Pengertian, Fase dan Gerakan Bulan

Diposting pada

Gerakan-Bulan

Pengertian Bulan

Bulan adalah satelit bumi. Artinya, Bulan beredar mengelilingi Bumi pada garis edarnya. Bulan beranjak 384 403 km dari Bumi dan bermassa kira-kira hanya 1/81 massa Bumi. Gaya gravitasi bulan hanya 1/6 kali gaya gravitasi Bumi, dan diameternya hanya sekitar ¼ kali diameter Bumi. Akibat dari periode rotasi dan revolusi Bulan yang sama besar, maka permukaan Bulan yang menghadap Bumi selalu sama sepanjang waktu.


Bulan bukanlah hanya sebagai penghias langit malam dan penerangan saat Matahari tenggelam.Objek yang dikenal sebagai satelit Bumi ini merupakan salah satu anggota tata surya yang senantiasa mengelilingi planet ketiga Matahari ini. Pada masa lalu, bulan sering dijadikan objek pemujaan yang menggambarkan kecantikan karena cahaya yang dipancarkan. dibandingkan dengan matahari, cahaya bulan terasa sejuk sedangkan cahaya matahari terasa panas menyengat. Apa yang menyebabkan cahaya yang dipancarkan berbeda?


Jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah  384.400 km atau 0,00258 kali jarak rata-rata Bumi dari Matahari (149.000.000 km). Hal inilah yang menyebabkan Bulan tampak berukuran hampir sama dengan Matahari jika diamati dari Bumi, karena itu pula pantulan cahaya Bulan yang berasal dari Matahari pun cukup banyak, sehingga Bulan akan tampak sebagai benda langit paling terang kedua setelah Matahari. Perbandingan bulan terhadap bumi disajikan dalam tabel sbb:

Bulan

Perbandingan terhadap bumi

Diameter Bulan adalah 3.474 Km

Massa jenis bulan sebesar 3,4 g/cm³

Gravitasi sekitar 1,67 m/s²

Kurang dari 0,25 diameter bumi

Lebih ringan dari massa jenis bumi (5,5 g/cm³)

Sekitar 17% gravitasi bumi


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gerhana Bulan – Pengertian, Proses, Jenis, Total, Sebagian, Penumbra, Cara Melihat


Asal Usul Bulan

ASAL USUL BULAN

Beberapa miskonsepsi yang terjadi di masyarakat awam adalah bahwa cahaya yang dipancarkan bulan berasal dari bulan itu sendiri. Sebenarnya bulan tidak mampu memancarkan cahaya/ energi layaknya matahari. Cahaya yang terlihat dari bumi merupakan pantulan dari cahaya matahari pada permukaan bulan. Buktinya, bentuk bulan yang terlihat setiap hari berbeda. Bila bulan memancarkan cahaya, maka bentuk bulan pasti tetap. Miskonsepsi lain berkaitan dengan adanya udara di bulan.


Perhatika gambar disamping, bila tidak ada udara mengapa bendera yang ditancapkan dapat berkibar? Perlu diketahui bahwa bendera yang ditancapkan diulan bukan berbahan kain atau plastik, namun seng. Sehingga bentuknya sengaja dibuat seoah-olah berkibar. Selain itu terdapat pendapat bahwa bulan memiliki sisi gelap. mengapa wajah bulan yang kelihatan dari bumi hanya separoh, sedangkan bagian lainnya tak pernah kita saksikan dari bumi.


Apa yang menyebabkan penampakkan bulan seperti ini? Penampakkan konstan bulan yang demikian disebabkan adanya keseimbangan pergerakan bumi dan dan bulan, yaitu lama peredaran bulan mengitari bumi sama dengan lamanya waktu bulan berotasi pada sumbunya. Jangka waktu yang diperlukan adalah 1 bulan. Akibatnya bagian bulan yang tampak dari bumi hanyalah sebelah muka yang sama saja. Sedangkan belahan bulan yang lain tidak pernah tampak. Untuk melihat wajah bulan yang sebelahnya manusia mesti pergi ke luar angkasa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Nama Nama Planet


Teori Bulan

Teori Bulan

Dari mana asal-usul Bulan yang mengorbit Bumi kita? Ada empat teori mengenai asal-usul terbentuknya yaitu:

1. Teori co-Akresi

Pada sekitar tahun 1873 para ilmuwan telah beranggapan bahwa planet-planet terbentuk dari kondensasi awan gas panas. Awan gas panas secara bertahap terkontraksi kemudian mendingin. Dan karena ia berkontraksi, akan terbentuk cincin gas. Dan cincin gas ini pada akan akhirnya bersatu membentuk planet-planet.


Seorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan sebuah teori terbentuknya Bulan yang disebut Teori co-Akresi. Teori ini mengatakan bahwa pada dasarnya Bumi dan Bulan terbentuk pada saat yang sama dan dari bahan yang sama. Menurut Eduard Roche Bumi pada awalnya terbentuk sebagai sebuah bola gas yang kemudian mendingin dan berkontraksi, membentuk cincin gas di sekelilingnya. Cincin gas tersebut kemudian membentuk Bulan.


Namun teori ini memiliki kelemahan karena Bulan memiliki kandungan besi lebih rendah dibanding Bumi. Bumi memiliki inti yang tersusun dari besi sedangkan Bulan tidak, dengan kata lain Bulan tak lebih dari hanya sekedar sebuah batu. Jika dua benda terbentuk dari bahan yang sama, komposisi dasar mereka harus sama. Ini adalah lubang dalam teori Roche yang tidak bisa dijelaskan.


2. Teori Fisi

George Darwin putra ilmuwan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species”, pada tahun 1878 mengumumkan Teori Fisi. Setelah melakukan analisa terhadap hubungan pasang surut air di Bumi, Darwin menyimpulkan bahwa bulan secara bertahap bergerak semakin menjauh. Pendapat ini tidak terbukti hingga 95 tahun kemudian. Ketika astronot mendarat di bulan, mereka menempatkan sebuah cermin kecil. Dari Bumi cermin tersebut disinari dengan laser dan laser memantul kembali sehingga dapat diukur jarak Bulan menjauh dari Bumi yang tepat adalah sejauh 3,8 cm per tahun.


Darwin mulai mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika kita membalikkan proses, seperti menjalankan film dengan arah mundur. Ketika waktu kita tarik mundur dan Bulan mengorbit lebih dekat, baik orbit Bulan maupun rotasi Bumi bisa lebih cepat dari sekarang. Darwin mengambil kesimpulan bahwa dahulu Bulan bersatu dengan Bumi. Sebagian kecil dari Bumi terpisah kemudian membentuk Bulan.


Teori Fisi diperdebatkan selama puluhan tahun, tetapi para ilmuwan akhirnya menyimpulkan bahwa gerakan relatif Bumi dan Bulan tidak bisa dihasilkan dari itu. Bumi akan berputar terlalu cepat untuk memperhitungkan tingkat rotasi yang sekarang.


3. Teori Capture

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See adalah kapten Angkatan Laut AS berbasis di Pulau Mare dekat San Francisco. Pekerjaan resminya adalah menjaga waktu standar untuk pantai barat AS. Sebagai seorang pemuda ia dilatih sebagai seorang astronom dan telah menghabiskan waktu menganalisis hipotesis baik co-Akresi maupun Fisi. Secara bertahap Thomas mengembangkan ide yang sama sekali berbeda. Ini kemudian disebut “Teori Capture”. Ia pada dasarnya berteori bahwa Bulan terbentuk di tempat berbeda dalam Tata Surya kemudian mengorbit Matahari seperti planet lainnya. Tapi kemudian bergerak terlalu dekat ke Bumi dan ditangkap oleh gravitasi Bumi.


Ia beranggapan ada sesuatu yang ia sebut media penolak di luar angkasa, yang saat ini kita ketahui media tersebut tidak ada. Thomas tidak pernah bisa menjelaskan seperti apa media penolak ini yang kemungkinan merupakan materi partikel kecil. Idenya adalah jika gravitasi Bumi menangkap Bulan maka Bulan haruslah datang dari jauh yang kemudian menabrak media penolak ini sehingga memperlambat Bulan dan kemudian secara bertahap bisa ditangkap oleh orbit bumi. Seperti pelompat bungee jumping dari jembatan, mereka turun, naik kembali namun tidak sejauh titik awal, turun kembali dan begitu seterusnya hinggal posisinya stabil.


Teori Capture Thomas bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antara Bumi dan Bulan. Jika Bulan terbentuk di tempat lain di Tata Surya maka komposisinya akan berbeda dengan komposisi Bumi. Kelemahan besar Teori Capture adalah tidak adanya penjelasan mengenai media penolak bagi obyek sebesar Bulan sehingga tidak menabrak Bumi


4. Teori Tabrakan Raksasa

Pada tahun 1974 sebuah hipotesis baru memulai debutnya di panggung dunia ilmiah. Para pendukungnya menyebutnya dengan nama Teori Tumbukan Raksasa. Ide dasarnya adalah bahwa sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu Bumi bertabrakan dengan obyek seukuran planet Mars saat ini. Ini adalah tabrakan yang sangat besar. Dan tabrakan ini begitu besar sampai menyebarkan materi hasil tumbukan ke orbit di sekitar Bumi. Materi-materi yang tersebar di sekitar orbit Bumi kemudian saling terikat oleh gravitasi, dan membentuk Bulan. Sebagian dari bagian Bumi mencair karena panas akibat tabrakan.


Tabrakan ini memicu rotasi Bumi dan telah secara substansial mengubah bentuk Bumi itu sendiri. Setelah beberapa jam untaian materi dari planet penabrak telah runtuh gravitasinya menjadi dua kelompok besar. Kelompok bagian dalam dari materi planet penabrak merupakan bagian inti penabrak itu, yang kemudian menabrak kembali Bumi untuk kemudian menyatu dengan Bumi. Sementara material bagian luar luar mendekati Bumi, dan dipengaruhi oleh gravitasi bumi menjadi untaian material yang panjang, yang kemudian membentuk piringan. Menyusul tabrakan besar, materi kemudian bersatu untuk membentuk Bulan dalam waktu kurang dari satu tahun,.


Tidak ada bekas yang ditinggalkan dari tabrakan ini di Bumi hari ini karena pada saat itu, planet kita baru berukuran sekitar 90% dari ukuran saat ini. 10% sisanya ditambah dari tumbukan-tumbukan lainnya yang jauh lebih kecil. Juga gravitasi Bumi sendiri mendapatkan efek pembentukan kembali. Dalam hari setelah tumbukan Bumi telah memiliki bentuk dasar bulat. Dan setiap tekanan yang disebabkan tumbukan telah diperhalus. Pencetus Teori Tumbukan Raksasa Bill Hartmann menyajikan hipotesisnya di sebuah konferensi ilmiah pada tahun 1974. Tapi hanya mendapat sedikit perhatian selama hampir satu dekade. Perhatian pada Bulan turun tajam pada akhir misi Apollo. Akhirnya pada konferensi Bulan di Hawaii pada tahun 1984, empat astronom paling terkemuka di dunia mencapai konsensus, bahwa Teori Tabrakan Besar adalah teori yang paling bisa diterima untuk saat ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Tata Surya Menurut Para Ahli


Librasi Bulan

Librasi Bulan

Jika keseimbangan gerak terjadi antara evolusi bulan dan rotasinya berarti permukaan bulan yang mungkin dilihat dari bumi adalah satu belahan yakni 50% permukaan bulan. Pergerakan bulan yang tidak sederhana menimbulkan efek penampakan yang tidak sesuai dengan logika di atas. Ketika melakukan geraknya yang khas bulan tidak selalu terletak pada bidang yang sama. Baik bentuk atau posisinya yang relatif terhadap matahari dan bumi secara terus menerus berubah. Karena sebab-sebab inilah maka bagian bulan yang terlihat di bumi agak berbeda sehingga setelah satu periode waktu  (yakni 1 bulan) kita dapat melihat 59% permukaan bulan dari suatu tempat pengamatan di bumi.


Perubahan-perubahan dalam orbit bulan terjadi dalam daur-daur. Karena hal inilah, permukaan bulan yang dapat dilihat mengalami librasi, sehingga daerah-daerah kecil di tepi cakramnya yang bisa diamati terlihat. Dengan kata lain titik tengah dari bulatan bulan yang nampak bukanlah titik yang sama saja, melainkan bergeser sedikit letaknya. Dengan demikian bagian bulan yang dapat disaksikan dari bumi lebih luas sedikit dari separoh. Sisi-sisi piringan pada kutub utara dan selatan serta bagian kanan kirinya dapat berganti-ganti terlihat. Librasi atau gerak berguncang bulan dapat diperinci sebagai berikut:


Librasi lintang Menimbulkan Efek Bulan

  • Pertama, Librasi dalam garis lintang. Ini disebabkan gerak bulan mengangguk. Efek yang ditimbulkan adalah daerah kecil pada kutub-kutub bulan secara bergantian tampak dari bumi setelah bulan berkeliling setengah dari lintasannya. Atau titik pusat bulatan bulan yang tampak bergeser naik turun. Untuk lebih memahami gerakan bulan yang demikian perlu kita mengingat bahwa lintasan bulan bersifat elips. Pada waktu tertentu bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi, diwaktu yang lain bulan berada dalam jarak lebih jauh dari bumi. Sama halnya seperti lintasan bumi yang ellips terhadap matahari. Lintasan yang ellips ini membuat jarak matahari-bumi dan jarak bulan-bumi berubah secara periodik. Dalam kasus ini berlaku hukum Keppler II dan Hukum Gravitasi yang membawa efek terhadap percepatan dan perlambatan gerak jatuh melingkar.

  • Kedua, Librasi dalam garis bujur. Ini disebabkan karena kecepatan bergeraknya bulan mengitari bumi tidaklah tetap. Kadang-kadang cepat kadang kadang lambat. Padahal gerak rotasinya selalu tetap. Ini menimbulkan efek permukaan bulan yang Nampak dari bumi bergeser dalam arah timur dan barat, atau librasi dalam garis bujur.


  • Ketiga, Librasi Paralaks. Librasi ini disebabkan oleh posisi pengamatan yang berbeda dari orang yang menyaksikan bulan di bumi. Pengamat A akan melihat titik pusat bulan pada titik a, sedangkan pengamat B akan melihat titik pusat bulan di b. Karena jarak antara bumi di bulan tidak jauh yaitu sekitar 385.000 km, maka perbedaan tampak menjadi sangat jelas.


Ada bagian tertentu dari bulan yang tidak bisa dilihat oleh A tampak oleh B, sebaliknya ada bagian bulan yang tidak tampak oleh B dapat dilihat oleh A. Pengaruh ketiga jenis librasi ini menyebabkan permukaan bulan yang tampak dari bumi menjadi lebih dari separoh. Angka tepatnya tidak dapat diperoleh hanya dengan pengamatan biasa dan sepintas. Harus dilakukan penelitian dan pengukuran secara cermat. Tetapi jika diperkirakan secara kasar kurang lebih sebagai berikut: Bagian yang tampak dan selalu menghadap ke bumi 3/7; bagian yang tidak pernah tampak dari bumi 3/7 dan Bagian yang tampak karena faktor Librasi adalah 1/7. Maka permukaan bulan yang dapat dilihat dari bumi adalah sekitar 4/7 bagian atau lebih dari separo.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gerhana Matahari – Proses, Waktu, Jenis, Cincin, Total, Mengamati , Seri Saros


Gerakan Bulan

Gerakan Bulan

Bulan sebagai satelit alami Bumi mengalami tiga gerak sekaligus:

  • Rotasi Bulan;
  • Revolusi Bulan;
  • Besama-sama dengan Bumi mengitari Matahari

Bidang orbit Bulan membentuk sudut 5° terhadap ekliptika (bidang orbit Bumi), atau secara konsep dapat dikatakan bahwa inklinasi bulan adalah 5°.


Sambil berevolusi dengan arah negatif, Bulan juga berotasi dengan arah negatif (gambar 6.(b)). Periode rotasi Bulan sama dengan periode revolusinya, sehingga muka Bulan yang menghadap Bumi selalu hanya setengah bagian dan tetap. Orbit Bulan berbentuk elips, sehingga jarak Bulan dari Bumi berubah selama revolusi. Perigee (titik terdekat) adalah kedudukan Bulan yang terdekat dari Bumi dan Apogee (titik terjauh) adalah kedudukan Bulan yang terjauh dari Bumi. Berdasarkan acuan revolusinya, Bulan memiliki dua peiode yang berbeda.


Periode siderik atau Bulan siderik adalah selang waktu yang diperlukan untuk berevolusi 360° (tepat 1 putaran) mengitari Bumi dengan mengacu ke suatu bintang. Periode siderik mendekati angka 27 hari. Periode sinodik atau Bulan sinodik adalah periode Bulan berdasarkan fase-fase Bulan, yaitu mulai dari Bulan baru sampai Bulan baru berikutnya. Periode sinodik mendekati nilai 29 ½ hari. Dalam periode sinodik, bulan berevolusi lebih dari 360° (lebih dari 1 putaran).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Mikroskop Adalah – Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian, Fungsi, Cara, Perawatan


Gerakan Rotasi Bulan

Bulan merupakan satelit alami yang dimiliki oleh bumi, bulan tidak memancarkan cahaya sendiri. cahaya bulan yang terlihat pada malam hari berasal dari cahaya matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bulan. Bulan melakukan tiga gerakan. Nah berikut ini jenis gerakan bulan beserta akibatnya :


Sama halnya dengan bumi dan planet-planet lainnya, bulan juga berputar pada porosnya atau berotasi. Waktu yang diperlukan bulan untuk melakukan satu kali rotasi sama dengan waktu yang diperlukan bulan untuk berevolusi mengelilingi bumi. Sehingga dapat dikatakan bahwa periode rotasi bulan sama dengan periode revolusinya. Hal itu menyebabkan permukaan bulan yang menghadap bumi akan selalu terlihat sama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Awan – Proses, Pembentukan, Faktor, Jenis, Keluarga, Fungsi


Fase Bulan

Fase Bulan

Fase Bulan adalah bentuk Bulan yang berbeda-beda saat diamati dari Bumi (sabit, kuartil, gibous, purnama). Bulan tampak bersinar karena memantulkan cahaya Matahari. Setengah bagian Bulan yang menghadap Matahari akan terang, dan sebaliknya setengah bagian yang membelakangi Matahari akan gelap. Akan tetapi fase bulan yang terlihat dari Bumi bergantung pada kedudukan relatif Matahari, Bulan, dan Bumi. Pada kedudukan 1, Matahari, Bulan, dan Bumi terletak pada satu bidang dan Bulan diantara Bumi dan Matahari. Kedudukan seperti ini disebut konjungsi.


Pada kedudukan ini bagian terang Bulan tidak terlihat dari Bumi. Bulan pada kedudukan ini disebut Bulan baru. Pada kedudukan 2, hanya kira-kira seperempat dari bagian terang Bulan yang terlihat dari Bumi. Bulan pada kedudukan ini disebut Bulan sabit. Berurutan seterusnya hingga kedudukan 4 posisi Bulan yang relatif antara Bumi dan Matahari menunjukkan bagian yang semakin besar. Kemudian pada kedudukan 5, Matahari, Bulan, dan Bumi terletak pada satu bidang dan Bulan berada di belakang Bumi. Kedudukan seperti ini disebut oposisi. Pada kedudukan ini seluruh bagian terang Bulan terlihat dari Bumi. Bulan pada kedudukan ini berada pada fase Bulan Purnama.


Revolusi Bulan Mengelilingi Bumi

Selain berputar pada porosnya bulan juga bergerak mengelilingi bumi yang disebut revolusi bulan. Akibat revolusi bulan, bulan akan tampak berubah-ubah jika dilihat dari bumi yang disebut dengan fase bulan. Fase bulan dipengaruhi oleh posisi bulan terhadap bumi dan matahari.


Berikut ini fase-fase Bulan :

  • Fase Bulan Mati
    Fase bulan mati juga disebut dengan bulan baru, pada fase ini permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari membelakangi bumi sehingga bulan tidak terlihat dari bumi dengan mata telanjang.

  • Fase Bulan Sabit
    Fase bulan sabit mulai terlihat dari bumi dengan mata telanjang dan bentuknya menyerupai bentuk sabit.


  • Fase Bulan Separuh
    Pada fase ini separuh permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari menghadap ke bumi.


  • Fase Bulan Bungkuk ( Cembung )
    Pada fase ini bulan terlihat cambung atau hampir penuh.


  • Fase Bulan Purnama
    Pada fase ini semua permukaan bulan yang mendapat dan memantulkan cahaya matahari menghadap ke bumi. Dari bumi bulan terlihat satu lingkaran penuh. Setelah fase purnama bulan terus mengecil dan kembali menjadi fase bulan separuh, fase bulan sabit dan fase bulan mati atau fase bulan baru lagi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Awal Mula Terbentuknya Laut Di Bumi Menurut Peneliti Kelautan


Revolusi Bulan Mengelilingi Matahari

Selain berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi bumi, bulan juga bergerak mengelilingi matahari. Karena bulan merupakan satelit alami bumi yang selalu bergerak mengiringi bumi, maka ketika bumi bergerak mengelilingi matahari bulanpun melakukan hal yang sama.


Waktu yang diperlukan bulan untuk bergerak mengelilingi matahari sama dengan waktu yang diperlukan bumi untuk bergerak mengelilingi matahari. Dapat disimpulkan bahwa dalam 1 tahun bulan hanya satu kali bergerak mengelilingi matahari dan dua belas kali bergerak mengelilingi bumi. Hal inilah yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun didalam kalender masehi. Manusia hanya dapat merasakan akibat yang ditimbulkan oleh gerakan bulan baik rotasi maupun gerak revolusi.


Nah berikut ini akibat-akibat gerak bulan :

  • Adanya fase-fase bulan
  • Terjadinya pasang surut air laut
  • Terjadinya gerhana
  • Permukaan bulan yang terlihat dari bumi selalu sama

 


 

Daftar Pustaka

  • Anonim. 2012. Terbentuknya Bulan. Diunduh dari http://astronomi.biz/teori-terbentuknya-bulan/ (6 april 2013)
  • Dahnial, I.2009. Bulan yang Terlihat Indah Di Langit.diunduh dari http://iwandahnial.wordpress.com/2009/05/17/bulan-yang-terlihat-%E2%80%9Cindah%E2%80%9D-di-bumi/ (6 April 2013)
  • Syaikhu,A.2011.Pola pergerakan bulan dan efek penampakannya. Diunduh dari http://aliboron.wordpress.com/2011/01/29/pola-pergerakan-bulan-dan-efek-terhadap-penampakannya-di-bumi/ (6 April 2013)
  • Wijaya,A F C.2010.Gerak Bumi Dan Bulan.Jayapura: Digital Learning Study.
  • Wikipedia.2013.The Origin Of Moon.diunduh dari http://en.wikipedia.org/wiki/the-origin-of-moon/