Jenis Atmosfer Bumi Beserta Fungsinya

Diposting pada

Jenis-Lapisan-Atmosfer-Bumi

Pengertian Atmosfer Bumi

lapisan udara yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan temperatur siang dan malam. Gejala yang terjadi di atmosfer sangat banyak dan beragam.


Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca. Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratus-ratus kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang berkerapatan rendah dalam sistem tata surya. Atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.


Atmosfer adalah lapisan gas yang mengelilingi planet, termasuk bumi, dari permukaan planet ke ruang angkasa. Di Bumi, suasana di sana dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, hingga sekitar 560 km di atas permukaan bumi. Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan, yang dinamai fenomena yang terjadi di lapisan.


Transisi antara lapisan satu sama lain berlangsung secara bertahap. Studi tentang atmosfer awalnya dibuat untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat matahari terbit dan terbenam, serta berkedip kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif dipasang di pesawat ruang angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dari fenomena atmosfer berikut yang terjadi di dalamnya.


Atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (78,17%) dan oksigen (20,97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0,0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di Bumi dengan menyerap radiasi ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer pada 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak memiliki batas tiba-tiba, melainkan menipis secara bertahap dengan meningkatnya ketinggian, tidak ada batas yang pasti antara atmosfer dan angkasa luar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : pengertian Atmosfer dan Lapisan serta Fungsinya


Jenis Lapisan Atmosfer Bumi

  • Troposfer

Lapisan ini adalah pada tingkat terendah, yang merupakan campuran paling ideal gas untuk mempertahankan kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini hidup terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lainnya. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang tertipis (kurang lebih 15 kilometer dari tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita rasakan kemajuan setiap hari.


Suhu permukaan laut di sekitar 30 derajat Celcius, dan pendakian ke puncak, suhu lebih bawah. Setiap kenaikan suhu menurun 100m dari 0,61 derajat Celsius (menurut teori Braak). Hal ini terjadi pada lapisan peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kekeringan, dan sebagainya.


Elevasi terendah adalah bagian terpanas troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan panas ke udara. Biasanya, jika kenaikan ketinggian, suhu udara akan berkurang steady state (steady), dari sekitar 17 ℃ sampai -52 ℃. Pada permukaan bumi, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali gradien suhu. Antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan tropopause, yang membatasi troposfer ke stratosfer.


Fungsi dari lapisan troposfer adalah sebagai penyeimbang panas permukaan bumi, di mana terkandung uap air dan karbon dioksida. Lapisan inilah yang menjadi tempat timbulnya gejala perubahan cuaca dan iklim, seperti tekanan udara, kelembaban udara, suhu, angin, hujan, dan lainnya.


Lapisan troposfer sendiri masih terbagi menjadi empat bagian, yaitu :

  1. Lapisan udara dasar – Lapisan ini memiliki tebal 1 – 2 meter di atas permukaan bumi. Keadaan udara dalam lapisan inilah yang mempengaruhi kehidupan tanaman dan juga jasad hidup di dalam lapisan tanah, di mana keadaan udaranya juga bergantung pada keadaan fisik muka bumi, seperti jenis tanaman, ketinggian dpl (di atas permukaan laut), dan lainnya.
  2. Lapisan udara bawah – Lapisan ini memiliki tebal sekitar 1 – 2 km. Sama seperti fungsi troposfer pada umumnya, lapisan ini juga merupakan tempat terjadinya perubahan suhu udara dan penentuan iklim.
  3. Lapisan udara adveksi – Lapisan ini memiliki tebal sekitar 2 – 8 km. Fungsinya di sini jugalah sama sebagai tempat perubahan suhu akibat hawa panas dan dingin yang saling beradu, hanya saja udaranya memiliki pergerakan mendatar yang lebih besar daripada pergerakan tegak (vertikal).
  4. Lapisan udara tropopouse – Lapisan ini memiliki tebal sekitar 8 – 12 km dpl, yang merupakan tempat transisi antara lapisan troposfer dan lapisan stratosfer. Pada lapisan ini terjadi proses kondensasi dan jatuh kembali ke bumi dalam bentuk proses terjadinya hujan, salju maupun Kristal-kristal es, di mana suhu yang sangat rendah menyebabkan uap air tidak bisa menembus lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

  • Stratosfer

Perubahan bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di stratosfer bagian bawah relatif stabil dan sangat dingin di sekitar -70 ° F atau -57 ° C. Pada lapisan ini angin kencang terjadi dengan pola aliran tertentu. Lapisan ini juga merupakan situs dari pesawat terbang. Awan cirrus yang tinggi semacam kadang-kadang terjadi di tingkat bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.


Dari tengah stratosfer atas, pola suhu berubah menjadi tumbuh seiring dengan meningkatnya ketinggian. Hal ini karena peningkatan konsentrasi lapisan ozon. Lapisan ozon menyerap radiasi ultraviolet. Suhu di lapisan ini bisa mencapai sekitar 18 ° C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.


Lapisan ozon inilah yang memiliki fungsi untuk memfilter sinar ultraviolet yang dihasilkan matahari sehingga hanya sebagian kecil saja yang mencapai permukaan bumi dan tidak lagi membahayakan bagi makhluk hidup termasuk manusia. Penyerapan sinar ultraviolet inilah yang menyebabkan bertambahnya suhu sebanding dengan ketinggiannya dari permukaan bumi hingga terhenti pada 0oC. setelah tidak adanya perubahan suhu pada bagian teratas stratosfer inilah yang membuat pesawat seperti jet biasa melakukan penerbangannya dengan tenang tanpa khawatir akan adanya perubahan cuaca dan iklim.


Dengan pembagian lapisan yang terdiri menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Lapisan udara isoterm – Letak lapisan ini berada pada ketinggian sekitar 12 – 35 km dpl dengan suhu udara -50oC hingga -55o

  • Lapisan udara panas – Letak lapisan ini berada pada ketinggian sekitar 35 – 50 km dpl dengan suhu udara -50oC hingga +50o


  • Lapisan udara campuran (teratas) – Letak lapisam ini berada pada ketinggian sekitar 50 – 80 km dpl dengan suhu udara +50oC hingga -70o Pada ketinggian sekitar 30 km, oksigen akan diubah menjadi ozon karena adanya pengaruh dari sinar ultraviolet. Hal ini menyebabkan kadarnya akan mengalami peningkatan dari 5 cc menjadi 9 x 10-2cc dalam setiap 1 m3.


  • Mesosfer

Adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer menurun dengan meningkatnya ketinggian hingga lapisan keempat, termosfer. Udara di sini akan menghasilkan pergeseran yang berlaku untuk benda-benda yang berasal dari ruang dan menghasilkan suhu tinggi. Kebanyakan meteor yang mencapai bumi terbakar di lapisan ini. Sekitar 25 mil atau 40 km di atas permukaan bumi, saat suhu menurun dari 290 K sampai 200 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer yang. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai sekitar -143 ° C (dekat bagian atas lapisan ini, yang kira-kira 81 km di atas permukaan bumi). Hal ini memungkinkan suhu terendah terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Antara lapisan mesosfer dan lapisan atmosfer terdapat lapisan tengah yang Mesopause.


Sedemikian sehingga bisa disimpulkan bahwa fungsinya adalah sebagai pengikis atau pembakaran meteor, asteroid maupun benda asing luar angkasa lainnya yang akan jatuh ke permukaan bumi. Ada yang terkikis atau terbakar habis hingga tidak jadi jatuh, namun ada pula yang jatuh tetapi sudah dalam keadaan volume yang kecil. Pada lapisan ini mulai terjadi penurunan suhu seiring ketinggiannya, di mana sudah mulai terjadi pembentukan kristal es yang berasal dari uap air.


  • Termosfer

Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamakan setelah termosfer karena kenaikan suhu yang cukup tinggi pada lapisan ini adalah tentang 1982 ° C. Perubahan ini terjadi karena penyerapan radiasi ultraviolet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia untuk membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal sebagai ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio.


Fungsinya sudah jelas ialah sebagai lapisan tempat terjadi proses ionisasi gas-gas oleh sinar matahari. Di mana molekul oksigen dan gas-gas lain akan terpecah menjadi oksigen atomik dan pecahan lainnya yang menimbulkan panas sehingga terjadi peningkatan suhu udara. Partikel atau molekul yang terionisasi inilah yang nantinya mempengaruhi rambatan gelombang radio setelah saat ini sudah ditemukan satelit sebagai sarana telekomunikasi.


Pada lapisan ini yang juga merupakan lapisan ionosfer terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Lapisan udara E – Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 80 – 150 km dengan nilai rata-rata letaknya pada 100 km dpl. Pada lapisan inilah tempat sebenarnya (spesifik) terjadinya proses ionisasi tertinggi. Sebagaimana proses ionisasi telah dijelaskan di atas. Lapisan ini bersifat memantulkan gelombang radio sehingga disebut dengan lapisan udara KENNELY dan HEAVISIDE dengan suhu udara sekitar -70oC sampai +50o

  2. Lapisan udara F – Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 150 – 400 km. meskipun tak disebutkan secara jelas akan fungsinya, lapisan ini juga disebut sebagai lapisan udara APPLETON.


  3. Lapisan udara atom – Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 400 – 800 km. benda-benda yang berada pada lapisan ini berbentuk atom yang berfungsi menerima panas langsung dari matahari sehingga muncul dugaan bahwa suhunya mencapai 1200o


  • Ionosfer

Lapisan ionosfer yang dibentuk oleh reaksi kimia juga merupakan lapisan pelindung bumi dari meteorit datang dari ruang angkasa karena ditarik oleh gravitasi. Pada lapisan ionosfer ini, meteorit terbakar dan membusuk. Jika ukurannya sangat besar dan tidak terbakar di lapisan udara ionosfer, itu akan jatuh ke permukaan bumi disebut meteorit. Fenomena aurora, juga dikenal sebagai cahaya utara, atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.


  • Eksosfer

Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat pantulan sinar matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteor. Sinar matahari yang dipantulkan juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.
Memahami lapisan termosfer sebagai lapisan atmosfer.


Lapisan eksosfer merupakan lapisan kelima sekaligus lapisan terakhir atau teratas dari atmosfer. Ketinggian untuk lapisan ini belum diketahui secara pasti karena sulitnya untuk mengetahui batas antara eksosfer dengan luar angkasa sehingga lapisan ini juga disebut lapisan antar planet di tata surya. Di samping itu, pada lapisan inilah tempat satelit beredar karena adanya orbit sehingga disebut juga lapisan geostasioner.


Oleh karena itu, fungsinya bisa juga sebagai tempat orbit beredarnya satelit. Ditambah lagi sebagai tempat penghancuran meteor, asteroid, dan benda asing luar angkasa lain yang hendak jatuh ke bumi sebelum dilanjutkan dengan pembakaran pada lapisan mesosfer ketika bergesekan. Proses penghancuran ini terjadi karena keadaan suhu yang sangat tinggi. Sedangkan untuk orbit satelit sendiri memiliki inklinasi (penyimpangan kedudukan sumbu bumi terhadap permukaan datar) sebesar 0o, dengan gerakan satelit berada pada ketinggian sekitar 35.800 km dan bergerak dari arah barat ke timur.


Fungsi atmosfer yang memiliki peranan penting dalam melindungi kelangsungan hidup yang ada di bumi, baik fungsi secara umum maupun fungsi secara khusus sesuai dengan lapisan-lapisan yang ada di dalamnya yang saling berhubungan, krusial, dan vital sekali.Oleh karena itu, jagalah bumi kita termasuk juga lapisan-lapisan pelindungnya, seperti atmosfer. Apalagi beberapa penelitian yang dilakukan baru-baru ini menyatakan bahwa lapisan ozon yang ada di atmosfer kondisi semakin tipis sehingga suatu saat nanti diperkirakan akan bolong atau berlubang. Berbagai solusi pun sedang diteliti dan diusahakan sebagai antisipasi apabila kemungkinan (ozon berlubang)tersebut benar-benar terjadi nantinya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lapisan Planet Bumi – Susunan, Struktur, Atmosfer, Evolusi, Fungsi, Iklim Dan Cuaca


Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfer.

Berada di lapisan termosfer lebih mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km ke ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, karena lapisan ini sering juga disebut ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atom di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan peningkatan suhu di lapisan ini. Suhu di lapisan ini meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer lagi dibagi menjadi tiga lapisan, yaitu:


  • Lapisan ozon
    Terletak antara 80-150 km dengan rata-rata 100 km di atas permukaan laut. Lapisan ini adalah di mana proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini juga disebut lapisan ozon. Sifat mencerminkan gelombang radio. Suhu di sini berkisar – 70 ° C hingga 50 ° C.


  • Lapisan udara F
    Terletak antara 150-400 km. Lapisan ini disebut juga lapisan udara appleton.


  • Lapisan udara atom
    Pada lapisan ini, bahan tersebut dalam bentuk atom. Lapisan ini terletak di antara 400-800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhu mencapai 1200 ° C.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Geografi – Pengertian, Cabang, Konsep, Ruang Lingkup, Para Ahli


Komposisi dari Atmosfer Bumi

Atmosfer mengandung campuran gas yang dikenal sebagai udara dan menutupi seluruh permukaan bumi. Komposisi campuran gas ini menyatakan atmosfer bumi. Bagian bawah tanah yang dibatasi oleh atmosfer, lautan, sungai, danau, es dan salju permukaan. Gas-membentuk atmosfer disebut udara. Air adalah campuran dari berbagai unsur dan senyawa kimia sehingga udara menjadi beragam. Keanekaragaman terjadi biasanya karena kandungan air dan komposisi masing-masing bagian dari sisa udara (disebut udara kering). Atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (78,17%) dan oksigen (20,97%), dengan sedikit argon (0,93%), dan gas lainnya.


Atmosfer tersusun oleh:

  • Nitrogen ( N 2 , 78 % {\displaystyle N_{2},78\%} {\displaystyle N_{2},78\%})
  • Oksigen ( O 2 , 21 % {\displaystyle O_{2},21\%} {\displaystyle O_{2},21\%})
  • Argon ( A r , 1 % {\displaystyle Ar,1\%} {\displaystyle Ar,1\%})
  • Air ( H 2 O , 0 − 7 % {\displaystyle H_{2}O,0-7\%} {\displaystyle H_{2}O,0-7\%})
  • Ozon ( O , 0 − 0.01 % {\displaystyle O,0-0.01\%} {\displaystyle O,0-0.01\%})
  • Karbondioksida ( C O 2 , 0.01 − 0.1 % {\displaystyle CO_{2},0.01-0.1\%} {\displaystyle CO_{2},0.01-0.1\%})

Nitrogen bereaksi lambat, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan sehingga keseimbangan nitrogen di udara, di laut dan di dalam bumi sangat dipengaruhi oleh makhluk hidup. Karbondioksida yang berlimpah dari sinar matahari membuat karbohidrat dengan hasil sampingan oksigen (fotosintesis). Oksigen terakumulasi di udara kemudian berkembang makhluk yang membutuhkan oksigen. Gas nitrogen merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam lapisan udara atau atmosfer bumi. Salah satu sumbernya yaitu berasal dari pembakaran sisa-sisa pertanian dan akibat letusan gunung api. Gas lain yang cukup banyak dalam lapisan udara atau atmosfer adalah oksigen. Oksigen antara lain berasal dari hasil proses fotosintesis pada tumbuhan yang berdaun hijau. Dalam proses fotosintesis, tumbuhan menyerap gas karbondioksida dari udara dan mengeluarkan oksigen. Gas karbondioksida secara alami besaral dari pernapasan mahkluk hidup, yaitu hewan dan manusia. Serta secara buatan gas karbondioksida berasal dari asap pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan lain-lain.


Selain keempat gas tersebut di atas ada beberapa gas lain yang terdapat di dalam atmosfer, yaitu di antaranya ozon. Walaupun ozon ini jumlahnya sangat sedikit namun sangat berguna bagi kehidupan di bumi, karena ozon yang dapat menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan sinar matahari sehingga jumlahnya sudah sangat berkurang ketika sampai di permukaan bumi. Apabila radiasi ultra violet ini tidak terserap oleh ozon, maka akan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan mahkluk hidup yang ada di bumi. Radiasi ini di antaranya dapat membakar kulit mahkluk hidup, memecahkan kulit pembuluh darah, dan menimbulkan penyakit kanker kulit.


Selain unsur pembentuk yang berupa gas, udara juga mengandung partikel padat dan cair, yang begitu kecilnya sehingga gerakan udara dapat mengimbangi kecenderungan partikel tersebut jatuh ke tanah. Partikel itu dapat berasal dari debu yang terangkat oleh angin, partikel garam laut, ataupun hasil pembakaran dan pengolahan dalam industri. Berdasarkan pengalaman sehari-hari kita mengetahui bahwa suhu udara berubah-ubah dari waktu ke waktu; pagi yang sejuk diikuti oleh sore hari yang panas, dan musim dingin yang dingin diikuti musim panas yang panas dalam suatu daur yang tetap. Suhu menjadi beragam dari tempat ke tempat pada waktu yang sama. Pada wilayah yang lintang rendah lebih panas daripada wilayah pada lintang yang lebih tinggi dan daerah yang rendah lebih panas daripada pegunungan tinggi.


Bumi secara keseluruhan selama setahun penuh, suhu rata-rata di dekat tanah pada muka laut (suhu permukaan) adalah 15 °C (288°K, 59 °F). Rata-rata keseluruhan sepanjang tahun turun menurut ketinggian. Namun, kira-kira di atas 17 km (40.000 kaki) penurunan suhu berhenti. Lapisan atmosfer dengan suhu yang rata-rata berkurang menurut ketinggian, disebut troposfer, lapisan diatasnya denagn suhu tetap atau meningkat disebut stratosfer. Pada permukaan di antara troposfer dan stratosfer (kadang-kadang berupa lapisan peralihan) disebut tropopause. Daerah di mana cuaca terjadi adalah bagian terbawah atmosfer, yang disebut troposfer (daerah inilah yang menjadi perhatian bagi para ahli meteorologi).


Troposfer memiliki sifat penting, yaitu bahwa secara umum temperatur berkurang terhadap ketinggian. Di atas troposfer adalah stratosfer yang dicirikan oleh bertambahnya temperatur terhadap ketinggian. Diskontinuitas yang membedakan troposfer dengan stratosfer adalah lapisan tropopause. Pada troposfer campuran gas-gas terdiri dari 78% nitrogen dan 21% oksigen (persen dalam volume). Sisanya sebesar 1% adalah campuran gas yang terdiri dari gas argon, karbondioksida, dan gas-gas lainnya. Campuran gas-gas tanpa uap-air disebut sebagai udara kering, dan campuran gas-gas tanpa terkecuali disebut sebagai udara lembab.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Astronomi – Pengertian, Macam, Cabang, Ilmu, jurusan


Fungsi Atmosfer dan Lapisannya

Singkatnya atmosfer bisa diartikan sebagai lapisan udara pelindung bumi. Namun secara bahasa (etimologi), atmosfer berasal dari bahasa latin ‘atmosphaera’ yang terdiri dari kata ‘atmos’ berarti uap air atau udara (vapor) dan ‘spharia’ berarti lapisan (sphere). Nama atau istilah atmosfer ini baru dikenal pada tahun 1630-an setelah pertama kalinya dilakukan penelitian dengan mengkaitkannya pada bulan.


Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa bulan tidaklah memiliki selapis atmosfer pun. Lapisan bumi pada atmosfer merupakan Lapisan udara yang dimaksud dalam atmosfer merupakan campuran dari gas, uap air, dan debu. Kandungan gas sendiri seperti yang kita tahu memiliki peran penting bagi kehidupan, yaitu oksigen 20,97%, karbon dioksida 0,04%, dan sisanya adalah gas-gas lain. Gas dengan kandungan terbanyak ialah nitrogen sebesar 78,17%.


Lapisan atmosfer sendiri sebenarnya merupakan lapisan bumi yang dibagi beradarkan susunan kimianya, yang terdiri dari:

  • Bagian padat (lithofer), terdiri dari tanah dan batuan.
  • Bagian cair (hidrosfer), terdiri dari laut, danau, dan sungai yang kesemuanya merupakan bentuk ekosistem perairan.
  • Bagian udara (atmosfer), menyelimuti seluruh permukaan bumi yang terdiri dari troposfer, stratosfer (ozonosfer), mesosfer, termosfer (ionosfer), dan eksosfer (lapisan antar planet karena merupakan lapisan terluar atau geostasioner; karena tempat orbit beredarnya satelit).
  • Bagian tempat tinggal dari berbagai jenis organisme (biosfer).

Secara umum, atmosfer yang merupakan lapisan bagian udara dengan 5 lapisan yang ada di dalamnya memiliki fungsi secara umum yang sangatlah penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup yang ada di bumi.
Adapun fungsi umum dari atmosfer tersebut, antara lain:


  1. Mengurangi radiasi cahaya matahari yang sampai ke bumi pada siang hari, sedangkan pada malam harinya ialah sebagai penghilang rasa panas yang berlebihan. Pengurangan radiasi ini sangatlah penting karena apabila sinar matahari sampai ke bumi dalam keadaan 100%, maka bisa dipastikan bahwa tak akan ada makhluk hidup yang bisa bertahan hidup di bumi karena panasnya termasuk juga manusia. Salah satu sinar yang dihambat atau dikurangi radiasinya adalah sinar ultraviolet, yang apabila tidak dikurangi akan sangat berbahaya bagi kulit dan mata dan bisa menjadi penyebab pemanasan global pada bumi .


  2. Sebagai pendistribusi air ke berbagai penjuru permukaan bumi, yaitu dikenal dengan sebutan siklus hidrologi. Atmosfer di sini memiliki peranan sebagai penampung uap air sehingga air di permukaan bumi tidak hanya akan terkumpul pada tempat yang paling rendah saja.


  3. Penyedia oksigen dan karbon dioksida. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk bernapas dan tumbuhan memerlukan karbon dioksida memerlukan karbon dioksida untuk bernapas serta membuat makanannya sendiri yang dikenal dengan sebutan proses fotosintesis.


  4. Sebagai penahan bagian sistem tata surya seperti meteor yang akan jatuh ke bumi. Di mana peran atmosfer di sini sangatlah nyata. Atmosfer berfungsi sebagai pengikis atau pengurang volume meteor yang jatuh ke bumi. Sebagian meteor mungkin memang gagal jatuh ke bumi, namun ada juga yang berhasil jatuh. Meteor yang tak terhambat inilah yang akan dikikis atau dikurangi volumenya menjadi lebih kecil sebelum menyentuh permukaan bumi. Dalam artian, volume meteor yang jatuh sudah dalam keadaan kecil sehingga memiliki dampak yang tak terlalu berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di bumi termasuk manusia.