Pengertian dan Perbedaan Arteri Dan Vena

Diposting pada

Arteri-Dan-Vena.jpg

Pengertian Arteri

Arteri adalah pembuluh darah berotot yang berfungsi membawa darah dari jantung dengan tujuan sebagai sistemik tubuh, kecuali apulmonalis yang membawa darah menuju paru untuk dibersihkan dan mengikat oksigen. Arteri terbesar yang ada dalam tubuh adalah aorta, yang keluar langsung dari ventrikel kiri jantung.


Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembuluh Darah – Aliran, Komponen, System, Lapisan, Kapiler, Arteri, Vena


Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah Arteri

Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah Arteri

Tunika intima (tunika interna) sebagai lapisan dalam yang terdiri dari selapis sel-sel endothelialis. Dibawah lamina endothelialis terdapat jaringan ikat yang sangat tipis, tidak jelas dan disebut lamina subendothelialis. Pada lamina subendothelialis dijumpai serabut–serabut elastik dan tidak jelas, kelihatan adanya sel-sel. Pada batas tunika intima dengan tunika media serabut-serabut elastik kelihatan lebih jelas,bergelombang dengan arah sirkuler disebut sebagai membrana elastika internal oleh karena serabut-serabut elastik ini tebal dan merupakan membrana.


Tunika media adalah lapisan serabut otot polos yang mempunyai arah sirkuler dengan susunaan serabut-serabut yang rapat dan diantaranya terdapat serabut serabut elastik. Lapisan ini jauh lebih tebal dibanding dengan tunika intima (dua kali tebal tunika intima).


Tunika adventitia menyelubungi tunika media dari sebelah luar adalah jaringan ikat fibroeelastik yang lebih tipis dari tunika media. Laoisan ini bergabung dengan jaringan ikat epicardium. Sebagai batas tunika media dan tunika adventitia cukup jelas kelihatan lamina elastika eksterna, tetapi tidak setebal dan sejelas lamina elastika interna.

  • Lapisan terluar terdiri atas jaringan ikat yang fibrus, disebut tunika adventisia.

  • Lapisan tengah yang berotot dan elastik. disebut tunika media, dan lapisan dalam yang endotelial, tunika intima.

  • Lapisan terluar merupakan pelindung. Lapisan tengah adalah lapisan yang kuat; membuat pembuluh darah tetap terbuka dan dengan kontraksi serabut ototnya, memberikan tekanan yang tetap terhadap darah.

  • Lapisan dalam yang terbentuk oleh endotelium adalah sangat licin, dibatasi oleh selapis tunggal sel epitel gepeng.


  • Lapisan tengah aorta dan arteri yang lebih besar berisi sejumlah besar serabut elastik dan sedikit otot, karena perlu bagi arteri ini untuk dapat mengembung. Arteri yang lebih kecil dan arteriol relatif berisi lebih banyak jaringan otot, karena dindingnya harus menyesuaikan diri pada pengendalian saraf vasomotorik untuk keperluan tubuh.


Arteri dan arteriol memperoleh pendarahan dari sebuah sistem pembuluh yang khusus, yang dikenal sebagai vasa-vasorum, keduanya juga disarafi oleh serabut-serabut saraf yang ramping yang melingkari dinding pembuluh darah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Peredaran Darah – Pengertian, Terbuka, Tertutup, Kecil, Besar, Fungsi


Vasa Vasorum

Vasa vasorum adalah pembuluh darah yang membawa oksign dan nutrient lain untuk dinding pembuluh darah besar, karena tidak cukup mendapat oksigen dan nutrient dari darah yang mengalir di dalamnya.


Vasa vasorum ditemukan dalam arteri besar dan vena, seperti aorta dan cabang-cabangnya. Vasa vasorum ini  berfungsi untuk memberikan suplai darah dan nutrisi untuk tunika adventitia dan bagian luar tunika media pembuluh darah arteri.


Jenis vasa vasorum:

  • Vasa vasorum internae, yang berasal langsung dari lumen arteri utama dan kemudian cabang ke dinding pembuluh darah.

  • Vasa vasorum externae, yang berasal dari cabang-cabang arteri utama dan kemudian menyelam kembali ke dalam dinding pembuluh dari arteri utama,


  • Vena vasa vasorae, yang berasal dalam dinding pembuluh arteri tetapi kemudian mengalir ke lumen utama atau cabang vena bersamaan.


Tergantung pada jenis vasa vasorum, menembus dinding pembuluh mulai dari lapisan intimal (vasa vasorum interna) atau lapisan adventitial (vasa vasorum externa). Karena tekanan radial dan melingkar tinggi dalam lapisan dinding pembuluh dekat dengan lumen utama arteri, vasa vasorum eksterna tidak dapat menyembur daerah dari dinding pembuluh (tekanan oklusi).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pembuluh Limfatik Dalam Biologi


Macam Pembuluh Darah Arteri

  1. Arteri Pulmonaris
    Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.

  2. Arteri Sistemik
    Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.


  3. Aorta
    Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.


  4. Arteriol
    Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Medula Oblongata – Pengertian, Fungsi, Bagian, Letak, Peranan, Pasokan Darah


Kelainan Pada Arteri

  • Kelainan Pada Arteri Hepatika

Hati menerima seperempat pasokan darahnya dari arteri hepatika, yang berasal dari jantung. Tiga perempat bagian lainnya adalah dari vena porta, yang berasal dari usus. Darah dari usus mengandung bahan-bahan makanan yang telah dicerna untuk diolah di hati.


Darah meninggalkan hati melalui vena hepatika. Darah ini merupakan campuran darah dari arteri hepatika dan darah dari vena porta.Venahepatika mengalirkan darahnya ke vena kava (vena terbesar dalam tubuh), yang kemudian mengalirkannya ke dalam jantung.


Arteri hepatika memasok darah ke bagian tertentu dari hati, terutama jaringan penyokongnya dan dinding dari saluran empedu.  Penyempitan atau penyumbatan pada arteri atau percabangannya bisa menyebabkan kerusakan pada daerah tersebut.


  • Penyebab
    Aliran darah melalui arteri hepatika bisa terhambat oleh karena trauma (misalnya luka tembak atau trauma pembedahan) atau oleh bekuan darah.  Bekuan darah biasanya disebabkan oleh peradangan dinding arteri (arteritis), atau karena obat anti kanker yang diberikan lewat infus, atau bahan racun maupun bahan iritan lainnya di dalam arteri. Aneurisma juga dapat terjadi pada arteri hepatika. Aneurisma merupakan penonjolan pada titik yang lemah dalam suatu arteri; aneurisma pada arteri hepatika biasanya disebabkan oleh infeksi, arteriosklerosis, cedera atau poliarteritisnodosa.


  • Gejala
    Aneurisma yang menekan saluran empedu di dekatnya, bisa mempersempit atau bahkan menyumbat saluran empedu dan menyebabkan jaundice karena aliran balik dari hati. Tiga perempat dari aneurisma mengalami robekan dan sering menyebabkan perdarahan hebat.


  • Diagnosa
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.


  • Pengobatan
    Aneurisma diobati dengan memasukkan sebuah kateter ke dalam arteri hepatika dan menyuntikkan bahan iritatif yang menyebabkan penyumbatan. Jika prosedur tersebut (embolisasi) gagal, dilakukan pembedahan untuk memperbaiki arteri


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Pengaturan Kadar Gula Darah Dalam Tubuh


Arteriosklerosis

Arteriosklerosis merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur. Penyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri.


Arteriosklerosis atau “pengerasan arteri” merupakan fenomena penyakit yang sangat penting di sebagian besar Negara maju. Istilah arteriosclerosis sebetulnya meliputi setiap keadaan pada pembuluh arteri yang mengakibatkan penebalan atau pengerasan dindingnya. Ada tiga keadaan yang umumnya tercakup di dalam topic pembahasan ini : sclerosismonckerberg, arteriosclerosis, dan aterosklerosis


Sklerosis Monckeberg melibatkan pengendapan garam-garam kalsium dalam dinding muscular arteri yang berukuran sedang. Walaupun keadaan ini dapat dideteksi secara kasar dah bahkan dapat dilihat pada filem rontgen, bentuk arteriosclerosis ini secara klinis tidak penting karena endotel pembuluh yang terlibat tidak menjadi kasar dan lumennya tidak menyempit.


Arteriolosklerosis menyatakan penebalan arteriol; keadaan ini sering terdapat pada penderita tekanan darah tinggi dan dalam taraf tertentu berhubungan dengan usia tua. Jenis arteriosclerosis yang paling penting adalah aterosklerosis, dan jika digunakan istilah arteriosclerosis, maka umumnya istilah ini sinonim dengan aterosklerosis


Aterosklerosis merupakan penyakit yang melibatkan aorta, cabang-cabangnya yang besar dan arteri berukuran sedang, seperti arteri yang menyuplai darah ke bagian-bagian ekstremitas, otak, jantung dan organ dalam utama. Aterosklerosis tidak menyerang arteriol, dan juga tidak melibatkan sirkulasi vena. Penyakit ini multifokal, dan lesi unit, atau ateroma (juga dinamakan bercak aterosklerosis), terdiri dari massa bahan lemak dengan jaringan ikat fibrosa. Sering disertai endapan sekunder dan produk-produk darah. Bercak aterosklerotik mulai pada lapisan intima atau lapisan dalam dinding pembuluh tetapi dalam pertumbuhannya dapat meluas sampai melewati tunika media atau bagian muskuloelastika dinding pembuluh


Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya dan lengan serta tungkai. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.

  • Etiologi Arteriosklerosis

Perkembangan arterosklerosis disebabkan oleh banyak factor, dan karena itu tidak mungkin menyebut faktor etiologi tunggal atau dominant. Berbagai faktor yang menyokong perkembangan aterosklerosis tersebar luas pada penduduk di Negara-negara maju, sehingga hanya anak-anak yang dapat terhindar dari penyakit ini. Ternyata, pada autopsy yang dilakukan pada orang dewasa muda yang meninggal akibat trauma sering menunjukan adanya lesi aterosklerosis, yang kadang-kadang susah sudah sangat berat. Endapan lemak paling dini dapat terlihat pada anak-anak kecil dan cenderung bertambah dengan meningkatnya usia. Laju peningkatan ukuran dan jumlah ateroma dipengaruhi oleh berbagai faktor.


Faktor genetic penting, dan aterosklerosis serta komplikasinya cenderung terjadi dalam keluarga. Seseorang dengan kadar kolesterol serum yang tinggi dan pada penderita diabetes mellitus akan lebih mudah mendapatkan aterosklerosis. Tekanan darah merupakan faktor penting bagi insiden dan beratnya aterosklerosis. Pada umumnya penderita hipertensi akan menderita aterosklerosis lebih awal dan lebih berat; dan beratnya penyakit berhubungan dengan tekanan darah, walaupun dalam batas normal(4)(5).


Aterosklerosis tidak terlihat pada arteriapulmonalis (biasanya bertekanan rendah) kecuali jika tekanannya meningkat secara abnormal, keadaan ini dinamakan hipertensi pulmonal. Faktor resiko lain di dalam perkembangan aterosklerosis adalah merokok. Merokok merupakan faktor lingkungan utama yang menyebabkan aterosklerosis menjadi semakin buruk. Cara yang tepat untuk mengetahui berbagai faktor penyokong patogenesis lesi aterosklerosis belum diketahui sepenuhnya(3).


  • Penyebab Arteriosklerosis

Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari aliran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahan lemak. Pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri.


Setiap daerah penebalan (yang disebut plakaterosklerotik atau ateroma) yang terisi dengan bahan lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat.
Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan arteri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensi di daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah terbentuk ateroma.


Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium, sehingga menjadi rapuh dan bisa pecah. Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma menjadi lebih besar dan
lebih mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu pembentukan bekuan darah (trombus). Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri, atau bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan sumbatan di tempat lain (emboli).


Penderita penyakit keturunan homosistinuria memiliki ateroma yang meluas, terutama pada usia muda. Penyakit ini mengenai banyak arteri tetapi tidak selalu mengenai arteri koroner (arteri yang menuju ke jantung).
Sebaliknya, pada penyakit keturunan hiperkolesterolemiafamilial, kadar kolesterol yang sangat tinggi menyebabkan terbentuknya ateroma yang lebih banyak di dalam arteri koroner dibandingkan arteri lainnya (3).


  • Gejala Arteriosklerosis

Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak, aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala.Gejalanya tergantung dari lokasi terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau tempat lainnya.


Jika aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang sangat berat, maka bagian tubuh yang diperdarahinya tidak akan mendapatkan darah dalam jumlah yang memadai, yang mengangkut oksigen ke jaringan.
Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa nyeri atau kram yang terjadi pada saat aliran darah tidak dapat mencukupi kebutuhan akan oksigen. Contohnya, selama berolah raga, seseorang dapat merasakan nyeri dada (angina) karena aliran oksigen ke jantung berkurang; atau ketika berjalan, seseorang merasakan kram di tungkainya (klaudikasiointerminten) karena aliran oksigen ke tungkai berkurang.


Yang khas adalah bahwa gejala-gejala tersebut timbul secara perlahan, sejalan dengan terjadinya penyempitan arteri oleh ateroma yang juga berlangsung secara perlahan. Tetapi jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba (misalnya jika sebuah bekuan menyumbat arteri), maka gejalanya akan timbul secara mendadak(3)(7).


  • Efek Arteriosklerosis

Akibat aterosklerosis sebagian bergantung pada ukuran arteri yang terserang. Jika arteri berukuran sedang, seperti cabang utama arteriakoronaria, dengan garis tengah lumen beberapa millimeter, aterosklerosis lambat laun dapat mengakibatkan penyempitan atau obstruksi total lumen.


Berbeda dengan perkembangan penyumbatan yang lambat ini, komplikasi aterosklerosis dapat mengakibatkan penyumbatan mendadak. Salah satu keadaan seperti ini adalah pembentukan trombus yang bertumpuk pada lapisan intinya yang kasar, yang ditimbulkan oleh plakaterosklerosis. Trombosis cenderung menimbulkan penyumbatan dalam arteri ukuran kecil atau ukuran sedang, tetapi mungkin juga terdapat dalam bentuk endapan tipis pada dinding pembuluh besar seperti aorta. Komplikasi lain aterosklerosis adalah pendarahan di pusat plak yang lunak. Pada sebuah pembuluh dengan ukuran sebesar arteriakoronaria pendarahan tersebut dapat mengakibatkan pembengkakan plak disertai penyumbatan lumen yang mendadak.


Komplikasi lain yang dapat mengakibatkan penyumbatan arteri akut adalah rupture bercak disertai pembengkakan kandungan lipid yang lunak ke dalam lumen dan penyumbatan pada bagian bawah pembuluh yang lebih sempit. Akhirnya, jika cukup luas dan berat, lesi aterosklerosis itu dapat menembus dinding muskularis dan dinding elastis (tunika media) dinding arteri, sehingga melemahkan dinding tersebut. Pada aorta abdominalis, tempat yang paling sering terjadi aterosklerosis yang berat, kerusakan tunika media seperti ini dapat mengakibatkan terbentuknya aneurismaaterosklerosis yang merupakan penggelembungan dinding arteri yang lemah. Walaupun thrombus dapat terbentuk dalam aneurisma seperti ini akibat pusaran abnormal dari darah dan akibat intima yang kasar, tetapi komplikasi aneurisma yang paling berbahaya adalah terjadinya rupture disertai pendarahan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan fungsi Plasma Darah Menurut Ahli Biologi


Pengertian Vena

Pembuluh darah vena merupakan kebalikan dari pembuluh darah arteri yang membawa darah dari alat – alat tubuh masuk kedalam jantung. Bentuk dan susunannya hampir sama dengan arteri. Katup pada vena yang terdapat disepanjang pembuluh darah berfungsi untuk mencegah dari tidak kembali lagi ke sel atau jaringan. Vena yang terbesar adalah vena pulmonalis, vena mempunyai cabang, yaitu venolus yang selanjutnya menjadi kapiler.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fungsi Jenis Dan Ciri – Ciri Sel Darah Putih (Leukosit)


Vena Masuk Ke Jantung

  1. Vena Kava superior merupakn vena besar yang menerima darah dari bagian atas leher dan kepala yang dibentuk dibentuk oleh persatuan dua vena brakhiosefalika yang masuk ke dalam atrium dektra. Vena azigos bersatu pada permukaan posterior vena kava superior sebelum masuk ke perikardium.
  2. Vena kava inferior menerima darah dari alat-alat tubuh bagian bawah, menembus sentrum pendineum setinggi veterbraitorakalis, dan masuk kebagian terbawah atrium dekstra.
  3. Vena purmonalis. dua vena pulmonalis yang meninggalkan paru-paru membawa darah teroksigenasi (banyak mengandung oksigen) dan masuk keatriumsinistra.

Pembuluh balik vena adalah pembuluh yang  membawa darah menuju  jantung. Darahnya banyak mengandung karbondioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh,tampak kebiruan .Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis ,jik a diraba denyut jantungnya tidak terasa .Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya .Katup sepanjang pembuluhnya .Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu darah.Dengan adanya katuo tersebut,aliran darah tetap mengalir menuju jantung .Jika vena terluka darah tidak memancar tetapi mermbes  dari seluruh tubuh pembuluh darah balik bermuara menjadi satu.


Pembuluh darah balik besar ,yang disebut vena cava .Pembuluh darah ini masuk kejantung melalui serambi kanan .setelah menjadi pertukaran gas diparu-paru ,darah mengalir kejantung lagi melalui vena paru-paru.vena ini membawa darah yang kaya oksigen ,jadi darah dalam semua pembuluh vena pulmonalis.salahsatub penyakit menyerang pembuluh balik adalah varises.


Pembuluh darah vena/baik.

  • Pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.
  • Pembuluh vena kavaarteror pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.
  • Pembuluh vena kavapulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pertahanan Tubuh Manusia – Pengertian, Mekanisme, Sistem, Struktur, Jenis, Fungsi, Nonspesifik


Struktur dan fungsi vena

Struktur dan fungsi vena


Cabang pembuluh darah vena

  • Vena yang bermuara pada vena kava superior

Vena yang berawal tepat dibelakangangulusmandibulare dan menyatu dengan vaurikularis posterior lalu turun melintasi msternokleidomastoidues tepat di atasklavikula dan menebus fasia servikalisprofunda mencurahkan isinya ke v .sublavia. Cabang-cabangnya yaitu : v. Aurikularis posterior ; v. retromadibularismenerima darah datang dari madibularis ;v. jagulariseksterna posterior yang mengurus bagian kulit kepala dan leher bergabung dengan vena jagulariseksterna; v. supraskapularismenerima darah dari otot bahu bagin atas ; dan v. jagularis anterior , berawat tepat dibawah dagu , menyatu turun ke leherdi atas insisuarajagularis ,berjalan di bawah membran  sternaklaidmastoideus, dan mencurahkan isinya ke vena jugularisekterna.


1. Vena kulit kepala

  • trokelaris dan v. supraorbitalis, menyatu pada tepi medial orbita membentuk v. Rasialis
  • tempolarissuperfisalis, bercabang dengan v.maksilaris dalam substansi glandula parotis membentuk v.retromandibularis
  • aurikularis posterior, bergabung dengan v. retromandibularisdibawah glandula parotis membentuk vena jugularisekterna.
  • oksipitalis, bermuara kedalam pleksus venosussuboksipitalis dan v. jugularisinterna. Vena kulit kepala bebas beranastomosis dengan sinus vena-vena intrakranial.

2. Vena wajah

  • fasialis, terbentuk pada sudut medial mata, menyatu dengan supraorbitalis dan v. supratroklearis dan berhubungan dengan v.oftalmika superior melalui v.supraorbitalis dengan perantara v. oftalmika superior, v.fasialis di hubungkan dengan sinus kavernosus. Vena ini menyilang di antara glandula submandibular dan bermuara ke dalam v. Jugularis
  • profundafasialis bergabung dengan sinus kavernosus melalui vena oftalmika superior.
  • tranversafasialis, bergabung dengan v. tempolarissuperfisialis di dalam glandula parotis.

3. Vena pterigoideus

Vena pterigoideus merupakan jalinan vena mengelilingi m. Peterigoideus menampung vena-vena sesuai dengan cabang-cabang. a maksilaris yang bermuara kedalam v. maksilaris, v. fasialis, v. lingualis, dan v. oftalmika superior

  • maksilaaris bergabung dengan vena fasialis melalui vena fasialisprofunda, bergabung dengan v.tempolarissuperfisialis membentuk v. retromandibularis.
  • fasialis, meninggalkan wajah, menyilang margo inferior korpus mandibularis, bergabung dengan v.retromandibularis dan bermuara kedalam v. jugularisinterna
  • lingualis, bergabung dengan v. provundalinguae membentuk v. komitans dan bermuara pada v. jugularisinterna
  • oftalmika superior berhubungan dengan v. fasialis, v.oftalmika inferior bergabung melalui visuraorbitalis inferior, dan bermuara kedalam sinus kavernosus.

4. Vena tonsil dan palantum

Vena tonsil dan palantum.vena palatum eksterna turun dari palatum mole bergabung dengan pleksus venosusfaringues menembus m. Konstriktorfaringues superior, bergabung dengan v. palatina, v. faring dan v. fasialis. Vena ini bermuara ke pleksus venosusfaringues dan bermuara ke jugularisinterna.


5. Vena pada punggung

Vena pada punggung. Vena pada punggung mengembalikan darah dari struktur punggung membentuk pleksus majemuk yang tersebar sepanjang kolumnavertebalis dari kraniumsampe ke koksigis.

  • Pleksus venosusvertebraliseksternus terletak di luar kolumnavertebalis dan mengelilinginya.
  • Pleksus venosusvertebalisinternus terdapat didalamkanalisvertebalis. Kedua pleksus ini saling berhubungan dengan vena-vena leher, toraks, abdomen, dan pelvis. Pada bagian atas berhubungan dengan sinus oksipitalis dan basilaris dalam kavumkranii. Pleksus vertebraliseksternus dan bermuara pada vena vertebralisinterkostalis, lumbalis dan sakralis.

  • Vena yang bermuara ke vena kavainterna

1. Vena torasikainterna

Vena torasikainterna, bersatu membentuk pembuluh darah tunggal dan mengalirkan darah ke v. brakhiosefalika.


2. Vena dinding anterior dan lateral abdomen

Vena dinding anterior dan lateral abdomen. Darah vena di kumpulkan ke jalinan vena-vena dari umbilikus dan di alirkan ke vena aksilarismelalui vena toraklis lateralis dan ke bawah vena femoralis melalui vena epigastrikasuperfisialis.

  • safenamagna menghubungkan jalinan vena melalui umbilikus sepanjang liga mentumterreshepatis ke vena porta dan membentuk anastomosis v. porta dengan v.sistemik yang penting.
  • epigastrika superior, v. epigastrika inferior dan v. sirkumfleksaileumprofundus mengalirkan darah ke vena iliakaeksterna.
  • interkostalis posterior mengalirkan darah ke vena azigos dan lumbalis mengalirkan darah ke vena kava interior.

3. Vena lambung

Vena lambung, vena yang ,mengaliekan darah ke sirkulasi portal v.gastrikasinistra dan v. gastrikadekstra langsung ke vena porta. Vena gastroepiploikasinistra lalu bermuara ke v.lienalis dan v.gastroepiploikadekstra bermuara kev. Menesterika superior.


4. Vena dinding posterior abdomen.

Vena dinding posterior abdomen. V kava inferior mengalirkan sebagian besar darah dari tubuh di bawah diafragama ke atrium kanan jantung. Dibentuk oleh persatuan v. iliakakommunis dan berjalan ke atas sisi kanan aorta menembus sentrum tendiniumdiafragama setinggi vertabraetorasika memaukan darahnya ke atrium kanan jantung dan menerima cabang dari v. menesterika inferior, v. lienalis, v. menesterika superior dan v. porta.

  • menesterika inferior merupakan cabang dari sirkulasi portal mulai pertengahan anus v. rektalis superior berjalan ke atas bersatu dengan lienalis di belakang pankreas, menerima cabang sesui dengan cabang arterinya.
  • lienalis cabang dari sirkulasi portal mulai dari hilus limpa oleh persatuan v.gastrika dan v.gatroepipoloika berjalan ke kanan dalam ligamentumlienorenalis berjalan kebelakang pankreas bersatu dengan menesterika superior untuk membentuk v. porta, v.menesterika inferior dan vena dari pankreas bermuara pada vena lienalis.
  • menesterika superior merupakan cabang dari sirkulasi porta mulai dari pembatasan ileosekalis berjalan ke atas dinding posterior abdomen dan dalam pangkal menesterium usus halus bersatu dengan v. lienalis untuk membentuk v. porta.
  • porta merupakan vena yang penting, panjangnya 5cm, di bentuk di belakang pankreas oleh persatuan v.menesterika superior dan v. lienalis. Vena porta berjalan ke atas dan kanan duodenum dan masuk ke omentum minus. Sirkulasi portal mulai sebagai pleksus kapiler dalam organ yang merupakan tempat drah di alirkan keluar berakhir dengan pengosongan darahnya ke dalam sinusoid dalam hati. V.porta mengalirkan darah dari pencernaan bagian bawah esofagus sampai pertengahan atas anus, dari pankreas, kandung empedu, duktus, kolekudus, dan limpa.

5. Anastomosis portal sistemik

Anastomosis portal sistemik. Dalam keadaan normal, vena porta melewati hati dan masuk ke vena kava inferior. Sirkulasi portal merupakan sirkulasi sistemik melewati vena hepatika, hubungan lain apabila jalan langsung terhambat.


  • Anastomosis portal sistemik

  1. Sepertiga bawah esofagus. Ramus esofagea dari v. gastrikasinistra (cabang v. portal) beranastomosis dengan v. esofagea mengalir ke vena azigos.
  2. Pertengahan atas anus v.rektalis superior.(cabang v. porta), mengalirkan darah dari setengah atas anus beranastomosis dengan v.rektalis media dan inferior merupakan cabang dari v.iliakainterna dan v. pudenda.
  3. paraumbilikus,menghubungkan cabang kiri v.porta dengan v. supervisial di dinding arterior abdomen, berjalan ligamentumfalsiformi dan liga mentumterreshepatis.
  4. Vena-vena kolon asenden, desenden, duodenum, pankreas, dan hati (cabang v. porta), beranastomosis dengan v.renalis, v. lumbalis dan v. frenika.
  5. ovarika, berasal dari ovarium setinggi vertebra lumbalis ke-1 dan mengalirkan darah ke v. kava inferior.

  • Vena dinding pelvis

  1. iliakaeksterna, mulai dari belakang ligamentuminguinal sebagai lanjutan v. femoralis, berjalan sepanjang sisi media a.femoralis bersatu dengan v. iliakainterna untuk membentuk v. iliakakommunis menerima darah dari epigastrika inferior dan v.sirkumfleksailiumprofundus.
  2. iliakainterna, terbentuk dari penggabungan cabang-cabang a.iliakainterna, v.vaginalis, dan v. pudendainterna yang berjalan ke atas bersatu dengan v.iliakaeksterna membentuk v. iliakakommunis.
  3. sakralis media bermuara pada v.iliakakommunissinistra.

  • Vena anggota gerak atas

  1. Jalinan v.superfisialis ditemukan pada dorsum manus, jalinan vena ini mengalir ke atas, di lateral masuk ke v. sefalika dan bagian medial masuk ke v.basilika,dan memutar menuju permukaan arterior lengan bawah.Vena ini berjalan keatas menuju lengan atas.
  2. basilika,berakhir dengan menembus fasia profunda pada trigonumdeltoidpektorale dan bermuara pada v.aksilaris
  3. basilika,dari dorsum manus sisi medikal lengan bawah menembus fasia profunda,sekitar pertengahan lengan atas bercabang v.kubitis medialis yang menghubungkan v.basilika dengan v.sefalika pada fosakubiti yang bermuara ke v.aksilaris.

  • Vena anggota gerak bawah

  1. superfisialistungakai bawah adalah v.savenamagna dan v.parva yang berjalan keatas dengan cabangnya .
  2. safenamagnamengangkut darah dari ujung medial arkusvenususdorsalis pedis berjalan naik didepan maleolus medialis berjalan kebelakang lutut melalui sisi medial paha pada fasia profundabergabung dengan v.femoralis ,berhubungan dengan v.safenaparva berjalan kebelakang lutut .V.perforansmenghubungkanv.safenamagna dengan v.profunda sepanjang sisi medial betis.Padahiatussafenusdifasiaprofunda ,v.safenamagna mempunyai cabang tiga ,yaitu: sirkumfleksailium super fisialis, epigastrikasuperfisialis, dan pudendainternasuperfisialis
  3. aksesoria bergabung dengan vena utama dan pada pertengahan paha bermuara pada v.savena .
  4. savenaparfa .vena ini banyak memilki katup,timbul dari bagian lateral arkusvenosusdorsalis pedis,naik kebelakang maleolus lateralis,menembus vasiprofunda ,berjalan diantarakaputm.gastroknemius bagian bawah fossapoplitea dan berakhir dalam v.poplitea .vena ini ,memiliki cabang-cabang,yaitu : komunikantes dengan profunda pedis dan cabang-cabang anastomotik yang bergabung dengan v.savenamagna

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Saraf Sensorik – Pengertian, Letak, Jenis, Jaras, Fungsi


Penyakit Pada Vena

  1. Varises
    varises terjadi pada pembuluh vena akibat tidak lancarnya darah menuju jantung. varises biasanya terjadi pada kaki, dan penyebabnya adalah kebanyakan berdiri,duduk, dan jongkok.

  2. Wasir
    Wasir adalah membesarnya vena yang terdapat di sekitar lubag anus. penyebabnya adalah aliran darah tidak lancar, seperti Varises.


  3. Embolisme
    adalah penyumbatan sistem kardiovaskular yang dapat terjadi di beberapa bagian tubuh karena benda asing. penyumbatan biasanya disebabkan oleh butiran lemak, gelembung udara, pecahan tumor, dll.


  4. Trombosis
    Adalah suatu keadaan yang ditandai dengan ditemukannya bekuan darah didalam tubuh. bekuan terjadi dipembuluh vena. dan sangat berbahaya bila terjadi di vena dalam


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kulit Manusia – Pengertian, Komponen, Epidermis, Dermis, Fungsi


Perbedaan Arteri Dan Vena

Pembuluh Nadi

  • Tempat Agak ke dalam
  • Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis
  • Aliran darah Berasal dari jantung
  • Denyut terasa
  • Katup Hanya disatu tempat dekat jantung
  • Bila ada luka Darah memancar keluar
  • Tempat mengalir darah yang dipompa dari syaty bilik
  • ialah pembuluh yang liat dan juga elastis
  • Tekanan pada pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik
  • mempunyai sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung
  • Terdiri dari :1 Aorta ( paling besar ), Arteriol dan Kapiler .
  • Dindingnya terdiri dari 3(tiga) lapis yaitu : Lapisan bagian dalam, Lapisan tengah dan Lapisan terluar
  • Letaknya tersebut agak tersembunyi dari lapisan kulit
  • Denyut tersebut terasa
  • Membawa darah bersih yang banyak mengandung kecuali pada arteri pulmonalis
  • Arah aliran keluar dari jantung
  • Warna darah tersebut lebih merah terang dibandingkan vena

Pembuluh Vena

  1. Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis
  2. Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan)
  3. Aliran darah Menuju jantung
  4. Denyut tidak terasa
  5. Katup Disepanjang pembuluh
  6. Bila ada luka Darah Tidak memancar
  7. Terletaknya di dekat pada permukaan kulit sehingga mudah untuk kenali
  8. Dinding pembuluh nya lebih tipis dan juga tidak elastis.
  9. Tekanan pembuluhnya juga lebih lemah di bandingkan dengan pembuluh nadi
  10. Terdapat suatu katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan juga untuk menjaga agar darah tak berbalik arah.
  11. Terdiri atas ialaha : Vena cava superior, Vena cava inferior dan Vena cava pulmonalis 
  12. Letaknya ialah dekat dengan permukaan kulit
  13. Denyut tersebut tidak terasa
  14. Membawa darah kotor
  15. Arah aliran menuju ke arah jantung
  16. lebih mudah membeku.

No.

Pembeda

Arteri

Vena

Arteriol

Kapiler

1.fungsiTidak mempunyai katup ( mendapat tekanan tinggi ) 

Mempunyai katup (melawan gradien)

 

2.Diameter LumenLebarKecil  (sempit)kecilKecil
3.Lapisan3 lapisan tebal + membrana elastika eksterna dan interna3 lapisan (tipis)3 lapisan1 lapisan
4.BentukmembulatPipih
5.Gambaran khususDinding tipis,

Sangat mudah meregang

Dinding tebal,

Sangat elastis

Dinding berotot,

Persarafan lengkap

Dinding tipis,

1 lapisan : endotel

6.warnaBiru : CO2 kecuali Vena pulmonalisMerah : Hemoglobin + O2 kecuali Arteri Pulmonalis