Pengertian Rancangan Penelitian

Diposting pada

Dalam penelitian pasti ada metode-metode yang dilakukan agar penelitian dapat memperoleh sebuah hasil yang di harapkan. Dibawah ini adalah pengertian tentang rancangan penelitian menurut para ahli yang bisa kita jadikan sebuah referensi atau cara agar penelitian menjadi lebih baik.

Rancangan-Penelitian

Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah proses pengumpulan dan analisis data penelitian. Ini berarti bahwa penelitian ini meliputi perencanaan dan melakukan penelitian. Untuk rancangan perencanaan diawali dengan observasi dan evaluasi penelitian yang telah dilakukan dan telah dikenal, sampai pembentukan kerangka diperlukan bukti lebih lanjut.


Dalam Implementasi rancangan penelitian termasuk juga membuat eksperimen atau pengamatan, dan juga memilih variabel pengukuran, teknik dan prosedur, pengumpulan data, instrumen, analisis data telah mengumpulkan sampel, dan pelaporan hasil penelitian.


Menurut pengertian diatas, tujuan dari desain penelitian ini adalah untuk memberikan rencana untuk menjawab pertanyaan penelitian.


Pengertian Rancangan Penelitian Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian rancangan penelitian yang secara teoritis di ungkapkan menurut para ahli, sbb:

  • Kerlinger (1986: 17-18)– Penelitian merupakan investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari hubungan tertentu tentang proposisihipotesis antarfenomena.
  • Parson– Mengatakan bahwa penelitian merupakan mencari segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencarian dilakukan pada masalah yang dapat diselesaikan dengan penelitian.
  • Hill Way– Diuraikan dalam sebuah buku Introduction to Research mendefinisikan bahwa penelitian metode atau berarti penelitian secara mendalam dan bijaksana dari semua bentuk fakta yang dapat dipercaya pada sebuah masalah tertentu untuk membuat pemecahan masalah ini.
  • Woody- Mengungkapkan bahwa penelitian ini merupakan  metode berpikir kritis. Penelitian ini meliputi penyediaan definisi dan redefinisi sebuah masalah, mengartikan pengujian atau hipotesis sangat hati-hati untuk kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.
  • Jhon– Penelitian merupakan fakta objektif dengan metode yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta-fakta tertentu dan menghasilkan undang-undang/hukum tertentu.
  • Donald Ary– Penelitian merupakan sebuah penerapan dalam pendekatan ilmiah untuk masalah pertimbangan dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Soetrisno Hadi– Sebuah penelitian adalah usaha untuk menemukan apa pun untuk mengisi kekosongan atau cacat, menggali lebih dalam apa yang sudah ada, mengembangkan dan memperluas, dan menguji kebenaran dari apa yang sudah ada, tapi masih diragukan.
  • Sanapiah Faisal– Penelitian merupakan kegiatan dalam mempelajari masalah dengan menggunakan metode ilmiah cara yang teratur dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru bahwa kebenaran yang dapat diandalkan tentang dunia alam dan dunia sosial.
  • Soerjono Soekanto– Mengungkapkan bahwa penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan dengan sistematis, metodologis dan konsisten dan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi dari suatu keinginan manusia untuk dapat mengetahui apa yang di hadapi.

Tujuan Ilmu Pengetahuan metode ilmiah

  1. EKSPLORASI
  2. PREDIKSI
  3. EKSPLANASI
  4. KONTROL

Proses Rancangan Penelitian

Dalam pengertian yang lebih luas, rancangan penelitian mencakup proses-proses berikut.

  • Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian.
  • Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya.
  • Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, lingkup (scope) penelitian, dan hipotesa untuk diuji.
  • Membangun penyelidikan atau percobaan.
  • Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel.
  • Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan.
  • Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data.
  • Membuat coding serta mengadakan editing dan prosesing data.
  • Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik.
  • Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran dan kerja penelitian yang akan datang.

Dari proses di atas, jelas terlihat bahwa proses tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Perencanaan penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah sampai dengan perumusan hipotesa serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada.
  2. Pelaksanaan penelitian atau proses operasional penelitian. Proses selebihnya merupakan tahap operasional dari penelitian.

Unsur-unsur Rancangan Penelitian

  1. Tujuan penelitian
  2. Jenis penelitian
  3. Unit analisis
  4. Rentang waktu
  5. Tempat penelitian dilakukan
  6. Teknik pengambilan sampel
  7. Teknik pengumpulan data
  8. Definisi operasional
  9. Pengukuran
  10. Teknik analisis data
  11. Instrumen pencarian data

Komponen Rancangan Penelitian

Menurut Sukardi (2003:69-73) Secara umum rencana penelitian mempunyai beberapa komponen penting, diantaranya :


  • Halaman judul

Halaman judul terletak paling pertama dalam laporan penelitian. Pada halaman ini berbeda dengan halaman-halaman selanjutnya sebab, tulisannya lebih tebal dan dengan huruf yang besar. Selain itu, halaman judul berisi judul permasalahan yang akan kita teliti, nama peneliti, logo lembaga (jika penelitian dilakukan dibawah naungan suatu lembaga atau organisasi saperti universitas) dan yang paling terakhir adalah nama dari lembaga itu sendiri. Judul penelitian yang ditulis bersifat mewakili masalah yang membutuhkan pemecahan dan solusi, harus singkat, padat dan jelas.( Sukardi:2003:70)


  • Pengantar

halaman ini merupakan halaman untuk si peneliti sebab disinilah peneliti memperkenalkan secara sederhana masalah yang hendak di teliti. Pada halaman ini pula peneliti menyampaikan ucapan-ucapan terimah kasih kepada rekan-rekan yang turut membantu proses penelitian, kepada pimpinan dan orang-oarng  yang menjadi inspirasi terlaksananya kegiatan penelitian. Seringkali peneliti menuliskan sebuah kalimat yang menjadi prinsipnya dalam mencari solusi atas permasalahan.(Sukardi : 71)


  • Pendahuluan

Bagian – bagian di dalam bab pendahuluan adalah : latar belakang yaitu peneliti memberikan pemahaman kepada pembaca tentang kejadian-kejadian yang sangat berhubungann dengan permasalahan yang ingin diteliti serta apa yang menjadi dasar penelitian tersebut dilaksanakan dan perlu untuk dilakukannya penelitian. Identifiksi permsalahan yaitu permasalahan yang mungkin saja ada dalam kasus penelitian yang mempunyai hubungan dengan masalah pokoknya namun dalam menentukan masalah peneliti hrus mempertimbangkan kelayakannya, peneliti hanya mengambil masalah yang sangat erat kaitannya dengan penelitian. Rumusan masalah yaitu untuk memudahkan peneliti memperoleh informasi-informasi yang ilmiah sehingga dalam menemukan jawabannya juga akan mudah dan tepat. Tujuan yaitu apa yang diinginkan peneliti terhadap permasalahan itu sebenarnya sehingga dilakukan penelitian dan Manfaat penelitian yaitu hasil dari penelitian tersebut berdampak positif kepada diri sendiri sebagai peneliti teritama masyarakat .  ( Sukardi:2003:70)


  • Kajian pustaka

Menurut Setyosari (2010:84) .kajian pustaka yaitu bahan- bahan bacaan yang pernah dibaca oleh peneliti dan menpunyai kaitan dengan apa yang akan diteliti dan membantu peneliti untuk lebih memahami masalah yang dihadapi. Pada kajian pustaka peneliti mengajukan kerangka berpikir, hipotesis, arah metode yang dikehendaki.


  • Metodologi

Menurut sukardi (2003:71) Pada metodologi terdapat sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian sehingga subjek yang akan diteliti dapat dipahami Disini juga peneliti memaparkan metode penelitian yang diterapkan dalam mengatasi permasalahan yang menjadi bahan penelitiannya.


  • Jadwal penelitian

Komponen ini merupakan penjelasan tenggang waktu yang dugunakan peneliti. Penentuan jadwal menjadi sebuah target yang waktu yang akan diselesaikan dalam melaksanakan penelitian. Agar setiap kegiatan dapat diperhitungkan semakin singkat waktu penelitian maka semakin sedikit pula biaya yang dikeliarkan.(Sukardi:2003:71)


  • Rencana anggaran/estimasi biaya (jika diperlukan)

Dalam melakukan penelitian pelaku memerlukan biya yang bervariasi, tergantung tempat dan waktu penelitian. Semakin jauh tempat tempat mengumpulkan data maka akan memerlukan waktu yang sangat lama dan semakin banyak pula biaya yang diperlukan.


Tahap-Tahap Rancangan Penelitian

Sebagaimana telah disinggung di atas, rancangan penelitian secara garis besar terdiri dari rancangan dalam merencanakan penelitian dan rancangan dalam pelaksanaan penelitian.


  1. Rancangan dalam Merencanakan Penelitian

Dalam merencanakan penelitian, rancangan dimulai dengan mengadakan penyelidikan dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, dalam memecahkan masalah. Dari penyelidikan itu, akan terjawab bagaimana hipotesa dirumuskan dan diuji dengan data yang diperoleh untuk memecahkan suatu masalah. Dari sini pula dapat dicari beberapa petunjuk tentang rancangan yang akan dibuat untuk penelitian yang akan dikembangkan. Pemilihan rancangan biasanya dimulai ketika seseorang peneliti sudah mulai merumuskan hipotesis-hipotesisnya.


Tetapi aspek yang paling penting adalah berkenaan dengan apakah suatu hipotesis yang khas diterjemahkan ke dalam fenomena-fenomena yang diamati dan apakah metode penelitian yang akan dipilih akan dapat menjamin diperolehnya data yang diperlukan untuk menguji hipotesis tersebut. Sampai pada taraf ini, peneliti dihadapkan kepada pilihan metode yang akan digunakan dalam penelitian. Apakah akan digunakan metode survei, metode eksperimen ataukah metode kualitatif yang tidak berstruktur. Juga telah dapat dipertimbangkan apakah dengan biaya yang tersedia serta jumlah serta keterampilan dari orang-orang yang akan dilibatkan dalam penelitian sudah cukup tersedia untuk melaksanakan penelitian.


Desain untuk penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat membuat kesimpulan. Rancangan atau desain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis. Tiap langkah dari desain perencanaan penelitian memerlukan pengambilan keputusan yang tepat oleh si peneliti. Keputusan yang diambil harus merupakan kompromi antara penggunaan metode ilmiah yang sangat sukar dan kondisi sumber yang tersedia. Kompromi-kompromi ini dapat menghasilkan rencana penelitian yang cocok dengan masyarakat ilmiah setempat serta taraf pengembangan ilmu itu sendiri.


  1. Rancangan dalam Pelaksanaan Penelitian

Rancangan atau desain pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat atau teknik pengumpul data, kemudian membuat coding, editing, dan memproses data yang dikumpulkan. Dalam pelaksanaan penelitian termasuk juga proses analisis data serta membuat pelaporan. Suchman (1967), desain dalam pelaksanaan penelitian, meliputi:


  • Desain Sampel

Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian sangat bergantung dari pandangan efisiensi. Dalam desain sampel ini termasuk:

  1. mendefinisikan populasi
  2. menentukan besarnya sampel, dan
  3. menentukan sampel yang refresentatif

Definisi dari sampling sangat bergantung dari hipotesa. Dalam menentukan besar sampel, pemilihannya perlu dihubungkan dengan tujuan penelitian serta banyaknya variabel yang akan dikumpulkan.


Dalam merencanakan desain dari sampling diperlukan teknik-teknik untuk memperoleh samping yang refresentatif. Memang terdapat perbedaan apakah sampling yang diambil harus probability sampling, atau judgemental sampling, tetapi perbedaan di atas baru perlu dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan kesimpulan yang akan diambil serta inferensi statistik yang akan dibuat. Kombinasi dari kedua teknik sampling di atas dapat juga dilaksanakan. Jika metode penelitian yang dipilih adalah metode eksperimental, maka dalam masalah desain sampling, penekanan lebih diarahkan kepada pemilihan desain percobaan yang cocok. Dalam pemilihan desain percobaan ini, peneliti selalu dituntun oleh derajat akurasi yang diminimasikan. Kondisi homogenitas dari media percobaan mana yang lebih baik dan lebih efisien untuk digunakan.


  • Desain Alat (Instrumen)

Yang dimaksud dengan alat di sini adalah alat untuk mengumpulkan data. Walau metode penelitian apa saja yang digunakan, masalah desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan sekali dalam pengujian hipotesis. Alat yang digunakan dapat saja sangat berstruktur (seperti check list dari questioner atau schedule), kurang berstruktur seperti interview guide ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung. Pemilihan alat harus dievaluasikan sebaik mungkin sehingga alat tersebut relevan dengan informasi yang diinginkan untuk memperoleh data yang cukup reliabel.


Kecuali dalam penelitian eksperimen, maka alat yang digunakan dalam penelitian sosial sukar menjamin terdapatnya validitas mutlak dari observasi data. Satu alat bisa saja untuk satu kegunaan, tetapi menjadi tidak valid untuk tujuan yang lain. Secara umum desain dari alat haruslah diujicobakan sebelum digunakan untuk dapat menjamin efisiensi dalam pengumpulan keterangan-keterangan (data) yang diperlukan untuk menguji hipotesa.


  • Desain Analisa

Secara ideal, desain analisa sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum pengumpulan data dimulai. Jika desain dalam memformulasikan hipotesa sudah cukup baik, maka desain analisa secara paralel dapat dikembangkan dari desain merumuskan hipotesa tersebut. Hipotesa tersebut dianggap baik jika ia konsisten dengan analisa yang akan dibuat. Dalam desain hipotesa, juga harus sudah dispesifikasikan hubungan-hubungan dasar yang akan dianalisa. Dalam analisa hubungan-hubungan antara variabel bebas dan variabel dependen, maka variabel lain yang mempengaruhi kedua variabel di atas perlu juga dianalisa.


Hipotesa merupakan titik tolak analisa, tetapi pemikiran imaginatif serta pikiran-pikiran asli akan muncul dalam analisa dan disesuaikan dengan data yang tersedia. Dalam analisa, peneliti akan menocokkan data dengan hipotesa, menambah yang kurang atau mengurangi yang lebih. Walaupun demikian, gambaran akhir yang dihasilkan oleh analisa harus menyerupai gambaran yang dirumuskan dalam hipotesa. Dalam desain analisa, maka diperlukan sekali alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa.


Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya. Penggunaan statistik sebagai alat analisa telah sangat berkembang, tetapi dalam analisa yang dilakukan, jangan dilupakan asumsi-asumsi dasar yang dijelaskan dalam penggunaan statistik tersebut, serta ke arah mana inferensi tersebut akan dibuat.


Jenis Rancangan Penelitian

Dikembangkan sesuai dengan karakteristik penelitian  dan jenis dari penelitian yang telah dilakukan.


  • Penelitian deskriptif

Unruk menjelaskan kejadian / situasi seperti itu adalah cara untuk memeriksa secara teratur dan mengutamakan objektivitas, dan tidak adanya pengobatan adalah untuk mengendalikan dan tidak adanya pengujian hipotesis.


  • Penelitian explanatory

Menjelaskan peristiwa, hubungan dan variabel pebedaan belajar, penelitian korelasional, pengembangan, perbandingan adalah contoh penelitian penjelasan.


Contoh tentang perbedaan ekspermental dan eksplanasi:

contoh
contoh

  • Penelitian prediktif

Untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan hasil analisis kondisi saat ini. Dan dapat dilakukan melalui studi kecenderungan untuk melihat kecenderungan perkembangan subjek dalam jangka waktu tertentu.


Contoh Rancangan Penelitian

Berikut ini adalah contoh rancangan penelitian, sebagai berikut:


1. Desain Penelitian Deskrptif

Misalnya sebuah sekolah yang hendak mengevaluasi sikap guru tentang pemakaian teknologi di kelas. Dengan mengerjakan survei dan meneliti kenyamanan mereka memakai teknologi melewati metode observasi.


Ada pula sejumlah contoh permasalahn yang mengarah pada desain riset deskriptif misalnya:

  1. Peneliti pasar yang hendak mengamati kelaziman konsumen
  2. Perusahaan yang hendak mengevaluasi moral stafnya
  3. Distrik sekolah yang hendak memahami apakah murid akan mengakses latihan online daripada kitab teks.

2. Desain Penelitian Eksperimental

Misalnya, peneliti hendak mengetahui efektifitas pemakaian alarm cerutu di ruang publik untuk meminimalisir konsumsi rokok warga di ruang publik.


Beberapa ruang publik dipasang alam cerutu dan sejumlah yang beda dengan ciri khas sama tidak dipasangi alarm rokok. Eksperimen ini akan mengindikasikan hasil seberapa efektif alarm cerutu dapat meminimalisir konsumsi cerutu di ruang publik.


3. Desain Penelitian Korelasional

Misalnya pertimbangkan secara hipotesis penelitian, seorang peneliti sedang mempelajari korelasi antara kanker dan pernikahan. Dalam riset ini, terdapat dua variabel: kanker dan pernikahan. Katakanlah perkawinan mempunyai korelasi negatif dengan kanker. Ini berarti bahwa orang yang menikah memiliki bisa jadi lebih kecil untuk terpapar kanker.


Namun, ini tidak berarti bahwa pernikahan secara langsung menghindari kanker. Dalam riset korelasional, tidak mungkin memutuskan fakta, apa yang mengakibatkan apa.


4. Desain Penelitian Diagnostik

Misalnya penelitian kumpulan yang berfokus pada pengembangan dan penyelidikan metode guna mengevaluasi tes medis dalam perawatan kesehatan, termasuk riset primer dan sekunder.


5. Desain Penelitian Eksplorasi

Misalnya suatu perusahaan periklanan mendapat akun guna kopi baru yang berisi chicory, perusahaan mengawali proses investigasi dengan riset eksplorasi guna mengidentifikasi situasi.


Para peneliti mengejar bahwa nyaris tidak terdapat yang pernah mendengar mengenai chicory. Itu tidak digunakan, dan kelihatannya tidak terdapat yang tahu bagaimana menggunakannya. Ini menghasilkan hipotesis bahwa iklan dapat mencerminkan bahan chicory dengan teknik apa juga yang diharapkan pelanggan.


Daftar Pustaka:

  • Anggoro,Toha M.2007.Metode Penelitian.Jakarta:Universits Terbuka
  • Emzir.2007.Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif Dan Kualitatif.Jakarta:Rajawali Pers
  • Margono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
  • Narbuko, Cholid, Abu Ahmad.2012. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
  • Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan. Malang: Kencana Prenada Media Group
  • Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
  • Tahir, Muh. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Makassar: Unismuh