Pengertian Akar, Jenis, Ciri dan Fungsi

Diposting pada

Pengertian-Akar-Jenis-Sifat-dan-Fungsi

Pengertian Akar

Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang ada di dalam tanah sebagai tempat masuknya air dan mineral dari tanah menuju seluruh bagian tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk melekatkan dan menopang tubuh agar kokoh. Pada beberapa tumbuhan, akar juga menjadi tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya pada ketela pohon.


Pada tumbuhan tingkat tinggi sistem perakaran dapat dibedakan menjadi dua, yakni akar serabut dan akar tunggang. Sistem akar serabut terdapat pada golongan tumbuhan tanaman monokotil, seperti padi, jagung dan bambu. Sistem akar tunggang terdapat pada kelompok tumbuhan dikotil, seperti mangga, jambu dan pepaya. Akar berasal dari calon akar yang terdapat pada embrio atau lembaga dari biji. Calon akar yang tumbuh menjadi akar disebut akar primer, sedangkan pertumbuhan akar akibat aktifitas kambium akan mebentuk akar sekunder.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Morfologi Pada Akar Tumbuhan Dalam Biologi


Fungsi dan Sifat Akar

Fungsi Akar

Apakah akar itu?Akar adalah organ tumbuhan. Dan mengapa aka ritu penting?Karena akar memiliki fungsi yang penting bagi tumbuhan, yaitu, sebagai berikut.

Adapun fungsi akar adalah:

  1. Untuk mmelekatkan tumbuhan pada media (tanah) karena akar memiliki kemampuan untukn menerobos lapisan tanah.
  2. Menyerap garam, mineral, dan air, melalui bulu-bulu akar, air masuk ke dalam tubuh tumbuhan.
  3. Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, contohnya: pada ubi, kentang, wortel, dan lain-lain.
  4. Pada tanaman tertentu seperti bakau berperan untuk pernafasan.
  5. Memperkokoh tegaknya tanaman
  6. Alat respirasi
  7. Alat perkembangbiakan vegetatif
  8. Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.

Sifat Akar

Akar mempunyai sifat yaitu adalah salah satu bagian tumbuhan yang posisinya di dalam tanah yang bisa terus menerus tumbuh. Arah gerak pertumbuhan akar dipengaruhi oleh sebuah gravitasi (geotropi) atau oleh air (hidrotropi). Akar bisa tumbuh menembus tanah karena mempunyai yang ujungnya berbentuk runcing. Pada suatu akar tidak terlihat buku-buku yang membentuk sebuah ruas-ruas. Akar pada umumnya yang berwarna pucat dan tidak berklorofil yang sehingga tidak bisa melakukan fotosintesis.


Adapun sifat akar adalah:

  1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh p[usat bumi (geotrop) atau menuju ke air(hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya.
  2. Tidak berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukumg daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
  3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
  4. Tumbuh terus pada ujungnya.
  5. Bentuk ujungnya sering kali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian akar – Bagian, Sifat, Struktur, Macam, Proses, Primer, Sekunder


Struktur Akar

Struktur pada akar dapat di bagi menjadi beberapa macam:

Struktur Akar

  • Leher akar atau pangkal akar (collum), yaitu bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.

  • Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengatakan pertumbuhan.


  • Batang akar (corpus radicis), bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya.


  • Cabang-cabang akar (radix lateralis), yaitu bagian-bagian akar yang tak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok. Dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi.


  • Serabut akar (fibrilla radicalis), cabang-cabang akar yang halus-halus dan berbentuk serabut.


  • Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis) yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh sebab itu dinamakan rambut akar atau bulu akar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini bidang penyerapan akar menjadi amat diperluas, sehingga lebih banyak air dan zat-zat makanan yang dapat dihisap.


  • Tudung akar (calyptras),yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengetian Dan Perbedaan Monosakarida Disakarida dan Polisakarida


Anatomi Akar

Anatomi Jaringan penyusun akar terdiri dari empat lapisan:

  1. Epidermis (lapisan luar/kulit luar)
  2. Korteks (lapisan pertama/kulit pertama)
  3. Endodermis (lapisan antara korteks dan stele)
  4. Stele (silinder pusat yaitu lapisan tengah akar)

Anatomi Akar

Penjelasan Anatomi jaringan penyusun dapat dilihat di bawah ini :

  1. Epidermis
    Epidermis merupakan lapisan terluar akar dan hanya terdiri dari selapis sel yang tersusun dari sel-sel yang rapat satu sama lain tanpa ruang antarsel dan berdinding tipis. Dalam hubungannya dengan proses penyerapan air, epidermis bersifat semipermiabel mudah ditembus air. Sesuai dengan fungsinya sebagai pelindung jaringan di bawahnya, epidermis mengalami penebalan sehingga strukturnya menjadi lebih kuat. Pada permukaan epidemis tumbuh bulu-bulu akar yang merupakan tonjolan epidermis dan berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara yang diperlukan.

  2. Korteks
    Korteks merupakan lapisan kulit pertama di sebelah dalam epidermis terdiri dari banyak sel dan mempunyai dinding sel yang tipis. Di dalamnya terdapat ruang-ruang antar sel sebagai tempat penyimpanan udara dan pertukaran gas. Korteks mengililingi silider pusat dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan-jaringan yang terdapat pada korteks antara lain : parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.


  3. Endodermis
    Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersususn rapat tanpa ruang antar sel, dinding selnya mengalami penebalan gabus. deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. penebalan gabus ini tidak dapat ditembus air sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah yang jelas antara korteks dan stele.


  4. Stele (Silinder Pusat)
    Silinder pusat merupakan lapisan yang terletak di tengah akar di sebelah dalam endodermis. Di dalamnya terdapat pembuluh kayu (xylem) dan pembuluh tapis (floem) yang sangat berperan dalam proses pengangkutan air dan mineral. Xilem mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, sedangkan floem mengangkut hasil-hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan. Di samping sebagai alat pengangkut, akar juga berfungsi untuk memperkuat tumbuhan sehingga dapat berdiri tegak di tempat tumbuhnya.


Pada tumbuhan tertentu akar juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanaSilinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

Terdiri dari berbagai macam jaringan :

  • Persikel/Perikambium
    Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
  • Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
    Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
  • Empulur
    Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Akar Tunggang” Cara Perkembangbiakan & ( Jenis – Ciri – Fungsi )


Jenis dan Macam Akar

Jenis dan Macam Akar


  • Akar Serabut

Akar tungang adalah akar primer atau akar lembaga yang terus tumbuh membesar dan memanjang. Akar ini akan menjadi akar pokok yang menopang tegaknya tumbuhan dan dalam perkembangannya membentuk cabang-cabang akat yang lebih kecil.


Jenis Akar serabut ini terdapat pada sebuah tumbuhan monokotil. Tapi ada  juga tumbuhan dikotil juga bisa memilikinya (tumbuhan dikotil ini dikembang biakkan dengan dua cara yakni dengan cara cangkok atau dengan stek). Pada fungsi utama dari akar serabut yakni untuk bisa memperkokoh berdirinya pada suatu tumbuhan.


  • Akar Tunggang

Akar serabut adalah akar yang timbul dari pangkal batang sebagai pengganti akar primer atau akar lembaga yang mati.Sistem akar tunggang maupun serabut, masing-masing akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya tumbuhan.


Jenis Akar yang satu ini biasanya terdapat pada sebuah tumbuhan dikotil. Akar tunggang mempunyai fungsi utama yakni untuk menyimpan suatu makanan. Contohnya yaitu : wortel, ubi dan lain-lain.


Jenis akar lainnya yakni akar adventif antara lain:

  1. Akar Gantung
    Akar gantung adalah jenis akar yang tumbuhnya di mulai dari bagian atas batang serta tumbuh menuju ke arah tanah. Posisi Akar gantung terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini mempunyai fungsi yakni untuk menyerap uap air serta suatu gas yang ada di udara. Namun, jika akar gantung telah mencapai tanah, maka akar gantung tersebut akan masuk ke dalam tanah serta berguna untuk menyerap air dan sebuh garam mineral di dalam tanah. Tumbuhan yang mempunyai akar gantung contohnya yakni pohon beringin.

  2. Akar Napas
    Jenis akar yang satu ini yang tumbuh keluar dari batang pada bagian bawah. Akar napas biasanya sebagian muncul di suatu permukaan tanah dan juga ada yang sebagian lagi yang berada di dalam tanah. Akar ini bisa terlihat seperti sedang menopang tegaknya pada sebuah batang. Akar napas memiliki banyak celah tempat untuk masuknya suatu udara. Yang sehingga pada akar napas mempunyai fungsi yakni untuk bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas contohnya yakni pada tumbuhan bakau dan pandan.


  3. Akar Pelekat
    Akar pelekat yaitu salah satu jenis akar yang tumbuh nya di sepanjang batang. Akar pelekat ini ada pada sebuah tumbuhan yang tumbuh memanjat. Akar pelekat mempunyai fungsi yaitu untuk melekatkan batang pada sebuah tembok atau tumbuhan yang lainnya. salah satu contoh tumbuhan yang memiliki Akar pelekat yaitu pada tumbuhan sirih.


  • Akar Primer

Akar primer adalah akar yang terus tumbuh membesar dan memanjang, akar ini akan menjadi akar pokok yang menopang. Akar primer sering juga disebut dengan akar tunggang dan akar lembaga.


Akar dalam tumbuhan memiliki fungsi dasar, diantaranya:

  1. Merambatkan tunbuhan dalam tanah
  2. Menyerap air dan mineral dari tanah
  3. Menyalurkan bahan-bahan
  4. Organ penyimpan makanan cadangan

Struktur akar primer

Struktur dan perkembangan akar dalam banyak hal mirip dengan pertumbuhan pada batang. Jika pada batang ada pertumbuhan primer dan sekunder begitupun dengan akar. Pertumbuhan primer pada akar dikotil menyebabkan akar tersebut tumbuh memanjang masuk kedalam tanah.


Sedangkan pertumbuhan sekunder pada akar dikotil terdapat cambium yang menyebabkan pembesaran diameter.Pertumbuhan primer pada akar tergantung pada akar bagian ujung dimana bagian itu dikelilingi oleh sel yang berbentuk tudung dan dinamakan tudung akar.Pada waktu akar menembus partikel-partikel yang ada didalam tanah. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar terhadap kerusakan mekanis. Pada kebanyakan tumbuhan dikotil, baik epidermis akar maupun tudung akar berasal dari lapisan paling luar sel-sel meristem ujung.


Pada jaringan muda tumbuhan dikotil perkembangan akar melibatkan perkembangan sel-sel yang khusus dan tidak terdiferensiasi menjadi sel-sel matang serta sel-sel khusus yang memainkan berbagai peranan dalam kegiatan-kegiatan akar.


Ada 3 daerah utama yang berperan penting pada daerah pematangan, yaitu : silinder pembuluh, korteks, dan epidermis. Ditengah-tengah akar terdapat silinder pembuluh yang dibangun oleh jaringan pembuluh bersama-sama parenkim. Sel-sel xylem yang berdinding tebal berfungsi menyalurkan air dan mineral. Sedangkan sel-sel floem berfungsi menyalurkan bahan makanan. Sel-sel xylem.


primer pada tumbuhan dikotil membentuk jejari yang berpusat ditengah-tengah dan berjumlah 2-4. Sedangkan sel-sel floem primer berserakan dalam kelompok diantara jejaring tadi. Pada kebanyakan dikotil, sel-sel yang tepat ditengahnya akan berkembang menjadi xylem.


Bagian – bagian Akar Primer

  • Tudung Akar
    Tudung akar terdapat di ujung akar dan melindungi promeristem akar serta membantu penembusan tanah oleh akar, terdiri atas sel hidup yang sering mengandung pati. Tudung akar berkembang terus menerus. Sel paling luar mati, terpisah dari yang lain dan hancur, lalu digantikan oleh sel baru yang dibentuk oleh pemula.

  • Epidermis
    Sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tanpa kutikula. Namun, kadang-kadang dinding sel paling luar berkutikula.
    Ciri khas akar adalah adanya rambut akar yang teradaptasi untuk menyerap airdan garam tanah. Rambut akar adalah sel epidermis yang memanjang ke luar, tegak lurus permukaan akar, dan berbentuk tabung.


  • Korteks akar
    Pada umunya korteks terdiri dari sel parenkim. Pada sejumlah besar monokotil yang tidak melepaskan korteksnya semasa akar masih hidup, banyak sklerenkim dibentuk. Sel korteks biasanya besar dan bervakuola besar. Plastid didalamnya menghimpun pati. Lapisan paling dalam berkembang menjadi endodermis dan satu atau beberapa lapisan korteks paling luar dapat berkembang menjadi eksodermis.


  • Eksodermis
    Pada sejumlah besar tumbuhan, dinding sel pada lapisan sel terluar korteks akan membentuk gabus, sehingga terjadi jaringan pelindung baru, yakni eksodermis yang akan menggantikan epidermis. Struktur dan sifat sitokimiawi sel eksodermis mirip sel endodermis. Dinding primer dilapisi oleh suberin dan lapisan itu dilapisi lagi oleh selulosa. Lignin juga dapat ditemukan. Sel eksodermis mengandung protoplas hidup ketika dewasa.


  • Endodermis
    Di daerah akar yang digunakan untuk penyerapan, dinding sel endodermis mengandung selapis suberin di dinding antiklinalnya, yakni pada dinding radial dan melintang. Rampingnya lapisan itu menyebabkannya diberi nama pita, dan dibubuhi nama caspary. Pita tersebut merupakan kesatuan antara lamella tengah dan dinding primer, tempat suberin dan lignin tersimpan. Jika sel terplasmolisis, maka protoplas melepaskan diri dari dinding, namun tetap melekat pada pitacaspary.


  • Silinder Pembuluh
    Silinder pembuluh terdiri dari jaringan pembuluh dengan satu atau beberapa lapisan sel di sebelah luarnya, yaitu perisikel. Jika bagian tengah tidak ditempati jaringan pembuluh, maka bagian itu diisi oleh parenkim empulur di bagian dalam, perisikel langsung berbatasan dengan protofloem dan protoxilem. Perisikel dapat mempertahankan sifat meristematiknya di dalamnya terbentuk akar lateral, felogen, dan sebagian dari cambium pembuluh.


  • Akar sekunder

Akar sekunder adalah akar yang tumbuh dari akar lain, atau bisa disebut akar cabang. Pertumbuhan sekunder bersifat khas bagi akar-akar tumbuhan dikotil. Pertumbuhan sekunder dijumpai di khas pada akar Gymnospermae dan Dicotyledoneae. Akar Monocotyledoneae biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder.


Struktur akar sekunder
Apabila pertumbuhan sekunder dimulai, pertama timbul cambium di dalam parenkim diantara jejaring xylem primer dan didalam floem primer. Cambium akan membentuk xylem sekunder dan floem sekunder keluar. Kemudian, cambium itu diperluas secara lateral karena diferensiasi inisial cambium didalam perisikel sekeliling ujung jejaring xylem dan juga mulai membentuk tenunan sekunder. Kemudian cambium membentuk daerah melingkar didalamnya terdapat xylem sekunder yang secara menyeluruh menyelubungi xylem primer. Floem primer dan endodermis biasanya hancur karena tekanan tenunan yang tumbuh didalamnya.


Pada awalnya, kambium pembuluh berbentuk pita yang jumlahnya tergantung tipe akar. Pada akar diark terdapat dua pita, pada akar triark terdapat akar tiga pita, dan seterusnya. Sel perisiklus yang terdapat di luar daerah xilem juga menjadi aktif seperti kambium. Selanjutnya, kambium melengkapi lingkaran dengan xilem sebagai pusatnya.


Penampang melintang kambium pada perkembangan awal berbentuk oval, pada akar diark, segi tiga pada akar triark, dan pada akar poliark membentuk segi banyak. Kambium berbatasan dengan permukaan dalam floem yang berfungsi membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan fleom sekunder ke arah luar. Kambium menghasilkan xilem dan floem dengan membelah perinkin dan antiklin sehingga lingkaran akar bertambah besar.Pembentukan periderm mengikuti pertumbuhan pembuluh sekunder.


Sel perisiklus terus membelah secara perinkin dan antiklin. Pembelahan perinklin menyebabkan peningkatan jumlah lapisan perisiklus. Peningkatan ketebalan jaringan pembuluh dan perisiklus menekan korteks ke arah luar sehingga korteks menjadi pecah. Felogen di luar perisiklus akan membentuk felem ke arah luar dan feloderm ke arah dalam. Pada akar tumbuhan menahun (perennial), keaktifan kambium pembuluh dan felogen terus terjadi sepanjang tahun. Perkembangan akar, seperti halnya pada batang, juga akan membentuk ritidom.


Pada tumbuhan Dikotil menerna, misalnya pada Medicago sativa, xilem sekunder terdiri atas pembuluh dengan penebalan dinding menganak tangga dan memata jala. Pembuluh ini juga mengandung serabut dan sel parenkim. Floem berisi pembuluh dengan sel pengiring, serabut, dan sel parenklim. Floem di bagian luar hanya berisi serabut dan parenkim; pembuluh yang tua akan rusak. Floem akan menyatu dengan parenkim di dalam periderm kecuali apabila terrdapat serabut. Gabus merupakan turunan felogen yang berfungsi sebagai jaringan  pelindung. Pertumbuhan sekunder pada berbagai tumbuhan Dikotil menerna berbeda.


Pada akar tumbuhan berkayu, jaringan pembuluh biasanya mempunyai banyak sel dengan dinding sekunder yang mengandung lignin. Akar Gymnospermae mempunyai tipe tumbuhan sekunder yang sama dengan akar tumbuhan Dicotyledoneae. Namun, terdapat perbedaan histologi antara akar dan batang. Pada akar, takaran unsur dengan dinding sekunder berlignin lebih kecil dibandingkan pada kayu dan kulit kayu, tetapi proporsi jaringan parenkim lebih besar. Penelitian pada kayu Plantanus menunjukkan bahwa kayu dan akar secara filogenetik lebih primitif daripada batang.

Bagian-bagian Akar Sekunder


Pembentukan jaringan pembuluh sekunder oleh kambium
Awal mula perkembangan kambium pembuluh adalah dengan pembelahan sel prokambium di antara floem primer dan xilem primer yang belum terdiferensiasi. Kambium berupa silinder dengan tepi luar yang bergelombang ini mempunyai aktivitas yang berbeda; di bagian dalam floem, cambium menghasilkan xylem lebih cepat dibandingkan dengan di tempat lain. Di tempat tersebut, cambium lebih cepat terdorong ke luar dan akhirnya diperoleh silinder yang bertepi rata.


Kambium akan membentuk sel xylem kea rah dalam dan sel floem ke arah luar, namun pada umumnya frekuensi pembentukan xylem lebih besar dibandingkan dengan sel floem Hal itulah yang menyebabakan xylem sekunder lebih tebal dari pada floem sekunder.Pembentukan periderm oleh felogen.Pembentukan periderm mengikuti aktivitas kambium pembuluh dan biasanya mulai dibentuk pertama kali dalam perisikel.Pada tumbuhan perenial, keaktifan cambium akar akan diiringi keaktifan peridem dalam waktu yang lama. Periderm yang telah dibentuk tidak akan bertahan lama karena volume dari sel baru yang ada disebelah dalam makin besar, dan akhirnya periderm baru dibentuk dibawahnya. Hal itu dapat belangsung berulang kali hinggadi peroleh ritidom.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Embriogenesis Fasikuler, Gambus, Pembuluh Dan Pada Tumbuhan


Ciri-Ciri Akar

  • Akar yakni salah satu bagian tumbuhan yang biasanya berada didalam tanah, pertumbuhan akar mengarah ke arah dalam tanah.
  • Pada umumnya akar menjauhi sebuah cahaya agar dalam pertumbuhannya akan menjadi lebih cepat.
  • Akar tidak seperti bagian tumbuhan yang lainnya seperti misalnya pada batang dan juga daun yang mempunyai warna hijau karena pada daun mengandung sebuah klorofil, warna akar yakni keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
  • Pertumbuhan nya terjadi di ujung akar yang merupakan salah satu titik pertumbuhan primer yang dimana terdapat sebuah jaringan meristimatik, serta mekanisme dominasi apikal yang terjadi pada suatu akar.
  • Pada ujung akar mempunyai suatu bentuk yang meruncing dan berfungsi untuk menembus tanah serta bisa memecahkan bebatuan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Hewan, Tumbuhan, Dan Manusia Secara Lengkap


Proses Penyerapan Air dan Mineral

Air dan mineral diserap oleh ujung akar dan rambut-rambut akar (secara osmosis) masuk ke dalam tubuh tumbuhan. Osmosis adalah perpindahan zat dari larutan yang berkonsentrasi rendah (kurang pekat) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (lebih pekat) melalui selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat tertentu. Tetapi selain secara osmosis, penyerapan air dan mineral dapat dilakukan dengan transpor aktif, yaitu, sistem transpor ion dan molekul melalui membran sel dengan menggunakan energi.


Lalu, dari rambut-rambut akar, air dan mineral mengalir dengan arah horizontal melalui epidermis, korteks dan endodermis sampai ke xilem. Dari xilem, air dan mineral diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xilem) pada batang cabang, dan daun sebagai bahan fotosintesis. Pengangkutan ini disebut pengangkutan vaskuler.


Kemudian, air yang masuk ke dalam sel tumbuhan menyebabkan turgor. Apakah turgor itu? Turgor adalah keadaan tegang antara dinding sel dengan isi sel setelah menyerap air.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Morfologi Pada Hewan, Tumbuhan Dan Manusia Secara Lengkap


Akar sebagai Alat Pernapasan pada Tumbuhan

Akar juga digunakan sebagai alat pernapasan yang disebut akar napas. Akar napas terdapat pada tumbuhan yang ada di hutan bakau, yang bertmbuh tegak pada pangkal batangnya. Pada akar napas ada banyak celah agar udara dapat masuk.


Tetapi, selain memiliki akar napas, ada juga akar gantung. Akar gantung tumbuh dari bagian batang di atas tanah ke arah tanah. Fungsi akar gantung ketika masih menggantung adalah untuk menyerap udara. Tetapi ketika bagian akar yang masuk ke dalam tanah, bagian akar tersebut memiliki fungsi seperti akar biasa, yaitu, menyerap air dan mineral. Kemudian, oksigen yang diserap oleh akar digunakan untuk proses penyerapan air dan mineral.