Daur Ulang Limbah Organik Beserta Penanganannya

Diposting pada

Limbah-Organik

Pengertian Limbah

Limbah merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan dan sebagainya.

Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Limbah adalah sisa produksi, baik dari alam maupun hasil dari kegiatan manusia.
Beberapa pengertian tentang limbah :


  1. Berdasarkan kepurusan Menperindag RI No. 231/MPP/Kep/7/1997 Pasal I tentang prosedur impor limbah, menyatakan bahwa Limbah adalah bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya.

  2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999 Limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.


  • Karakteristik Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
Limbah yang mempunyai karakteristik secara umum sebagai berikut :

  1. Berukuran mikro
  2. Dinamis
  3. Penyebarannya berdampak luas
  4. Berdampak jangka panjang (antargenerasi)

Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut :

  • Volume limbah, banyak sedikitnya limbah  memengaruhi kualitas limbah.
  • Kandungan limbah, kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar.
  • Frekuensi pembuangan limbah, pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah.

1. Karakteristik fisik

  • Zat padat
  • Bau
  • Suhu
  • Warna
  • Kekeruhan

2. Karakteristik kimia

  • Bahan organik
  • BOD (Biologycal Oxygen Demand)
  • DO (Dessolved Oxygen)
  • COD (Chemicial Oxygen Demand)
  • pH (Puissance d’Hydrogen Scale)
  • Logam berat

3. Karakteristik biologi

Karakteristik biologi digunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih.


  • Jenis-jenis Limbah

1. Pengelompokan Limbah Berdasarkan Sumbernya

  • Limbah domestik (rumah tangga)
    Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dan gedung perkantoran.

  • Limbah industri
    Limbah industri merupakan sisa atau buangan dari hasil proses industri.


  • Limbah pertanian
    Limbah pertanian berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun perkebunan.


  • Limbah pertambangan
    Limbah pertambangan berasal dari kegiatan pertambangan. Jenis limbah yang dihasilkan terutama berupa material tambang, seperti logam dan batuan.


  • Limbah pariwisata
    Kegiatan wisata menimbulkan limbah yang berasal dari sarana transportasi yang membuang limbahnya ke udara, dan adanya tumpahan minyak dan oli yang dibuang oleh kapal atau perahu motor di daerah wisata bahari.


  • Limbah medis
    Limbah yang bersal dari dunia kesehatan atau libah medis mirip dengan sampah domestik pada umumnya. Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah contoh limbah medis.


2. Pengelompokan Limbab Berdasarkan Jenis Senyawanya

  • Limbah organik
    Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari makhluk hidup (alami) dan sifatnya mudah membusuk/terurai.

  • Limabah anorganik
    Limbah anorganik merupakan segala jenis limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai.


  • Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
    Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah kelompok limbah yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.


    a) Definisi limbah B3 menurut BAPEDAL (1995)
    Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.


    b) Definisi limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah RI NO. 18 Tahun 1999
    B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat, cair ataupun gasyang mempunya potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.


3. Pengelompokan Limbah Berdasarkan Wujudnya

  • Limbah padat
    Limbah padat atau bisa disebut sampah merupakan limbah yang terbanyak di lingkungan. Istilah sampah diberikan kepada barang-barang atau bahan-bahan buangan rumah tangga atau pabrik yang tidak digunakan lagi atau tidak terpakai dalam bentuk padat.

  • Limbah cair
    Menurut PP No. 82 Tahun 2001, limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair. Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan sifatnya, yaitu fisika dan sifat agregat, parameter logam, anorganik nonmetalik, organik agregat, dan mikroorganisme.


  • Limbah gas
    Jenis limbah gas yang berada di udara terdiri dari bermacam-macam senyawa kimia. Misalnya, karbon monoksida (CO), karbon dioksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, asam klorida (HCl),


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Limbah Padat Beserta Cara Penanganannya


Pengertian Limbah Organik

Limbah organik merupakan limbah yang diuraikan secara sempurna oleh proses biologi aerob atau anaerob. Limbah organic mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daunan kering, potongan-potongan kayu dan sebagainya. Limbah organic terdiri atas bahan-bahan yang bersifat organic seperti dari kegiatan rumah dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri.


Limbah ini juga dapat dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah ini memiliki sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organism yang hidup didalamnya. Limbah organic dapat mengalami pelapukan ( dekomposisi ) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau ( sering disebut dengan kompos ). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organic seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Klasifikasi Limbah” Definisi Beserta Contohnya


Daur Ulang Limbah Organik

Pengomposan merupakan proses penguraian senyawa-senyawa yang terkandung dalam sisa-sisa bahan organik (seperti jerami, daun-daunan, sampah rumah tangga dan sebagainya) dengan perlakuan khusus (pelapukan secara alami). Hasil pengomposan inilah yang biasa disebut sebagai pupuk kompos.


Di lingkungan alam terbuka, kompos bisa terjadi dengan sendirinya. Lewat proses alami, rumput dedaunan, dan kotoran hewan serta sampah lainnya lama kelamaan membusuk karena kerjasama antara mikroorganisme dan cuaca.


Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia, hingga menghasilkan kompos yang berkualitas baik, dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Sebab jika sewaktu-waktu kompos tersebut kita perlukan segera, kita tidak mungkin menunggu kompos dari hasil proses ala yang membutuhkan jangka waktu agak lama itu.


Fungsi Kompos : 

  1. Soil Conditioner; berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, terutama bagi tanah kering dan ladang
  2. Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air (increase soil water holding capacity)
  3. Soil Ameliorator; berfungsi mempertinggi kemampuan pertukaran kation (KPK) baik pada tanah ladang maupun tanah sawah dan lain-lain.

Kompos dan Kesuburan Tanah
Salah satu unsur pembentuk tanah adalah bahan organis. Jadi jelaslah betapa pentingnya penambahan bahan organis kedalam tanah. Seperti telah diketahui, bahan organis terentuk dari sisa tanaman, hewan atau kotoran hewan, juga sisa jutaan makhluk kecil yang berupa bakteri jamur, ganggang, hewan ber-sel satu maupun banyak sel. Sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan ini sebelum menjadi bahan organis, akan mengalami proses perubahan lebih dahulu.


Sebelum mengalami proses perubahan, sisa hewan dan tumbuhan ini tidak berguna bagi tanaman, karena unsur hara terikat dalam bentuk yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, perlu dikomposkan. Selama proses perubahan dan peruraian bahan organis, unsur hara makanan akan bebas menjadi bentuk yang larut dan dapat diserap tanaman.


Bahan organis yang telah terkompos dengan baik, bukan hanya memperkaya bahan makanan tanaman tetapi terutama berperanan besar terhadap perbaikan sifat-sifat tanah, seperti :

  • mengembailkan kesuburan tanah mellui perbaikan sifat-sifat tanah baik fisik, kemis maupun biologis
  • mempercepat dan mempermudah penyerapan unsur nitrogen oleh tanaman karena telah diadakan perlakuan khusus sebelumnya
  • mencegah infeksi yang disebabkan oleh biji-biji tumbuhan pengganggu
  • dapat disediakan secara mudah, murah dan relatif cepat
  • bahan organis pada kompos memperbesar daya ikat tanah yang berpasir, sehingga tidak mudah longsor
  • memperbaiki struktur tanah lempung
  • bahan organis dalam tanah akan mempertinggi kemampuan pengikatan unsur hara dan penampungan air, sehingga tanah dapat lebih banyak menyediakan air serta makanan bagi tanaman dan dapat mencegah timbulnya banjir
  • memperbaiki drainage dan tata udara tanah, terutama paa tanah berat. Dengan tata udara tanah yang baik dan kandungan air yang cukup tinggi, maka suhu udara akan lebih stabil.

Maksud Pembuatan Kompos
Mengapa penggunaan kompos begitu penting ?. Ada beberapa alasan yang perlu dikemukakan, yaitu melengkapi kebutuhan bahan organis dari pupuk lain (pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kimia dan sebagainya). Pertimbangan lain penggunaan kompos, adalah mengingat pemakaian pupuk buatan/kimia memakan biaya besar. Pupuk buatan dapat dihanyutkan air atau menguap ke udara. Tetapi jika kita campur pupuk buatan tersebut dengan sisa tumbuhan atau bahan baku lain yang dikompos, maka pupuk buatan tersebut tidak akan mudah dihanyutkan hujan atau menguap ke udara.


Beberapa petani yang telah berhasil mengatakan bahwa satu sak pupuk buatan dicampur kompos lebih baik dari pada tiga sak pupuk butan tanpa dicampur kompos. Pupuk buatan yang dicampur kompos menjadi kompos menjadi pupuk organis yang diperkaya.


Penggalakan penggunaan kompos, dapat juga dimanfaatkan dari persediaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (jerami, sampah kota dan lain-lain) dalam jumlah banyak. Lalu bagaimana caranya ?. Telah diketahui bahwa C/N tanah-tanah pertanian : 10 – 12. Maka bahan organis yang akan digunakan sebagai pupuk, sebaiknya mempunyai perbandingan C/N yang mendekati C/N tanah. Sedang sisa-sisa tanaman yang masih segar pada umumnya C/N –nya tinggi, jadi belum bisa langsung digunakan sebagai kompos.


Daftar Perbandingan C/N dari berbagai tumbuh-tumbuhan

Jenis Tumbuh – tumbuhan / materiC/N Rasio
– kayu (tergantung pd macam & umurnya)+ 200 – 400
– jerami padi50 – 70
– batang jagung100
– daun-daun kering (tergantung macamnya)50 – lebih
– kulit buah kapuk50
– bahan-bahan pupuk-hijau yang tidak terlalu tua & yg besar20
– daun-daun segar (tergantung pd macamnya)10 – 20
– kulit buah kopi15 – 20
– sisa pemangkasan, cabang pohon (tergantung macam & umurnya)15 – 60
– sisa pemangkasan pohon teh15 – 17
– salvia17
– daun dadap muda11
– daun tephrosia yang muda11
– bungkil biji kapuk10
– bungkil biji kacang7

Bahan-bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, tentu dapat dengan langsung digunakan. Tetapi sebelum digunakan sebagai pupuk, sebaiknya dikomposkan dahulu. Ini supaya C/N –nya menjadi lebih rendah atau mendekati C/N tanah.


Jadi pembuatan kompos ialah menumpukkan bahan-bahan organik dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai perbandingan C/N yang rendah sebelum digunakan sebagai pupuk.


Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos

  1. Susunan Bahan Mentah
    Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Ini karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.
    Untuk mempercepat proses pembusukan, kita dapat mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.

  2. Suhu dan Ketinggian Timbunan Kompos
    Penjagaan panas sangat penting dalam pembuatan kompos. Dan satu faktor yang menentukan tingginya suhu adalah tinggi timbunan itu sendiri. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan akan udara. Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25 meter.


  3. Pengaruh Nitrogen ( N )
    Timbunan yang ber-Nitrogen terlalu sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk berbiak) tidak akan menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat. Tetapi, kadar karbon/nitrogen (C/N) yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk pelan-pelan lewat kerja zat-zat organis suhu rendah (kebanyakan jamur)


  4. Kelembaban
    Timbunan kompos harus selalu lembab, tapi kita perlu menjaganya supaya tidak sampai becek. Karena kelebihan air akan mengkibatkan volume udara jadi berkurang. Semakin basah timbunan itu, makin sering pula kita harus mengaduknya untuk menjaga dan mencegah pembiakan bakteri an-aerobik.


  5. Bak Penampungan
    Bak penampungan berfungsi sebagai menampung bahan kompos untuk diproses sekaligus untuk membolak-balik agar tercampur dan proses pembusukan berlangsung merata.


  6. Pengadukan
    Tujuan dari proses pengadukan kompos :
    • memasukkan sejumlah oksigen untuk tetap berlangsungnya proses pembusukan
    • mengeringkan bahan apabila timbunan terlampau basah, mencegah timbulnya bakteri an-aerobik
    • untuk menyusun kembali bahan yang sedang dalam proses pembusukan. Bagian luar yang kurang busuk kita pindah ketengah timbunan hingga bakteri suhu tinggi akan mulai bekerja lagi. Timbunan akan kembali menjadi panas dengan lebih cepat, dan ketika suhu menurun lagi, proses pengomposan telah selesai dan kompos siap dipakai.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Limbah Organik” Definisi & ( Jenis – Prinsip Pengolahan )


Penanganan Limbah Organik

Pada prinsipnya limbah organik dapat ditangani tanpa melalui daur ulang dan dengan melalui daur ulang. Penanganan limbah organic tanpa melalui daur ulang artinya limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung. Misalnya sampah rumah tangga, berupa sayuran dan daun-daun bekas dapat digunakan sebagai makanan ternak. Sedangkan untuk penanganan limbah organik melalui daur ulang dilakukan dengan membuatnya menjadi pupuk kompos dan biogas.


Pembuatan Kompos

Pupuk kompos dibuat dari limbah organik ( daun, sampah rumah tangga dan kotoran ternak ) dengan cara menguraikan bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik. Proses ini bantu oleh mikroorganisme melalui fermentasi. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan kompos dikenal sebagai Effective Microorganism ( EM ). EM ini terdiri atas mikroorganisme aerob dan anaerob. Kedua kelompok mikroorganisme ini bekerja sama menguraikan samapah-sampah organik.


Kompos digunakan sebagai pupuk tanaman yang bersifat ramah lingkungan dan hasil panen dari tanaman pertanian yang menggunakan pupuk ini memiliki harga jual yang lebih mahal karena resiko masuknya zat-zat berbahaya dari tanaman pertanian yang dipupuk dengan kompos lebih sedikit bahkan hampir tidak ada dibandingkan dengan tanaman pertanian yang menggunakan pupuk kimia.


Pembuatan Biogas

Biogas merupakan gas-gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Gas ini dihasilkan dari proses pembusukan atau fermentasi anaerob ( tanpa oksigen ) sampah organik ( kotoran hewan sisa-sisa tumbuhan atau kedua-duanya ). Proses ini dibantu oleh bakteri Metalothrypus methanica ). Langkah pembuatannya diawali dari mencampurkan sampah organik dan air kemudian dimasukkan bakteri M. methanica dan disimpan didalam tempat yang kedap udara sekitar dua minggu.


Daur Ulang Kertas

Kertas bekas membungkus makanan, kertas bekas kegiatan adaministrasi maupun kertas bekas dari media-media cetak dapat dimanfaatkan dengan mendaur-ulangnya. Daur ulang kertas menghasilkan kertas yang dapat dimanfaatkan sebagai kertas buram, kertas pembungkus kado atau aneka kerajinan yang lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Manfaat Sampah Untuk Kehidupan Beserta Penjelasannya


Limbah Organik dengan Teknologi

Daur Ulang Limbah Organik dengan Teknologi Effective Microorganisms

Pencemaran lingkungan perkotaan salah satunya disebabkan oleh limbah organik yang tidak terurai sempurna sehinggga menyebarkan bau busuk ,gas beracun, hama dan penyakit. Untuk menanggulangi masalah ini, diperlukan biaya yang tidak sedikit antara lain : biaya pengolahan, biaya transportasi, biaya tenaga kerja, biaya sarana dan prasarana dan juga biaya untuk tenaga konsultan yang sangat memusingkan bagi pemerintah setempat.


Semakin padat pemukiman suatu tempat, akan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan yang berakibat pada semakin tinggi pencemaran lingkungan di tempat itu.  Mengingat presentasi limbah organik yang tinggi dari seluruh sampah yang dihasilkan yaitu kira-kira 70 % dari keseluruhan , maka pada tulisan ini terfokus pada penanganan limbah organik.


Setiap harinya ribuan ton bahan organik yang merupakan bahan pangan yang dikirim ke kota yang berasal dari daerah pertanian untuk dikonsumsi masyarakat kota. Penggunaan bahan organik tersebut menghasilkan limbah berupa, tinja , air kotor, limbah rumah tangga dan limbah kota yang terus ditumpuk di suatu tempat yang biasa disebut Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ). Dengan ini diusulkan suatu teknologi untuk mendaur ulang limbah tersebut. Dalam hal ini teknologi yang diusulkan adalah teknologi effective microoragnisms ( EM ).


Di daerah pertanian, justru terjadi kekurangan bahan organik karena sebagian besar sudah dikirim ke kota, Bahan organik yang tersisa cenderung dimanfatkan sebagai sumber energi untuk dapur, industri rumah batu bata dan industri rumah tangga lainnya.


Di sentra peternakan, limbah organik berupa kotoran ternak diupayakan untuk dijual secepatnya dengan harga murah ke daerah pertanian yang membutuhkan pupuk organik Sedikit sekali nilai tambah yang diperoleh peternak dari limbah tersebut. Semua ini terjadi karena petani dan peternak belum memanfaatkan teknolgi pengolahan limbah tersebut. Limbah organik berasal dari beberapa sumber yaitu anatara lain : dapur/rumah tangga, pasar, rumah/sakit, perumahan, pertokoan / perkantoran, hotel / restoran, pertanian, peternakan / rumah potong, pengolahan hasil pertanian / peternakan dan sampah kota.


Selama ini metode yang digunakan untuk mengolah aneka limbah oganik tersebut adalah dengan cara membusukkan limbah tersebut untuk mendapatkan kompos. Pada proses ini, akan ada energi organik yang terbuang dalam bentuk panas dan gas ( hidrogen sulfida, amonia merkaptan dan gas beracun lainnya ). Polusi yang terjadi mencakup udara, tanah dan air yang terjadi dari proses pembusukan bahan organik, karena aktifitas dari mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi hewan dan manusia seperti : Salmonella, Escherischia coli dll. Pencemaran secara kimia terjadi karena pelepasan ion negatif dari proses pembusukan yang membentuk gas-gas dan senyawa beracun.


Proses pembusukan organik berlangsung 2 – 3 bulan. Proses ini bisa berlangsung lebih lambat karena penambahan bahan organik secara terus menerus serta tidak adanya peran mikroorganisme fermentasi. Itulah sebabnya mengapa di tempat pembuangan gas busuk secara terus menerus dihasilkan dalam radius 5 km. Cara yang umum digunakan di perkotaan sekarang ini adalah dengan cara menumpuk sampah sampai dengan ketebalan ketebalan tertentu kemudian diurug dengan tanah yang biasa disebut dengan land fill system Cara ini pertama kali dikembangkan oleh Depatemen Kesehatan Amerika Serikat dan sampai sekarang masih dilakukan.


Metode land fill system sampai saat ini masih merupakan cara yang diunggulkan, sekalipun hanya dapat mengurangi bau kurang dari 40 %. Dan masalah ini tidak akan pernah tuntas mengingat bau adalah gas yang bersifat ringan dan segera mengisi ruang. Penguraian limbah organik melalui proses fermentasi adalah cara yang tepat untuk dapat mengatasi masalah bau, dan masalah-masaah lingkungan seperti polusi udara, air dan tanah . Pada proses ini aroma yang tercium adalah asam manis bau khas fermentasi.


Teknologi fermentsi bahan organik yang diperkenalkan di sini adalah Teknologi Effective Microorganisms ( EM ) oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyu Jepang. Teknologi ini mengembangkan 80 jenis mikroorganisme yang bermanfaat untuk memfermentasikan bahan organik serta menggunakan panas dan gas hasil dari proses pembusukan sebagai sumber energi. Proses fermentasi mulai berlangsung dengan cara yang sederhana, diinokulasikan dengan cara disemprotkan ke bahan organik atau tumpukan sampah tersebut dan disemprotkan Dalam proses ini, pembentukan gas (bau busuk ) dan panas dapat ditekan atau dihilangkan sama sekali.


Manfaat langsung dari proses ini adalah : berkurangnya bau busuk dan panas; berkurangnya hama seperti lalat dan penyakit yang ditimbulkan; tumpukan sampah cepat berkurang, sehingga daya tampung sampah dalm lubang dapat bertambah 30%; lapisan tanah urugan berkurang karena masalah bau teratasi; masalah lingkungan dan kesehatan pekerja dan pemulung dapat teratasi. Fermentasi bahan organik terjadi bila bahan EM dinokulasikan ke dalam larutan gula dengan dosis 0.1-1% ke dalam tumpukan sampah setiap minggu sekali, dilakukan dengan cara menyemprot dengan mesin atau pompa.


Untuk memfermentasikan 1 ton limbah organik, diperlukan 1 liter EM dan 1 liter gula atau molas. Agar lebih hemat, dapat difermentasikan lebih dulu larutan molas dengan cara mencampurkan 1 liter EM dan 1 liter molas ke dalam 20 liter air kemudian tutup rapat dalam tangki selama 1 minggu. Larutan ini biasanya disebut Fermentasi Molas ( FM ). Fermentasi Molas dapat disemprotkan ke dalam tumpukan sampah dengan kelarutan 0.1 %


Idealnya pada tahap awal yaitu di tingkat rumah tangga, sudah dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik, dengan demikian proses fermentasi di Tempat Pembuangan Akhir lebih mudah dan proses berjalan sempurna. Untuk membudayakan kebiasaan masyarakat memilah-milah limbah organik ini, tentunya perlu proses panjang disamping itu perlu dipertegas lagi dengan peraturan dari pemerintah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Sampah – Pengertian, Sumber, Prinsip, Pengolahan, Faktor, Dampak


Contoh Cara Mendaur Ulang Sampah Organik

Di negara-negara yang telah maju seperti di Eropa, melakukan daur ulang limbah organik sudah merupakan kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama. Begitu pula di negara-negara Asia yang maju, misalnya Jepang. Di Indonesia, meskipun masih secara sederhana atau tradisional, daur ulang limbah organik juga sudah sering dilakukan. Contohnyua adalah pemulungan sampah yang berasal dari sampah rumah tangga yang kemudian dijadikan kompos. Daur ulang mempunyai potensi yang besar untuk mengurangi tambahan biaya pengolahan dan tempat pembuangan akhir sampah. Berdasarkan cara pemanfaatannya, limbah organik dapat dimanfaatkan secara langsung maupun melalui daur ulang terlebih dahulu.


Tanpa melalui daur ulang, limbah organik dapat dimanfaatkan secara langsung, misalnya sampah rumah tangga berupa sayuran, daun-daun bekas dapat dijadikan makanan ternak. Melalui daur ulang, limbah organik dapat juga dimanfaatkan. Contohnya adalah pembuatan pupuk kompos, pembuatan biogas, dan pembuatan kertas daur ulang. Berikut adalah uraian singkat tentang ketiga proses tersebut.


  • Pembuatan Pupuk Kompos (Pengomposan atau Composting)

Pupuk kompos dibuat dari limbah organik dengan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik oleh mikroorganisme melalui fermentasi. Bahannya berupa dedaunan atau sampah rumah tangga yang lain, serta kotoran ternak (sapi, kambing, ayam). Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan kompos dikenal sebagai effective microorganism (EM). EM terdiri atas mikroorganisme aerob dan anaerob. Kedua kelompok jasad renik tersebut bekerja sama menguraikan sampah-sampah organik. Hasil fermentasinya dapat menciptakan kondisi yang mendukung kehadiran jamur pemangsa nematoda (cacing parasit pada akar tanaman).


Kompos digunakan dalam sistem pertanian, bersifat ramah lingkungan, dan hasil panen dari tanaman pertanian yang menggunakannya memiliki harga jual yang lebih mahal. Dengan memanfaatkan pupuk organik, di samping menanggulangi limbah, berarti juga menerapkan gaya hidup sehat.


Berikut ini proses pengolahan sampah menjadi kompos.

proses pengolahan sampah menjadi kompos


  • Pembuatan Biogas (Gas Bio)

Biogas merupakan gas-gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Gas ini dihasilkan dari proses pembusukan atau fermentasi sampah organik yang terjadi secara anaerobik. Artinya, proses tersebut berlangsung dalam keadaan tertutup (tanpa oksigen), dilakukan oleh bakteri Metalothrypus methanica. Bahan bakunya adalah kotoran hewan, sisa-sisa tanaman, atau campuran keduanya. Prosesnya adalah dengan mencampurkan sampah organik dan air, kemudian dicampur dengan bakteri M. methanica, dan disimpan di dalam tempat yang kedap udara lantas dibiarkan selama dua minggu.

Pembuatan Biogas (Gas Bio)


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kesehatan Lingkungan – Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Sasaran, Masalah, Para Ahli


Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Sampah-sampah ada dimana-mana, sehingga dapat menyebarkan penyakit ke lingkungan sekitar, limbah ada dimana-mana sehingga air yang kita minum menjadi tidak sehat juga,dll. Pembuatan pupuk bokashi dan pupuk kompos skala rumah tangga. Saat ini, pertama-tama yang harus anda lakukan adalah 3R+1R.


  1. Reduce
    Reduce adalah sebuah tindakan pelestarian lingkungan dengan mengurangi pemakaian barang-barang yang kurang perlu, salah satu contoh kita seharusnya dapat mengurangi pemakaian styrofoam untuk membungkus makanan, kita dapat menggunakan tempat-tempat makanan yang berasal dari kertas atau plastik sehingga mudah untuk di daur ulang lagi, sedikit informasi bahwa styrofoam itu adalah bahan yang tidak bisa di daur ulang.


  2. Reuse
    Reuse ini adalah sebuah cara pelestarian lingkungan dengan menggunakan kembali sebuah barang, contohnya kita dapat memberikan pakaian kita yang sudah tidak terpakai lagi oleh kita namun masih layak dipakai kepada kepada panti asuhan apabila pakaian tersebut sudah tidak layak dipergunakan lagi, maka anda dapat menjadikannya sebagai lap.


  3. Recycle
    Yang satu ini tentunya tidak asing lagi bagi anda. Recycle itu merupakan sebuah cara pelestarian lingkungan dengan cara mendaur ulang kembali sebuah barang, contohnya kita dapat mendaur ulang sampah-sampah organik yang ada di rumah kita menjadi kompos, dll.


  4. Replant
    Replant adalah sebuah cara pelestarian lingkungan dengan cara menanam kembali tanaman hijau di daerah yang hampir sudah tidak ada tanaman hijau lagi ataupun kita dapat mengadakan replant ini di daerah hutan yang sudah hampir rusak.


Berikut ini cara mendaur ulang sampah-sampah yang ada di sekitar kita menjadi kompos yang penggunaannya untuk sebagai media penanaman Lidah Buaya (Aloe Vera) dengan bahan dan alat serta cara pengolahannya sbb:


Cara Pembuatan Bokashi

Bahan:

  1. Kotoran sapi
  2. EM4
  3. sampah organik (compostable)
  4. wadah
  5. dedak (makanan ayam)

Cara Pembuatan:

  • cacah sampah organik menjadi kecil
  • masukkan sampah organik dan kotoran sapi ke dalam wadah
  • aduk campuran tersebut hingga sampah organik tersebut menyatu dengan kotoran sapi
  • siramkan EM4 dengan campuran EM4 sbb: 2Ltr air + 70ml EM4 (1 tutup botol 10ml) + 1 kg gula pasir
  • taburkan dedak
  • tutup rapat, jangan sampai udara masuk dan terkena sinar matahari karena proses pengomposan ini bersifat anaerob
  • setiap 3 atu 5 hari sekali aduk campuran tersebut dan siramkan EM4 lagi, setelah diaduk dan disiram, kita harus selalu menutup rapat kembali campuran tersebut
  • setelah kurang lebih 1 bulan, campuran tersebut telah menjadi kompos dan telah siap dipakai EM4 dapat kita beli atau kita buat sendiri dengan cara:
    1. sediakan air kelapa + ragi + gula merah
    2. campurkan ragi + gula merah ke dalam air kelapa di dalam satu wadah
    3. tutup rapat dan setiap hari, wadah tersebut wajib dibuka untuk melepaskan gas C02
    4. setelah 1 bulan, EM sudah dapat digunakan

Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

Pembuatan Kompos ini dapat juga dilakukan dalam skala rumah tangga dengan menggunakan komposter seperti gambar berikut: adapun cara pembuatannya adalah sbb:

  1. cacah sampah organik hingga kecil dan masukkan ke dalam komposter
  2. kemudian siramkan atau semprotkan EM4 dan dilakukan secara rutin 5x sehari
  3. setelah satu bulan kompos sudah dapat dipakai dan air yang terdapat di bagian bawah juga dapat digunakan sebagai pupuk cair, namun dalam pemakaiannya perlu dicampur dengan air terlebih dahulu.