Bentuk dan Timbul Kesadaran Nasionalisme

Diposting pada

Pengertian-dan-Bentuk-Timbul-Kesadaran-Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme

Secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan


Menurut Ensiklopedi Indonesia : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya.


Nasionalisme dapat juga diartikan sebagai paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.Bertolak dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikankepada negara dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Nasionalisme Dan Patriotisme – Pengertian, Arti, sikap, Bentuk, Ciri, Unsur, Faktor, Tujuan, Akibat, Manfaat, Contoh


Macam Nasionalisme

  • Nasionalisme dalam arti sempit

paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah “Chauvinisme”. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler).


  • Nasionalisme dalam arti luas

paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan; persatuan dan kesatuan; dan demokrasi (demokratis).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak, Pemerintahan


Bentuk Nasionalisme

  1. Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan (partisipasi) aktif rakyatnya

  2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.


  3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah yang merupakan ekspresi dari sebuah bangsa atau ras.


  4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun seperti warna kulit, ras ataupun bahasa.


  5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, Facisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan sebagainya.


  6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia Menurut Ahli Sejarah


Timbul kesadaran nasionalisme

Timbulnya kesadaran nasionalisme disebabkan oleh kenangan kejayaan pada masa lampau yang menggugah kebangkitan melawan penjajah, penderitaan dan kesengsaraan rakyat akibat penjajahan, lahirnya golongan terpelajar yang memelopori gerakan anti penjajahan, pengaruh kemenangan Jepang atau Rusia pada tahun 1901-1905 yang member kepastian bahwa bangsa Asia dapat mampu untuk mengalahkan bangsa Barat.
Adapun gerakan nasional ada tiga aspek sebagai berikut :


  • Aspek Politik
    Aspek ini merupakan gerakan nasional yang menumbangkan dominasi politik kaum imperialis dan menyuarakan keinginan rakyat untuk merdeka.

  • Aspek Ekonomi
    Aspek ini merupakan bahwa gerakan nasional dapat terlihat dengan adanya penghapusan eksploitasi ekonomi asing, yang bertujuan untuk membangun masyarakat baru yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan sesuai dengan cita-cita keadilan sosial.


  • Aspek Kebudayaan
    Aspek ini merupakan kesadaran nasional baru bangkit sekitar permulaan abda ke-20 untuk melepaskan cengkeraman dari kekuasaan bangsa Barat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Ideologi – Pengertian, Unsur, Ciri, Pancasila, Macam, Contoh


Proses Terbentuknya Kesadaran Nasional

Nasionalisme atau kesadaran nasional didefinisikan sebagai kesadaran keanggotaan suatu bangsa yang secara bersama-sama mencapai, mempertahankan, mengisi kekuatan bangsa itu. Kesadaran nasional pertama kali setelah munculnya Budi Utomo dan penderitaan rakyat Indonesia yang dijajah oleh penjajah.


Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia:


  1. Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial Barat. Pada mulanya kolonial Barat hanya ingin mendominasi perekonomian lama kelamaan kolonial Barat menguasai politik dan ekonomi. Akibatnya seluruh politik dan ekonomi Indonesia dirampas oleh kolonial Barat. Penjajahan dan penindasan inilah yang menyebabkan kesadaran Bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajah dengan cara berjuang.


  2. pengaruh perkembangan pendidikan Barat. Sejak abad ke-19 pemerintah Belanda secara lambat laun membuat sekolah-sekolah. pendidikan itu ternyata begitu menarik bagi pemuda Indonesia. Selain lembaga pendidikan kolonial ada juga lembaga pendidikan swasta yaitu Taman Siswa, Muhamadiyyah, Missi, dan Zending. Lembaga-lembaga itulah yang kemudian menghasilkan tokoh2 nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


  3. Pengaruh pendidikan Islam. Sekolah-sekolah yang didirikan organisasi Islam seperti Muhamadiyyah bersifat Modern karena proses pembaharuan namun masih bersifat islami. Artinya ilmu pengetahuan modern dipadu dengan ajaran islam.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Pergerakan RA. Kartini


Penerapan nasionalisme di Kehidupan

  1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
    Pengembangan sikap rasa cinta tanah air ini telah ditanamkan sejak kecil, ini dapat dilihat sejak kita menginjak masa sekolah, diTk kita diajarkan untuk menyanyikan lagulagu kebangsaan, diperkenalkan dengan ideologi bangsa yaitu pancasila, di SD selain mendapatkan pelajaran PKN juga mengamalkan cinta tanah air dengan melakukan upacara bendera, sampai kuliahpun PKN tetap diajarkan. Sehingga akan menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsanya.

  2. Membangun rasa persaudaraan, solidaritas, kedamaian, dan antikekerasan antarkelompok masyarakat dengan semangat persatuan
    Diadakannya perlombaan sepakbola antar sekolah, pertandingan ini merupakan upaya untuk mempersatukan persaudaraan, solidaritas, kedamaian antar sesama pelajar, hal ini dapat mengurangi kecenderungan pelajar untuk melakukan tawuran, atau hal-hal lain yang dapat memecah belah mereka. sehingga persatuan akan terwujud


  3. Menjaga ketertiban masyarakat dengan mematuhi aturan yang berlaku
    Membawa sim dan STNK serta peralatan yang lain pada saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, ini adalah wujud dalam menjaga dan mematuhi tata tertib yang ada.


  4. Menjaga dan melindungi negara dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri
    Dengan banyaknya kasus yang terjadi, misalkan saja kasus Malaysia yang mencoba mengklaim beberapa hasil kebudayaan Indonesia seperti reog ponorogo, dll. ini sangat menggugah rasa nasionalisme kita bangsa Indonesia, dengan demikian masyarakat Indonesia mulai menlakukan gerakan seperti pengenalan terhadap budaya-budaya yang dimiliki bangsa secara gencar agar tidak ada lagi kasus serupa yang akan merugikan bangsa dan Negara.


  5. Mematuhi dan mentaati peraturan Negara
    Masyarakat mengikuti berbagai ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, misalkan saja saat pemerintah mengharuskan seluruh warga Negara yang telah cukup umur untuk memiliki KTP , maka apabila ada seseorang yang telah masuk umur untuk membuat KTP mereka dengan sukarela membuatnya dengan penuh kesadaran sebagai warga yang baik.


  6. Berinisiatif mengadakan perubahan demi kemajuan bangsa dan Negara
    Sering terjadinya demo yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bentuk partisipasi untuk memajukan bangsa dengan jalan melalui protes terhadap pemerintahan yang ada walaupun terkesan buruk namun sesungguhnya mahasiswa ini sedang ikut serta dalam penyampaian aspirasi rakyat, yang bertujuan untuk mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah agar tetap pada jalan yang benar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Disintegrasi Sosial


Contoh Timbul Kesadaran Nasionalisme di Asia

Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi

Misalnya gerakan nasional India yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi , gerakan nasional Cina yang dipelopori oleh Sun Yat Sen dan gerakan nasional Turki yang dipelopori oleh Mustafa Kemal Pasha. Mahatma Gandhi lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di salah satu daerah India Gujarat, banyak orang di dunia memang lebih mengenal beliau dengan nama Mahatma Gandhi yang dalam bahasa Sansekerta yang berarti “ Jiwa Aagung ” namun nama aslinya ialah Mohadas Karamchand Gandhi.


Mahatma Gandhi dibesarkan di sebuah keluarga yang mempunyai pemikiran konservatif. Keluarganya memiliki hubungan dengan penguasa Kathiawad di India. Beberapa dari mereka bekerja pada pemerintah. Sepanjang hidupnya digunakan untuk menegakkan perdamaian, saying usaha tersebut harus terhenti pada tangga 30 Januari 1948.


Pada tanggal tersebut, Mahatma Gandhi mengehembuskan nafas terakhirnya di New Delhi, India akibat pembunuhan oleh seorang hindu fanatic yang menganggap beliau terlalu memihak pada kaum muslim. Peristiwa tersebut hanya berselang dua minggu setelah penandatanganan perjanjian damai oleh pihak tentara Inggris dalam upaya membebaskan India dari belenggu perjajahan Britania Raya. Padahal seperti yang diketahui banyak orang, beliau ialah sosok pengagum dan sangat menghargai berbagai aliran kepercayaan, baik Islam, Hindu, dan Kristen.


Seorang Mahatma Gandhi mengajarkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Swadesi yaitu gerakan rakyat India untuk membuat dan memakai bahan buatan dalam negeri sendiri.
  • Ahimsa yaitu melawan tanpa kekerasan ( dilarang membunuh ) artinya tidak berbuat apa-apa.
  • Satyagraha yaitu gerakan rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan penjajah ( Inggris ) sehingga disebut gerakan nonkooperatif.
  • Hartal yaitu berkabung karena ada kejadian yang menyedihkan, berkabung sebagai tanda protes ( mogok ).
  • Purnaswaray yaitu meredeka penuh.

Hasil perjuangan rakyat India adalah pada tanggal 15 Agustus 1947 rakyat mendapatkan status dominion dan berhak mengatur urusan dalam negerinya sendiri. pada tanggal 26 Januari 1950. Negara India mendapat kemerdekaan penuh dengan Nehru sebagai perdana menterinya.


Sun Yat Sen

Sun Yat Sen

Pelopor gerakan nasional Cina mengajarkan Sun Min Chu I ( tiga asas kerakyatan ). Yaitu Min Chu ( nasionalisme ). Min Chuan ( demokrasi ) dan Min Shen ( sosialisme ). Gerakan nasional Cina berhasil mengusir Inggris serta melahirkan Republik Cina ( 1912 ).


Mustafa Kemal Pasha

Mustafa Kemal Pasha

Gerakan nasional Turki dipelopori oleh Mustafa Kemal Pasha. Sebelumnya terjadi Gerakan Turki Muda yang bertujuan untuk menyelamatkan Turki dari keruntuhan, mengembangkan rasa nasionalisme dan membulatkan semangat kebangsaan Turki.


Adapun Gerakan Turki Muda meliputi hal-hala sebagai berikut :

  • Modernisasi Turki yaitu membangun Turki secara modern.
  • Nasionalisme berarti menebalkan rasa kebangsaan Turki sehingga rakyat berjuang mempertahankan Turki dari rongrongan penjajahan.
  • Demokrasi berarti membentuk pemerintahan atas dasar kedaulatan rakyat dengan UUD, sebab keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan memperkukuh Negara.

Selanjutnya Kemal Pasha mengambil tindakan antara lain :

  • Memproklamasikan Turki menjadi republic pertama dengan Mustafa Kemal Pasha sebagai presidennya pada tanggal 29 Oktober 1923.
  • Melaksanakan pemerintahan modern yakni pengesahan UUD kota Ankara sebagai ibu kota modernisasi agama dipakainya huruf Latin.
  • Modernisasi ekonomi dengan cara mengadakan rencana pembangunan lima tahun.
  • Modernisasi pertahanan dan persenjataan modern.