Konsep-Diri

Pengertian Konsep Diri

Untuk pembahasa kali ini akan mengulas mengenai kosep diri yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, jenis dan faktor yang mempengaruhi, nah agar dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Konsep-Diri

Pengertian Kosep Diri

Konsep diri adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri yang terkadang akan berbeda dari pandangan orang lain. Atau definisi konsep diri yang lainnya ialah gagasan mengenai diri sendiri yang mencakup keyakinan, pandangan, serta penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri.


Pengertian Konsep Diri Menurut Para Ahli

Dibawah ini beberapa pengertian konsep diri menurut para ahli diantaranya yaitu:


  1. Menurut Hurlock (dalam Nia, 2011 :  ) konsep diri adalah konsep seseorang dari siapa dan apa dia itu. Konsep ini merupakan bayangan cermin, ditentukan sebagian besar oleh peran dan hubungan dengan orang lain, dan apa yang kiranya reaksi orang lain terhadapnya. Konsep diri mencakup citra diri fisik dan psikologis. Citra diri fisik biasanya berkaitan dengan penampilan, sedangkan citra diri psikologis berdasarkan atas pikiran, perasaan, dan emosi.
  2. Song dan Hattie (dalam Nia, 2011 : ) mengemukakan bahwa konsep diri terdiri atas konsep diri akademis dan non akademis. Selanjutnya konsep diri non akademis dapat dibedakan menjadi konsep diri sosial dan penampilan diri. Jadi menurut Song dan Hattie, konsep diri secara umum dapat dibedakan menjadi konsep diri akademis, konsep diri sosial, dan penampilan diri.
  3. Menurut Burns (dalam Erawati, 2011 : ) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan, orang-orang lain berpendapat mengenai diri kita, dan seperti apa diri yang kita inginkan.
  4. Menurut William D. brooks yang dikutip oleh Jalaludin Rakhmad (1985: 125) yang menyatakan konsep diri merupakan persepsi individu terhadap dirinya sendiri yang bersifat psikis dan sosial sebagai hasil interaksi dengan orang lain.
  5. Menurut (Mulyana, 2000:7)  menyatakan konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu

Berdasarkan kajian-kajian teori di atas, maka dasar teori yang digunakan untuk menyusun kisi-kisi konsep diri adalah gabungan dari teori Hurlock dan teori Song & Hattie yang menyatakan konsep diri adalah gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.

Baca Juga : Realitas Sosial – Pengertian, Jenis, Konsep, Budaya, Objektifikasi, Internalisasi, Para Ahli


Dimensi konsep diri mencakup citra diri fisik, citra diri psikologis dan konsep diri sosial. Indikator citra diri fisik biasanya berkaitan dengan penampilan, indikator citra diri psikologis berdasarkan atas pikiran, perasaan, dan emosi. Sedangkan indikator konsep diri sosial adalah pandangan, penilaian siswa terhadap kemampuan bergaul dan kerjasama dengan orang lain.


Ciri-ciri Konsep Diri

Menurut Calhoun & Acocella (1995), konsep diri merupakan gambaran mental terhadap diri sendiri yang terdiri dari pengetahuan tentang diri, pengharapan bagi diri dan penilaian terhadap diri sendiri. Salah satu ciri dari konsep diri yang negatif akan terkait secara langsung dengan pengetahuan yang tidak tepat terhadap diri sendiri, pengharapan yang tidak realistis atau mengada-ada, serta harga diri yang rendah. Untuk menghindari hal tersebut, Sheerer (dalam Cronbach, 1963) memformulasikan ciri-ciri konsep diri positif yang selanjutnya mengarah pada penerimaan diri individu, sebagai berikut:

  • mempunyai keyakinan akan kemampuan dirinya dalam menghadapi kehidupan yang dijalaninya,
  • menganggap dirinya berharga sebagai seorang manusia yang sederajat dengan manusia lainnya,
  • mampu menempatkan dirinya pada kondisi yang tepat sebagaimana orang lain, sehingga keberadaannya dapat diterima oleh orang lain,
  • bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
  • menyadari dan tidak merasa malu akan keadaan dirinya,
  • kelemahan yang dimilikinya tidak membuatnya menyalahkan dirinya sendiri, sebagaimana ia mampu menghargai setiap kelebihannya,
  • memiliki obyektivitas terhadap setiap pujian ataupun celaan, dan tidak mengingkari atau merasa bersalah atas dorongan-dorongan emosi yang ada pada dirinya.

Jenis-Jenis Konsep Diri

Adapun untuk jenis-jenis konsep diri yang diantaranya sebagai berikut:

Tanda-tanda seorang individu yang memiliki konsep diri positif ialah:

  1. Yakin akan kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah.
  2. Merasa setara dengan orang lain.
  3. Menerima pujian tanpa rasa malu.
  4. Menyadari bahwa setiap orang memiliki perasaan, keinginan dan juga perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat.
  5. Dapat memperbaiki dirinya sendiri, sebab dia mampu mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan juga berusaha mengubahnya.

Baca Juga : Hukum Agraria – Pengertian, Sumber, Asas, Tujuan, Konsepsi, Hak, Jenis, Konflik, Para Ahli


Tanda-tanda seorang individu yang memiliki konsep diri negatif ialah:

  1. Peka terhadap kritik.
  2. Sangat responsif terhadap pujian.
  3. Cenderung bersikap hiperkritis.
  4. Cenderung merasa dirinya tidak disukai oleh orang lain.
  5. Cenderung bersikap selalu pesimis terhadap kompetisi.

Komponen Konsep Diri

Berikut ini adalah komponen dari konsep diri, sebagai berikut:


1. Citra Tubuh

Citra tubuh atau cerminan diri ialah sikap pribadi terhadap dirinya (fisik) baik disadari maupun tidak disadari. Komponen ini merangkum persepsi masa kemudian dan/atau sekarang tentang ukuran dan format tubuh serta potensinya.


2. Ideal Diri

Ideal diri adalahpersepsi pribadi tentang bagaimana ia seharusnya berperilaku menurut standar individu dan berhubungan dengan cita-cita. Pembentukan ideal diri mulai terjadi semenjak masa anak-anak dan diprovokasi oleh orang-orang yang dekat dengan dirinya.


3. Harga Diri

Harga diri adalahpersepsi pribadi terhadap hasil yang dijangkau dengan meneliti seberapa tidak sedikit kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Komponen konsep diri yang satu ini mulai terbentuk semenjak kecil sebab adanya penerimaan dan perhatian dari sekitarnya.


4. Peran Diri

Peran diri ialah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan destinasi yang diinginkan kelompok sosial berhubungan dengan faedah seseorang di dalam masyarakat.


5. Identitas Diri

Identitas diri ialah kesadaran mengenai diri sendiri yang dipunyai oleh seseorang dari hasil observasi dan evaluasi dirinya, menyadari bahwa dirinya bertolak belakang dengan orang lain. Komponen konsep diri ini mulai terbentuk dan berkembang semenjak masa kanak-kanak.

Baca Juga : Pengertian Kepribadian – Konsep, Ciri, Faktor, Fungsi, Perkembangan, Psikologi, Para Ahli


Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Konsep Diri

Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-faktor tersebut terdiri dari teori perkembanganSignificant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat ) dan Self Perception(persepsi diri sendiri).


  • Teori Perkembangan

Konsep diri berkembang secara bertahap sejak lahir seperti mulai mengenal dan membedakan dirinya dan orang lain. Dalam melakukan kegiatannya memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalan tubuh, nama panggilan, pengalaman budaya dan hubungan interpersonal, kemampuan pada area tertentu yang dinilai oleh diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.


  • Significant Other (Orang Terpenting atau Terdekat)

Konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interpretasi diri pandangan orang lain terhadap diri, anak sangat dipengaruhi orang yang dekat, remaja dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi.


  • Self Perception (Persepsi Diri Sendiri)

Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari prilaku individu. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu. Menurut Stuart dan Sundeen penilaian tentang konsep diri dapat dilihat berdasarkan rentang-rentang respon konsep diri.


  • Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri adalah pernyataan diri tentang konsep diri yang positif dengan latar belakang pengalaman yang nyata yang sukses dan diterima.


  • Konsep Diri Positif

Konsep diri positif apabila individu memiliki pengalaman yang positif dalam beraktualisasi diri.


  • Harga Diri Rendah

Harga diri rendah adalah transisi antara respon konsep diri adaptif dengan respon konsep diri maladaptif.


  • Kerancuan Identitas

Kekacauan identitas adalah kegagalan individu mengintegrasikan aspek – aspek identitas masa kanak – kanak ke dalam kematangan aspek psikososial kepribadian pada masa dewasa yang harmonis.


  • Depersonalisasi

Depersonalisasi adalah perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungan dengan kecemasan, kepanikan serta tidak dapat membedakan dirinya dengan orang lain.

Baca Juga : Pengertian Etnis – Identitas, Pendekatan, Model, Konsep, Politik, Contoh, Para Ahli


KONSEP DIRI POSITIF DAN KONSEP DIRI NEGATIF

Menurut Calhoun dan Acocela (1990), dalam perkembangannya konsep diri terbagi menjadi dua, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif.


  1. Konsep Diri Positif

Konsep diri positif kepada penerimaan diri bukan sebagai suatu kebanggaan yang besar tentang diri. Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi. Individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betul tentang dirinya.


Individu dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang lain.


Individu yang memiliki konsep diri positif akan merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat dicapai, mampu menghadapi kehidupan di depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan. Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betulsiapa dirinya sehingga dirinya menerima segala kelebihan dan kekurangan, evaluasi terhadap dirinya menjadi lebih positif dan mampu merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas.


Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki karakterikstik seperti berikut:

  • Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.
  • Merasa sepadan dengan orang lain. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan. Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.
  • Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif membangun pribadi yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah dicapainya.
  • Merasa mampu memperbaiki diri. Dengan memiliki konsep diri positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang dirasa kurang.

  1. Konsep Diri Negatif

Calhoun dan Acocela membagi konsep diri negatif menjadi dua tipe, yaitu : Pandangan individu tentang dirinya sendiri benar-benar tidak teratur, tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri. Individu tersebut benar-benar tidak tahu siapa dirinya, kelebihan dan kelemahannya atau cara hidup yang tepat. Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri negatif terdiri dari 2 tipe, tipe pertama yaitu individu yang tidak tahu siapa dirinya dan tidak mengetahui kekurangan dan kelebihannya, sedangkan tipe kedua adalah individu yang memandang dirinya dengan sangat teratur dan stabil. Seseorang dengan konsep diri negatif akan menunjukkan karakteristik seperti berikut ini:

  1. Sensitif terhadap kritik. Pemilik konsep diri negatif biasanya kurang bisa menerima kritik dari orang lain sebagai upaya refleksi diri.
  2. Senang dengan pujian. Sikap berlebihan terhadap tindakan yang dilakukan sehingga merasa perlu mendapat penghargaan terhadap segala tindakannya.
  3. Merasa tidak disukai orang lain. Selalu muncul anggapan bahwa orang lain disekitarnya akan memandang negatif terhadap dirinya.
  4. Suka mengkritik orang lain. Meski tidak suka dikritik namun pribadi ini senang sekali menghujani kritikan negatif kepada orang lain.
  5. Bermasalah dengan lingkungan sosialnya. Pribadi yang memiliki konsep diri negatif merasa kurang mampu berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga : Pengertian Etimologi – Agama, Idea, Implementasi, Tujuan, Konsep, Contoh


PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI

  1. Pengertian Prestasi

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Webster’s New International Dictionary mengungkapkan bahwa prestasi adalah : “Achievement test a standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one more lines of work a sudy”. Prestasi adalah tes standar untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang dalam satu atau lebih garis-garis pekerjaan atau belajar. Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu.


Sumber penguat belajar dapat secara ekstrinsik (nilai, pengakuan, penghargaan) dan dapat secara intrinsik (kegairahan untuk menyelidiki, mengartikan situasi). Prestasi belajar ialah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukkan ukuran kecakapan yang dicapai. Siswa harus memiliki prestasi belajar yang baik demi terciptanya manusia yang berkualitas dan berprestasi tinggi. Prestasi belajar merupakan tolak ukur maksimal yang telah dicapai siswa setelah melakukan proses belajar selama waktu yang ditentukan. Prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik berasal dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal).


  1. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang dikhusukan ke konsep diri, adalah adanya konsep diri yang tinggi. Konsep diri yang tinggi akan memudahkan siswa belajar secara teratur dan terarah. Sedangkan konsep diri rendah akan menjadikan seseorang memiliki perasaan tidak mampu memahami diri sendiri, rendah diri, sehingga siswa tersebut menjadi minder bergaul dan mengurangi interaksi di sekolah. Selain itu konsep diri yang tinggi menjadikan seeorang menjadi percaya diri atas apa yang dimilikinya sehingga menjadikan seseorang agar selalu berpikir positif terhadap dirinya sendiri.


  1. Hubungan Konsep Diri terhadap Prestasi Belajar

Konsep diri menjadikan seseorang melakukan suatu perbuatan tertentu sehingga konsep diri sangat dibutuhkan dalam membentuk kepribadian seseorang. Prestasi belajar dapat ditentukan oleh berbagai aspek salah satunya adalah konsep diri. Ketika seorang individu mempunyai konsep diri yang baik sehingga dapat melahirkan suatu pola berpikir yang positif, maka hal itu akan memudahkan seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang terarah. Hubungan konsep diri dengan prestasi diantaranya:


  • Meningkatkan Motivasi

Motivasi yang tumbuh dari dalam diri seseorang (internal) maupun dari luar diri seseorang (eksternal) dapat mempengaruhi konsep diri yang akan dibentuk dan dibangun sehingga hal itu menjadi salah satu pemicu pembentukan kepribadian. Jika seseorang mempunyai konsep diri yang positif, maka hal itu dapat meningkatakan motivasi seseorang dan mendorongnya untuk melakukan suatu dalam meningkatkan prestasi belajar.


  • Meningkatkan rasa percaya diri

Ketika seseorang sudah memiliki konsep diri yang positif, maka akan melahirkan rasa percaya diri di dalam diriya. Sehingga memudahkan seseorang untuk berinteraksi dan melakukan berbagai macam kegiatan yang dapat menunjang prestasi belajar seseorang.


  • Menjadikan seseorang memahami dirinya, baik kelebihan dan kekurangannya

Konsep diri yang positif menjadikan seseorang lebih memahami siapa dirinya, kemampuannya dan kekurangannya. Jika seseorang telah mengetahui kelebihan dan kekuranagnnya, maka ia akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu seperti hal nya prestasi belajar.


  • Menjadikan seseorang untuk berpikir positif  

Pikiran positif yang ada pada diri seseorang berasal dari pengkonsepan seseorang mengenai dirinya sendiri. Hal itu terbentuk dari faktor internal maupun eksternal. Ketika seseorang dapat berpikir positif mengenai berbagai hal termasuk mengenal diri sendiri maka itu akan memudahkannya untuk mencapai prestasi belajar yang baik.


  • Memudahkan seseorang dalam belajar

Konsep diri yang positif akan melahirkan berbagai hal yang positif seperti berpikir positif, motivasi, pemahaman terhadap diri sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, dan lain sebagainya. Dengan adanya pengkonsepan diri yang positif, maka akan memudahkan seseorang dalam mencapai tujuannya. Memudahkan seseorang dalam proes belajar, sehingga dapat menunjang prestasi belajar yang baik.


Daftar Pustaka:

  • Ali, Mohammad, Muhammad Asrori. (2006). Psikologi RemajaJakarta: Bumi Aksara.
  • Corey, Gerald. (2009). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
  • Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
  • Panuju, Panut, Ida Umami. (1999). Psikologi Remaja. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  • Setyoningtyas, Emila. (2009). Kamus Trendy Bahasa Indonesia. Surabaya: Apollo.
  • Yuliarti, Nurheti. (2008). Menjadi Penulis Profesional Kiat Jitu Menembus Media Massa dan PenerbitanYogyakarta: Media Pressindo.
  • Yustimah, Ahmad  Iskak. (2010). BAHASA INDONESIA TATARAN MADIA untuk SMK dan MAK Kelas IX. Jakarta: Erlangga.
  • Wiranto, Asul. (2010). PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA untuk SMA & MA KELAS XJakarta: Grasindo.