Pengertian Rasionalitas – Jenis, Aksioma, Konsep, Ekonomi, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Rasionalitas – Jenis, Aksioma, Konsep, Ekonomi, Contoh, Para Ahli : Rasionalitas merupakan konsep normatif yang mengacu pada kesesuaian keyakinan seseorang dengan seseorang alasan untuk percaya, atau tindakan seseorang dengan alasan seseorang untuk bertindak. Namun, istilah “rasionalitas” cenderung digunakan secara berbeda dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk diskusi spesifik ekonomi, sosiologi, psikologi, biologi evolusioner dan ilmu politik.


Pengertian Rasionalitas Menurut Para Ahli

Pengertian Rasionalitas

Sebuah keputusan yang rasional adalah salah satu yang tidak hanya beralasan, tetapi juga dioptimalkan untuk mencapai suatu tujuan atau memecahkan masalah. Menentukan optimal untuk perilaku rasional membutuhkan formulasi diukur dari masalah, dan membuat beberapa asumsi utama.


Ketika tujuan atau masalah melibatkan membuat keputusan, faktor rasionalitas dalam berapa banyak informasi yang tersedia (misalnya lengkap atau pengetahuan yang tidak lengkap).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Pasar Oligopali Beserta Contohnya Lengkap. 


Secara kolektif, perumusan dan latar belakang asumsi model rasionalitas mana yang berlaku. Menggambarkan relativitas rasionalitas: jika seseorang menerima model optimal yang menguntungkan diri mereka sendiri, maka rasionalitas disamakan dengan perilaku egois untuk titik yang egois,


sedangkan jika seseorang menerima model menguntungkan optimal, maka perilaku murni egois tidak rasional. Oleh karena itu sarana untuk menegaskan rasionalitas tanpa juga menentukan asumsi dari model yang menggambarkan bagaimana latar belakang masalah dibingkai dan dirumuskan.


Rasionalitas Secara Umum

Rasionalitas adalah anggapan yang memungkinkan kita untuk membuat pilihan-pilihan berdasarkan standard-standard logis, dan tidak akan secara sengaja membuat keputusan yang akan menjadikan mereka lebih buruk. Standard-standard tersebut atau aksioma-aksioma tersebut penyederhanaan dari komplekstisitas dan nilai-nilai.


Pengertian Rasionalitas Menurut Para Ahli

Menurut John Dewey, proses rasinalitas manusia sebagai berikut:

  • Ide-ide yang diuraikan dalam larutan rasional melalui pembentukan implikasi mengumpulkan bukti (data).
  • Memperkuat bukti tentang ide-ide ini dan menyimpulkan melalui kesaksian atau percobaan.

  • Yang timbul dari solusi yang mungkin dalam bentuk spekulatif, hipotesis, inferensi atau teori.
  • Timbul rasa keras, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit untuk mengetahui sifat, atau dalam menjelaskan hal-hal yang muncul tiba-tiba.
  • Kemudian arti dari definisi yang diberikan dalam bentuk masalah yang sulit.

Jenis – Jenis Rasionalitas

Berikut Ini Merupakan Jenis – Jenis Rasionalitas.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Dan Jenis-Jenis Pasar Monopoli Beserta Contohnya Lengkap.


Self Interest Rationality (Rasionalitas Kepentingan Pribadi)

Prinsip pertama dalam ilmu ekonomi menurut Edgeworth, bahwa setiap pihak digerakkan hanya oleh (self interest) seorang individu. Hal ini mungkin saja benar pada masa-masa Edgeworth, tapi salah satu pencapaian dari teori utilitas modern adalah pembebasan ilmu ekonomi dari prinsip pertama yang meragukan tersebut.


Pengertian kepentingan pribadi disini tidak harus selalu diartikan dengan penumpukan kekayaan dan harta oleh seseorang. Dimana kepentingan pribadi yang di asumsikan disini ialah setiap individu akan selalu berupaya mengejar berbagai tujuan dalam hidup ini, dan tidak hanya memperbanyak kekayan secara moneter.


Present Aim Rationality (Rasionalitas Berdasarkan Tujuan yang Ingin Dicapai Saat Ini)

Teori kepuasan modern yang aksiomatis tidak berasumsi bahwa manusia selalu bersikap mementingkan dirinya sendiri. Teori ini berasumsi bahwa manusia selalu menyesuaikan preferensinya sepanjang waktu dengan sejumlah prinsip.


Secara jelasnya dikatakan bahwa preferensi yang diambil haruslah konsisten. Penyesuaian terhadap prinsip ini tanpa harus menjadi hanya mementingkan diri sendiri (Self Interest) sehingga setiap waktu mungkin preferensi individu tersebut dapat berubah sesuai dengan kebutuhan yang ingin dicapainya.


Contoh Tindakan Rasional

Contoh dari tindakan rasional antara lain seperti:


  • Seseorang akan lebih berhati hati pada malam hari
  • Seseorang diberi hadiah karena sudah menolong orang lain
  • Seorang penjahat diadili karena kejahatannya
  • Seseorang tidak mempercayai hal – hal yang belum dilihatnya
  • Seseorang harus menabung agar menjadi orang kaya

Aksioma – Aksioma Pilihan Rasional

Berikut Ini Merupakan Aksioma – Aksioma Pilihan Rasional. Dalam konsumsi, setiap individu mempunyai keinginan-keinginan, namun keinginan tersebut juga dibatasi oleh kemampuannya dalam memenuhinya. Sebelum lebih jauh membahasnya, dalam menentukan pilihan rasional individu, ada beberapa aksioma yang dikembangkan. Terdapat tiga sifat dasar :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna Beserta Contohnya Lengkap.


Kelengkapan ( Completness )

 Jika seseorang di hadapkan pada dua situasi, A dan B, maka ia dapat selalu  menentukan secara pasti salah satu dari tiga kemungkinan berikut ini :


  • A lebih disukai daripada B
  • B lebih disukai daripada A
  • A dan B keduanya sama – sama disukai.

Diasumsikan seseorang dapat mengambil keputusan secara konsekuen dan mengerti/ memahami akibat dari keputusan tersebut, asumsi juga mengarah pada kemungkinan bahwa seseorang lebih menyukai salah satu dari A dan B.


Transitivitas ( Transitivity )

Jika bagi seseorang “A lebih disukai daripada B’’ dan “B lebih disukai daripada C’’, maka baginya “A harus lebih disukai daripada C’’. Asumsi ini menyatakan bahwa pilihan individu bersifat konsisten secara internal.


Kontinuitas ( Continuity )

 Jika bagi seseorang “A lebih disukai daripada B’’, maka situasi-situasi yang secara cocok “ mendekati A’’, harus juga lebih disukai daripada B.


 Dari aksioma-aksioma dan asumsi diatas dapat dianalisa bagaimana individu dapat membuat tingkatan dari berbagai situasi pilihan atau secara singkat hal tersebut dinyatakan sebagai utilty (nilai guna).


Dalam Islam, ada nilai-nilai yang harus diperhatikan yaitu halal atau haram suatu barang, serta berkah tidaknya barang yang akan dikonsumsi sehingga jika individu dihadapkan pada dua pilihan A dan B maka seorang muslim (orang yang mempunyai prinsip keislaman) akan memilih barang yang mempunyai tingkat kehalalan dan keberkahan yang lebih tinggi, walaupun barang yang lainnya secara fisik lebih disukai.


Rationality

Perluasan Konsep Rasionalitas

Pendapat tentang self interest rationality yang di perkenalkn oleh Edgeworth ialah konsep yang lebih baik dalam artian kita berasumsi bahwa individu mengejar banyak tujuan, bukan hanya memperbanyak kekayaan secara moneter.


Namun konsep ini terlalu longgar sehingga tindakan apapun dari seseorang dapat dijustifikasi sebagai rasional karena seseorang tersebut menyatakan bahwa tindakannya didorong oleh self interestnya.

Pendapat bahwa teori modern tentang kepuasan rasional tidak di sepakati secara menyeluruh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pasar Bebas : Pengertian, Fungsi, Ciri, Dan Kelebihan & Kekurangan Beserta Dampaknya Lengkap


 Dalam ilmu islam terdapat dua cara untuk mendistribusikan pendapatan yaitu zakat (sifatnya wajib) dan infaq ( sifatnya sukarela). Dalam kebanyakan kasus sektor sukarela tidak dapat secara mutlak dijelaskan bahwa tindakan sukarela ini memenuhi persyaratan transivitas.


Jika pekerjaan dengan gaji Rp 10 juta lebih disukai daripada pekerjaan dengan gaji Rp 5 juta; dan pekerjaan dengan gaji Rp 5 juta lebih disukai daripada pekerjaan dengan gaji Rp 2 juta.


Apakah masuk akal jika pekerjaan dengan gaji Rp 2 juta lebih disukai daripada pekerjaan dengan gaji Rp 10 juta ? menurut aksioma transivitas hal ini dianggap tidak masuk akal irasional karena tidak konsistent. Namun bila dikaitkan dengan sektor sukarela hal-hal yang sepertinya irasional seperti ini dapat dijelaskan sebagai suatu hal yang rasional.


Rasionalitas Ekonomi

Model Rasionalitas ekonomi melihat seorang atau kelompok pengambil keputusan dalam pembuatan kebijakan menimbang besarnya biaya yang di keluarkan dengan manfaat yang di dapatkan sebagai efisiensi dari penggunaan sumbar daya yang dimiliki. Semakin besar manfaat kebijakan, dan semakin sedikit biaya, semakin besar kemungkinan kebijakan akan dipilih. Pembuat kebijakan melakukan hal sebagai berikut :


  1. Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.

  2. Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kepentingannya

  3. Berbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
  4. Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap altenatif Yang diPilih diteliti.

  5. Setiap alternatif dan masing-masing akibat yang menyertainya,
    dapat diperbandingkan dengan alternatif-altenatif lainnya.
  6. Pembuat keputusan akan memilih alternatif’ dan akibat-akibatnya yang dapat memaksimasi tercapainya tujuan, nilai atau Sasaran yang telah digariskan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pasar Modal : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Dan Jenis Beserta Manfaatnya Secara Lengkap