Pengertian Lengkap Porifera, Ciri-Ciri, Reproduksi

Diposting pada

Pengertian Porifera, Ciri, Struktur, Bentuk, Peranan dan Sistem adalah hewan yang pada permukaan tubuhnya berpori. Pori-pori ditubuhnya dihubungkan oleh saluran kecil menuju rongga yang dindingnya mempunyai rambut getar.

pengertian-porifera.jpg

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Dan Fungsi Sel Hewan Beserta Penjelasannya


Pengertian Porifera

Porifera merupakan salah satu kelas dari invertebrata atau hewan tidak bertulang belakang.Porifera adalah hewan yang pada permukaan tubuhnya  berpori. Pori-pori ditubuhnya dihubungkan oleh saluran kecil menuju rongga yang dindingnya mempunyai rambut getar. Fungsi pori sebagai saluran keluar masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam rongga tubuh.

Poriferra  merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana atau primitive, karena sel-sel cenderung bekerja sendiri-sendiri dan belum terorganisi dengan baik serta belum mempunyai organ atau jaringan sejati, merupakan hewan multiseluler, tapi belum mempunyai jaringan, organ dan sistem organ.Gerakanya sangat kecil dan hidupnya bersifat menetap. Biasanya porifera terdapat pada perairan jernih, dangkal dan menempel pada substrat.


Beberapa menetap di dasar perairan berpasir atau berlumpur.Ukuran tubuh porifera sangat berfariasi, dari sebesar kacang polong sampai setinggi 90 cm dengan lebar 1 meter. Bentuk spons juga bermacam-macam, beberapa simetri radial, tetapi kebanyakan berbentuk tidak beraturan dan dengan pola bervariasi, seperti : massif, tegak, merayap (encrusting) atau tumbuh bercabang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Kingdom Protista : Mirip Jamur, Hewan, Tumbuhan, Dan Ciri Juga Klasifikasinya


Klasifikasi Porifera

Menurut suwarni (2008), berdasarkan jenis spikulanya, sponge terbagi atas 3 klas, yaitu :

Kelas Calcarea

Klas Calcarea

Sponge ini memiliki tubuh yang disusun oleh spikula kalsium karbonat.Bentuk saluran air beragam termasuk asconoid, sycanoid dan leuconoid.Spikulanya ada yang lurus tapi ada juga yang terdiri dari 3-4 kaitan (ray).Umumnya calcareous lebih kecil dengan choanocytes yang besar.

Contoh :Leucosolenia, Clathrina,Scypha, Leucandra.


Kelas Hexactinellida (Hyalospongiae)

Klas Hexactinellida (Hyalospongiae)

Kadang disebut sponge kaca, dengan spikula silika yang berujung (ray) 6, biasanya didapatkan pada

kedalaman yang tinggi. Beberapa diantaranya melekat pada substrat dengan bantuan batang semu (stalk).Oskulum biasanya besar, ukuran panjang tubuh berkisar dari 7 cm hingga lebih 1 meter.Tipe saluran air umumnya syconoid dan leuconoid.

Contoh :Euplectella


Kelas Demospongiae

Kelas Demospongiae

Klas ini merupakan klas terbesar yang meliputi hampir 95% dari seluruh jenis sponge.Tipe saluran air umumnya leconoid dan hidup di laut, kecuali hanya 1 famili yang hidup di air tawar yaitu spongilidae.Spikula tersusun dari unsur silika, tetapi berbeda dengan sponge kaca, klas ini tidak mempunyai 6 ray.Skeleton dapat pula disusun dari silika dan sponging, atau hanya sponging saja.Rongga kanal internal berukuran kecil, bulat dan diselimuti oleh sel choanocytes.Bentuk, ukuran dan warna tubuh lebih bervariasi.

Contoh :Haliclona, Pterosia, Xestospongia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Hewan : Jenis, Fungsi, Letak, Gambar Dan Contohnya


Morfologi dan Anatomi Porifera

Porifera memiliki ukuran tubuh sangat bervariasi, ada yang sebesar kacang polong  dan ada pula yang setinggi 90 cm dan lebar 1 m. Bentuk tubuh spons juga bermacam-macam, kebanyakan berbentuk tidak beraturan dengan pola bervariasi namun ada pula beberapa simetri radial. Bagian tubuh porifera yang menghubungkan lingkungan luar dan dalam tubuh porifera yang terletak pada bagian distal dinamakan osculum.Osculum berhubungan dengan spongcoel yang terletak ditengah-tengah tubuh dan merupakan ruangan yang besar.Tubuh bagian luarnya terdiri atas pori-pori atau ousita.Membuka dan menutupnya ostis diatur oleh sel porosity yang menghubungkan bagian luar dengan bagian dalam tubuh.Sel-sel yang melapisi tubuh bagianluar ialah sel epitel berbentuk pipih atau disebut sel-sel leher atau choanocyt.Ujung sel ini mempunyai flagellum (Hasanuddin, 2011).


Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel.Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.


Struktur anatomi porifera :

  1. Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit.
  2. Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini sebagai ‘alat’ pencernaan.Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler.

Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit.Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk.Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.

Morfologi dan Anatomi Porifera


Porifera adalah hewan multiseluler yang memiliki ciri khas yaitu setiap selnya dapat bergerak dan memiliki kemampuan untuk berubah  menjadi tipe sel yang lain. Jaringan pada tubuh porifera atau sponge saling berhubungan (meshohyl) yang mengelilingi lapisan outer pinacoderm dan inner choanoderm .Choanoderm tersusun atas sel – sel kerah berflagella (choanocyte).Meshohyl terdiri dari beberapa tipe sel dan unsur sketal dalam bentuk fiber protein dan spikula mineral (Suwarni, 2008).Sel pada porifera terdiri dari dua lapisan yaitu lapisanpinacoderm (sel kulit) dan lapisan choanocytes (sel pengumpul makanan dan pemompa air). Diantara keduanya terdapat lapisan gelatin mesohyl atau  mesenchymeyang terdiri atas sclerocytes dan spongocytes (sel yang mensekresi skeleton), archeocytes yaitu sel yang mampu berubah menjadi bentuk sel lain pada sponge yang sama, dan collenocytes yaitu sel yang membetuk massa konektif (Fox, 2001).


Menurut Suwarni (2008), struktur tubuh sponge ditompang oleh skeleton keras yang terdiri atas berbagai jenis spikula. Spikula yaitu unsur keras yang tersusun dari kalsium karbonat, atau silika dan kolagen. Spikula dan sel-sel sponge semuanya terdapat di dalam matriks jelly berprotein. Tidak semua sponge mempunyai skeleton, skeleton tersusun dari jelly colloidal yang sederhana. Skeleton disekresi oleh sel-sel sclerocyte dan spongocyte.Setiap spikula disekresi secara interselular di sekitar fiber sponging.Unsur sketal dapat digunakan sebagai petunjuk penting dalam penamaan secara morfologi dan taksonomi.Spikula dikelompokkan berdasarkan ukuran, jumlah axis, dan jumlah ray (pengait).


Berdasarkan ukuran, spikula dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

  • Megasclere, spikula besar dengan ukuran panjang 0,1> 1,0 mm; dapat bergabung membentuk bagan yang koheren.
  • Microsceler, spikula kecil berukuran panjang 0,01 – 0,1 mm; tersebar di seluruh tubuh.

Berdasarkan axis, spikula terdiri  dari 3 macam yakni :

  1. Monaxon, spikula dengan satu axis,
  2. Triaxon, spikula dengan tiga axis,
  3. Tetraxon, spikula dengan empat axis.

Berdasarkan jumlah ray, spikula dibagi menjadi 5 kelompok :

  • Monactine, spikula dengan satu ray,
  • Diactine, spikula dengan dua ray,
  • Traictine, spikula dengan tiga ray.
  • Hexactine, spikula dengan enam ray,
  • Polyactine, spikula dengan lebih dari enam ray.

Polyactine

Bagian dalam tubuh sponge terdapat sistem kanal atau saluran air. Air yang masuk melalui ostia, akan melewati sejumlah saluran kanal tersebut sebelum masuk ke dalam rongga atau langsung menuju atrium. Di dalam rongga dimana terdapat sel choanocytes yang merupakan elemen penting dalam sirkulasi air.Sel berkerah dengan flagellum yang setiap saat aktif bergerak secara spiral membangkitkan arus yang menghisap air dari ostia. Partikel makanan akan melengket pada permukaan luar sel dan kemudian diserap ke dalam sel, selanjutnya air terbawa keluar menuju oskulum. Ada 3 tipe saluran air sponge yakni tipe asconoid,syconoid dan leconoid gabungan dari permukaan choanoderm dan mesohyl.Pada tipe asconoid, atriumnya besar dan tidak terpartisi, serta bagian tepi atrium terbagi menjadi sejumlah rongga kecil dimana area permukaan choanocytes meningkat.Tipe leuconoid, atrium tereduksi menjadi semacam lorong-lorong mesohyl dengan jaringan kanal air yang kompleks dan banyak rongga berflagella (Fox, 2001).Contoh tipe saluran asconoid ditampilkan pada genus Leucosolenia, sedangkan tipe syconoid dicontohkan pada genus scypha.


genus scypha.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Hewan : Gambar, Bagian, Fungsi, Dan Struktur LENGKAP


Sistem Syaraf dan Pencernaan Porifera

Sistem Syaraf Porifera

Tidak semua avertebrata memiliki sistem saraf.Hewan yang tergolong Protozoa dan Porifera tidak memiliki sistem saraf.Setiap sel penyusun tubuh hewan tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima tidak ada koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya.Hewan bersel satu seperti Amoeba dan Paramecium meskipun tidak memiliki urat saraf tapi protoplasmanya dapat melakukan segala kegiatan sebagai makhluk hidup seperti iritabilitas, bergerak dan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.


Kelompok Porifera ini belum mempunyai sistem saraf, tetapi apabila mendapatkan rangsang yang berupa sentuhan, terutama pada daerah oskulum, maka rangsang tersebut akan diteruskan dari sel ke sel secara lambat. Tetapi untuk sistem pencernaannya masih sangat sederhana dan berlangsung secara intrasel, gerakannya seperti pada aliran air, air yang membawa makanan biasanya berupa plankton dan oksigen yang terlarut. Makanan tersebut ditangkap oleh sel leher kemudian dicerna dalam vakuola dan sari-sarinya akan diangkut oleh sel-sel amoebosit dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa makanannya dikeluarkan melalui sel leher ke dalam air melalui spongosol.


Porifera mempunyai ciri khusus berupa tubuh yang berpori-pori mikroskopis. Dalam fase hidupnya, porifera mengalami 2 bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas (polip) dan hidup menetap (sesil).Bentuk polip terjadi pada fase larva, sedangkan bentuk sesil terjadi pada fase dewasa.porifera belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf, dan sistem peredaran darah.


Sistem Pencernaan Makanan pada Porifera

Pencernaan makananan pada porifera adalah intraseluler, intraseluler merupakan pencernaan makanan yang terjadi di tingkat sel / didalam sel. Proses tersebut diawali dari masuknya air melalui pori – pori tubuh porifera (ostium), selanjutnya air akan masuk kedalam tubuh bersamaan dengan plankton dan bakteri yang menjadi sumber makanannya. Melalui mikrofili yang terdapat pada sel koanosit lapisan endodermis porifera, plankton dan bakteri akan tersaring. Sel amoeboid memiliki tugas untuk mengedarkan hasil ‘tangkapan’ tersebut keseluruh tubuh porifera. Air – air yang masuk bersamaan dengan makanan akan kembali dibuang melalui lubang yang berada di pusat tubuhnya yaitu oskulum.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Ovovivipar

Bentuk Sistem Ekskresi Porifera

Porifera adalah hewan multiseluler atau metazoa yang paling sederhana.Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons.

  • system ekskresi Pada porifera, pengeluaran sisa metabolisma berlangsung secara difusi, dari sel tubuh ke epidermis lalu dari epidermis ke lingkungan hidupnya yang berair.
  • Porifera mempunyai sistem saluran air yang berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan air yang mengandung zat makanan, oksigen, dan sisa metabolisme.
  • Menurut Saluran airnya Porifera dibedakan menjadi 3 tipe:
  • Acson, Sicon dan Leucon ( Rhagon )

Dengan berdasarkan sistem saluran air yang terdapat diPorifera, hewan tersebut dibedakan atas tiga tipe tubuh, yakni tipa Ascon, tipe Sycon, dan tipe Rhagon.

Tipe Ascon

merupakan tipe saluran air paling sederhana. air masuk melalui ostium menuju ke spongocoel dan kemudian keluar melalui oskulum.

Tipe ascon adalah tipe Porifera yang memiliki sistem saluran air yang sederhana. Air tersebut masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu akan keluar melalui oskulum. Contoh ; Leucoslenia.


Tipe Sicon

merupakan tipe saluran air yang terdiri dari dua saluran yaiu inkruen dan radial. air masuk melalui ostium menuju ke saluran radial. Melalui porosity air dari saluran inkruen menuju ke saluran radial, baru masuk ke spongocoel dan keluar melalui oskulum.

Tipe Sycon adalah Porifera yang memiliki 2 tipe saluran air,namun tetapi hanya radialnya yang memiliki koanosit. Air tersebut masuk dengan melalui pori-ke saluran radial yang berdinding koanosit-spongocoel kemudian keluar dengan melalui oskulum. Contoh : Scypha


Tipe Leucon (Rhagon)

merupakan tipe saluran air yang paling kompleks. air masuk melalui ostium menuju rongga-rongga bulat yang saling berhubungan dan dibatasi oleh koanosit, kemudian menuju ke spongocoel dan keluar melalui oskulum.

Tipe Rhagon adalah Porifera yang bertipenya saluran air yang kompleks atau juga rumit. Porifera mempunyai lapisan mesoglea yang tebal dengan sistem saluran air yang juga bercabang-cabang. Koanosit tersebut dibatasi rongga bersilia berbentuk bulat. Air tersebut masuk dengan melalui pori-saluran radial yang bercabang-cabang kemudian keluar dengan melalui oskulum. Misalnya : Euspongia dan Spongila.

Sistem Ekskresi Porifera

Keterangan.

  • oskulum : tempat keluarnya air yang berasal dari spongosol
  • mesoglea : lapisan pembatas antara lapisan dalam dan lapisan luar
  • porosit : saluran penghubung antara pori-pori dan spongosol. tempat masuknya air.
  • spongosol: rongga di bagian dalam tubuh porifera
  • ameboid : sel yang berfungsi mengedarkan makanan.
  • epidermis : lapisan terluar
  • spikula : pembentuk/penyusun tubuh
  • flagel : alat gerak koanosit
  • koanosit : sel pelapis spongosol seta berfungsi sebagai pencerna makanan. di bagian ujungnya terdapat flagel dan di pangkalnya terdapat vakuola.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya

Sistem Reproduksi  Porifera

Porifera berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Reproduksi seksual terjadi dengan cara pembentukan tunas (budding) atau pembentukan sekelompok sel esensial terutama amoebocyte, kemudian dilepaskan. Sepon air tawar dan air laut membentuk gemuk, yaitu tunas internal.Gemuk terbentuk dari sekumpulan amoebocyte berisi cadangan makanan dikelilingi amoebocyte yang membentuk lapisan luar yang keras dan acapkali terdapat spikula sehingga membentuk dinding yang resisten.


Porifera mempunyai kemampuan melakukan regenerasi yang tinggi. Bagian tubuh sepon yang terpotong atau rusak akan mengalami regenerasi yang utuh kembali. Kemampuan melakukan regenerasi ada batasnya, misalnya potongan sepon leuconoid harus lebih besar dari 0,4 mm dan mempunyai beberapa sel choanocyte supaya mampu melakukan regenerasi menjadi sepon baru yang kecil.


Reproduksi aseksual terjadi baik pada sepon yang hermaproduktif, namun sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda sperma dan telur dihasilkan oleh amoebyte osculum bersama aliran air dan masuk ke individu lain melalui ostium juga bersama aliran air. Dalam spongocoel ataufeagelated chamber, sperma akan masuk ke choanocyte atau amoebocyte. Sel amoebocyte berfungsi sebagai pembawa sperma menuju sel telur, terjadilah pembuahan (fertilisasi), perkembangan embrio sampai menjadi larva berflagella masih di dalam mesohyl.Larva berflagella disebut juga larva amphiblastula.Keluar dari mesohyl dan bersama aliran air keluar dari tubuh induk melalui osculum.Larva amphiblastula berenang bebas beberapa saat kemudian menempel pada substrat dan berkembang menjadi sepon muda yang sessile dan akhirnya tumbuh menjadi besar dan dewasa.


Porifera tersebut berkembang biak dengan secara aseksual serta seksual. Berikut ini penjelasan reproduksi porifera dengan secara seksual dan aseksual.

  • Reproduksi Aseksual
    Reproduksi aseksual porifera dengan cara pembentukan tunas (budding). Tunas tersebut yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya serta hidup sebagai individu baru, atau juga tetap menempel pada induknya sehingga akan menambah jumlah bagian-bagian dari kelompok Porifera tersebut


  • Reproduksi Seksual
    Reproduksi seksual tersebut berlangsung dengan persatuan antara sel telur serta juga spermatozoid, yang akan menghasilkan yang namanya  zigot, selanjutnya akan berkembang menjadi larva yang berflagel. Larva itu bisa berenang serta keluar dengan  melalui oskulum. Jika menemukan tempat yang seksual, larva tersebut maka akan menempel kemudian tumbuh menjadi porifera.yang  baru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Herbivora


Peranan Nilai Ekonomis Porifera

Beberapa jenis sepon air laut seperti sepon jari berwarna orange axinella conabina diperdagangkan untuk menghias aquarium air laut, adakalanya di di ekspor ke Singapura dan Eropa. Jenis sepon dari Famili Clionidae mampu mengebor dan menembus batu karang dan cangkang moluska, sehingga


membantu pelapukan pecahan batu karang dan cangkang moluska yang berserakan di tepi pantai. Ada pula sepon yang tumbuh pada kerang-kerangan tertentu dan mengganggu peternakan tiram.


  1. Selain itu porefera yang dijadikan obat kontrasepsi (KB)
  2. Sebagai campuran bahan industri (kosmetik)
  3. Mempunyai nilai estetika yang tinggi
  4. Manfaat bagi sumber daya perairan sebagai tempat perlindungan dan sebagai makanan hewan lain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Sel Hewan – Pengertian, Fungsinya, Dan Bagian Sel


Ciri-Ciri Porifera

Didalam membedakan spesies dari filum porifera, maka kita perlu mengetahui ciri-ciri porifera dengan secara umum. Ciri-ciri porifera ialah sebagai berikut :

  1. Hewan jenis ini  yang bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana atau juga primitif
  2. Sebagian besar hidup di laut yang dangkal pada kedalaman sekitar 3,5 meter
  3. Bentuk tubuh porifera tersebut menyerupai vas bunga atau juga piala serta melekat didasar perairan
  4. Tubuhnya terdiri dari 2 lapisan sel (diploblastik) dengan lapisan luarnya (epidermis) yang tersusun dari sel-sel yang mempunyai bentuk pipih, disebut dengan pinakosit.
  5. Pada epidermis terdapat porus atau lubang kecil yang disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel)
  6. Lapisan ddialamnya tersusun atas sel-sel yang berleher serta berflagel yang disebut koanosit yang berfungsi untuk dapat mencernakan makanan
  7. Di dalam mesoglea juga terdapat beberapa jenis sel, yakni sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit.
  8. Di antara epidermis serta koanosit mempunyai lapisan tengah yang berupa suatu bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkin
  9. Sel amubosit atau juga amuboid yang berfungsi untuk dapat mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblasnya tersebut berfungsi dengan membentuk duri (spikula) atau juga spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau juga silikat
  10. Spongin tersusun atas serabut-serabut spongin yang lunak berongga yang membentuk seperti spon.
  11. Sel arkheosit tersebut berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak serta juga regenerasi.

Makanan porifera tersebut berupa partikel zat organik atau juga makhluk hidup kecil yang masuk bersama air dengan melalui pori-pori tubuhnya. Makanan lalu ditangkap oleh si flagel dikoanosit yang kemudian dicerna di dalam koanosit. Dengan demikian pencernaannya tersebut dengan secara intraselluler. Setelah dicerna, zat makanan tersebut kemudian  diedarkan oleh sel-sel amubosit ke sel-sel lainnya. Zat sisa makanan yang dikeluarkan dengan melalui oskulum bersamaan dengan sirkulasi air.