Pengertian Sistem Pertahanan Tubuh Pada Manusia Beserta Fungsinya Secara Spesifik

Pertahanan Tubuh Manusia – Pengertian, Mekanisme, Sistem, Struktur, Jenis, Fungsi, Nonspesifik

Pertahanan Tubuh Manusia – Pengertian, Mekanisme, Sistem, Struktur, Jenis, Fungsi, Nonspesifik : Tubuh manusia merupakan yang konstan dilawan oleh virus, bakteri, radiasi matahari, parasit, serta polusi. Stres emosional akibat kejadian tersebut merupakan sebuah tantangan sebagai pertahanan tubuh yang sehat.


Pengertian Pertahanan Tubuh Manusia

Tubuh manusia merupakan yang konstan dilawan oleh virus, bakteri, radiasi matahari, parasit, serta polusi. Stres emosional akibat kejadian tersebut merupakan sebuah tantangan sebagai pertahanan tubuh yang sehat.


Dan biasanya dilindungi oleh sistem pertahanan pada tubuh, sistem kekbalan pada tubuh, yang terutama makrofaga, serta cukup lengkap kebutuhan gizi sebagai penjaga kesehatan. Kelebihan tantangan negatif, walau bagaimanapun bisa menekan sistem pertahanan tubuh manusia, sistem kekebalan tubuh, serta mengakibatkan bermacam penyakit dari moderat fatal.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perkembangbiakan Hewan Ovovivipar Beserta Ciri Dan Contohnya


Tentang Praktek Medis

Sebuah pratek medis sekarang ini pada dasarnya hanya sebagai obat penyakit saja. Infeksi bakteri dilawan dengan menggunakan antibiotik, infeksi yang diakibatkan virus dengan antivirus serta infeksi parasit dengan antiparasit yang terbatasnya obat-obatan yang ada.


Sistem kekebalan pada tubuh, sistem pertahanan tubuh, depresi yang disebabkan oleh stres emosional disembuhkan dengan antidepresan atau obat penenang. Kekebalan depresi diakibatkan oleh kurangnya gizi jarang diobati sama sekali., bahkan bila kita akui, sertaa kemudian oleh saran untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat.


Tentang Pelatihan Medis

Pelatihan medis sangat menekankan yang lebih kearah ‘pengobatan/mengobati penyakit’ yang ‘mengobati pasien’ umumnya diabaikan. Misalnya semua orang mengetahui bahwa antibiotik oral tidak hanya dapat membunuh patogen, namun juga mengaduk bakteri dalam usus yang dibutuhkan sebagai pencernaan.


Mereka mengetahui bahwa antibiotik dapat menyebabkan iritasi usus serta menguras konten gizi, yang terutama vitamin B komleks. Ini sangat jarang, tetapi bagi seorang dokter untuk meresepkan mengkonsumsi yoghurt sebgai pembangun flora usus yang kembali terkuras atau vitamin B kompleks suplemen untuk membantu mengatasi defisit gizi yang diakibatkan oleh antibiotik.


Penyakit Pada Sistem Pertahanan Tubuh

Sejak penyakit terjadi pada saat sistem kekebalan tubuh, sistem pertahanan tubuh akan kesulitan, akan terlihat jelas jika diperlukan untuk menrangsang serta mengaktifkan dan meningkatkan aktivitas sistem pertahanan alam.


Lewat salah satu kurangnya pengetahuan tentang “kecerdasan selular” dari magrofaga atau kurangnya kesadaran akan cara merangsang dan mengaktifkan makrofaga, memerlukan sistem pertahanan tubuh biasanya tidak dipertimbangkan. Namun hanya penyakit tersebut diobati, meningkatkan mekanisme pertanahan alami sama sekali tidak diperhatikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Vertebrata dan Invertebrata


Contoh cara tubuh melawan penyakit

  • Makrofaga

Makrofaga yang diaktifkan melepaskan kaskade sitokina, melalui loop umpan balik, mengidentifikasi keadaan abnormal, berkomunikasi ini kembali ke makrofaga, yang selanjutnya mengaktifkan pertahanan yang sesuai respons terapeutik.


Bila keadaan abnormal adalah tumor, TNF, tumor necrosis faktor yang dihasilkan. Bila tantangannya merupakan bakteri, maka penduduk makrofaga meningkat untun menelan serta Iyse bakteri yang mengganggu. Interferon dalam dirilis sebagai pencegah bakteri serta virus reproduksi. Segala kondisi abnormal ada, makrofaga bertindak untuk membawa tubuh kembali pulih atau sehat. “Normal” merupakan sehat; yang makrofaga meupakan indah “normalizer”.


  • GRAS

Dalam setiap “abnormal” keadaan kesehatan, stimulasi serta aktivasi dari suatu sistem pertahanan tubuh terutama ditunjukan. Ini dapat dilakukan dengan efektif serta aman. Ada sebuah produk dipatenkan, tidak beracun, GRAS (bisanya diakui aman oleh US Food and Drug Administration), dengan tidak adanya laporan dari efek samping yang sekarang tersedia cecara unik, bentuks sangat murni. Ratusan laporan ilmiah membutikan kemampuan beta 1,3, 1,6, glucan dari ragi sebagai rangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.


Awalnya dikembangkan oleh Bayer Pharmaceuticals, 1,3,1,6 beta, manufaktur glucan paten diakuisisi oleh penemu Byron Donzis, ditingkatkan dan dipatenkan lagi dan dimurnikan lebih lanjut untuk menjadi produk yang benar-benar unik. Baru terobosan manufaktur telah mengakibatkan peningkatan dramatis dalam kemurnian dan potensi, yang membuat produk tersedia dengan biaya terjangkau.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Hewan Sapi Dalam Biologi


Yang awalnya diperkembangkan oleh Bayer pharmaceuticals, 1,3,1,6 beta, manufaktur glucan paten diakuisisi oleh penemu Byron Donzis, ditingkatkan serta dipatenkan lagi dan dimurnikan lebih lanjut untuk menjadi produk yang benar-benar unik. Trobosan baru manufaktur telah dapat meningkatkan dramatis dalam kemurnian serta potensi, yang membuat produk tersedia dengan biaya yang terjangkau.


Mekanisme Sistem Pertahanan Tubuh

Sistem pertahanan tubuh merupakan suatu sistem dalam tubuh yang bekerja mempertahankan tubuh kita dari serangan suatu bibit penyakit atau patogen yang masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, sistem pertahanan tubuh digolongkan menjadi dua yaitu pertahanan tubuh spesifik dan nonspesefik.


Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik adalah sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme patogen yang satu dengan yang lainnya, sistem ini merupakan sistem pertahanan pertama terhadap infeksi akibat masuknya mikroorganisme patogen atau benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.


  • Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal(Permukaan Tubuh)

Pertahanan secara fisik

Pertahanan secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar tubuh yaitu kulit dan membran mukosa. Lapisan terluar kulit tersusun atas sel-sel mati yang rapat sehingga menyulitkan bagi mikroorganisme patogen untuk masuk ke dalam tubuh.


Pertahanan secara mekanik

Pertahanan secara mekanik seperti terjadi pada rambut hidung dan silia, rambut hidung bertugas menyaring udara dari partikel-partikel berbahaya maupun dari mikroorganisme yang kurang menguntungkan, sedangkan silia yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikel-partikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir dan keluar bersama air ludah.


Pertahanan secara biologis

Pertahanan secara biologis seperti adanya populasi bakteri yang tidak berbahaya yang terdapat pada permukaan kulit dan membran mukosa, bakteri-bakteri tersebut berkompetisi dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi sehingga perkembangan bakteri patogen terhambat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fauna – Pengelompokan, Kemampuan, Keunikan, Persebaran, Fauna Indonesia dan Contohnya


Pertahanan secara kimia

Pertahanan secara kimia dilakukan oleh cairan sekret seperti keringat dan minyak yang dihasilkan oleh membran mukosa dan kulit yang mengandung zat-zat kimia yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sedangkan air liur (saliva), air mata, dan sekresi mukosa mengandung enzim lizosim yang dapat membunuh bakteri, enzim lizosim dapat menguraikan dinding bakteri dan patogen dengan cara hidrolisis sehingga sel pecah dan mati.


  • Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal

Inflamasi

Inflamasi adalah respon tubuh terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan antara lain tergores atau benturan keras. Adanya kerusakan jaringan menyebabkan patogen dan mikroorganisme lainnya dapat masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh yang rusak akan melepaskan signal kimiawi yaitu histamin dan prostaglandin. Sel yang berfungsi melepaskan histamin adalah mastosit yang berkembang dari salah satu jenis sel darah putih yaitu basofil.


Adanya signal kimiawi berupa histamin menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dan peningkatan kecepatan aliran darah dan menyebabkan permeabilitas pembuluh darah meningkat. Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah menyebabkan neutrofil, monosit, dan eosinofil berpindah dari pembuluh darah ke jaringan yang mengalami infeksi, selanjutnya neutrofil dan eosinofil mulai memakan patogen, dan monosit akan mulai bergerak menghancurkan patogen.


Neutrofil dalam darah putih merupakan yang terbanyak(sekitar 60-70%), neutrofil meninggalkan pembuluh darah dan menuju jaringan yang terinfeksi dan membunuh mikroba.Sel monosit (sekitar 5% dari keseluruhan sel darah putih) bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berubah menjadi makrofag (Big eaters) dan memakan patogen dengan cara fagositosis.


Makrofag berbentuk mirip amoeba yang memiliki pseudopodia untuk menarik mikroba dan menghancurkan enzim pencernaannya. Walaupun begitu beberapa mikroba telah berevolusi dengan cara mikrofag seperti beberapa bakteri yang memiliki kapsul yang membuat pseudopodia makrofag tidak bisa menempel.


Selain neutrofil dan monosit terdapat juga eosinofil (sekitar 1,5% dari keseluruhan sel darah putih). Eosinofil memiliki aktivitas fagosit yang terbatas namun memiliki enzim penghancur dalam sitoplasmanya yang dapat menembus pertahanan cacing parasit.


Struktur Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem pertahanan tubuh melibatkan peran limfosit dan antibodi.

  • Limfosit

Limfosit terdiri dari dua jenis yaitu limfosit B(sel B) dan limfosit T(sel T). Dua jenis limfosit ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, walaupun jika diamati dengan mikroskop menunjukan struktur yang sama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Bryophyta) Beserta Contohnya Lengkap


a) Sel B

Limfosit B terbentuk dan dimatangkan di dalam sumsum tulang dan masuk ke dalam aliran darah menuju jaringan limfatik. Sel B bertanggung jawab terhadap produksi antibodi sebagai kekebalan humoral. Sel B dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:


(1) Sel B plasma, berfungsi untuk memproduksi antibodi.

(2) Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh dan menstimulasi sel Limfosit B plasma jika terjadi infeksi kedua.

(3) Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat dalam jumlah yang banyak serta cepat.


b) Sel T

Limfosit T dibentuk di dalam sumsum tulang dan menuju ke kelenjar timus untuk mengalami diferensiasi lebih lanjut, sel T berperan dalam kekebalan selular yaitu dengan menyerang sel penghasil antigen secara langsung, sel T juga turut membantu produksi antibodi oleh sel B plasma, sel T dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :


(1) Sel T pembunuh (sel T sitotoksik), berfungsi menyerang patogen dan mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh, yaitu sel tubuh yang terinfeksi.

(2) Sel T pembantu (sel T penolong) berfungsi menstimulasikan pembentukan sel T jenis lainnya serta sel B plasma, serta mengaktifkan dapat mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis.

(3) Sel T supressor, berfungsi menghentikan respon imun yaitu setelah infeksi berhasil ditanggulangi.


  • Antibodi

a) Pengertian dan Fungsi Antibodi

Pada setiap mikroorganisme serta substansi asing yang masuk ke tubuh pada permukaannya terdapat senyawa protein yang berperan sebagai antigen, antigen meliputi molekul yang dimiliki oleh mikroorganisme serta substansi asing tersebut.


Antigen yang masuk ke tubuh akan menyerang tubuh untuk membentuk antibodi, antibodi adalah senyawa protein yang berfungsi melawan antigen dengan cara mengikatnya, setelah diikat antigen akan ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag. Antibodi bekerja secara spesifik untuk suatu antigen tertentu seperti antibodi cacar hanya cocok untuk antibodi cacar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Paku


b) Struktur Antibodi

Pada antibodi setiap molekul tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang identik dimana terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf Y.


Pada setiap lengan dari molekul tersebut memiliki tempat pengikatan antigen. Umumnya antibodi terdiri atas sekelompok protein yang berada pada fraksi-fraksi globulin serum, fraksi-fraksi globulin serum ini dinamakan immunoglobulin atau disingkat Ig.


c) Pengelompokan Antibodi

Terdapat lima jenis antibodi yang dimiliki manusia yaitu IgG, IgM, IgA, IgD, dan IgE. Berikut penjelasannya.

  1. IgG (Immunoglobulin Gamma), adalah kelompok immunoglobulin yang paling banyak dan sering ditemukan dalam sirkulasi. IgG dapat menembus dinding pembuluh darah dan plasenta, IgG memberikan perlindungan terhadap bakteri, virus, dan toksin serta disekresikan dalam kolostrum.

  2. IgM (Immunoglubulin-M) adalah jenis antibodi pertama yang ditemukan ketika infeksi suatu antigen, antibodi jenis ini memiliki pergiliran yang tinggi dan tidak bertahan lama, IgM dapat mengikat antigen atau patogen menjadi gumpalan atau mengaglutinasinya sehingga mudah difagositosis makrofag, IgM juga dapat memicu aktifnya protein komplemen.
  3. IgA (Immunoglobulin-A), antibodi jenis ini dapat mencegah masuknya virus melalui jaringan apitel mukosa, sistem pencernaan, pernapasan, dan saluran reproduksi. IgA ditemukan di air liur, air mata, dan kolostrum.

  4. IgE (Immunoglobulin-E) merupakan antibodi yang sedikit lebih besar dari molekul IgG dan hanya sebagian kecil dari total antibodi dalam darah. IgE memicu peradangan jika cacing parasit menyerang tubuh. IgE juga berperan dalam reaksi alergi.
  5. IgD (Immunoglobulin-D) antibodi jenis ini tidak dapat mengaktikan sistem komplemen dan tidak dapat melewati plasenta. IgD diduga berfungsi dalam diferensiasi sel limfosit B menjadi sel B plasma dan sel B memori.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Tumbuhan Berkembangbiak Dengan Spora


Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh

Kekebalan Aktif

Kekebalan aktif adalah kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri dimana jika seseorang mengalami sakit karena infeksi patogen dan tubuh merespon dengan membuat antibodi, setelah sembuh antibodi tersebut dapat bertahan lama sehingga orang tersebut menjadi kebal terhadap penyakit tersebut, seperti contoh orang yang pernah sakit cacar air tidak akan terkena penyakit tersebut untuk kedua kali. Kekebalan jenis ini dinamakan kekebalan aktif alami.


Selain itu terdapat juga kekebalan aktif buatan seperti dengan menyuntikan antigen bakteri, patogen, atau mikroba yang sudah tidak aktif cara ini dikenal dengan vaksinasi. Vaksinasi menyebabkan orang yang disuntik tersebut mendapatkan kekebalan karena tubuhnya akan membentuk antibodi.


Kekebalan Pasif

Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar. Sebagai contoh kekebalan yang diperoleh bayi dari ibunya melalui air susu pertama (kolostrum) atau diperoleh bayi pada saat masih berada dalam kandungan. Kekebalan jenis ini dinamakan kekebalan pasif alami.


Sedangkan kekebalan pasif buatan diperoleh dengan menyuntikan antibodi yang diekstrak dari satu individu ke tubuh orang lain melalui serum, walaupun kekebalan pasif ini berlangsung singkat tapi berguna untuk penyembuhan secara cepat.


Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh

1. Alergi

Respon yang berlebihan (hipersensitif) terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh.

2. Autoimunitas

Keadaan hilangnya toleransi system kekebalan terhadap “diri sendiri”.

3. AIDS

Suatu penyakit defisiensi kekebalan tubuh secara meluas.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Bentuk-Bentuk Relif Daratan Beserta Contohnya Lengkap.