Pengertian Persaingan – Macam, Bentuk, Fungsi, Hasil, Analisis, Contoh

Diposting pada

Pengertian Persaingan – Macam, Bentuk, Fungsi, Hasil, Analisis, Contoh : Pengertian Persaingan ialah suatu proses social ketika antar individu atau antar kelompok bersaing untuk mendapatkan sesuatu / tujuan / keuntungan.


Pengertian Persaingan (Competition)

Pengertian Persaingan

Secara umum persaingan ( competition ) merupakan suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan ini dapat terjadi bila terdapat beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas atau menjadi pusat perhatian umum.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : VOC : Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC


Seperti ribuan remaja yang bersaing agar masuk jajaran dua belas besar penyanyi idola. Persaingan mengacu pada norma dan nilai yang diakui bersama dan berlaku pada masyarakat tersebut. Kecil dari kemungkinan pada persaingan menggunakan kekerasa atau ancaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa persaingan dilakukan secara sehat atau sportif.


Pengertian Persaingan ialah suatu proses social ketika antar individu atau antar kelompok bersaing untuk mendapatkan sesuatu / tujuan / keuntungan. Persaingan tersebut bersifat pribadi dan kelompok.


Persaingan yang disertai dari kekerasan, ancaman dan juga dari keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Dalam hal ini tindakan itu tidak lagi dinamakan persaingan, melainkan kepada permusuhan atau persengketaan.


Apa pun hasil suatu persaingan hendaknya diterima dengan kepala dingin, tanpa rasa dendam sedikit pun. Sejak awal tiap pihak yang bersaing menyadari akan adan yang menang dan kalah.


Macam-Macam Persaingan

Berikut Ini Merupakan Macam-Macam Persaingan.


  • Persaingan Bersifat Pribadi

    Persaingan ini terjadi ketika individu bersaing dengan satu orang atau lebih yang merupakan perorangan bersaing merebutkan sesuatu atau tujuan mereka.


  • Persaingan Bersifat Kelompok

    Persaingan ini ketika dua kelompok atau lebih bersaing secara bebas tetapi sportif dalam memperebutkan tujuan mereka.


  • Persaingan Bidang Kehidupan

    Persaingan bisa terjadi di hampir setiap bidang kehidupan kita seperti ekonomi, pendidikan, politik, kebudayaan. Namun persaingan harus dilakukan dengan secara jujur, sportif atau fair play. Persaingan yang demikian dapat meningkatkan prestasi seseorang atau kelompok di masyarakat.


Bentuk – Bentuk Persaingan

Beberapa bentuk persaingan dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Sejarah Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli


  1. Persaingan di bidang ekonomi yang timbul karena terbatasnya persediaan dibanding jumlah konsumen.

  2. Persaingan di bidang kebudayaan, misalnya di bidang  agama, atau lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. Misalnya saat ini banyak sekolah swasta yang saling bersaing dengan membuat metode belajar tersendiri seperti full day school, yaitu sekolah di mana kegiatan belajar mengajarnya dilakukan selama sehari penuh.

  3. Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan atau peranan tertentu dalam masyarakat. Kedudukan dan peranan yang dikejar, tergantung pada hal yang paling dihargai oleh suatu masyarakat pada suatu masa tertentu.

  4. Persaingan karena perbedaan ras. Persaingan ini terjadi karena adanya perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, atau ciri-ciri fisik lainnya. Misalnya adanya politik apartheid di Afrika Selatan yang menyebabkan pertentangan antara kulit putih dengan kulit hitam.

Fungsi-Fungsi Persaingan

Persaingan memiliki arti penting dalam proses sosial. Beberapa fungsi persaingan antara lain sebagai berikut.


  1. Menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif dari orang-perorangan atau kelompokkelompok manusia.
  2. Sebagai jalan agar kepentingan-kepentingan serta nilainilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan sebaik-baiknya oleh mereka yang bersaing.

  3. Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar jenis kelamin dan seleksi sosial, sehingga mendudukkan seseorang pada kedudukan dan peranan yang sesuai kemampuannya.

  4. Berfungsi menyaring orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu, misalnya politikus, seniman, dan pemuka agama.
  5. Mendorong seseorang untuk memiliki kemampuan tertentu, sehingga ia memiliki kompetensi tersendiri yang berbeda dengan orang lain.

Persaingan yang terjadi di masyarakat tidak selalu membawa dampak negatif seperti pertikaian atau pertentangan yang bersifat disosiatif. Persaingan juga dapat membawa dampak positif atau bersifat asosiatif apabila dilakukan dengan adil dan jujur.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Perundingan Linggarjati


Contoh-Contoh Persaingan

  • Bidang ekonomi, persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
  • Dalam hal kedudukan persaingan untuk menduduki jabatan strategis.
  • Dalam kebudayaan persaingan dalam penyebaran ideology, pendidikan dan unsur kebudayaan lainnya.

  • Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi padahal sulit untuk dipenuhi semuanya secara serentak. Misalnya membangun jalan desa atau dengan memperbaiki pos keamanan di lingkungan permukiman.

  • Menyalurkan kepentingan serta nilai dalam masyarakat, khususnya pada kepentingan dan nilai yang menimbulkan konflik. Misalnya di provinsi aceh warganya tidak boleh berpakaian minim atau pendek mereka juga harus berpakaian islami.
  • Menyeleksi individu yang juga pantas memperoleh kedudukan serta peran yang sesuai dengan kemampuannya.

Competition

Hasil – Hasil Persaingan

Beberapa faktor yang terkait dengan hasil-hasil persaingan adalah sebagai berikut.


  • Kepribadian Seseorang

Suatu persaingan apabila dilakukan dengan adil dan jujur akan dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa sosial dalam diri seseorang terhadap lawannya. Persaingan dapat menambah atau memperluas wawasan seseorang dalam hal pengetahuan, kepribadian, dan rasa empati ataupun simpatinya.


  • Solidaritas Kelompok

Solidaritas atau rasa kesetiakawanan kelompok akan semakin kukuh dan mantap apabila selama terjadinya persaingan dilakukan secara jujur dan sesuai dengan nilainilai yang diharapkan.


Persaingan yang jujur dapat menyebabkan individu-individu dalam kelompok saling menyesuaikan diri dalam hubungan sosial dan selalu berusaha menjaga keserasian.


  • Kemajuan Masyarakat

Persaingan dapat mendorong seseorang untuk meningkatkan semangat kerjanya sehingga dapat memberikan sumbangan, baik secara materi maupun motif bagi pembangunan masyarakat. Dengan adanya persaingan yang sehat suatu masyarakat akan menjadi lebih maju.


  • Disorganisasi Masyarakat

Suatu persaingan dan perubahan sosial yang terjadi terlalu cepat akan dapat menimbulkan perpecahan atau disorganisasi apabila masyarakat belum dapat mengimbangi atau menyesuaikan diri terhadap persaingan tersebut.


Hal ini akan dapat berpengaruh terhadap sistem nilai, sistem norma, dan lembagalembaga kemasyarakatan lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia Dan Sejarah Perkembangannya


Analisis Persaingan

Analisis persaingan adalah usaha mengidentifikasi ancaman, kesempatan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisa berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal.


Pasar berubah karena adanya perubahan kebutuhan pembeli, teknologi baru, kekuatan sosial ekonomi, dan kegiatan persaingan. Perubahan-perubahan ini mnciptakan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.


  • Analisa Situasi Pasar Persaingan

Analisa situasi pasar persaingan adalah langkah pertama dalam merancang strategi baru atau mengkaji strategi yang sudah ada. Analisa situasi ini dilakukan setelah strategi diimplikasikan untuk menentukan perubahan strategi yang diperlukan. Penilaian situasi biasanya pendefinisian dan penganalisaan pasar, dan analisa pesaing.


Persaingan antar merk dapat terjadi pada semua struktur pasar produk. Biasanya perusahaan tidak bersaing langsung dengan semua perusahaan dalam industri. Karenanya harus dilakukan identifikasi perusahaan mana yang merupakan pesaing utama.


  • Pengevaluasian Strategi

Pengevaluasian strategi, kekuatan, kelemahan dan rencana para pesaing juga merupakan aspek kunci analisa situasi. Evaluasi ini penting untuk identifikasi pesaing yang sudah ada dan potensial. Hanya beberapa perusahaan dalam industrinya yang menyimpulkan para pesaing utama.


Cravens (2000) menyatakan bahwa analisa pesaing meliputi pendefenisian arena persaingan, penganalisisan group strategis, pengambaran dan pengevaluasian tiap pesaing utama. Analisis tersebut harus menunjukan kekuatan dan kelemahan pesaing.


Persaingan dalam keberadaannya berlangsung pada berbagai jenis. Persaingan antar merek, persaingan antar jenis produk, persaingan natar kebutuhan generik yang tercipta karena kelangkaan sumber daya dimana variasi geografis pun terjadi. Pemahaman terhadap jenis-jenis persaingan tersebut, merupakan suatu kemampuan.


  • Analisis Persaingan Bersifat Dinamis

Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran.


Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.


Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database,survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Serta Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme