Prinsip Manajemen – Tujuan, Elemen, Langkah, Faktor, Sasaran, Rencana

Diposting pada

Prinsip Manajemen – Tujuan, Elemen, Langkah, Faktor, Sasaran, Rencana : Suatu dalil umum yang bisa disimpulkan dari proses menggerakkan orang-orang dan menggerakkan fasilitas-fasilitas yang berlaku sebagai dasar petunjuk bagi seseorang dalam melakukan perbuatan-perbuatan atau menjalankan tindakannya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki disebut dengan prinsip manajemen.


prinsip manajemen

Prinsip Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa italia ( maneggiare ) yang berarti mengendalikan. Terutama dalam konteks mengendalikan kuda yang berasal dari bahasa latin yaitu manus yang berarti ( tangan ) bahasa prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahsa Inggris menjadi management yang mempunyai arti seni melaksanakan dan mengatur.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tugas Marketing Secara Lengkap


Suatu dalil umum yang bisa disimpulkan dari proses menggerakkan orang-orang dan menggerakkan fasilitas-fasilitas yang berlaku sebagai dasar petunjuk bagi seseorang dalam melakukan perbuatan-perbuatan atau menjalankan tindakannya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki disebut dengan prinsip manajemen.


Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain (pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan) tak akan dapat berjalan.


Bisa juga dirumuskan secara sederhana, perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan. Pembahasan yang agak kompleks merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai. Selain itu juga dalam fungsi perencanaan sudah termasuk di dalamnya penetapan budget. Lebih tepatnya lagi bila planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, policy, prosedur, budget, dan program dari sesuatu organisasi.


Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.


Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.


14 prinsip Manajemen

Satu-satunya tokoh yang membahasa mengenai prinsip-prinsip manajemen ialah Henry Fayol adapun 14 prinsip manajemen menurut Henry Fayol ialah sebagai berikut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tugas Teller Bank Beserta Syarat Menjadi Teller Bank Secara Lengkap


Pembagian Kerja ( Division Of Labour )

Pembagian kerja dalam suatu badan sangatlah diperlukan untk membedakan seseorang dalam suatu perusahaan apakah ia pemimpin, pelaksanan, staf dan lain sebagainya. Baik buruknya pembagian kerja banyak menentukan berhasil guna dan berdaya guna.


Kekuasaan ( wewenang ) dan Tanggung Jawa ( Authority and Responsibility )

Setiap pejabat/pemimpin dalam suatu badan tertentu harus memiliki kekuasan dan tanggung jawab, kekuasan wewenag ( authority ) ialah hak untuk mengambil keputusan sehubungan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dikerjakannya.


Disiplin ( Discipline )

Disiplin merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kekuatasn suatu atau perusahan setiap pihak yang terlibat dalam suatu badan harus ada kedisplinan untuk melakukan suatu pekerjaan menaaati peraturan yang dibuat oleh badan tersebut pimpinan harus dapat member teladan kepada bawahan dengan jalan memenuhi peraturan dan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.


Kesatuan Perintah ( Unity of Command )

Untuk memperlancar pencapaian tujuan perlu adanya kesatuan perintah dari atasan kepada bawahan atau seorang pegawai menerima perintah dari seorang atasannya.


Kesatuan Arah ( Unity of Direction )

Dengan prinsip kesatuan arah dimaksudkan seorang kepala dan pegawainya tidak boleh bertentangan antara satu sama lain dalam mencapai suatu tujuan yang secara keseluruhan.


Kepentingan Indivindu Harus Berada Di Bawah Kepentingan

Umum ( Subordinate of Individual Interest General Interest ) prinsip ini dimaksudkan bahwa kepentingan umum atau perusahaan secara keseluruhan harus berada diatas kepentingan pribadi.


Pembayaran Upah Yang Adil ( Remuneration of Personal )

Dalam pemberian upah kepada pegawai harus adil atau tidak berat sebelah ada dasar-dasar objektif dalam menetapkan upah masing-masing pegawai.


Pemusatan ( Centralization )

Suatu wewenang dapat dipusatkan dan dapat didegasikan kepada pejabat-pejabat tertentu untuk memperlancar jalanya suatu perusahaan.


Rantai Skalar Atau Scalar Chain ( Line of Authority )

Dengan prinsip ini dimasudkan bahwa garis wewenag dalam suatu organisasi haruslah jelas.


Tata Tertib ( Order )

Dalam melakukan sautu usaha harus ada ketertiban baik secara material maupun orang-orang sehingga ada aturan yang harus dijalankan.


Keadilan ( Equity )

Agar setiap bawahan setia kepada atasannya maka masing-masing atasan harus mempraktikkan keadilan yakni memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.


Stabilitas Pegawai ( Stability od Tenure of Personal )

Keberadaan pegawai harus dijaga kestabilannya jangan terlalu sering pergantian pegawai baik karena pemindahan atau pemecatan. Ketidakstabilan pegawai akan menimbulkan pertambahan biaya, baik merekrut, melatih dan juga untuk pengawasan.


Inisiatif ( Initiative )

Setiap orang atau pegawai diberi kesempatan untuk mengungkapkan atau menjalankan inisiatif baik mengenai cara kerja prosedur kerja atau menjalankan rencana baru dalam pekerjaannya.


Jiwa Kesatuan ( Esprits de Corps )

Pada diri setiap pegawai atau manajer perlu ditanamkan jiwa kesatuan atau kesetiaan pada kelompok sehingga dapat bekerja sama pada sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama.


Tujuan Prinsip Manajemen

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan manajemen, antara lain :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 12 Pengertian Marketing Menurut Para Ahli Lengkap


  1. Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.

  2. Untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.

  3. Untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.

  4. Untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Elemen Prinsip Manajemen

Terdapat dua elemen penting prinsip, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).


Sasaran

Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.


Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen.


Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.


Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah.


Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti “tingkatkan kinerja,” “naikkan profit,” atau “kembangkan perusahaan,” sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu.


Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO.


Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa memedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tugas, Jabatan, Dan Syarat Menjadi Frontliner Serta Fungsinya Lengkap


Rencana

Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber daya, jadwa, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi.


Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame.


Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh karyawannya untuk “meningkatkan profit 15%.” Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu.


Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk “meningkatkan profit 15%,” ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.


Langkah-langkah Menyusun Perencanaan Prinsip

Manajemen 

Planning sendiri berarti merencanakan atau perencanaan, terdiri dari beberapa langkah, yaitu :

  1. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
  2. Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan tersebut

  3. Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannya.
  4. Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target.
  5. Mengumpulkan dan menganalisa informasi
  6. Mengembangkan alternatif-alternatif
  7. Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan.

Faktor – faktor Yang Harus Diperhatikan

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain.


  • Smart, artinya perencanaan harus cerdas.
  • Specific, artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan idealis.
  • Measurable, artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.
  • Achievable, artinya dapat dicapai. Jadi bukan angan-angan.
  • Realistic, artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
  • Time, artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran, atau tahunan sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tugas Supervisor : Pengertian, Fungsi, Dan Tanggung Jawab Lengkap