Faktor dan Konsep Pertumbuhan Ekonomi

Diposting pada

Faktor-Pertumbuhan-Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi sering disama artikan dengan pembangunan ekonomi, tetapi pada dasar nya dua hal itu berbeda pengertiannya. Dengan ada nya pertumbuhan ekonomi maka akan ada pembangunan ekonomi dimana dengan pertumbuhan ekonomi itu sendiri akan memuncul kan pembangunan pembangunan ekonomi. Banyak faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia,baik faktor pendorong maupun faktor penghambat.


Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah proses perubahan suatu kondisi perekonomian negara dengan berkesinambungan menuju keadaan yang diharapkan menjadi lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi bisa diartikan juga dengan kenaikan kapasitas perekonomian yang berwujudkan kenaikan pendapatan nasional.Dengan adanya pertumbuhan ekonomi ialah tanda-tanda sebuah keberhasilan pembangunan ekonomi.



Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh


Teori Pertumbuhan Ekonomi

  • Teori Pertumbuhan Klasik

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stock barang-barang modal, luas tanah, dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Walaupun menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung kepada banyak faktor, ahli-ahli ekonomi Klasik terutama menitikberatkan perhatiannya kepada pengaruh pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi.


Dalam teori pertumbuhan mereka, dikemukanan suatu teori yang menjelaskan perkaitan antara pendapatan per kapita penduduk dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Maka pertambahan penduduk akan menaikkan pendapatan per kapita. Akan tetapi jika penduduk semakin banyak maka akan berlaku hukum hasil lebih yang semakin berkurang,yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan.


  • Teori Schumpeter

Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori ini ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi : memperkenalkan barang baru, mempertinggi efisien cara memproduksi dalam menghasilkan sesuatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan. Berbagai kegiatan inovasi ini akan memerlukan investasi baru


  • Teori Harrod-Domar

Teori Harrod-Donar dalam analisisnya bertujuan menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh atau steady growth dalam jangka panjang. Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.


  • Teori Pertumbuhan Neo Klasik

Abramovits dan Solow dalan teori pertumbuhan Neo Klasik mengemukakan bahwa faktor terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perekonomian Terbuka Beserta Faktornya


Konsep Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya.


Prof. Simon Kuznets mendefinisikan pertumbuhan ekonomi itu adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak barang barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, penyesuaian kelembagaan, dan ideologi yang diperlukannya.


Definisi ini memiliki tiga komponen :

  1. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang.
  2. Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; dan kepada penduduk.
  3. Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan penyesuaan di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat dimanfaatkan.
  4. Teori pertumbuhan ekonomi sebagai penjelasan mengenai faktor mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan ouput per kapita dalam jangka panjang, dan mengenai bagaimana faktor mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi faktor satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan.

Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi


Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian, dimana para pemilik modal besar selalu mendapatakan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. Disamping itu akses untuk mendapatkan bantuan modal ke perbankan juga lebih memihak kepada para pengusaha besar dibandingkan denngan pengusaha ekonomi lemah.


Disamping itu pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional juga memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketidakpastian perekonomian dan perdagangan dunia yang semakin meningkat menyebabkan kemungkinan-kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang kurang memuaskan bagi bangsa Indonesia.


Di bawah ini ialah beberapa faktor yang mendukung proses pertumbuhan sebuah ekonomi suatu negara, yaitu:

  • Faktor Sumber Daya Manusia

Sama seperti proses pembangunan, pertumbuhan dalam bidang ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang penting didalam proses pembangunan, cepat dan lambatnya proses pembangunan yang tergantung pada sejauh mana sumber daya manusiaya sebagai subjek pembangunan yang mempunyai kompetensi yang menadai untuk melakukan proses pembangunan dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.


  • Faktor Sumber Daya Alam

Hampir sebagaian besar negara-negara yang berkembang mengandalkan sumber daya alam dalam melakukan proses pembangunan. tetapi, sumber daya alam saja tidak dapat menjamin suatu keberhasilan proses tersebut, jika tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya juga dalam mengelola sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam yang di maksudkan adalah kekayaan mineral, kesuburan tanah, kekayaan hasil tambang, kekayaan hasil tambang, serta kekayaan laut.


  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan terhadap ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi yang samakin lama semakin pesat, mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang awalnya memakai tangan manusia digantikand dengan mesin-mesin canggih yang berdampak pada aspek efisiensi, kuantitas serta kualitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan serta pada akhirnya akan berdampak pada percepatan laju pertumbuhan ekonomi.


  • Sumber Daya Modal

Sumber daya modal diperlukan oleh manusia sebagai pengolah SDA serta untuk meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat perlu bagi perkembangan serta kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang juga bisa meningkatkan peroduktivitas.


  • Faktor Budaya

Faktor budaya juga memberikan beberapa dampak yang baik terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini bisa berfungsi untuk pendorong atau pembangkit sebuah proses pembangunan namun bisa juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang bisa mendorong suatu pembangunan ialah sikap kerja cerdas, kerja keras, ulet serta jujur dan sebagainya. Adapun budaya yang bisa menghambat peroses pembangunan diantaranya sikap anarkis, boros, egois, KNN DLL.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tujuan, Ciri Dan Jenis Prinsip Ekonomi


Faktor menghambat Pertumbuhan Ekonomi

  1. Korupsi
    Korupsi akan mempersulit pembangunan karena akan membuat kekacauan dan ketidakefisienan dalam pembelanjaan.

  2. Laju Inflasi
    Inflasi akan berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan konsumen karena masyarakat cenderung mengurangi belanja karena berhati-hati terhadap resiko kenaikkan harga tinggi.


  3. Tingkat Suku Bunga
    Tingkat suku bunga akan mempengaruhi investasi.


  4. Kenaikkan Harga Bahan Bakar Minyak
    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional karena dampak kebijakan tersebut menimbulkan “multiplayer effect” menyeluruh terhadap perekonomian.


  5. Situasi keamanan yang tidak kondusif
    Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan stabilitas politik dan keamanan. Investor yang pada saat ini dianggap sebagai salah satu yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan mau menanamkan modalnya (investasi jangka pendek maupun jangka panjang) jika keamanan tidak stabil.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Dan Jenis Bank Umum Dalam Ilmu Ekonomi


Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Sedangkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikkan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.


Pembangunan ekonomi tidak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.


Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi, yaitu:

Pertumbuhan ekonomi :

  • Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang
  • Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan
  • Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
  • Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
  • Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi

Pembangunan ekonomi:

  1. Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita
  2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
  3. Memperhatikan pertambahan penduduk
  4. Memperhatikan pertambahan penduduk
  5. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi memiliki persamaan yaitu :

  • Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi
  • Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita
  • Kedua-duanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat
  • Kedua-duanya berdampak pada kesejahteraan rakyat

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu:

  1. Produk Domestik Bruto (PDB),yaitu nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan negara asing.
  2. Produk Nasional Bruto (PNB), yaitu nilai barang dan jasa yang dihitung hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.