Pengertian Kelompok

Diposting pada

Pengertian Kelompok

Kelompok adalah sejumlah orang yang mempunyai norma, nilai, dan tujuan yang sama, yang dengan secara sengaja dan juga teratur saling berinteraksi.

Karateristik-Kelompok

Pada dasarnya Kelompok ialah orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan juga mempunyai beberapa landasan interaksi yang sama. Mereka saling terikat bersamaan dengan serangkaian hubungan sosial yang khas. Kelompok tersebut dapat terorganisasi dengan  secara ketat dan juga berjangka panjang, tetapi juga dapat bersifat cair dan juga hanya sementara.


Kelompok tersebut terdiri dari dua orang (dyadlduo), tiga orang (tryadltrio), empat orang (kwartet), dan juga seterusnya sampai ratusan atau bahkan juga ribuan orang.

Baca Juga : Pengertian Kelompok Sosial – Faktor, Pembentukan, Ciri, Klasifikasi, Contoh, Para Ahli


Semakin banyak anggota dalama kelompok, akan semakin kecil kesempatan terjadinya suatu interaksi sosial yang mendalam sesama anggota kelompok tersebut. Sebaliknya, Jika semakin kecil ataujuga  sedikit jumlah anggota pada kelompok, maka akan semakin besar kesempatan untuk terjadinya suatu interaksi sosial yang mendalam sesama anggota kelompok.


Pengertian Kelompok Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian kelompok menurut para ahli, sebagai berikut:


1. Menurut Hernert Smith

bahwa “kelompok adalah suatu uni yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.


2. Menurut DeVito (1997)

kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.


3. Menurut Joseph S. Roucek

Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.


4. Menurut Mayor Polak

Kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.


5. Menurut Wila Huky

Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.


6. Menurut Merton

kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran konsep lain yang diajukan Merton ialah konsep kategori sosial.


7. Menurut Homans (1950)

kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.


8. Menurut Bonner (1959)

kelompok adalah sejumlah individu yang berinteraksi dengan individu yang lain.


9. Menurut Stogdill (1959)

kelompok adalah satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.


10. Menurut Smith (1945)

kelompok adalah satu unit yang terdiri dari sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan.

Baca Juga : Dinamika Kelompok – Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri, Keunggulan, Kekurangan, Kegiatan


11. Menurut Cartwright dan Zender (1968)

kelompok itu sekumpulan individu yang mempunyai hubungan antar anggota yang satu dengan yang lain yang membuat mereka saling tergantung dalam tingkatan tertentu.


12. Menurut Mills (1967)

kelompok adalah satu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama atau melakukan kontak untuk mencapai satu tujuan dan yang mempertimbangkan kerjasama diantara kelompok sebagai satu yang berarti.


13. Menurut Catell (1951)

kelompok adalah sekumpulan organisme yang saling berhubungan satu dengan lain untuk memenuhi kebutuhan tiap anggota.


14. Menurut Bass (1960)

kelompok adalah sekumpulan individu dimana keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward.


15. Menurut Sherif dan Sherif (1959)

kelompok adalah unit sosial yang ditandai sejumlah individu yang mempunyai status, hubungan peran, norma tertentu yang semuanya itu mengatur tingkah laku anggota kelompok.


16. Menurut Baron & Byrne (1979)

kelompok memiliki 2 tanda psikologis, yaitu pertama, adanya sense of belonging ; kedua, nasib anggota kelompok tergantung satu sama lain sehingga hasil setiap anggota terkait dengan anggota yang lain.


17. Menurut Forsyth (1983)

kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling mempengaruhi melalui interaksi sosial.


18. Menurut Cartwright & Zander (1968)

kelompok adalah kumpulan individu yang saling berhubungan sehingga saling bergantung pada derajat tertentu.


19. Menurut Joseph S. Roucek

Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.


20. Menurut Mayor Polak

Kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.


21. Menurut Wila Huky

Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.


22. Menurut Merton

kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.


Karateristik Kelompok

Karakteristik Umum Kelompok
Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran.
Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma.
Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas.


Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan.

Baca Juga : Pengertian Rasionalitas – Jenis, Aksioma, Konsep, Ekonomi, Contoh, Para Ahli


Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :

  1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
  2. Adanya interaksi yang terus menerus
  3. Adanya pengembangan identitas kelompok
  4. Adanya norma-norma kelompok
  5. Adanya diferensiasi peran
  6. Peran yang saling tergantung
  7. Produktivitas bertambah atau meningkat
  8. Saling membagi tujuan yang sama

Jenis-Jenis Kelompok

Berdasarkan dengan jumlah anggota, sifat atau hubungan antaranggota, serta juga tujuannya, kelompok yang ada didalam masyarakat tersebut dapat dibedakan antara lain:


  • Kelompok primer

    Kelompok primer ialah suatu kelompok yang jumlah anggotanya hanya sedikit, meskipun tidak setiap kelompok yang anggotanya sedikit merupakan dari kelompok primer. Hubungan antaranggota tersebut bersifat personal (saling kenal dengan secara pribadi) dan juga mendalam, yang diwarnai dengan kerja sama, sering sekali bertatap muka dalam jangka waktu lama, sehingga dapat membangun keterlibatan perasaan yang dalam.


    Tujuan berkelompok primer ialah membangun suatu hubungan personal itu sendiri.

    Meskipun kadang terjadi suatu konflik, tetapi masing-masing pada anggota kelompok primer tersebut menunjukkan perhatian yang tulus juga terhadap kesejahteraan sesama anggota. Maka , hubungan didalam kelompok primer tersebut bersifat informal, intim atau juga akrab, personal, dan juga total.

    Contoh kelompok primer adalah

  1. Keluarga 
  2. Kelompok teman
  3. kawan sepermainan.

  • Kelompok sekunder

    Kelompok sekunder merupakan suatu kelompok yang jumlah anggotanya itu banyak. Hubungan antaranggota tersebut juga bersifat impersonal (tidak saling kenal dengan secara pribadi), yang lebih diwarnai oleh adanya kompetisi, dan jarang bertatap muka dalam jangka waktu lama, sehingga tidak dapat membangun hubungan yang emosional secara baik. Hubungan yang terdapat dalam kelompok ini lebih bersifat fungsional, artinya ialah orang bukan dilihat dari segi “siapanya” melainkan ialah lebih dilihat dari segi “apa kegunaannya” bagi pencapaian suatu tujuan kelompok tersebut.


Tujuan berkelompok ialah untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga para anggota kelompok lebih berperan ialah sebagai sarana bukan sebagai tujuan.

Hubungan didalam kelompok sekunder ini bersifat formal, impersonal, parsial, dan juga dilandaskan pada kemanfaatan pada kelompok semata.


Contoh kelompok sekunder adalah :

  1. organisasi buruh, 
  2. universitas,
  3. sekolah,
Perbandingan Kelompok
Perbandingan Kelompok

Dengan berdasarkan cara pandang seseorang terhadap suatu kelompok itu  berbagai yang melingkupi hidupnya, kelompok tersebut dibedakan antara lain menjadi :

  • In-group
    Semua kelompok yang mana seseorang itu merasa menjadi anggotanya dan juga mengharapkan suatu pengakuan, kesetiaan, dan juga pertolongan.
  • Out-group
    Semua kelompok yang mana seseorang itu merasa bukan sebagai anggotanya dan juga mungkin akan menunjukkan suatu permusuhan, kompetisi damai, atau juga sekedar merasa berbeda.

In-group dan juga out-group tersebut terpisahkan didalam hubungan permusuhan. Individu pada anggota in-group tersebut menyebut kelompok atau dirinya sebagai  “kami”, dan juga menyebut individu para anggota out-group ialah sebagai “mereka”. Permusuhan dalam in group dan juga out group tersebut cenderung bersuasana kultural (budaya). Misalnya ialah ,antara pendatang dengan penduduk asli, antar geng (komunitas tertentu), sampai permusuhan yang berdasarkan pada suatu SARA.

Baca Juga : Pengertian Sosiologi Terlengkap


Fungsi Kelompok

Fungsi kelompok dibagi 5, yaitu:

  1. Menjalin hubungan sosial antar anggota dan kelompok. Bagaimana individu dalam suatu kelompok bisa berhubungan social tanpa komunikasi atau sejauh mana suatu kelompok dapat memelihara hubungan social diantara anggota dengan anggota atau pun anggota dengan kelompok.
  2. Fungsi pendidikan atau adukasi. Hal ini berkaitan dengan pertukaran informasi anatar anggota. Melalui fungsi ini kebutuhan anggota akan informasi baru dapat terpenuhi. Dan secara tidak langsung kemampuan para anggota dibidangnya masing-masing dapat embawa pengetahuan baru atau justru membawa keuntungan untuk para anggota lainnya ataupun bagi kelompok.
  3. Kemampuan persuasi. Fungsi ini sebelumnya dapat menguntungkan atau merugikan pihak yang mem-persuasi. Misalnya, seorang anggota yang berusaha mem-persuasi anggota kelompok lainnya untuk tidak atau melakuakan sesuatu. Jika ia mem-persuasi suatu yang sejalan dengan kelompok, maka ia akan diterima dan menciptakan iklim yang positif di dalam kelompok, tapi sebaliknya jika ia mem-persuasi suatu yang bertentangan dengan kelompok, maka akan berpotensi menciptakan konflik dan perpecahan di dalam kelompok.
  4. Masalah problem solving. Hal ini berkaitan erat dengan jalan-jalan alternative dari para anggota kelompok untuk memecahkan masalah. Keuntungan problem solving dalam kelompok, salah satunya adalah. Banyak orang = banyak masukan atau pendapat Berkaitan dengan fungsi no.2. Latar belakang pendidikan yang berbeda memungkinkan pemasukan jalan alternative dari banyak sudut pandang, sehingga akan lebih bijaksana dalam pengambilan suatu keputusan.
  5. Sebagai terapi. Pasti kalian pernah mendengar soal terapi kelompok bukan? Tapi memang fungsi yang kelima ini agak berbeda dengan fungsi-fungsi sebelumnya, karena dalam fungsi kelima ini lebih terfokus pada membantu diri sendiri, bukan membantu kelompok. Disini para individu yang memiliki masalah yang sama dikumpulkan, dan mereka diminta untuk saling terbuka dalam mengungkapkan diri mereka ataupun masalah mereka. Dalam kelompok ini juga tetap membutuhkan pemimpin sebagai pengatur atau penengah jika terjadi konflik atau perbedaan pendapat.

Alasan untuk berkelompok

Individu-individu yang bergabung kedalam Kelompok pada dasarnya memiliki tujuan dan dalil masing-masing. Berikut ini ialah beberapa destinasi ataupun dalil seseorang bergabung menjadi anggota kelompok.

  • Keamanan (Security)
    Seseorang yang bergabung kedalam kumpulan merasa lebih aman sebab tidak sendirian dalam menghadapi masalah ataupun ancaman. Orang itu akan merasa lebih percaya diri dan lebih kuat.
  • Status
    Adanya pernyataan dari masyarakat andai bergabung dengan kumpulan tertentu yang mempunyai reputasi baik di mata masyarakat. Status mereka bakal meningkat di masyarakat.
  • Harga Diri (Self Esteem)
    Merasa dihargai andai diterima sebagai anggota kumpulan terutama pada kelompok-kelompok yang bergengsi tinggi.
  • Afiliasi (Affiliation)
    Berafiliasi dengan Kelompok bisa memenuhi keperluan seseorang bakal persahabatan dan hubungan sosial.
  • Power (Kekuatan)
    Sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh sendiri bisa dengan mudah dijangkau berkat kekuatan kumpulan dan pun kekuatan untuk mengayomi diri dari permintaan-permintaan yang tidak lumrah atau permintaan yang tidak masuk akal.
  • Goal Achievement (Pencapaian Tujuan)