Klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari dua hal secara berurutan dengan tingkatan semakin lama semakin meningkat.
  7. Majas Antiklimaks dan Contoh Kalimatnya
    Majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari 2 hal secara berturut-turut dengan tingkatan yang semakin lama semakin menurun.

Majas Sindiran

Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sindiran pada pendengar atau pembacanya. Majas ini bertujuan untuk merubah perilaku seseorang.Majas ini dibagi menjadi tiga. Berikut ini macam macam majas sindiran beserta.


  • Majas Ironi dan Contoh Kalimatnya
    Majas ironi yaitu majas yang digunakan dengan menyatakan sesuatu hal secara bertentangan dengan kenyataan. Majas ini ketika diungkapkan terdengar seperti pujian tetapi sebetulnya bermakna negatif/sindiran.
  • Majas Sarkasme dan Contoh Kalimatnya
    Majas sarkasme adalah majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. majas ini lazimnya hanya diucapkan oleh orang yang sedang marah besar.
  • Majas Sinisme dan Contoh Kalimatnya
    Majas sinisme adalah majas yang dipakai dengan menyatakan sindiran secara tidak langsung atau implisit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Cerpen – Ciri, Unsur, Intrinsik, Ekstrinsik, Genre, Contoh, Para Ahli


Majas Metafora

Metafora menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) ialah penggunaan kata atau gabungan kata yang bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan untuk menggambarkan atau melukiskan suatu maksud. Majas metafora digunakan ketika ingin menunjukan suatu maksud terhadap sesuatu dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lain yang dapat sesuai untuk melukiskan maksudnya. Majas metafora berbeda dengan majas perumpamaan (simile). Pada majas simile sesuatu yang sedang dibicarakan dibandingkan dengan sesuatu yang lain dengan menggunakan kata pembanding (seperti, layaknya, bagaikan). Sedangkan pada majas metafora tidak menggunakan kata pembanding, meskipun tergolong dalam majas perbandingan. Keduanya majas ini akan memiiki makna yang berbeda dengan konsep dasar yang demikian.


Majas metafora in praesetia

Pada majas jenis ini, apa yang hendak dibandingkan disandingkan bersamaan dengan pembandingnya. Sehinggga maknanya sangat eksplisit.
Contoh: Aleea adalah kembang desa di desa ini
Pada kalimat ini secara terang-terangan mengungkapkan bahwa aleea adalah gadis yang paling cantik di desa tersebut.


Majas metafora in absentia

Berbeda dengan kelompok sebelumnya, majas metafora in absentia mengungkapkan sesuatu secara implisit. Perbandingan tidak merujuk objek yang sedang dibicarakan. Sehingga terkadang bingung dengan maksud dari pembicaraanya.
Contoh: para lelaki di desa takjub akan kepintaran bunga desa itu.
Tidak tau siapa yang dimaksud dengan bunga desa oeh si pembicara.


Contoh Majas Metafora

Berikut uraian contoh penggunaan majas dalam kehidupan beserta artinya.

  • “Dalam tiap doaku, ku selalu menyebut namamu agar menjadi tulang rusuk-ku yang selama ini aku inginkan”. Pengertian dari tulang rusuk pada kalimat di atas ialah pasangan hidup.
    Dalam percakapan film jodha akbar (nasihat Ratu Meinawati kepada Ratu Jodha )
  • “Jangan membangun dinding terlau tinggi yang kamu pun tak mampu menggapainya”.
    Merupakan jenis metafora in absentia, kata dinding pada kalimat tersebut untuk menunjukkan  suatu prinsip hidup. Maksud dari nasihat tersebut ialah janganlah terlalu keras dalam menentukan sesuatu yang sangat berbeda dengan prinsip hidup.
  • Dalam lirik lagu “Lost – coldplay”
    “You might be a big fish in a little pond doesnt mean you’ve won ‘cause along may come a bigger one and you’ll be lost”. (kau mungkin adalah ikan besar dalam kolam kecil, namun hal itu tidak berarti kalau kau telah menang, karena akan datang ikan yang lebih besar dan pada saat itu kau akan kalah).
    Penggunaan frase big fish (ikan besar) merupakan bukan makna yang sebenarnya melainkan memiliki maksud seseorang yang memiliki kekuasaan atas suatu tempat atau terhadap suatu kaum yang lemah.

Contoh lain adalah :

  1. Anggi memang memiliki kepala batu (keras kepala)
  2. Para tangan-tangan kotor itu tak pantas menjadi pemimpin negeri ini (penipu)
  3. Kamu adalah tulang rusukku yang hilang (#eeaaaa) (pasangan hidup)
  4. Ibu adalah cahaya dalam hidupku (pembimbing)
  5. Aku terjebak dalam lilitan lintah darat (rentenir)
  6. Menuntut ilmu sampai ke liang lahat (seumur hidup)
  7. Rendi selalu menjadi bintang di sekolahnya (juara)
  8. Edi mencintainya setengah mati (sangat mencintai)
  9. Kenapa selalu aku yang menjadi kambing hitam? (disalahkan)
  10. Para pemuda sadarlah, kau adalah tulang punggung negeri ini (harapan)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Manfaat Kalimat Abstrak Lengkap


Contoh Majas Antonomasia

“Komeng menjadi bintang iklan Si Gesit Irit” Pada contoh kalimat tersebut kata “Si Gesit Irit” menggantikan kedudukan motor merk Yamaha. Kata Si Gesit Irit dipilih karena dianggap sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh sepeda motor Yamaha yang memang gesit dalam bergerak dan irit dalam penggunaan bahan bakar. Selain pada kalimat di atas, contoh majas antonomasia juga dapat kita temukan pada kalimat-kalimat berikut ini :

  • Nita berjalan dengan sangat lambat. Lelah sekali jika harus satu tim dengan Si Gemuk itu.
  • Rino memang wajar jika akhirnya menjadi pimpinan kelompoknya. Si Lincah itu sangat cekatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan.
  • Siapa lagi kalau bukan Si Pintar itu yang mewakili sekolah kita dalam perlombaan cerdas cermat ini?
  • Untaran adalah nama kucingku. Aku sangat menyayangi Si Putih itu sehingga aku membawanya kemana pun pergi.
  • Si Cantik yang dulu kita kenal sekarang wajahnya telah berubah.
  • Si Keriting akhirnya merebounding rambutnya juga.
  • Akhirnya Si Mancung menang juga. Tak salah aku menjagokannya.
  • Si Hitam, motorku yang paling setia. Kemana pergi, dialah yang setia menemani.
  • Si Gigi Kuning itu memang tak punya malu. Berani-beraninya dia mengutarakan cinta pada Jessika.
  • Si Cungkring mulai mengikuti program fitness. Mungkin dia malu dengan tubuhnya itu.
  • Suttt, lihat! Si centil datang.
  • Kalo mereka macam-macam! Biar si gendut saja nanti yang menghadapinya.

Si gemuk itu berlari sekuat tenaga hingga napasnya habis ketika dirinya dikejar anjing.

Penjelasan:
Majas antonomasia dalam kalimat di atas ditunjukkan dalam peryataan sifat “si gemuk”. Sapaan “si gemuk” telah menjadi pengganti identitas dan penjelasan terhadap nama atau sapaan lainnya pada subyek. Dodo selalu mampu menjawab pertanyaan pada soal ujian fisika di kelasnya, tak heran jika dirinya dijuluki sebagai si cerdas.

Maksud Tujuan :
Pada kalimat di atas sapaan “si cerdas” merupakan suatu identitas pengganti dari subyek. Sapaan tersebut juga menjelaskan tentang sifat dan karakteristik dari subyek yang melangkapi peryataan penjelasan lainnya dalam kalimat.

Dan perhatikan lagi beberapa kalimat majas antonomasia pda contoh yang lainnya berikut ini:

  • Si pintar itu kini berhasil mendapatkan berasiswa dari delapan universitas negeri ternama di Indonesia.
  • Aku malas bertemu dengan si cerewet itu, ia selalu saja membuat telingaku panas.
  • Kenapa lagi dengan si pembuat onar itu? selalu saja membuat masalah di mana saja.
  • Kemana perginya si pemalas itu? selalu saja menemukan tempat yang bagus untuk membolos sekolah.
  • Apa kau sadar bahwa kau dijuluki sebagai si dungu? bahkan kerbau saja malu disamakan dengan dirimu.
  • Kenapa si manis dan cantik itu tak masuk sekolah hari ini?
  • Mengapa si gemuk temanmu itu tidak juga mau memperbaiki pola makannya? Bukanlah ia ingin memiliki tubuh yang ideal?
  • Sungguh aku rindu dengan si mata indah itu, kapan kau bisa mempertamukanku dengannya lagi?
  • Kemana perginya si rambut ikal itu? Berani-beraninya ia mencuri buku gambar milikku.
  • Aku ingin bertanya banyak hal tentang keluarga besarku pada si jangkung itu, ternyata ia ialah salah seorang kerabat jauhku.
  • Bagaimana kau bisa berteman dengan si gimbal yang urakan itu? Apa kau ingin mendapat pengaruh buruk darinya?
  • Kenapa si rambut keriting penjual kue basah itu belum juga muncul? padahal aku ingin memborong semua kue dagangannya.
  • Sungguh aku tak tahan menahan tawa ketika mendengar celotehan si pembual itu.