“Vakuola Tumbuhan” Definisi & ( Struktur – Fungsi )

Diposting pada

Vakuola-Tumbuhan

Pengertian Vakuola

Vakuola, organel khusus yang terdapat pada sel tumbuhan, keberlangsungan sel tumbuhan begitu dipengaruhi oleh organel terbesar yang dimiliki sel ini. Tumbuhan memiliki vakuola yang berfungsi sebagai pembentuk tekanan turgor sel, tempat menyimpan bahan tertentu, tempat sampah dan tempat degradasi organel lain. Sel hewan juga memiliki vakuola namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari vakuola sel tumbuhan.

Vakuola adalah organel sel yang memiliki suatu rongga bermembran pada sel tumbuhan, berisi bermacam-macam senyawa makanan, sisa metabolisme, air, dan lain-lain.Vakuola terdiri atas 3 jenis, yaitu vakuola makanan, vakuola kontraktil yang ditemukan pada protista dan vakuola tumbuhan pusat.

Pada sel tumbuhan, khususnya sel parenkim dan kolenkim dewasa memiliki vakuola tengah (vakuola sentral) yang berukuran besar. Vakuola ini dikelilingi membran tonoplas, yaitu selaput pembatas antara vakuola sentral dengan sitoplasma dalam sel tumbuhan. Vakuola tengah pada tumbuhan terbentuk sebagai akibat pertumbuhan dinding sel lebih cepat dari pertumbuhan sitoplasmanya. Vakuola tengah berisi cairan yang disebut cairan sel atau getah sel. Getah ini merupakan larutan pekat yang kaya garam minteral, gula, oksigen, asam organik, karbon dioksida, pigmen, enzim, dan sisa-sisa metabolisme lain.


Fungsi utama Vakuola

Retikulum endoplasma ialah organel dengan membran ganda, namun vakuola hanya memiliki selapis membran saja. Hal ini disebabkan karena aktivitas enzim hidrolitik dalam vakuola yang akan mencerna membran dalam dari vakuola baru yang terbentuk. Karena adanya enzim hidrolitik inilah vakuola berperan dalam degradasi “penghancuran” organel-organel sel yang telah tua dan rusak. Fungsinya hampir mirip dengan lisosom pada sel hewan.


Tekanan air dalam vakuola menyebabkan munculnya istilah tekanan turgor yang membuat sel tumbuhan tetap kokoh. Tekanan turgor yang tinggi menyebabkan sel tegang, sedangkan tekanan turgor yang rendah menyebabkan sel menjadi kendur. Tekanan turgor yang rendah menyebabkan jaringan tumbuhan akan menjadi layu seperti pada kasus tumbuhan yang kurang mendapat air. Vakuola menjadi tempat menyimpan berbagai bahan tertentu seperti kristal kalsium oksalat dan pigmen tumbuhan. Apabila kita mengamati sel-sel daun bayam, akan nampak adanya kristal kalsium oksalat yang disimpan dalam vakuola, walaupun vakuola tersebut tidak begitu nampak dengan metode pengamatan mikroskop biasa.


Pigmen tumbuhan seperti kelompok antosianin larut dalam air dan disimpan dalam vakuola, pigmen inilah yang menyebabkan daun dan buah dapat berwarna biru, merah atau ungu. Beberapa tumbuhan memiliki vakuola yang mengandung zat asam seperti jeruk nipis. Adanya zat asam inilah yang menyebabkan jaruk nipis berasa asam ketika dimakan. Vakuola juga menjadi tempat sampahnya sel tumbuhan. Hasil-hasil metabolisme skunder tumbuhan seperti nikotin dan alkaloid akan dibuang dalam vakuola supaya tidak menjadi racun yang dapat membahayakan sel itu sendiri. Beberapa sel dewasa tidak memiliki vakuola dan organel sel lainnya karena berperan sebagai penyokong dan transportasi zat, misalnya pada sklerenkim dan jaringan xilem.


Fungsi utama vakuola adalah memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgor sel. Tugor sel adalah tekanan turgor pada sel yaitu tekanan yang mendorong membran sel terhadap dinding sel pada tumbuhan, tekanan ini disebabkan oleh timbulnya aliran osmosis air dari bagian dengan konsentrasi terlarut rendah di luar sel ke dalam vakuola sel yang memiliki konsentrasi terlarut lebih tinggi. Sel tumbuhan mengandalkan tekanan ini untuk mempertahankan bentuknya.Fungsi vakuola yang lain adalah :

  1. Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, amilum, dan glukosa
  2. Mengadakan sirkulasi zat dalam sel
  3. Penyimpanan pigmen (daun, bunga dan buah)
  4. Penyimpanan minyak atsiri (golongan minyak yang memberikan bau khas seperti minyak kayu putih)
  5. Pengaturan tekanan osmotik sel
  6. Penimbunan sisa metabolism dan metabolic sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit
  7. Pembantu pertumbuhan sel (sel memanjang begitu vakuolanya menyerap air, membuat sel dapat menjadi lebih besar dengan hanya membuat sitoplasma baru yang minimal)
  8. Perlindungan

Struktur Vakuola Tumbuhan

Vakuola umumnya berukuran besar hingga hampir memenuhi seluruh isi sitoplasma pada sel tumbuhan yang telah dewasa. Organel ini dibungkus oleh suatu membran tunggal yang disebut tonoplas. Di dalam tonoplas terdapat cairan yang umumnya disebut dengan getah sel. Getah ini sebagian besar tersusun atas air dan zat-zat terlarut lain tergantung jenis tumbuhannya. Sel yang masih muda pada umumnya akan memiliki banyak vakuola yang berukuran kecil, seiring dengan berkembangan sel tersebut, vakuola-vakuola tadi akan bersatu membentuk vakuola tunggal yang berukuran besar. Vakuola terbentuk dari retikulum endoplasma “RE” yang menjulur membentuk saluran-saluran kecil yang disebut provakuola. Saluran kecil ini akan saling menyatu sehingga akan terbentuk organel yang berbentuk mirip seperti bola, setelah itu vakuola-vakuola kecil yang telah terbentuk akan bersatu membentuk vakuola yang lebih besar.


Vakuola merupakan organel dalam sel yang berisi cairan. Di dalam vakuola terdapat membran yang disebut tonoplas. Organel ini banyak terdapat pada sel tumbuhan. Kalau pun ada pada sel hewan, bentuk vakuolanya amat kecil. Lihat Gambar 1. Sebuah vakuola tumbuhan berisi larutan garam mineral, gula, asam amino, bahan sisa (seperti tanin) dan beberapa pigmen seperti antosianin. Setiap sel tumbuhan memiliki bentuk vakuola yang amat beragam. Vakuola sel tumbuhan dewasa berbentuk besar, sedangkan vakuola tumbuhan muda berbentuk kecil. Semakin tua usia tumbuhan, maka vakuolanya akan bertambah besar, bahkan bisa menjadi bagian yang dominan dalam sel. Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki berbagai fungsi, antara lain: sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dan ion anorganik, seperti gula, protein, kalium, dan klorida; sebagai osmoregulator yakni penjaga nilai osmotik sel; dan berperan dalam proses sekresi hasil sisa metabolisme yang membahayakan sel.

Struktur Vakuola Tumbuhan

Untuk menarik datangnya serangga penyerbuk, sebagian vakuola sel tumbuhan memiliki pigmen. Contohnya, pigmen merah dan biru pada mahkota bunga. Sebaliknya, supaya hewan pemangsa tidak datang mendekat, vakuola sel tumbuhan mengandung senyawa beracun dan bau tak sedap. Pada sel hewan, vakuola hanya terdapat pada hewan uniselluler saja. Contohnya adalah protozoa. Fungsi vakuola adalah sebagai vakuola pencernaan makanan (vakuola non-kontraktil). Selain itu, protozoa juga memiliki vakuola berdenyut (vakuola kontraktil) yang berperan dalam pengaturan tekanan osmotik sitoplasma.


Tekanan Turgor

Apakah tekanan turgor itu? Turgidus artinya menggelembung. Tekanan turgor terjadi bila sitoplasma bersifat hipertonik terhadap vakuola. Oleh karena itu, vakuola menyerap air, membesar, sehingga tekanannya meningkat (tekanan turgor). Selanjutnya, cairan vakuola mendesak tonoplas, sehingga dinding sel juga ikut terdesak. Dinding sel ini membatasi volume sitoplasma. Akibatnya, lingkungan di luar sel memberi tekanan pada tonoplas untuk memelihara turgiditas sel.

Kandungan/Isi Vakuola

    1. Sukrosa
    2. Mineral
    3. Pigmen merah dan biru
    4. Fruktosa
    5. Glikosida
    6. Tanin
    7. Minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar, Zingiberine pada jahe)
    8. Alkaloid seperti, senyawa kimia yang dapat bersifat racun dan mempunyai sifat fisiologis tertentu sehingga dapat digunakan sebagai obat dalam bidang farmasi. (misalnya kafein pada biji kopi, kinin pada kulit kina, nikotin pada daun tembakau, tein pada daun teh, teobromin pada buah atau biji coklat, solanin pada umbi kentang)
    9. Senyawa organik         : karbohidrat,protein, lemak
    10. Senyawa anorganik     : nitrat & fosfat
    11. Asam-asam organik     : tartrat & sitrat
    12. Enzim
    13. Butir-butir pati

Sel Tumbuhan Pada Vakuola

Vakuola terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan, tetapi pada sel tumbuhan tampak lebih besar dan jelas terutama pada sel yang sudah tua.Vakuola pada sel tumbuhan dikelilingi membran tunggal disebut tonoplas. Vakuola sel tumbuhan umumnya berisi: air, phenol, antosianin dan protein, glikosida , garam-garam organic, protein, tanin (zat penyamak), minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe), alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain), enzim , butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas vakuola.


Sel tumbuhan sentral vakuola adalah kompartemen serbaguna Ini dapat menahan resen’es senyawa organik yang penting, seperti protein ditimbun dalam vakuola sel penyimpanan dalam biji. sekarang juga repositori utama sel tumbuhan ion anorganik, seperti kalium dan klorida.

Fungsi Sel tumbuhan banyak menggunakan vakuola mereka sebagai pembuangan situs untuk metabolisme oleh-produk yang akan membahayakan ifthey sel terakumulasi dalam sitosol. Beberapa vakuola mengandung pigmen bahwa warna sel, seperti pigmen merah dan biru kelopak yang membantu penyerbukan menarik serangga ke bunga.  vakuola juga dapat membantu melindungi tumbuhan terhadap predator dengan mengandung senyawa yang beracun atau tidak menyenangkan bagi hewan. itu vakuola memiliki peran amajor dalam sel pertumbuhan ofplant, yang memperbesar sebagai vakuola mereka menyerap air, memungkinkan sel untuk menjadi lebih besar dengan investasi minimal dalam sitoplasma baru. Sitosol sering hanya menempati lapisan tipis antara vakuola pusat dan membran plasma, sehingga rasio permukaan membran plasma untuk Volume sitosol besar, bahkan untuk sel pabrik besar.


Vakuola Makanan

Vakuola Makanan

Vakuola ini berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh.Organisme yang makan dengan cara fagositosis mengelilingi mangsanya dengan bagian dari membran plasmanya, dan menelannya dengan memfusikan membran yangmengelilinginya dan memindahkannya, yang sekarang disebut vakuola makanan, ke dalam sitosol. Pada sitoplasma sel, vakuola bergabung dengan lisosom untuk pencernaan. Nutrient yang sudah tercerna dipindahkan ke dalam sitosol untuk digunakan, dan bahan-bahan yang tidak tercerna dibentuk ke dalam vakuola sisa yang akan dikeluarkan dari dalam sel dengan kurang lebih suatu proses yang berkebalikan dengan proses penelanan tadi.


Vakuola Kontraktil

Vakuola Kontraktil

Sebagian besar organisme tersestrial beresiko dehidrasi, menguapnya air ke lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, organisme yang hidup di air terdapat pada lingkungan di mana air terpelihara bergerak ke dalam sel. Beberapa protista yang hidup di air mempunyai vakuola kontraktil, suatu struktur yang mengumpulkan air dan memasukkannya ke dalam selnya dari lingkungan, dan secara periodik mengeluarkan air yang sudah dikumpulkan ke lingkungan luar dengan mengkontraksikan vakuola seperti sebuah pori, sehingga namanya adalah vakuola kontraktil. Vakuola ini memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.


Vakuola Tumbuhan Pusat

Vakuola Tumbuhan Pusat

Semua sel tumbuhan yang hidup dan sudah dewasa memiliki sebuah organela yang dibatasi membran yang sangat besar, yang terisi cairan, disebut vakuola tumbuhan pusat. Vakuola pusat menempati lebih dari 90-95% volume dan sel yang dewasa. Membran vakuola disebut tonoplas. Tonoplas sangat tidak permeabel terhadap air dan materi-materi yang larut dalam air.


Ciri-ciri Vakuola Tumbuhan

ciri Vakuola Tumbuhan

  1. Pada protista vakuola kontraktil berfungsi sebagai pengatur air.
  2. Pada sel dewasa tumbuhan, vakuola cenderung lebih besar dan tunggal, disebut vakuola sentral yang menempati ruang sel sekitar 80% atau lebih.
  3. Pada sel hewan, vakuola cenderung lebih kecil, dan digunakan secara temporer untuk menyimpan bahan-bahan atau untuk mengangkut bahan.
  4. Tonoplas merupakan bagian yang sangat penting dan terintegrasi dengan jaringan sistem membran (endomembran).
  5. Merupakan tempat menyimpan senyawa organik seperti protein yang ditumpuk dalam vakuola sel dalam benih.
  6.  Merupakan tempat penimbunan ion anorganik yang utama dari sel tumbuhan, seperti kalium dan klorida.
  7. Sebagian vakuola mengandung banyak pigmen yang mewarnai sel tersebut : pigmen merah dan biru dari mahkota bunga yang membantu memikat serangga penyerbuk untuk datang ke bunga tersebut.
  8. Pigmen warna tersebut sedemikian terkonsentraspi pada vakuola sel epidermis sehingga pigmen itu menutupi warna hijau kloroplas.
  9.  Membantu melindungi tumbuhan melawan pemangsanya karena mengandung senyawa yang beracun atau beraroma tak sedap bagi hewan.
  10. Vakuola besar sel tumbuhan berkembang dari penggabungan vakuola-vakuola yang lebih kecil, yang diambil dari retikulum endoplasma dan badan golgi.
  11. Bentuk dan ketegaran jaringan yang tersusun dari banyak sel yang hanya memiliki dinding primer; adalah akibat adanya air dan bahan terlarut yang menekan dari dalam vakuola. Tekanan timbul karena osmosis.
  12. Ada aspek penting lain dari vakuola yang membuat tumbuhan nampak seperti yang klta lihat. Untuk mempertahankanh idupnya, tumbuhan perlu menyerap cukup banyak air, unsur mineral, karbon dioksida, dan cahaya matahari. Setiap faktor tersebut, bahkan cahaya matahari sering langka atau sedikit sekali diperoieh dari lingkungan. Luas permukaan yang besar sangat memudahkan penyerapan keempat faktor tersebut oleh tumbuhan: akar yang bercabang-cabang mengasuki sejumlah besar volume tanah, permukaan dedaunan menangkap cahaya matahari dan menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Cara organisme mendapatkan permukaan yang luas dimulai dengan memiliki volume yang cukup besar dan kemudian memecah-mecah menjadi lapisan tipis seperti dedaunan, atau menjadi struktur sempit panjang seperti akar atau jarum-jarum konifer. Tumbuhan mempunyai volume cukup besar karena vakuolanya terisi air dengan jumlah lebih besar daripada yang dimiliki protoplasma sel lain. Jika sel tumbuhan hanya mengandung protoplasma tanpa vakuola seperti halnya sel hewan, maka sel tumbuhan hanya dapat mempunyai sebagian kecil dari luas permukaannya sekarang.
  13. Bagi hewan, amatlah penting memiliki volume yang kompak dengan permukaan yang terbatas dan protoplasma yang pekat agar dapat menghasilkan energi dan mengurangi kelembaban untuk bergerak.
  14. Fungsi vakuola tumbuhan : memelihara turgor & mempertahankan volume yang besar  merupakan fungsi yang statis.
  15. Konsentrasi bahan terlarut di vakuola hampir setinggi konsentrasi garam di air laut dan di sitosol (umumnya 0,4-0,6 M).
  16. Bahan terlarut dalam vakuola :
    -berbagai garam
    -molekul organik kecil (gula dan asam amino)
    -beberapa protein
    -molekul lain.
  17.  Vakuola tumbuhan mengandung bahan yang bisa meracuni sitoplasma, misalnya hasil metabolisme sekunder (contohnya alkaloid, dan berbagai senyawa bermolekul gula).
  18. Vakuola kadang juga mengandung kristal; kristal kalsium oksalat lazim didapatkan pada beberapa spesies.
    Beberapa hasil buangan sel dan kelebihan mineral dalam tumbuhan terperangkap di vakuola karena kondisinya berubah ketika memasuki lingkungan baru di vakuola yang, sekurang-kurangnya, sering lebih asam daripada sitosol.
  19. Enzim di vakuola mencerna berbagai macam bahan yang diserap ke dalam vakuola, termasuk mencerna sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah. Hal ini mungkin terjadi sewaktu protoplas sel kayu rusak dan mati. Dalam hal ini, vakuola berlaku sebagai lisosom, yaitu organel sel yang umum didaputi di sel hewan beberapa cendawan, dan protista. Lisosom mengandung enzim pencerna (hidrolitik) yang memecah bahan yang diserapnya, atau enzim ini mencerna protoplasma setelah sel mati dan merusak membran lisosom.
  20. Enzim pengurai protein sel hanya sekitar 10% terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi dan 90% terdapat pada sel khamir. Enzim ini berada di vakuola.
  21. Vakuola mempunyai peranan penting dalam homeostatis, yaitu mempertahankan pH sitosol yang konstan. Kelebihan ion hidrogen di sitosol akan dipompa masuk ke vakuola.
  22. Rasa masam yang tajam pada jeruk karena konsentrasi aram sitrat yang tinggi di vakuola merupakan contoh yang jelas. Vakuola yang demikian memiliki pH-sampai 3,0 padahal pH sitosol di sekitarnya antara 7,0 dan 7,5 (mendekati netral).
  23. Asam organik lain dipunyai oleh vakuola tumbuhan sekulen CAM (tumbuhan dengan metabolisme asam Crassulaceae), yang menghasilkan asam pada malam hari dan mengolahnya dalam fotosintesis pada siang hari.
  24. Kebanyakan vakuola agak bersifat asam (pH = 5-6). Telah terbukti melalui percobaan bahwa bila pH di sekitar sel tumbuhan berubah secara drastis, perubahan itu terlihat pada pH vakuola, sedangkan pH sitosol tetap konstan.
  25. Fosfat dan nitrat adalah contoh ion esensial yang disimpan dalam vakuola. Jika tingkat fosfat dan nitrat di sitosol turun terlalu rendah, maka kedua ion ini keluar dari vakuola dan masuk ke sitosol. Hal yang sama terjadi pula pada gula, asam amino, dan banyak bahan cadangan lain.
  26. Senyawa terlarut dalam vakuola menentukan sifat osmotiknya dan karena itu juga menentukan sifat osmotik sitosol yang menyertainya (sitosol dan vakuola selalu berimbang).
  27. Dalam peran vakuola dalam homeostasis, ada beberapa pengecualian. Senyawa tertentu seperti prolin (suatu asam amino) muncul di dalam jaringan yang berada di bawah keadaan rawan air atau rawan garam, tapi konsentrasi tinggi itu terjadi di sitosol. Senyawa tersebut berfungsi melindungi enzim sitosol dari lingkungan rawan air dan rawan garam itu.
  28. Beberapa reaksi kimia pada sel hidup terjadi di vakuola. Misalnya, tahap akhir sintesis etilen (suatu pengatur tumbuh berbentuk gas) sebagian besar berlangsung pada tonoplas vakuola, dan bermacam perubahan bentuk gula juga terjadi di sana.
  29. Jika sel mati tonoplas kehilangan sifat selektif permeabelnya sehingga enzim hidrolitik lolos dan mengakibatkan penghancuran diri sel.
  30. Tanaman tertentu yang menghasilkan getah lateks, alkaloid, tanin, minyak terpentin menyimpannya di dalam vakuola. Pada tanaman karet dan tanaman lain yang menghasilkan lateks, memilliki penampungan khusus untuk menyimpan lateksnya di dalam organel yang disebut Lasifer.
  31. Vakuola juga terdapat pada protozoa. Vakuola protozoa berupa vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.
  32. Mekanisme pertahanan hidup tumbuhan bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya.
    – Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel.
  33. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia
  34. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
  35. Vakuola sel hewan : banyak dengan ukuran yang relatif kecil
  36. Vakuola sel tumbuhan : sedikit tapi ukurannya besar
  37. Vakuola merupakan organel bermembran yang berisi cairan vakuola.
  38. Vakuola pada sel tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi yang lebih nyata dibandingkan dengan vakuola pada set hewan.
  39. Tumbuhan yang masih muda memiliki sel dengan vakuola berukuran kecil, tetapi pada tumbuhan yang bertambah besar dan dewasa, vakuola tampak membesar bahkan mendominasi sitoptasma dan mendesak sitoplasma ke tepi dinding sel.
  40. Vakuola Makanan adalah organisme yang makan dengan cara fagositosis mengelilingi mangsanya dengan bagian dari membran plasmanya, dan menelannya dengan memfusikan membran yang mengelilinginya dan memindahkannya (sekarang disebut vakuola makanan), ke dalam sitosol. Pada sitoplasma sel, vakuola bergabung dengan lisosom untuk pencernaan. Nutrient yang sudah tercerna dipindahkan ke dalam sitosol untuk digunakan, dan bahan-bahan yang tidak tercerna dibentuk ke dalam vakuola sisa yang akan dikeluarkan dari dalam sel dengan kurang lebih suatu proses yang berkebalikan dengan proses penelanan tadi.
  41. Vakuola Kontraktil dimiliki oleh beberapa protista yang hidup di air. Vakuola kontraktil adalah suatu struktur yang mengumpulkan air dan memasukkannya ke dalam selnya dari lingkungan, dan secara periodic mengeluarkan air yang sudah dikumpulkan ke lingkungan luar dengan mengkontraksikan vakuola seperti sebuah pori,
  42. Vakuola Tumbuhan Pusat adalah sebuah organela yang dibatasi membran yang sangat besar, yang terisi cairan. Vakuola tumbuhan pusat dimiliki oleh semua sel tumbuhan yang hidup dan sudah dewasa. Vakuola ini menempati lebih dari 90-95% volume dan sel yang dewasa.
  43. Tonoplas sangat tidak permeabel terhadap air dan materi-materi yang larut dalam air.
  44. Fungsi vakuola pusat tumbuhan :
    – Menyimpan produk metabolik termasuk berbagai ion dan nutrient, seperti glukosa, asam amino, kalium dan klorida.
    – Pigmen tanaman yang larut air (antosianin, termasuk pigmen bit, betasianin) – – Senyawa toksik
    – Metabolit sekunder
    – Pertahanan tumbuhan melawan predator yang tidak diinginkan
  45. Tekanan turgor penting dalam meningkatkan ukuran dan area permukaan sel tumbuhan selama pertumbuhan sel. Tekanan ini juga memberi kekuatan sitoplasma melawan membran plasma dan dinding sel yang membantu untuk membuat sel tetap kaku.
  46. Pada saat tumbuhan kehilangan turgor, mereka akan layu, suatu keadaan yang secara biologis dikenal sebagai plasmolisis.