Ansambel adalah

Diposting pada

Aransemen berasal dari bahasa Belanda Arrangement, yang artinya penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen musik yang di dasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. Orang yang melakukan aransmen lagu dikenal dengan sebutan Aranger atau pengaransmen. Modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang arranger adalah menguasai pengetahuan tentang harmoni.

Ansambel-adalah

Kata ansambel berasal dari bahasa Perancis ensemble yang artinya bersama-sama. Dengan demikian musik ansambel dapat diartikan sajian musik yang dimainkan secara bersama-sama dengan menggunakan satu jenis alat musik atau beberapa jenis alat musik.


Pengertian Ansambel

Musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik dan kemudian memainkan lagu dengan aransemen yang sederhana.  Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Perancis yang mempunyai arti rombongan musik dan ansambel dalam kamus musik mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara  menghindari stress saat belajar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Seni Musik – Unsur, Macam, Fungsi, Sumber, Contoh, Para Ahli


  • Musik Ansambel

Ansambel berasal dari kata ensemble (Prancis) yang berarti bersama-sama. Dengan dasar itulah musik ansambel dapat dimaknai sebagai sebuah sajian musik yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan satu jenis alat musik atau berbagai jenis alat musik. Ansambel sejenis adalah sajian musik yang dilakukan secara bersama-sama denganmenggunakan satu jenis. Misal ansambel gitar, ansambel rekorder. Ansambel campuran adalah sajian musik yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan alat musik melodis,ritmis dan harmonis . Misalnya orkestra, gamelan.


  • Musik Ansambel Nusantara

Musik ansambel Nusantara adalah penggabungan beberapa alat musik yang di mainkan secara bersamaan dengan berkelompok mengiringi satu lagu tradisional yang berada pada suatu daerah, sehingga terdapat perbedaan di masing-masing daerah yang mana itu merupakan ciri khas dari masing-masing daerah.


Klasifikasi Musik Ansambel

Berikut ini terdapat 3 klasifikasi musik ansambel, terdiri atas:


  1. Alat Musik Melodis

Alat-Musik-Melodis

Alat musik melodis yaitu alat musik yang berfungsi untuk memainkan rangkaian susunan nada-nada merupakan melodi lagu. Contoh alat musik melodi yang dapat kita jumpai dalai dan mudah untuk dipelajari siswa adalah Recorder dan Pianika. karena selain murah, siswa juga dirasa tidak terlalu sulit untuk memainkan alat musik ini.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Alat Musik Tradisional Di Indonesia


  1. Alat Musik Harmonis

Alat-Musik-Harmonis

Alat musik harmonis yaitu alat musik yang berfungsi untuk mengiringi perjalanan melodi lagu (dengan menggunakan akor-akor tertentu), yang termasuk alat musik harmonis yang mudah dijumpai dan dapat dimainkan siswa seperti Piano (Keyboard), Gitar, dan dapat juga terdiri atas tiga unsur pianika yang memainkan perbedaan nada sehingga membentuk akord.


  1. Alat Musik Ritmis

Alat-Musik-Ritmis

Alat musik ritmis yaitu alat musik yang berfungsi sebagai Pengatur jalannya irama musik atau mengatur lagu, contohnya disini kita dapat menggunakan Senar drum atau Tamborin.Dalam bermain Ansambel Musik dibutuhkan kekompakan antar bagian, oleh karena itu sebelum memulai praktek setiap kelompok bagian akan memiliki satu ketua kelompok yang bertugas mengkoordinasi, baik itu bagian, melodis, harmonis ataupun ritmis, sedangkan untuk komposisi pemain, untuk jumlah siswa dalam kelas yang lebih dari 20 orang dapat kita pecah menjadi 2 grup ansambel musik.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Unsur Seni Musik


Pengelompokan musik ansambel

Berikut ini terdapat 3 pengelompokan musik ansambel, terdiri atas:


  1. Berdasarkan cara memainkannya

  • dipukul : misalnya saja, drum, triangle, dll.
  • ditiup : misalnya saja, recorder, pianika, harmonika, terompet, dll
  • dipetik : misalnya, gitar, bass, cello, mandolin, dll.
  • digesek : misalnya biola.

  1. Berdasarkan fungsinya

  • alat musik melodis : berfungsi untuk memainkan rangkaian susunan nada yang merupakan melodi. Contohnya : pianika, recorder, biola, dll.
  • alat musik ritmis : berfungsi unuk mengatur tempo, atau irama. Contohnya: snar drum, bass drum, cymbal, triangle, dll.
  • alat musik harmonis ; berfungsi sebagai pengiring jalannya sebuah lagu dalam permainan musik ansambel. Contoh : gitar, piano, organ, dll.

  1. Berdasarkan Sumber bunyinya

  • Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya. Contoh: kolintang, drum, bongo, kabasa, angklung
  • Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Contoh: suling, terompet, harmonika, trombone.
  • Kordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, gitar, sitar, piano, kecapi
  • Membranofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. contoh : tifa, drum, kendang, tam-tam, rebana
  • Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh : kibor, gitar listrik, bass listrik.

Alat Musik Ansambel

Berikut ini terdapat 3 alat musik ansambel, terdiri atas:


  1. Alat Musik Melodis

Jenis alat musik melodis berdasarkan cara memainkannya :


  • Piano

Piano

Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine – kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici – inilah piano modern berakar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Seni Kriya – Klasik, Rakyat, Perkembangan, Fungsi, Konsep, Unsur, Jenis, Teknik, Contoh


  • Akordion

Akordion

Meskipun kebanyakan orang dapat menyulap gambaran mental dari suatu accordian, banyak yang tidak menyadari bahwa ada beberapa macam akordion, dikembangkan selama bertahun-tahun untuk genre musik tertentu. Sebagai instrumen buluh gratis, pembukaan dan penutupan bellow sebuah akordeon (atau Squeezebox) menyebabkan udara mengalir di atas buluh, yang membuat suara. Sebuah akordeon juga memiliki tombol, atau kedua tombol dan keyboard. Ini berfungsi untuk mengarahkan aliran udara ke buluh tertentu dan bukan yang lain, dengan demikian mengendalikan nada dimainkan.


  • Pianika

Pianika

Pianika dapat dimainkan secara di tekan tetapi dEngan tiupan, tangga nada sama seperti alat musik biasa do re mi fa so la si do dan di tiup secara tegak.


  • Recorder

Recorder

Rekorder ini popular pada abad pertengahan melalui era barok, tetapi menurun pada abad ke-18 yang menyokong  alat-alat muzik orkestra, seperti flute, Oboe, dan klarinet. Rekorder dihidupkan semula pada abad ke-20, dalam mengejar prestasi bersejarah maklumat muzik awal, tetapi juga kerana kesesuaian sebagai instrumen sederhana untuk mengajar muzik dan daya tariknya untuk pemain amatur. Pada masa ini, rekorder sering dianggap sebagai alat seorang kanak-kanak, tetapi ada juga pemain profesional yang menunjukkan kepakaran mereka bermain rekorder pelbagai rentak dan lagu.


  • Gitar

Gitar

Selama jaman Renaissance, alat musik gitar tidak populer dan tidak diminati masyarakat. Namun setelah Alonso Mudarra mulai memperkenalkan alat musik ini melalui karya- karyanya maka dengan segera orang-orang mulai tertarik untuk mendengarkan dan memainkan gitar.


Pada abad 17 atau periode Baroque dawai (string) gitar ditambahkan menjadi lima yang masing -masing dawai berpasangan, ini memungkinkan para pemain memainkan musik yang lebih kompleks dan luas.


  • Kecapi

Kecapi

Alat musik tradisional kecapi merupakan alat musik kelasik yang selalu mewarnai beberapa kesenian di tanah Sunda ini. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang. Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Sedangkan senarnya, kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu. Berhubung suasa saat ini harganya mahal, senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat baja.


  • Biola

Biola

Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello dan double bass atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lirik Lagu – Fungsi, Makna, Arti, Para Ahli


  • Harmonika

Harmonika

Harmonika adalah sebuah alat musik yang paling mudah dimainkan. Hanya tinggal meniup dan menghisapnya harmonika akan mengeluarkan suara yang cukup bagus. Harmonika berasal dari alat musik tradisional China yang bernama ‘Sheng’ yang telah digunakan kira-kira 5000 tahun yang lalu sejak kekaisaran Nyu-kwa.


Harmonika modern ditemukan pada tahun 1821 oleh Christian Friedrich Buschmann. Sebuah instrumen musik tiup sederhana yang terdiri dari plat-plat getar dari logam yang disusun secara horozontal dengan desain yang kurang baik dan hanya menyediakan nada tiup kromatis.


  1. Alat Musik Harmonis

Seiring dengan perkembangan di dunia musik, sebenarnya alat musik harmonis yang modern ini merupakan perubahan dari tradisional, akan tetapi juga masih menggunakan konsep yang sama hanya saja yang membedakannya adalah pada bentuknya.


  • Gitar

Gitar

Gitar ternyata juga tergolong sebagai alat musik harmonis yang modern. Selain itu juga dikategorikan sebagai alat musik yang berdawai dan melodis juga. Seperti yang sudah diketahui bahwa cara memainkan gitar yaitu dengan cara dipetik dan biasanya menggunakan jari tangan atau plektrum.


Alat musik gitar terdiri dari beberapa bagian yaitu, tubuh gitar, leher gitar dan yang lainnya. Pada umumnya gitar terdapat sebuah senar yang berjumlah enam buah. Selain itu ada juga gitar tradisional yang terbuat dari berbagai macam kayu dengan senar yang terbuat dari nilon ataupun baja.


Secara umum alat musik gitar dibedakan menjadi dua jenis menurut kegunaannya, yaitu elektrik (gitar listrik) dan akustik. Masing-masing jenis gitar tersebut memiliki perbedaan yang menonjol jika dilihat dari bentuknya. Untuk gitar akustik biasanya terdapat sebuah lubang pada bagian badannya yang disebut dengan hollow body. Sedangkan untuk gitar elektrik biasanya tidak terdapat lubang di bagian tubuh gitar.


  • Piano

Piano

Alat musik piano ternyata diciptakan dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan menggunakan herpsichord. Cara memainkan piano yaitu dengan menekan tuts atau papan nada dengan menggunakan jari-jari kita. Sedangkan orang yang memainkan piano ini biasanya dikenal dengan sebutan Pianis.


Selain itu piano ini juga dikategorikan sebagai alat musik yang cukup tua. Tak heran jika jenis alat musik yang satu ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Tak hanya itu instrumen pada piano ini juga sangat terkenal di seluruh dunia. Fungsi dari piano ini adalah sebagai melodis pada suatu lagu.


Alat musik piano ini sebenarnya hampir sama dengan keyboard, akan tetapi salah satu yang membedakannya yaitu jumlah tutsnya lebih banyak dibandingkan dengan keyboard, yakni ada 88 papan nada. Untuk memainkan piano ini kita harus menghafal terlebih dahulu letak nada yang nantinya akan keluar jika tuts tersebut ditekan.


  • Biola

Biola

Biola adalah alat musik harmoni modern yang cara memainkannya yaitu dengan digesek. Pada biola ini hanya terdapat empat senar saja dengan kunci G-D-A-E yang telah distel atau diatur untuk menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Nada yang paling rendah pada alat musik ini yaitu pada kunci G.

Terdapat banyak sekali jenis biola yang ada saat ini, diantaranya: biola alto, cello dan double bass atau kontra bass. Dalam memainkan biola ini kita dituntut untuk menjiwai pada setiap nada, agar suara yang dihasilkan pun juga bagus dan enak untuk didengar. Selain itu biola juga paling sering dimainkan pada pertunjukan orkestera. Adapun orang yang memainkan alat musik tersebut dikenal dengan nama Violinis.


  • Sasando

Sasando

Sasando merupakan sebuah alat musik instrumen yang cara memainkannya yaitu dengan dipetik. Alat musik Sasando ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Menurut masyarakat sana, nama Sasando berasal dari bahasa Rote yaitu Sasandu yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.


Alat musik yang satu ini ternyata sudah lama sekali digunakan di kalangan masyarakat yaitu sejak memasuki abad ke 7.  Sasando dibuat dengan bah utama dari bambu yang membentuk seperti tabung panjang. Kemudian pada bagian tengah, melingkar dari bawah ke atas dipasang sebuah penyangga dengan fungsi sebagai tempat tumpuan dawai atau senar yang direntangkan mengelilingi tabung bambu.


Untuk jenisnya, jenis alat musik Sasando dulu dapat dibedakan berdasarkan dari senar yang dimilikinya. Misalnya seperti Sasando Engkel yang memiliki 28 dawat kemudian ada juga Sasando Dobel yang mempunyai 56 sampai 84 dawai. Pada saat ini terdapat banyak sekali jenis dari alat musik Sasando tersebut. Bahkan ada juga Sasando Elektrik yang terbuat dari bahan yang sangat bagus.


Tujuan dari pembuatan alat musik Sasando yang seperti itu pastinya untuk melestarikan dan juga agar dapat berkembang lebih jauh lagi.


  • Sampek

Sampek

Sampek adalah alat musik harmonis tradisional yang berasal dari Suku Dayak. Jenis alat musik ini terbuat dari berbagai macam kayu, tetapi bahan yang sering digunakan untuk membuatnya yaitu: kayu arrow, kayu ulin dan kayu kapur. Pada pembuatannya, Sampek juga akan diukir sesuai dengan keinginan pembuatnya dan disetiap ukirannya pasti memiliki arti masing-masing.


Alat musik ini hanya dapat dimainkan oleh satu orang saja. Akan tetapi akan lebih bagus lagi apabila dimainkan oleh banyak orang. Ada beberapa jenis lagu yang biasanya dimainkan dengan sampek ini, seperti lagu Apo Lagaan, Isaak Pako’ Uma Jalaan, Uma’ Timai, Tubun situn, Tinggang Lawat dan Tinggang Mate.  Semua lagu tersebut menggunakan bahasa Kayaan dan Kenyah.


  • Kecapi

Kecapi

Kecapi merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari sunda. Biasanya kecapi ini dimainkan sebagai alat musik utama dalam tembang sunda atau memaos sunda. Cara memainkan alat musik yang satu ini yaitu dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan.


Kata kecapi dalam bahasa sunda juga merujuk pada tanaman sentul, yang mana kayunya ternyata juga bisa digunakan untuk membuat alat musik ini. Adapun nada dalam kecapi ini ada 5 (pentatonis) tangga nada, yaitu bernama: Da, Mi, Na, Ti dan La. Pada suatu pertunjukan, kecapi biasanya selalu berpasangan dengan alat musik seruling yang terbuat dari bambu. Selain itu terdapat dua jenis kecapi yang terkenal, yaitu Kecapi Parahu dan Kecapi Siter.


  • Rebab

Rebab

Rebab bisa dikatakan sebagai alat musik harmonis tradisional yang paling tua. Sebenarnya alat musik ini bukan berasal dari Indonesia, tetapi seiring dengan perkembangan alat musik ini kemudian datang di Indonesia melalui para pedagang yang datang dari wilayah Timur Tengah, Afrika bagian utara, Eropa dan Timur Jauh (Asia Tenggara dan Timur).


Di daerah Jawa Barat, alat musik rebab memiliki dua atau tiga utas senar yang terbuat dari logam. Sedangkan untuk rebabnya sendiri terbuat dari bahan tembaga. Selain itu rebab juga sering digunakan untung mengiringi pertunjukan wayang bersama dengan alat musik gamelan. Meskipun alat musik rebab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sebuah tembang atau lagu, akan tetapi pada kenyataannya justru tidak banyak orang yang tertarik untuk memainkan bahkan mempelajarinya, terutama dikalangan kaum muda saat ini.


  • Siter dan Celempung

Siter dan Celempung

Pada umumnya siter dan celempung adalah alat musik yang hampir sama. Siter memiliki ukuran panjang kurang dari 30 cm dan masing-masing terdapat 11 dan 13 pasang senar yang direntangkan pada kedua sisinya diantara kotak resonator. Salah satu senar tersebut distel dengan nada pelog dan senar yang lainnya dengan nada slendro.


Sedangkan celempung memiliki ukuran lebih panjang dari pada siter dan juga distel satu okaf dibawah siter. Siter dan celempung biasanya dimainkan sebagai salah satu alat musik yang dimainkan bersama (panerusan) dan juga sebagai instrumen yang memainkan cengkok (pola melodi berdasarkan balungan).


  1. Alat Musik Ritmis

Dapat dikatakan, pengertian alat musik ritmis adalah sebuah alat musik  tidak bernada atau nadanya tidak tetap (berubah-ubah). Seperti yang telah disinggung di atas, alat musik ritmis berfungsi sebagai alat musik pengiring sebuah lagu.


Selain itu, alat musik ritmis juga memiliki fungsi yang lain yaitu sebagai pengatur irama atau tempo lagu. Dalam model permainannya alat musik ritmis memliki beberapa cara yaitu dengan dipukul/ditabug (dengan atau tanpa alat tertentu), digesek, dan lainnya.


  • Kendang

Kendang

Alat musik ritmis kendang biasa di gunakan di jawa seperti pengiring lagu tradisional, sekarang alat musik kendang ini juga mulai dikombinasikan dengan alat musik modern.


Cara memainkan alat musik kendang ini adalah dengan memukulkan tangan ke kulit yang direnggangkan pada kendang tersebut.


Alat musik memiliki beberapa macam jenis yaitu ketipung adalah kendang kecil, kendang ciblon adalah kendang kebar atau bisa disebut kendang menengah, kendang kalih adalah kendang gede merupakan pasangan dari ketipung.


  • Tifa

Tifa

Kedua adalah alat musik tifa, alat musik ritmis tradisonal tifa ini berasal dari Papua. Jika dilihat sekilas alat musik ritmis tifa ini hampir sama dengan gendang, baik dari cara memainkannya, bentuk maupun bahan yang yang digunakan yaitu dari kayu dan kulit hewan.


Perbadaannya terdapat pada bentuk dari alat musik tifa yang lebih panjag dan sedikit ramping pada bagian tengahnya. Berbeda dengan gendang yang berbentuk membesar pada bagian tegahnya. Umumnya tifa dimainkan dengan cara bediri dan dipukul seperti gendang.


  • Rebana

Rebana

Bentuk Rebana tidak jauh beda dengan kendang kecil yang berbentuk bundar serta pipih. Jika diperhatikan maka akan terlihat bingkai berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu yang dibubut.


Kesenian di negara melayu seperti Brunei, Malaysia,  Singapurajuga Indonesia yang memakai rebana kebanyak musik irama dari padang pasir, seperti qasidah, hadroh dan gambus. Cara memainkannya dipukul-pukul menggunakan tangan.


  • Kastanyet

Kastanyet

Alat musik ritmis kastanyet berikut ini cara memainkannya adalah dengan meletakkan alat musiknya kastanyet di tangan kiri, selanjutnya tangan sebelah kanan menepuk-nepuk tangan kiri, hal ini dimaksudkan agar alat musik ritmis kastanyet ini mengeluarkan bunyi sesuai yang diinginkan pemainnya.


Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi tari-tarian di Spanyol.


  • Timpani

Timpani

Alat musik timpani merupakan alat musik ritmis yang terbuat dari bahan kuningan dan tabungnya berbentuk menyerupai mangkuk.


Cara memainkan alat musik ritmis timpani adalah dengan cara dipukul dengan alat yang bernama stik atau mallet timpani.


  • Konga

Konga

Alat musik ritmis Konga mirip dengan kendang,tapi bentuk alat musik konga ini lebih panjang dan terdapat keunikan tersendiri dari bentuknya. Alat musik ritmis tradisional konga ini terbuat dari kayu.


Kulit hewan yang dipakai untuk permukaanya sebagai sumber bunyi dari alat ini.


Saat penampilannya di panggung, konga diletakan di penyangga besi hal ini bertujuan agar posisinya tetap seimbang saat dimainkan.


Cara memainkan alat musik ritmis konga adalah dengan cara dipukul dengan kedua tangan tanpa alat bantu.


Manfaat Musik Ansambel

Bermain musik sebaiknya dimulai sejak usia dini. Bermain musik sejak usia dini adalah cara yang mudah dan menyenangkan untuk mengembangkan kecerdasan anak dan remaja. Selain itu, bermain musik sejak usia dini juga akan membentuk perilaku dan sikap anak-anak maupun remaja menjadi lebih baik dan teratur. Sebagaimana disampaikan oleh Gordon (2008: 11) dalam Early Childhood dikatakan bahwa semakin dini kita menstimulasi anak terutama dengan pelajaran informal musik (mendengarkan kaset misalnya, dan lain-lain), semakin dapat meningkatkan kemampuan musiknya di masa yang akan datang.


Lewat musik, kecerdasan anak dan remaja akan berkembang dengan baik. Perkembangan itu antara lain terjadi pada daya konsentrasi dalam belajar di sekolah, di rumah maupun bersama teman-temannya. Selain itu, kemampuan mereka dalam mencerna, memecahkan, dan menyelesaikan persoalan akan meningkat, sehingga hal itu dapat mereka lakukan dengan cepat dan tepat. Dengan bermain musik, sikap dan perilaku anak serta remaja juga berkembang dengan baik. Rasa percaya diri anak atau remaja akan tumbuh sehingga mereka mampu mengaktualisasikan diri dalam situasi dan kondisi yang ada di sekitarnya.


Dengan bermain ansambel musik di sekolah, manfaat yang dapat diperoleh adalah mengajarkan siswa untuk berlatih bekerja sama (cooperatif learning), karena ansambel musik bukan permainan individu. Dalam permainan sebuah ansambel yang terdiri dari beberapa pemain, tentu mengajarkan anak-anak berada dalam sebuah team work. Mereka akan merasa bertanggung jawab pada setiap tugas yang dipercayakan kepadanya dan mengerjakan dengan tekun, cermat, bersemangat dan berkualitas.


Para siswa akan mempunyai kepekaan, kepedulian terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka juga akan berempati pada kesusahan, kesedihan, dan penderitaan orang lain. Hal tersebut berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh Lie (2005: 28) bahwa kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerja sama, tidak akan ada keluarga, organisasi, ataupun sekolah. Dengan demikian, tanpa adanya kerja sama di antara siswa, maka permainan ansambel musik yang baik di sekolah tidak akan terwujud.


Dengan kebiasaan dalam bermain ansambel musik, siswa akan mempunyai sikap disiplin yang tinggi. Kebiasaan meletakkan dan mengembalikan alat-alat musik setelah bermain, juga akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumahnya. Demikian juga sikap sportif dalam mengakui kesalahan dan mau menerima pendapat orang lain, akan didapatkan juga dengan bermain musik secara kelompok.