18 Pengertian Revolusi Menurut Para Ahli Teori Revolusi

Diposting pada

Pengertian-Revolusi

Pengertian Revolusi

Merupakan sebuah perubahan  dari sosial maupun budaya secara cepat dan memiliki nilai utama dari dasar hidup masyarakat.  Yang di rencanakan dan dijalankan tanpa kekarasan ataupun melalui kekerasan. Berikut ini adalah Pengertian Rrevolusi menurut para ahli.

Pengertian Revolusi adalah perubahan dari sosial maupun budaya yang berlangsung cepat dan melibatkan poin utama dari dasar atau kehidupan masyarakat.


Revolusi yaitu perubahan dari sosial maupun budaya yang berlangsung cepat dan melibatkan poin utama dari dasar atau kehidupan masyarakat. Dalam revolusi, perubahan dapat direncanakan atau tidak direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran dari perubahan kecepatan relatif sebenarnya karena revolusi juga dapat memakan waktu yang lama. Misalnya, revolusi industri di Inggris yang membutuhkan waktu puluhan tahun, tetapi dianggap ‘cepat’ karena dapat mengubah sistem pokok kehidupan seperti dengan masyarakat dan hubungan antara pekerja dan pengusaha yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi membutuhkan upaya untuk memecah, memecah, dan pembangunan sistem lama ke sistem baru sepenuhnya. Revolusi selalu dikaitkan dengan dialektika, romantika, , logika, menjebol dan membangun.


Dialektika revolusi mengatakan bahwa revolusi adalah upaya untuk mengubah kepentingan rakyat yang didukung oleh berbagai faktor, bukan hanya pemimpin tetapi juga dari semua unsur materi dan perjuangan mereka. Logika revolusi adalah bagaimana revolusi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan yang ditetapkan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader revolusi harus dibangun dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya. Romansa revolusi adalah nilai-nilai revolusi, bersama dengan kenangan dan kebesaran, di mana ia dibangun. Ini melibatkan memahami roman sejarah dan bagaimana dipasangkan dengan prestasi terbesar dari revolusi, yaitu kepentingan rakyat.


Memiliki banyak kenangan dan museum yang menggambarkan keberanian dan ketenaran ravolusi di banyak negara yang telah menjalankan revolusi seperti di Vietnam, Rusia, Cina, Indonesia, dan banyak negara lainnya. Merobohkan dan membangun merupakan bagian integral dari bukti fisik revolusi. Busuk orde lama dan menyesatkan dan menyengsarakan rakyat, dikonversi untuk memesan peran besar bagi masyarakat, seperti di Bolivia, setelah Hugo Chavez menjadi presiden ia langsung merombak struktur agraria, di mana tanah untuk orang-orang yang benar-benar lebih memilih untuk mendapatkan menyingkirkan dominasi tanah master dalam banyak wilayah negara.


Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan yang memenuhi persyaratan ini. Misalnya, Revolusi Industri mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik. Karakter sifat kekerasan dipahami sebagai revolusi sebagai akibat dari situasi ketika perubahan nilai-nilai dan norma-norma yang telah menyebabkan kekosongan tiba-tiba nilai-nilai dan norma-norma yang diadopsi oleh masyarakat.


Pemimpin Revolusi : Revolusi umumnya membutuhkan kehadiran seorang pemimpin karismatik, keterlibatan partai pelopor (avant-garde), unsur ideologi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Revolusi Perancis” Sejarah & ( Pengaruh Terhadap Indonesia )


Revolusi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Wikipedia
    Menurut Wikipedia pengertian Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat.

  2. Menurut KBBI
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian Revolusi adalah perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yang dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata);
    Kamus Besar Bahasa Indonesia juga menyebutkan bahwa revolusi merupakan perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang.


  3. Menurut Koentjaraningrat
    Menurut Koentjaraningrat, Revolusi merupakan usaha untuk dapat hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.


  4. Menurut Selo Soemardjan
    Selo Soemardjan berpendapat bahwa revolusi adalah Setiap perubahan dalam lembaga-lembaga sosial di masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok elf di masyarakat.


  5. Menurut Wijoyo Nitisastro
    Pengertian Revolusi menurut Wijoyo Nitisastro adalah proses transformasi total dari kehidupan tradisional bersama-sama teknologi yang baik (pra-modern) dalam arti organisasi sosial untuk pola ekonomi dan politik.


  6. Menurut Soerjono Soekanto
    Revolusi menurut Soerjono Soekanto adalah bentuk perubahan sosial. Perencanaan biasanya bertujuan untuk perubahan sosial (perubahan diarahkan) dan didasarkan (planning sosial).


  7. Menurut Harold Rosenberg
    Harold Rosenberg mengartikan Revolusi sebagai tradisi baru yang mengacu pada urbanisasi atau sejauh apa dan bagaimana erosi tempat-tempat umum properti pedesaan.


  8. Menurut Schoorl
    Menurut Schoorl Revolusi merupakan penggantian cara tradisional produksi dengan cara yang ditampung dalam arti Revolusi Industri.


  9. Menurut Astrid S. Susanto
    Astrid S. Susanto menyatakan bahwa Revolusi merupakan proses pembangunan yang memberikan kesempatan untuk perubahan demi kemajuan.


  10. Menurut Kingsley Davis
    Kingsley Davis mengemukakan revolusi sebagai perubahan sosial yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.


  11. Menurut Wiliam Ogburn
    Ruang lingkup perubahan sosial meliputi, unsur-unsur budaya baik material dan non-material (immaterial) untuk menekankan pengaruh besar dari unsur-unsur budaya material dari elemen immaterial.


  12. Menurut Gillin-Gillin
    Menafsirkan perubahan sosial sebagai, cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan dalam geografi, materi budaya, komposisi penduduk, ideologi dan karena difusi dan penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.


  13. Menurut Wijoyo Nitisastro
    Revolusi adalah proses transformasi total dari kehidupan tradisional bersama-sama teknologi yang baik (pra-modern) dalam arti organisasi sosial untuk pola ekonomi dan politik.


  14. Menurut Abdul Syam
    Revolusi merupakan proses transformasi perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek kehidupan masyarakat.


  15. Menurut Wibert E. Moore
    Revolusi merupakan transformasi total kehidupan bersama dalam bidang teknologi dan organisasi sosial ke arah pola-pola tradisional ekonomi dan politik didahului oleh negara-negara Barat yang telah stabil.


  16. Menurut Nimkoff
    Revolusi merupakan upaya untuk mengarahkan masyarakat untuk dapat memproyeksikan diri dari masa depan yang nyata dan bukan pada angan pemikiran yang salah.


  17. Menurut Ougburn
    Upaya Revolusi untuk mengarahkan masyarakat untuk dapat memproyeksikan diri dari masa depan yang nyata dan bukan pada angan berpikir palsu.


  18. Menurut Alex Thio
    Revolusi merupakan bentuk perubahan sosial seperti perubahan dalam masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri.

Kata revosusi juga memiliki makna yang lain apabila digabungkan dengan kata lain dan membentuk suatu kalimat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Revolusi Industri : Pengertian, Latar Belakang Dan Dampaknya Secara Lengkap


Macam-macam Revolusi

  • Revolusi Perubahan Cepat (Revolusi)
    Perubahan cepat atau revolusi adalah bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam waktu singkat dan berupa perubahan besar yang berdiri secara tunggal. Revolusi umumnya menimbulkan adanya konflik sosial karena sebagian masyarakat tidak menerima beberapa aspek pada perubahan-perubahan yang ada. Contoh dari bentuk bentuk perubahan sosial ini pernah terjadi dalam fenomena revolusi industri di Eropa pada abad pertengahan, revolusi kemerdekaan Indonesia, dan peristiwa reformas.
    Selain berdasarkan kecepatan berlangsungnya, bentuk bentuk perubahan sosial juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran perubahan yang ditimbulkan. Berdasarkan aspek ini, perubahan sosial dibedakan menjadi perubahan kecil dan perubahan besar.

  • Revolusi Perubahan Kecil
    Perubahan kecil adalah bentuk perubahan sosial yang tidak membawa dampak yang langsung dan berarti bagi masyarakat. Kendati begitu, perubahan kecil biasanya terjadi secara berkesinambungan dan cepat. Contoh bentuk bentuk perubahan sosial ini misalnya perubahan gaya rambut terbatu, model pakaian, desain rumah, dan struktur kehidupan kecil lainnya


  • Revolusi Perubahan Besar
    Perubahan besar adalah bentuk perubahan sosial yang membawa dampak langsung dan berarti bagi masyarakat karena menyentuh berbagai aspek kehidupan seperti sistem kerja, hubungan sosial, stratifikasi masyarakat, atau sistem kerja. Contoh perubahan besar misalnya terjadi pada fenomena industrilisasi yang dialami setiap negara.
    Industrialisasi mendorong perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan. Contohnya dalam hubungan sosial. Bila kita lihat, masyarakat agraris umumnya memiliki ikatan antar sesama dalam sebuah kebersamaan. Sementara masyarakat industri, hubungan sosial tidak ubahnya seperti hubungan dagang yang selalu mempertimbangkan untung rugi. [


  • Revolusi Perubahan yang Dikehendaki
    Perubahan yang dikehendaki adalah bentuk perubahan yang sudah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang ingin mengadakan perubahan dalam suatu kelompok masyarakat. Pihak yang ingin mengadakan perubahan ini sering disebut dengan istilah Agent of Change atau agen perubaha
    Agen perubahan adalah seseorang atau sekelompok orang yang didaulat dan mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk berdiri sebagai pemimpin dalam perubahan struktur sosial kemasyarakatan yang diharapkan. Adapun untuk melakukan proses perubahan sosial, agen perubahan akan melakukan sistem yang teratur dengan perencanaan sosial (sosial planning) yang terstruktur.


  • Revolusi Perubahan yang Tidak Dikehendaki
    Perubahan yang tidak dikehendaki adalah bentuk perubahan sosial yang terjadi diluar jangkauan pengawasan dan keinginan masyarakat. Bentuk perubahan semacam ini biasanya dapat menimbulkan beragam akibat sosial berupa konflik atau segregasi sosial. Contoh perubahan ini misalnya terjadi pada kegiatan penggusuran yang diterapkan oleh pemerintah di sebuah kawasan pemukiman kumuh.
    Berdasarkan sifat perubahannya, perubahan sosial dibedakan menjadi perubahan struktural dan perubahan proses.


  • Revolusi Perubahan Struktural
    Perubahan struktural adalah bentuk perubahan yang sangat mendasar dan menyebabkan terjadinya reorganisasi struktur sosial masyarakat. Contoh perubahan struktural misalnya terjadi pada perubahan sistem kekuasaan dari pemerintah kolonial ke pemerintahan nasional atau perubahan yang terjadi pada sistem pemerintahan parlementer ke sistem pemerintahan presidensil


  • Revolusi Perubahan Proses
    Perubahan proses adalah bentuk perubahan yang sifatnya tidak mendasar karena hanya berupa penyempurnaan dari perubahan yang sebelumnya telah terjadi. Contohnya bentuk perubahan sosial ini adalah adanya amandemen terhadap UUD 1945 yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebanyak 4 kali hingga saat ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Revolusi Perancis” Sejarah & ( Latar Belakang – Dampak )


Bentuk Perubahan Revolusi

Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat tanpa adanya kehendak atau perencanaan sebelumnya. Perubahan-perubahan mengenai sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan itu berlangsung secara cepat. Perubahan revolusi dapat direncanakan atau tidak direncanakan. Cepat tidaknya laju perubahan revolusi sangatlah relatif.


Suatu revolusi dapat makan waktu yang lama, misalnya Revolusi Industri yang dimulai di Inggris.Pada saat itu terjadi perubahan-perubahan dari tahap produksi tanpa mesin menuju tahap produksi dengan menggunakan mesin. Perubahan tersebut dianggap revolusi karena mengubah sendi-sendi pokok dari kehidupan masyarakat, seperti sistem kekeluargaan, serta hubungan antara buruh dan majikan.


Terjadinya perubahan revolusi diawali adanya ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi pada setiap situasi dan kondisi masyarakat.


Syarat-syarat perubahan revolusi

Terjadinya revolusi harus memenuhi syarat-syarat tertentu.Berikut ini syarat-syarat terjadinya revolusi.

  1. Keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada keinginan untuk mencapai perbaikan serta perubahan keadaan.
  2. Adanya pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat.
  3. Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat untuk dijadikan program dan arah bagi gerak masyarakat.
  4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat.Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak, misalnya perumusan suatu ideologi.
  5. Ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu kondisi ketika segala keadaan baik sekali untuk memulai gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Revolusi Amerika


Contoh Revolusi

Revolusi Perancis (1789-1799)

Revolusi Perancis (1789-1799)

Revolusi Perancis (1789-1799) merupakan suatu masa dimana pergolakan politik dan sosial terjadi di Perancis yang berdampak pada perubahan struktur sosial politik Perancis. Monarki Absolut yang selama ratusan tahun tegak berdiri harus kandas oleh pergerakan rakyat hanya dalam waktu tiga tahun. Berbagai stratifikasi sosial seperti feodalisme, aristokrasi, dan monarki diruntukhlan oleh kelompok radikal sayap kiri, oleh masa-masa dijalan, dan oleh masyarakat petani di pedesaan yang melululantahkan Paris.


Kondisi Sosial politik sebelum Revolusi Perancis ditandai oleh kekuasaan absolute yang pada era ini dipegang oleh Raja Louis XIV. Louis menjunjung tinggi kekuasaannya, dan berkata bahwa “La Etat C’est Moi!´ (negara adalah saya). Kekuasaan raja tidak terbatasi oleh undang-undang oleh atau lembaga dewan legislatif sejak masa Louis XIV. Badan legislatif yang ada yaitu Etats Generaux telah dinonaktifkan.


Sifat Absolute dijalankan oleh Raja Raja Perancis ini terinspirasi oleh pemikiran Niccolo Machiavelli yang menulis buku yang berjudul “Il Principe” (sang pangeran) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul “the prince.” Raja Louis XIV dan permaisurinya, Marie Antoinette melakukan pemborosan keuangan kerajaan ditengah krisis ekonomi yang melanda Perancis yang diakibatkan membiayai Perang Tujuh Tahun melawan Inggris dan membantu Revolusi Amerika.


Revolusi Perancis mengakibatkan Raja Louis XIV pada tanggal 17 Januari 1793, dituntut hukuman mati. Raja Louis pun menghadapi eksekusi mati pada tanggal 21 Januari 1793 lewat pemenggalan kepala dengan Guillotine. Eksekusi tersebut menimbulkan peperangan dengan negara-negara Eropa lain. Kemudian pada tanggal 16 Oktober 1793, Marie Antoinette yang merupakan permaisuri Raja Louis juga dipenggal dengan Guillotine.


Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika (1775-1783)

Revolusi Amerika serikat merupakan bentuk sebuah pemberontakan (perlawanan) rakyat koloni Amerika terhadap pemerintah kolonial Inggris di Amerika. Rakyat koloni di Amerika menyuarakan kebebasan secara mendasar dan fundamental dalam segala aspek kehidupan dari kekuasaan kerajaan Inggris.


Gel ora api revolusi Amerika ini lahir melalui proses yang panjang, pada awalnya rakyat koloni tunduk pada peraturan yang dibuat oleh kerajaan Inggris. Akan tetapi dengan adanya keterlibatan kerajaan Inggris berperang dengan Perancis telah mengakibatkan kas kerajaan menjadi terkuras. Untuk menutupi keuangan kerajaan ini, pemerintah colonial di Amerika mendapat mandate dari kerajaan untuk melaksanakan sebuah peraturan perundang-undangan yang baru. Pada implementasinya undang-undang yang baru ini sangat memberatkan bagi rakyat koloni. Mereka tidak mau tunduk pada peraturan yang baru ini.


Revolusi Amerika terjadi karena tidak puas terhadap pemerintahan inggris serta merupakan bentuk sebuah pemberontakan dan perang kepada Inggris dan kolonialnya dalam hal kebebasan dan penuntutan kemerdekaan. Dalam perang atau revolusi amaerika juga terdapat banyak pertentangan yang terjadi dengan pihak inggris dalam perjuangan mencapai kemerdekaan. Revolusi ditempuh bukan hanya melalui perang tetapi secara diplomatic.


Revolusi amerika juga membawa pengaruh dalam bidang politik tidak hanya di Amerika saja tetapi juga Perancis, Indonesia serta Negara-negara lainnya yang berda dalm jajahan dan Imprealisme. Salain dalam bidang politik Revolusi Amerika bukan hanya sampai disitu saja banyak nilai-nilai yang diperjuangkan didalamnya yang membawa banyak pengaruh dan manfaat bagi kehidupan manusia.


Revolusi Iran (1978-1979)

Revolusi Iran (1978-1979)

Revolusi Iran (juga dikenal dengan sebutan Revolusi Islam,Persia: انقلاباسلامی, Enghelābe Eslāmi) merupakan revolusi yang mengubah Iran dari Monarki di bawah ShahMohammad Reza Pahlavi, menjadi Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatullah AgungRuhollah Khomeini, pemimpin revolusi dan pendiri dari Republik Islam.Sering disebut pula “revolusi besar ketiga dalam sejarah,”


setelah Perancis dan Revolusi Bolshevik Walapun beberapa orang berpendapat bahwa revolusi masih berlangsung, rentang-waktu terjadinya revolusi terjadi pada Januari1978 dengan demonstrasi besar pertama,dan ditutup dengan disetujuinya konstitusiteokrasi baru – dimana Khomeini menjadi Pemimpin Tertinggi negara – pada Desember1979. Sebelumnya, Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan Iran dan menjalani pengasingan pada Januari1979 setelah pemogokan dan demonstrasi melumpuhkan negara, dan pada 1 Februari1979 Ayatullah Khomeini kembali ke Teheran yang disambut oleh beberapa juta Bangsa Iran.


Kejatuhan terakhir Dinasti Pahlavi segera terjadi setelah 1 Februari dimana Angkatan Bersenjata Iran menyatakan dirinya netral setelah gerilyawan dan pasukan pemberontak mengalahkan tentara yang loyal kepada Shah dalam pertempuran jalanan. Iran secara resmi menjadi Republik Islam pada 1 April1979 ketika sebagian besar Bangsa Iran menyetujuinya melalui referendum nasional.


Revolusi ini memiliki keunikan tersendiri karena mengejutkan seluruh dunia. Tidak seperti berbagai revolusi di dunia, Revolusi Iran tidak disebabkan oleh kekalahan dalam perang, krisis moneter, pemberontakan petani, atau ketidakpuasan militer; menghasilan perubahan yang sangat besar dengan kecepatan tinggi ; mengalahkan sebuah rejim, walaupun rejim tersebut dilindungi oleh angkatan bersenjata yang dibiayai besar-besaran dan pasukan keamanan; dan mengganti monarki kuno dengan ajaran teokrasi yang didasarkan atas Guardianship of the Islamic Jurists (atau velayat-e faqih). Hasilnya adalah sebuah Republik Islam “yang dibimbing oleh ulama berumur 80 tahun yang diasingkan ke luar negeri dari Qom,”


Revolusi ini terjadi kepada dua peringkat. Peringkat pertama bermula pada pertengahan 1977 hingga tahun 1979 yang dipimpin oleh pihak liberal, golongan haluan kiri dan kumpulan agama. Kesemua mereka memberontak menentang Shah Iran.Peringkat kedua yang turut dikenali sebagai Revolusi Islam menyaksikan naiknya Ayatollah menjadi pemimpin revolusi.


Revolusi Turki Muda (1908)

Revolusi Turki Muda (1908)

Revolusi Turki Muda (Juli 1908) di Kesultanan Utsmaniyah (Kekaisaran Ottoman) merupakan restorasi konstitusi Utsmaniyah tahun 1876 dan mengantar suatu politik multi partai dalam sistem pemilihan umum dua tahap (undang-undang pemilihan umum) di bawah parlemen Utsmaniyah oleh gerakan Turki Muda.


Tiga dekade sebelumnya, pada tahun 1876, Sultan Abdul Hamid II mendirikan monarki konstitusional, Era Konstitusional Pertama, yang hanya bertahan selama dua tahun sebelum ditangguhkan. Pada tanggal 24 Juli 1908, Sultan Hamid II menyerah dan mengumumkan restorasi, yang mana melahirkan Era Konstitusional Kedua.


Setelah sebelumnya bergerak di bawah tanah, berbagai organisasi (disebut komite, kelompok, dll.) mendeklarasikan partai mereka masing-masing.[1] Di antaranya terdapat “Komite Persatuan dan Perkembangan” (CUP) dan “Partai Kebebasan dan Kesepakatan”, yang juga dikenal sebagai Serikat Liberal atau Entente Liberal, yang adalah partai-partai besar.


Ada juga partai-partai kecil seperti Partai Sosialis Utsmaniyah. Di ujung lain spektrum tersebut terdapat juga partai-partai etnis; Partai Federasi Rakyat (Golongan Bulgaria), Perkumpulan Konstitusional Bulgaria, Partai Buruh Demokratik Sosial Yahudi di Palestina (Poale Zion), Al-Fatat, serta etnis Armenia yang mengorganisir Partai Armenakan, Partai Hunchakian Demokrat Sosial, dan Federasi Revolusionaris Armenia (FRA). FRA, setelah sebelumnya dilarang, menjadi perwakilan utama komunitas Armenia di Kesultanan Utsmaniyah, menggantikan kelompok elit Armenia pra-1908 yang terdiri dari para pedagang, pengrajin, dan klerus yang pernah memandang masa depan mereka dalam memperoleh lebih banyak hak istimewa di dalam batas-batas versi Ottomanisme negara tersebut.


Revolusi Taiping (1850-1864)

Revolusi Taiping (1850-1864)

Pemberontakan Taiping (1851 hingga 1864) merupakan merupakan suatu daripada pergerakan revolusioner terbesar dalam sejarah negara China dan dunia. Pemberontakan Taiping yang bermula secara rasmi pada 11 Januari 1851 telah dipimpin oleh Hung Hsiu-chuan dari keturunan Hakka yang lahir di Kwantung pada Januari 1814, apabila beliau mengasaskan Kerajaan Perdamaian Agung atau Taiping Tien-kuo.11


Propaganda pergerakan ini ialah Keamanan, kemakmuran’ yang bertujuan menggulingkan Kerajaan Manchu dan menubuhkan satu susunan politik dan sosial yang baru di negara China. Pada peringkat awalnya Hung Hsiu-chuan menubuhkan agama Shang Ti-hui yang menjadi pelopor kepada pemberontakan. Menurut Hsiao I-shan, seorang sejarawan negara China mengatakan bahawa pemberontakan ini merupakan suatu gerakan reformasi atau pembaharuan nasional dan anti-Manchu.


Pergerakan Taiping telah mencapai kejayaan pada peringkat awal ekoran dari rasa tidak puas hati rakyat China terhadap Dinasti Manchu akibat kegagalan China dalam Perang Candu I dan II. Namun demikian, ia telah mulai merosot selepas tahun 1855 dan akhirnya tertumpas sama sekali pada tahun 1864.


Revolusi China (1911-1912)

Revolusi China (1911-1912)

Pada 103 tahun yang lalu, para pejuang nasionalis di Tiongkok mendeklarasikan berdirinya negara republik. Dengan demikian, setelah 2.000 tahun diperintah para raja, Tiongkok bukan lagi berbentuk kekaisaran melainkan menjadi negara Republik China.


Menurut sejarawan Edward J. M. Rhoads dalam bukunya, “Manchus & Han: Ethnic Relations and Political Power in Late Qing and Early Republican China, 1861-1928,” peristiwa itu dikenal dengan Revolusi Xinhai (Hsinhai), yang juga populer disebut Revolusi 1911 atau Revolusi China. Para tokoh nasionalis, seperti Dr Sun Yat-sen, saat itu berhasil menggalang pemberontakan untuk menjungkalkan kekaisaran dinasti Qing, yang telah berkuasa sejak 1644. Hasilnya, “Kaisar Terakhir” China, Pu Yi, resmi turun dari kekuasaan pada 12 Februari 1912.


Revolusi itu merupakan reaksi atas ketidakmampuan dinasti Qing untuk mengangkat kembali kejayaan China. Bahkan, Kekaisaran China dalam tahun-tahun terakhir malah tunduk kepada kekuatan-kekuatan asing – baik dari Barat maupun dari Jepang. Rakyat pun dibiarkan melarat sehingga membuat Sun Yat-sen dan para pejuang lain melancarkan perlawanan untuk mengakhiri kekuasaan raja di China.


Revolusi ditandai dengan kudeta militer di Wuhan, China bagian tengah, yang dilancarkan kelompok bawah tanah anti dinasti Qing dengan dukungan kaum revolusioner di pengasingan. Konflik senjata yang saat itu berlangsung berhasil diakhiri melalui kompromi politik antara Yuan Shikai, panglima militer dinasti Qing, dengan Sun Yat-sen, yang merupakan pemimpin Aliansi


Kaum Revolusioner China (Tongmenghui).

Kompromi itu juga menghasilkan pengalihan kekuasaan dari dinasti Qing ke republik yang baru. Pemerintahan republik dijalankan oleh Yuan, yaitu bentukan dari partai-partai politik dan hasil pemilu parlemen pertama pada 1913. Sun Yat-sen sendiri sempat menjadi Presiden sementara Republik China, dari 29 Desember 1911 hingga 10 Maret 1912. Setelah kekaisaran berhasil dijungkalkan, situasi di China bukannya langsung membaik. Negara itu tak lama kemudian dilanda perang saudara selama bertahun-tahun, yang berujung pada pertikaian dua kubu – yaitu kekuatan nasionalis pimpinan Jenderal Chiang Kai-sek dan kubu Komunis pimpinan Mao Zedong.


Pada 1949, kubu Nasionalis akhirnya tersingkir dari China Daratan. Mereka lalu pindah ke Pulau Taiwan dengan tetap memakai nama negara Republik China. Kubu komunis pada 1 Oktober 1949 mendirikan negara baru bernama Republik Rakyat China. Namun, pemerintah dan rakyat RRC – termasuk di Hong Kong dan Makau – tetap merayakan perjuangan 10 Oktober 1911 itu sebagai Peringatan Revolusi Xinhai. Sedangkan Republik China di Taiwan menjadikan tanggal 10 Oktober sebagai hari jadi negara mereka.