Pengertian Peradaban dan Ciri-Ciri Peradaban Menurut Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Peradaban, Konsep, Faktor, Ciri, Hakikat dan Menurut Para Ahli adalah kumpulan sebuah identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek), yang teridentifikasi melalui unsur

pengertian-peradaban


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Sifat Kebudayaan Terlengkap


Pengertian Peradaban

Asumsi dasar yang bisa kita bangun, bahwa peradaban berasal dari kata adab yang dalam pengertian ini mengandung pengertian tata krama, perilaku atau sopan santun. Dengan demikian peradaban adalah segenap prilaku sopan santun dan tata krama yang diwujudkan oleh umat Muslim dari waktu ke waktu baik dalam realitas politik, ekonomi dan sosial lainnya.


Dalam bahasa Indonesia, kata peradaban sering diidentikkan dengan kata kebudayaan. Akan tetapi dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan pengertian antara civilization untuk peradaban dan culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam bahasa Arab dibedakan antara tsaqafah (kebudayaan), hadharah (kemajuan) dan tamaddun (peradaban). Ketika din (agama) Allah yang bernama Islam telah disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu diberi nama Madinah. Dari akar kata din dan Madinah ini lalu dibentuk akar kata baru madana, yang berarti membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan memartabatkan. Dari akar kata madana lahir kata benda tamaddun. Dalam bahasa Melayu istilah tamaddun dimaksudkan untuk menyebutkan keduanya yaitu kebudayaan dan peradaban.


Peradaban (civilization) dapat diartikan sebagai hubungannya dengan kewarganegaraan karena diambil dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti seorang warga Negara yang berkemajuan. Dalam hal ini dapat diartikan dengan dua cara (1) proses menjadi berkeadaban, (2) suatu masyarakat manusia yang sudah berkembang atau maju. Berdasarkan pengertian tersebut maka indikasi suatu peradaban adalah adanya gejala-gejala lahir seperti masyarakat yang telah memiliki berbagai perangkat kehidupan.


Peradaban adalah identik dengan gagasan tentang kemajuan  sosial, baik dalam bentuk kemenangan akal dan rasionalitas terhadap dogma maupun doktrin agama, memudarnya norma – norma lokal tradisional dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Segala hal, berupa perbuatan dan pemikiran manusia tak bisa dilepaskan dari peradaban. Jadi, konsep peradaban bersifat mencakup semua. Oleh karena itu, menjadi beradab adalah menjadi santun dan berakhlak baik dan peduli pada orang lain, bersih dan sopan dan higienis dalam kebiasaan pribadi dan sebagainya. Sebuah peradaban tinggi seharusnya bisa menjaga keagungan manusianya, memberikan kepuasan terhadap fisik, estetika psikis, dan kreativitas manusianya. Oleh sebab itu, ia meniscayakan adanya fleksibilitas yang saling menunjang antara manusia dan peradabannya.


Tanda wujudnya peradaban, menurut Ibn Khaldun adalah berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, geometri, aritmetik, astronomi, optik, kedokteran dsb. Bahkan maju mundurnya suatu peradaban tergantung atau berkaitan dengan maju mundurnya ilmu pengetahuan. Jadi substansi peradaban yang terpenting dalam teori Ibn Khaldun adalah ilmu pengetahuan. Namun ilmu pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya. Namun di balik faktor aktivitas dan kreativitas masyarakat masih terdapat faktor lain yaitu agama, spiritualitas atau kepercayaan. Para sarjana Muslim kontemporer umumnya menerima pendapat bahwa agama adalah asas peradaban, menolak agama adalah kebiadaban. Sayyid Qutb menyatakan bahwa keimanan adalah sumber peradaban.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Dimensi dan Pembentukan Budaya Organisasi


Menurut Para Ahli

  1. Menurut Oswalg Spengl, Peradaban adalah kebudayaan yang mengalami perubahan dan menekankan pada kesejahteraan fisik dan material.
  2. Menurut Anne Ahira, Peradaban adalah kebudayaan yang mengalami kemajuan yang tinggi.
  3. Menurut KBBI, Peradaban adalah kemajuan yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dana kebudayaan suatu bangsa.
  4. Huntington
    Menurutnyapengertian peradaban ialah sebuah identitas terluas dari suatu budaya, yang teridentifikasi dengan melalui dalam unsur-unsur obyektif secara umum, seperti bahasa, sejarah, agama, ataupun
    melalui identifikasi diri yang lebih subyektif.
  5. Alfred Weber
    Alfred Weber menggemukakan bahwa pengertian peradaban ialah mengacu kepada suatu pengetahuan praktis dan juga intelektual, serta juga suatu kumpulan cara yang bersifat teknis yang difungsikan
    untuk mengendalikan alam. Adapun kebudayaan tersebut terdiri atas serangkaian nilai, prinsip, normatif, dan juga ide-ide yang bersifat unik. Aspek dari peradaban tersebut lebih bersifat ke arah kumulatif
    dan juga lebih siap untuk disebar,dan lebih rentan kepada suatu penilaian, serta juga lebih berkembang daripada suatu aspek kebudayaan. Peradaban tersebut bersifat impersonal dan juga objektif,
    sedangkan kebudayaan tersebut bersifat personal, subjektif serta juga unik.
  6. Prof Dr. Koentjaraningrat
    Menurutnya Peradaban ialah bagian-bagian yang halus dan juga indah layaknya seni. Masyarakat yang telah maju didalam kebudayaan tersebut berarti mempunyai peradaban yang tinggi. Istilah
    peradaban tersebut sering dipakai untuk dapat menunjukkan pendapat dan juga suatu penilaian kita terhadap suatu perkembangan kebudayaan yang mana pada waktu perkembangan kebudayaan
    tersebut mencapai puncaknya berwujud kepada unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan lain-lainnya oleh karena itu masyarakat pemilik kebudayaan ini dikatakan telah
    mempunyai peradaban yang tinggi.
  7. Oswald Spengler
    Oswald tersebut berpendapat bahwa pengertian peradaban ialah suatu kebudayaan yang telah mencapai kepada taraf tinggi ataupun kompleks. selain itu juga Spengler menggemukakan bahwa
    peradaban ialah tingkat kebudayaan pada saat telah mencapai taraf tinggi dan juga kompleks. Lebih lanjutnya lagi, Spengler menggemukan juga bahwa peradaban ialah tingkat kebudayaan pada saat
    tidak lagi mempuyai aspek produktif, beku, serta juga mengkristal. Adapun kebudayaan tersebut mengacu kepada sesuatu yang hidup dan juga kreatif.
  8. Arnold Toynbee
    Didalam bukunya “The Disintegrations of Civilization” menggemukakan bahwa peradaban ialah kebudayaan yang telah mencapai kepada taraf perkembangan teknologi yang lebih tinggi. Pengertian lain
    menyatakan bahwa peradaban ialah suatu kumpulan dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup kepada keseluruhan aspek kehidupan manusia, baik itu secara fisik (misalnya bangunan, jalan),
    ataupun juga non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya, dll).
  9. Albion Small
    Peradaban ialah kemampuan manusia didalam mengendalikan suatu dorongan dasar kemanusiaannya untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. kebudayaan tersebut mengacu kepada
    kemampuan manusia didalam mengendalikan alam dengan melalui ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Menurutnya , yang menyatakan pendapatnya bahwa peradaban tersebut berhubungan
    dengan suatu perbaikan yang dengan bersifat kualitatif serta juga menyangkut kepada kondisi batin manusia, sedangkan kebudayaan tersebut mengacu kepada sesuatu yang bersifat material, faktual,
    relefan, dan juga konkret.
  10. Bierens De Hann
    Menurut Bierens De Hann yang menyatakan pendapatnya mengenai pengertian peradabadan yang mempunyai arti bahwa peradaban ialah keseluruhan kehidupan sosial, politik, ekonomi, serta juga
    teknik. Jadi, peradaban tersebut mempunyai kegunaan praktis didalam hubungan kemasyarakatan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Mandobo – Bahasa, Kekerabatan, Kepercayaan, Kebudayan, Mata Pencaharian


Faktor Peradaban

Kelahiran Peradaban

Titik A adalah awal kelahiran sebuah peradaban. Di titik awal peradaban ini modal yang dimiliki oleh setiap masyarakat adalah sama. Bennabi menggunakan persamaan, peradaban = manusia + tanah + waktu, untuk menganalisis modal awal peradaban ini. Tetapi untuk bisa memulai proses peradaban adanya ketiga faktor di atas belumlah cukup untuk menggerakkan proses itu. Untuk bisa bergerak perlu ada katalisator yang mensintesiskan ketiga faktor itu, katalisator itu adalah agama.


Faktor agama inilah yang membedakan sebuah peradaban dengan peradaban lain. Titik A pada sejarah Islam adalah awal dakwah kenabian. Peran utama agama dalam proses peradaban itu bisa dianalisis pada perannya dalam merubah individu manusia menjadi pribadi yang mulai mengambil peran dalam masyarakat dan sejarahnya, dalam merubah pola interaksi manusia itu dengan tanahnya dan dalam merubah pandangan manusia terhadap waktu ( dari sekedar durasi menjadi waktu sosial).


Garis A-B menggambarkan proses menanjak sebuah peradaban. Fase ini adalah fase sakral sebuah peradaban. Nilai psiko-sosial yang membimbing fase ini adalah nilai-nilai ruhani (spiritual). Nilai inilah yang bisa mengkondisikan energi vital manusia sehingga dapat diarahkan (dikanalisasikan) ke dalam proses (kerja) peradaban. Daya cengkram nilai ini sedemikian kuat, sehingga kita mendapati dalam sejarah Islam seorang perempuan yang minta dihukum karena melakukan perzinahan.


Dinamika Sosial Peradaban

Dinamika sosial sebuah peradaban, yang darinya pencapaian-pencapaian peradaban dihasilkan, dibentuk dari tiga faktor dasar, yaitu dunia ide (idea), pribadi (person) dan benda (object). Setiap aksi sosial bisa dianalisis secara struktural kedalam tiga faktor ini. Pola aksi itu ditentukan oleh faktor ide, benda memberikan sarana dan pribadi merupakan faktor kepelakuan. Tetapi efektifitas dinamika sosial itu tidak ditentukan ketiga faktor itu. Adanya ketiga faktor itu tidak membuat sebuah masyarakat secara otomatis memiliki dinamika sosial yang baik. Ada faktor keempat yang membuat semua faktor itu menjadi efektif, yaitu jaringan sosial. Jaringan sosial inilah yang membuat sebuah masyarakat memiliki dinamika sosial yang bisa menghasilkan capaian-capaian peradaban.


Sebuah penemuan (radio misalnya, sebagai contoh yang bersifat materi) dibangun dari efektifnya jaringan sosial masyarakat tersebut, ia muncul karena penyempurnaan-penyempurnaan penemuan sebelumnya. Pada tahap formatif sebuah peradaban, pada titik A sejarahnya, tugas untuk membangun jaringan sosial ini menjadi faktor krusial. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi ketika membangun perjanjian dan persaudaraan di Madinah kala itu.


Pada masa formatif peradaban, pada garis A-B, jaringan sosial ini berada pada taraf yang sangat mampat. Ia sudah mulai efektif; walaupun faktor ide, benda dan pribadi masih memiliki kekurangan. Selanjutnya jaringan sosial itu mengalami pelebaran yang distributif; seiring dengan berlimpahnya ide, pribadi dan benda; pada tahap B-C (saat-saat kejayaan sebuah peradaban).


Pada Masa-masa dinamis peradaban ini, nilai psiko-sosial yang membimbing manusia-manusia peradaban itu adalah nilai akal, rasionalitas. Daya cengkram rasionalitas atas energi vital (naluri/kebutuhan kehidupan dasar) manusia ini tidak sekuat yang diberikan oleh nilai spiritual (ruhiyah).

Terkait dengan kesejahteraan (kekayaan) sebuah masyarakat faktor yang amat berperan di sini selain selamatnya jaringan sosialnya adalah pada faktor ide. Ide menjadi kekayaan utama sebuah masyarakat, walaupun ia menderita kekurangan pada benda-benda. Bennabi mencontohkan, kerusakan sosial ekonomi yang diderita oleh Jerman pasca perang dunia kedua tidak menghalanginya untuk bangkit kembali karena masih memiliki kekayaan ide.


Apa muatan jaringan sosial yang menjadi basis dinamika sosial sebuah peradaban ? Muatan itu adalah muatan kultural. Kebudayaan oleh Bennabi diibaratkan oleh aliran darah yang mensuplai nutrisi ke dalam organ-organ tubuh. Kalau kita ibaratkan, jaringan sosial adalah jaringan aliran darah sedangkan muatan kultural adalah darah yang dialirkan kepada kepada faktor-faktor struktural masyarakat; ide, pribadi dan benda. Muatan kultural itu terdiri dari etika, estetika, logika-pragmatik dan teknik (shina’ah). Etika dan estetika menentukan tampilan peradaban. Sedangkan logika-pragmatik dan teknik menentukan dinamika peradabannya.


Keruntuhan Peradaban

Karena nilai rasionalitas tidak sekuat nilai spiritual dalam mengkondisikan diri manusia, naluri pada masa-masa kejayaan peradaban mulai mengalami pelepasan. Pada puncaknya jika naluri mengendalikan diri manusia, secara sosial sebuah peradaban sudah mulai meluncur menuju keruntuhan. Beginilah keruntuhan peradaban bermula, yaitu ketika naluri, insting mulai mengendalikan diri manusia. Kemudian rusakklah jaringan sosial masyarakat. Dengan kerusakan jaringan sosial ini ide, pribadi dan benda menjadi tidak efektif, sehingga dinamika sosial menjadi berhenti, pencapaian menjadi mandul.


Kerusakan kemudian menyentuh faktor-faktor ini. Muncullah ide-ide yang beku dan mati bahkan mematikan. Muncullah penyembahan atas orang/pribadi. Muncullah ideologi bendaisme, dalam arti mengukur segala sesuatunya secara bendawi dan menumpuk-numpuk benda sebagai parameter kehidupan. Manusia yang muncul setelah titik C dalam diagram di atas adalah manusia pasca-peradaban, yang tidak lagi memiliki efektifitas untuk menggerakkan peradaban. Ini berbeda dengan manusia yang menjadi modal pada titik A (manusia pra-peradaban, Bennabi menyebutnya sebagai manusia fitrah). Ia mengibaratkan seperti beda antara air yang mengalir sebelum menggerakkan turbin pembangkit listrik dan air yang mengalir keluar dari turbin itu. Titik kejatuhan peradaban Islam dalam skema di samping bermula sejak zaman Ibn Khaldun.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sejarah Bangsa Akkadia” Definisi & ( Perekonomian – Bahasa – Kebudayaan – Kepercayaan )


Hakikat Peradaban

Peradaban berasal dari kata adab yang dapatdiartikansopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, berakhlak, yang semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Huntington (2001) mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleholehmanusia. Manusia berada badalah manusia yang mampu melaksanakan hakikatnya sebagaimanusia (monopluralissecara optimal).


Pernyataan Huntington sebagai teori yang seharusnya ada dan tetap melekat pada diri manusia di era modernisasi ini. Tetapi kenapa di zaman sekarang ini, manusia beradab seperti sulit untuk ditemui. Ada yang kelihatannya baik, tapi palsu. Dan terlebih lagi palsu lebih mudah untuk kelihatan. Muhammad A.S. Hikam (1999) dalam bukunya Demokrasi dan civil society memberikan definisi civil society sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self generating), keswadayaan (self-supporting), kemandirian yang tinggi berhadapan dengan Negara, dan keterikatan dengan norma atau nilai hukum yang diikuti oleh warganya.


EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
Untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R. Soekmono (1973), membagi menjadi empat masa, yaitu:

  • Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 Masehi.
  • Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
  • Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit sampai dengan akhir abad ke-19.
  • Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai sekarang.
  • Peradaban tidak hanya berwujud dalam bangunan sebagai hasil teknologi fisik, tetapi juga dalam bidang sosial budaya.
  • Penemuan dan revolusi dibidang teknologi memengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakatnya, dan juga sebaliknya. Selanjutnya, bidang sosial budaya mengubah banyak aspek dalam sejarah peradaban manusia itu sendiri.
  • Bidang social budaya mencakup sistem kekuasaan, system kepercayaan, tulisan perhubungan, dan organisasi social yang dibentuk kala itu.

DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
Menurut Arnold Y. Toynbee, seorang sejarawan asal Inggris, lahirnya peradaban itu diuraikan dengan teori challenge and respons. Peradaban itu lahir sebagai respons (tanggapan) manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukan, dan mengolah alam sebagai tantangan (challenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.


Seperti yang sudah diuraikan oleh kelompok Manusia sebagai Makhluk Sosial, begitu juga dengan fungsi peradaban itu sendiri yaitu, mengolah alam, memenuhi kebutuhan, dan melestarikan keturunannya. Itu sudah menjadi hakikat manusia pada dasarnya. Manusia memiliki akal untuk mengembangkan pemikirannya dan juga peradabannya dari abad ke abad atau dari masa ke masa. Sehingga manusia mampu untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya.


Alvin Toffler menganalisis gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam bukunya The Third Wave (1981), ia menyatakan bahwa gelombang perubahan peradaban umat manusia sampai saat ini telah mengalami tiga gelombang, yaitu:

  • Gelombang I, peradaban teknologi pertanian berlangsung mulai 800 SM-1500 M.
  • Gelombang II, peradaban teknologi industry berlangsung mulai 1500 M-1970 M.
  • Gelombang III, peradaban informasi berlangsung mulai 1970 M-sekarang.

John Naisbitt dalam bukunya Megatrends (1982), menyatakan bahwa globalisasi memunculkan perubahan-perubahan yang akan dialami oleh negara-negara dunia. Perubahan itu terjadi karena interaksi yang dekat dan intensif antarnegara, terutama negara berkembang akan terpengaruh oleh kemajuan dari negara-negara maju. Perubahan-perubahan tersebut adalah:

  1. Perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.
  2. Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga ke teknologi canggih.
  3. Perubahan dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia.
  4. Perubahan dari jangka pendek ke jangka panjang.
  5. Perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi.
  6. Perubahan dari bantuan lembaga ke bantuan diri sendiri.
  7. Perubahan dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori.
  8. Perubahan dari sistem hierarki ke jaringan kerja.
  9. Perubahan dari uatara ke selatan.

Perubahan dari satu diantara dua pilihan menjadi macam-macam pilihan.
Naisbitt dan Patricia Aburdance (1990) kembali mengemukakan lagi adanya sepuluh macam perubahan di era global, yaitu:

  1. Abad biologi.
  2. Bangunnya sosialisme pasar bebas.
  3. Cara hidup global dan nasionalisme budaya.
  4. Dasawarsa kepemimpinan wanita.
  5. Kebangkitan agama dan millennium baru.
  6. Kebangkitan dalam kesenian.
  7. Kemenangan individu.
  8. Pertumbuhan ekonomi daunia dalam tahun 1990-an.
  9. Berkembangnya wilayah pasifik.
  10. Privatisasi/swastanisasi atas Negara kesejahteraan.

PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA Toynbee sejarawan kondang pertengahan abad ke-20 pernah menyatakan: “Para ahli sejarah dimasa mendatang akan berkata bahwa kejadian yang besar diabad ke-20 adalah pengaruh kuat peradaban Barat terhadap semua masyarakat di dunia. Mereka juga akan berkata bahwa pengaruh tersebut sangat kuat dan bisa menjungkirbalikkan korbannya….”.


Huntington (2001) mengidentifikasi adanya Sembilan peradaban besar saat ini. Peradaban dunia itu meliputi:

  1. Peradaban Barat atau disebut Peradaban Lama yang berpusat di Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australia.
  2. Peradaban Amerika Latin yang dipengaruhi agama Katolik, menyebar di Negara-negara Amerika Selatan.
  3. Peradaban Muslim atau Islam yang berpusat di Timur Tengah dan Afrika Utara.
  4. Peradaban Hindu di India.
  5. Peradaban Budha di Mongolia.
  6.  Peradaban Jepang.
  7. Peradaban Cina.
  8. Peradaban Ortodoks

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Buleleng” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Sosial Budaya – Ekonomi – Agama )


Konsep dan Teori Peradaban

Budaya Kebendaan (Material)

  • Alat yang dihasilkan oleh anggota masyarakat yang boleh dilihat dan di sentuh.
  • Mencerminkan pencapaian & tamadun bagi sesetengah masyarakat.
  • Berasaska :
  1. Sumber alam semula jadi.
  2. Bersesuaian dengan kehendak hidup.
  3. Menggambarkan tahap  teknologi.

Budaya Bukan Kebendaan (Non Material)

  • Bukan benda / atau tidak dapat di pegang, tetapi dapat dilihat dan dirasa.
  • Contoh : ilmu pengetahuan, falsafah, kepercayaan, sistem keluarga, undang-undang, akhlak dan sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Nias” Definisi & ( Asal Usul – Budaya – Bahasa – Mata Pencaharian – Agama – Kepercayaan )


Peradaban Indonesia

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan “Manusia Jawa” yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkanrempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awalabad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; Era Kemerdekaan Awal, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); Era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta Era Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.


Secara geologi, wilayah Indonesia modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebutNusantara) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia,Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik (lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnyaZaman Es, sekitar 10.000 tahun yang lalu.


Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung dengan Asia Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni awal adalah fosil-fosil Homo erectusmanusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa “manusia Flores” (Homo floresiensis)[1] di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.


Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan pada sekitar 60 000 sampai 70 000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.[3] Mereka, yang berfenotipe kulit gelap dan rambut ikal rapat, menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melaluiFormosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik.


Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktik-praktik megalitikum, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme). Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Samudera Pasai” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Ekonomi – Sosial – Budaya )


Kebudayaan dan Peradaban

Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.


Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Tiap-tiap masyarakat atau bangsa di manapun selalu berkebudayaan, akan tetapi tidak semuanya telah memilik peradaban yang tinggi. Contoh bangsa-bangsa yang memiliki peradaban tinggi pada masa lampau adalah yang tinggal di lembah sungai Nil, lembah sungai Eufrat Tigris, lembah sungai Indus dan lembah sungai Hoang Ho Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.


Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    alat-alat teknologi
    sistem ekonomi
    keluarga
    kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    organisasi ekonomi
    alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    organisasi kekuatan (politik)

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.


Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:

  1. tekanan kerja dalam masyarakat
  2. keefektifan komunikasi
  3. perubahan lingkungan alam.

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Budaya Politik Kaula/Subjek” Definisi & ( Ciri – Ciri )


Ciri-Ciri Umum Peradaban

Peradaban tersebut mempunyai ciri-ciri atau juga karakteristik yang berguna dalam memperjelas suatu peradaban serta juga berfungsi didalam membedakan suatu peradaban dan kebudayaan.

Berikut ini adalah Ciri-ciri umum sebuah peradaban antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Pembangunan suatu kota-kota baru dengan menggunakan tata ruang yang baik, indah, dan juga modern
  2. Menggunakan Sistem pemerintahan yang tertib dikarenakan terdapat hukum dan juga peraturan.
  3. Berkembangnya bermacam macam ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang lebih maju ialah seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, dan lain-lain.
  4. Masyarakat yang lebih kompleks dalam berbagai jenis pekerjaan, keahlian, dan juga strata sosial