Pengertian Rakyat – Penduduk, Kewajiban, Hak, Masalah, Faktor, Migrasi, Dampak, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Rakyat – Penduduk, Kewajiban, Hak, Masalah, Faktor, Migrasi, Dampak, Para Ahli : Rakyat merupakan sebuah bagian dari suatu negara serta unsur yang penting dalam pemerintahan.


Pengertian Rakyat

Rakyat merupakan sebuah bagian dari suatu negara serta unsur yang penting dalam pemerintahan. Rakyat terdiri dari beberapa orang yang memiliki ideologi sama dan tinggal di pemerintahan atau daerah yang sama serta memiliki hak dan kewajiban yang sama yakni untuk membela negaranya jika diperlukan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tri Koro Dharmo : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Asas Dan Tokohnya


Pengertian Penduduk

Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:


  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.


Pengertian Rakyat Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Rakyat Menurut Para Ahli.

  • Kamus besar bahasa Indonesia

Pengertian rakyat sebagai penduduk sebuah negera.


  • Emha Ainun Nadjib

Rakyat merupakan pihak yang akan diatur oleh pihak yang berkuasa.


  • Issei

Rakyat merupakan konsepsi politik yang bukan konsepsi arimatik ataupun statistik, rakyat tidak selalu berarti seluruh penduduk.


  • Herman J. Waluyo

Rakyat merupakan darah di tubuh suatu bangsa dan debar sepanjang masa


  • Anwar Harjono

Rakyat merupakan sumber kekuasaan


  • Doed Joesoef

Rakyat merupakan keseluruhan perorangan atau individu yang hidup pada wilayah nasional dan tertunduk pada peraturan perundang undangan yang sama.


  • M. Hasan

Rakyat merupakan orang satu kelompok yang berkaitan dalam membuat dan melaksanakan semua aturan bagi masyarakat tertentu.


  • Aa Nurdiman

Rakyat adalah sekumpulan manusia yang di satukan oleh rasa persamaan dan kebersamaan dalam mendiami suatu wilayah negara.


  • Aloys Budi Purnomo

Rakyat adalah pemegang penuh kedaulatan negera.


  • Bahar Rifai

Rakyat merupakan seluruh orang yang tinggal pada suatu negara atau wilayah.


Kewajiban Rakyat Dalam Politik

Rakyat memiloki kewajiban, yaitu:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Inkaso : Pengertian, Warkat, Mekanisme, Jenis, Manfaat, Keuntungan Dan Contohnya


  1. Ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum.
  2. Ikut mengkritik dan membangun roda pemerintahan.
  3. Menjadi bagian penting dalam aspek politik.
  4. Mempunyai kewajiban dalam mengikuti politik praktis.
  5. Mempunyai kewajiban dalam mengikuti peraturan-peraturan politik yang sudah ditetapkan negara serta siap menerima sanksi jika melanggar.

Kewajiban Rakyat dalam Ekonomi dan Sosial

Rakyat memiliki kewajiban, yaitu


  1. Menjadi fundamental ekonomi pemerintahan.
  2. Menjadi fundamental sosial kenegaraan.
  3. Berkewajiban membayar pajak.
  4. Berkewajiban mengikuti aturan-aturan hukum yang berlaku tentang pembelaan tanah air dan menjalankan hak dan kewajibannya yang telah tertulis di Undang-Undang Dasar.

Hak-Hak Rakyat

Adapun hak-hak rakyat, yaitu:


  1. Fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara (Pasal 34, Bab XIV, UUD 1945).
  2. Rakyat berhak meminta penghidupan yang layak (Pasal 27, Bab X, UUD 1945).
  3. Rakyat berhak meminta layanan kesehatan, pendidikan, dan hiburan kepada negaranya.
  4. Rakyat berhak didampingi pengacaranya jika dituduh melakukan tindak kriminal.
  5. Rakyat berhak untuk membela dan menjaga stabilitas negara.

Masalah Jumlah Penduduk

Dinamika Penduduk adalah perubahan / pertumbuhan jumlah penduduk  dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. ( ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah unsur-unsur dinamika penduduk.) Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pertumbuhan alami, pertumbuhan migrasi, dan pertumbuhan penduduk total.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pegertian Pembelajaran Kooperatif Serta Tujuan, Prinsip, Ciri Dan Langkahnya


  1. Pertumbuhan Penduduk Alami

    adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Pertumbuhan alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : Pa = L – M  ( Pa = Pertumbuhan penduduk alami L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian )


  2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi

    adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : Pm = I – E  ( Pm= Pertumbuhan penduduk migrasi I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi )


  3. Pertumbuhan Penduduk Total

    adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini : P = (L – M) + (I – E)  ( P = Pertumbuhan penduduk total L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi )


Tingkat Kelahiran

Tingkat kelahiran (fertilitas) adalah tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode tertentu. Tingkat kelahiran bayi dapat dihitung dengan dua cara, yaitu:


  • Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR), adalah angka kelahiran yang menunjukkan jumlah kelahiran perseribu penduduk dalam suatu periode.

  • Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada kelompok usia 15-49 tahun.

Tingkat Kematian

Tingkat kematian (mortalitas) merupakan pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian. Tingkat kematian dapat diketahui melalui tiga cara, yaitu:


  • Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR), adalah angka yang menunjukkan rata-rata kematian perseribu penduduk dalam satu tahun.

  • Tingkat Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu perseribu penduduk dalam kelompok yang sama.

  • Tingkat Kematian Bayi (Infan Mortality Rate/IMR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi yang lahir hidup.

Faktor – Faktor Pendorong Kelahiran Dan Kematian

Besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penghambat kelahiran. Sedangkan tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh  faktor pendorong dan faktor penghambat kematian faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Rantai Makanan : Pengertian, Jenis, Contoh Dan Gambarnya


Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas)

  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.
  • Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
  • Pernikahan usia dini (usia muda).

  • Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.
  • Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.

Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas)

  • Adanya program Keluarga Berencana (KB).
  • Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
  • Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
  • Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.
  • Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir.
  • Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.

Faktor pendorong kematian (promortalitas)

  1. Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
  2. Adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
  3. Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.
  4. Adanya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
  5. Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.

Faktor penghambat kematian (antimortalitas)

  1. Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik.
  2. Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
  3. Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati.
  4. Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama melarang hal tersebut.

MigrasiPenduduk / Rakyat

Migrasi atau mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Terdiri dari :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Pembentukan Urin Terlengkap


Migrasi internasional

(migrasi antarnegara) yang terdiri dari imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.

  • Imigrasi adalah masuknya penduduk asing yang menetap ke dalam sebuah negara.
  • Emigrasi adalah pindahnya penduduk keluar negeri untuk menetap di sana.
  • Remigrasi adalah pemulangan kembali penduduk asing ke negara asalnya.

Migrasi nasional

(migrasi lokal), terdiri dari:

  • Urbanisasi  yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  • Transmigrasi  yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang masih jarang penduduknya.

  • Ruralisasi  yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa.
  • Evakuasi  yaitu perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya.

Dampak Sosial Ekonomi Pada Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan social ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk, antara lain:


  • meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial;
  • meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja;
  • meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing)

Pencegahan Pemerintah

Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini.


  1. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana.
  2. Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat.
  3. Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pembuahan dan Jenisnya Terlengkap