Pengertian Etnis – Identitas, Pendekatan, Model, Konsep, Politik, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Etnis – Identitas, Pendekatan, Model, Konsep, Politik, Contoh, Para Ahli : Etnis atau Kelompok etnik atau juga suku bangsa merupakan golongan manusia yang kelompoknya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya,


etnis-menurut-para-ahli-dan-contohnya

Pengertian Etnis

Etnis atau Kelompok etnik atau juga suku bangsa merupakan golongan manusia yang kelompoknya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, umumnya dengan dasar garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain dan ciri dari kelompok itu sendiri contohnya kesamaan budaya, agama, bahasa, prilaku, serta ciri dari biologis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Etimologi Bahasa Indonesia Menurut Para Ahli


Pengertian Etnis adalah sebuah himpunan manusia (Subkelompok manusia) yang di persatukan oleh suatu kesadaran atas kesamaan sebuah kultur atau subkultur tertentu, atau karena kesamaan ras, agama, asal usul bangsa, bahkan peran atau fungsi tertentu. Karena etnik berkesinambungan dengan suatu budaya. Dan kebudayaan terbentuk dari sekumpulan orang yang menghasilkan suatu budaya yang terjadi dari kebiasaan para anggotanya.


Dalam pertemuan internasional terhadap tantangan-tantangan dalam melakukan pengukuran dunia etnis pada tahun 1992, Etnisitas ialah suatu faktor fundamental yang ada didalam kehidupan manusia.


Pengertian Etnis Meurut Ahli

Har tersebut merupakan suatu gejala yang ada dalam pengalaman manusia, walupun definisi tersebut seringkali mudah diubah. Yang lain, contohnya antropolog Fredrik Brath serta Erik Wolf, memiliki tanggapan etnisitas sebagai hasil interaksi, serta bukan sifat-sifat hakiki suatu kelompok.


Langkah-langkah yang dapat melahirkan identifikasi yakni etnogenesis. Dengan keseluruhan, para anggota dari suatu kelompok suku bangsa mengakui kesinambungan budaya melitasi waktu, walaupun para sejarawan dan antropolog sudah mendokumentasikan bahwa banyak dari norma-norma dan nilai-nilai yang dianggap menunjukan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya ialah temuan yang relatif baru.


Contoh Etnis

Berikut Ini Merupakan Contoh Dari Etnis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap


  • Garis keturunan

Anggota sebuah suku bangsa pada dasarnya ditentukan menurut garis keturunan (patrilinial), seperti suku batak, menurut garis keturunan ibu (matrilineal) seperti suku minang atau seperti kebudayaan suku jawa.


Ada juga ditentukan menurut agamanya, sebutan Melayu di Malaysia untuk orang bumiputera yang muslim, sedangkan orang Serani yang beragama Nasrani (peranakan Portugis seperti orang Tugu), suku Muslim di Bosnia dan sebagainya.


  • Suku bangsa campuran

Ada juga suku bangsa dengan berdasarkan percampuran ras, contohnya orang peranakan yang merupakan campuran bansa Melayu dengan Tionghoa, orang Indo sebutan campuran bule dengan bangsa Melayu, orang Mestis untuk campuran Hispanik dengan bumiputra, orang Mulato campuran ras Negroid dengan ras Kaukasoid, dan yang lainnya.


Identitas Etnis

Identitas Etnis adalah Individu-individu mempunyai banyak identitas yang berkaitan dengan peranan-peranan khusus. Salah satu identitas-identitas ini berhubungan dengan latar belakang etnik mereka yang di anggap sebagai inti diri mereka. Jadi identistas etnik suatu ciri khas yang dimiliki oleh sekelompok orang yang dianggap sebagai inti dari diri mereka.


Idedntitas etnis sdebenarnya merupakan bentuk spesdifik dari idedntitas budaya. Identitas etnis bisa dilihat sebagai sebuah sekumpulan ide tentang satu kepemilikan keanggotaan kelompok etnis. Hal ini menyangkut beberapa dimensi.


  1. Identifikasi diri
  2. Pengetahuan mengenai budaya etnis (tradisi, kebiasaan, nilai-nilai dan tingkah laku
  3. Perasaan memiliki pada kelompok etnis tertentu.

Pendekatan Perubahan Identitas Etnis

Ada beberapa alasan mengapa perubahan identitas etnik suatu kelompok dapat terjadi, yaitu :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Syair Beserta Ciri Dan Contohnya Lengkap


  • Pendekatan Objektif (Psikologi Sosial/Struktural)

  1. Asumsi dasar ilmu alam: Ada keteraturan dalam realitas sosial juga dalam perilaku manusia. Mencari hukum umum dengan menjelaskan variabel mana menyebabkan atau berkolelasi dengan variabel lainnya.

  2. Pendekatan ini cenderung etnosentrik
  3. Kaum objektivitas mengklaim bahwa tanda-tanda budayaa seperti ras secara dekat berhubungan, kalaupun tak terpisahkan dengan etnik.

  • Pendekatan Subjektif (Fenomenologi)

  1. Kaum subjektif memandang bahwa identitas etnik mengemuka lewat tanda-tanda budaya, mereka menekankan diri, dan juga perasaan identitas yang berkaitan dengan kelompok dan pengakuannya oleh orang-orang lain.
  2. Identitas etnik sebagai dinamik, cair dan situasional.

Pendekatan deterministik ini telah dikritik sebagai terlalu simplistik, karena proses perubahan identitas etnik pada kelompok-kelompok etnik, sebenarnya, sirkuler, interaksional dan dinamik, melibatkan konflik-konflik dalam kelompok etnis.


Model – Model Perubahan Identitas Etnis

Pada dasarnya identitas etnik muncul bila dua atau lebih kelompok etnik berhubungan. Pada masa lalu terdapat berbagai model tentang tabiat dan proses transformasi identitas etnik, terutama model akulturasi dan model asimilasi yang kadang-kadang dipertukarkan. Asimilasi cenderung sejajar dengan hilangnya etnisitas, sementara pluralisme budaya cenderung menonjolkan kesinambungan etnisitas (Kim, 1988:30).


Asimilasi merujuk pada “sejauh mana suatu kelompok yang semula khas telah kehilangan identitas subjektifnya dan telah terserap kedalam struktur sosial suatu kelompok lain. Memang, akulturasi adalah suatu prasyarat, atau sekurang-kurangnya seiring dengan asimilasi karena bagaimana mungkin seseorang kehilangan perasaan khasnya dan sepenuhnya diterima suatu kelompok lain kecuali bila ia lancar dalam bahasa dan budaya kelompok penerima.


Konsep akulturasi dan konsep asimilasi bermula dari dan berkembang di Amerika Serikat. Perbedaan diantara dua proses itu adalah bahwa akulturasi merupakan proses dua arah, sedangkan asimilasi merupakan proses satu arah.


Sejak definisi yang autoritatif muncul, banyak ahli mengemukakan definisi akulturasi. Banyak definisi mengandung interpretasi serupa, yaitu bahwa akulturasi adalah suatu bentuk perubahan budaya yang diakibatkan oleh kontak kelompok- kelompok budaya, yang menekankan penerimaan pola-pola dan budaya baru dan ciri-ciri masyarakat pribumi oleh kelompok- kelompok minoritas.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Pengertian Pantun Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya Lengkap


Konsep Etnik (Kesukubangsaan)

Dalam mempelajari hubungan antar etnik dapat di lakukan dengan melihat kasus-kasus yang terjadi. Terutama bagi etnik yang jarang mengalami konflik dan bertahan terhadap gesekan yang terjadi. Tujuanya adalah untuk mengidentifikasi bagaimana cara mereka menghadapi setiap gesekan yang terjadi tanpa adanya konflik.


Menurut Barth,(hasbullah, 2013: 26) kelompok etnik dapat disebut sebagai suatu unit kebudayaan karena kelompok etnik mempunyai ciri utama yang penting, yaitu kemampuan untuk berbagi sifat budaya yang sama. Dan ia berasumsi bahwa tiap kelompok etnik mempunyai ciri budayanya sendiri.


Ada 2 hal pokok yang dapat dibahas dalam mengamati kelompok- kelompok etnik dengan ciri-ciri unit budayanya yang khusus ini, yaitu: kelanggengan unit-unit budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya unit budaya tersebut. Ada beberapa implikasi ketika melihat kelompok etnik sebagai unit kebudayaan, yaitu:


  1. Klasifikasi individu atau kelompok tertentu dinyatakan sebagai anggota suatu kelompok etnik tertentu tergantung dari kemampuannya untuk memperlihatkan sifat budaya kelompok etnik tersebut.

  2. Bentuk-bentuk budaya yang tampak menunjukkan adanya pengaruh ekologi, tetapi bukan berarti ini menunjukkan bahwa semua itu hanya merupakan bentuk penyesuaian diri terhadap lingkungan semata-mata.

Namun, lebih tepat dikatakan bahwa bentuk budaya ini merupakan hasil penyesuaian para anggota kelompok etnik ketika berhadapan dengan berbagai faktor luar. Seperti ketika suatu kelompok etnik yang tinggal tersebar di daerah yang mempunyai lingkungan ekologi bervariasi, akan memperlihatkan perilaku yang berbeda sesuai dengan daerah tinggalnya, tetapi tidak mencerminkan orientasi nilai budaya yang berbeda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 110 Pengertian Sastra Menurut Para Ahli Dan Jenis-Jenis Sastra


Politik Identitas

Konsep ini dijelaskan oleh Gabriel Almond (Tri Yudha Handoko,2009)secara panjang lebar dan mudah dimengerti, yaitu sebagai berikut ini. Sarana-sarana, pengalaman-pengalaman, dan pengaruh-pengaruh tersebut, yang semuanya membentuk sikapsikap individu, selanjutnya menciptakan apa yang disebut “politik identitas” seseorang, yaitu suatu kombinasi dari beberapa perasaan dan sikap:


  1. Di dalam sistem politik terdapat sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan dasar seperti nasionalisme, identifikasi etnik atau kelas, keterikatan ideologis, dan perasaan fundamental akan hak-hak, keistimewaan dan kewajiban pribadi.

  2. Kurang terdapat komitmen emosional terhadap, dan pengetahuan tentang, lembagalembaga pemerintahan dan politik seperti pemilihan umum, struktur badan perwakilan, kekuasaan badan eksekutif, struktur badan pengadilan; dan system hukum.

  3. Lebih banyak terdapat pandangan-pandangan yang cepat berubah tentang peristiwa-peristiwa, kebijaksanaan politik, issue-issue politik dan tokohtokoh politik yang sedang terkenal. Politik identitas memang sejauh ini dipahami dan diarahkan dalam artian identitas personal dan identitas kolektif seperti identitas yang dibangun atas dasar gender, orientasi seksual, suku, agama dan bangsa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perkembangan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi Beserta Proses Dan Macamnya


Daftar Pustaka
Liliweri, Alo. 2001. Gatra-gatra Komunikasi Antarbudaya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lubis, Lusiana Andriani. 2014. Pemahaman Praktis Komunikasi Antarbudaya. Medan: USU Press.
Morissan. 2013. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kharisma Putra Utama Cetakan Ke 1.