Pengertian Libertalisme – Sejarah, Ideologi, Karakteristik, Kelemahan, Kelebihan, Paham

Diposting pada

Pengertian Libertalisme – Sejarah, Ideologi, Karakteristik, Kelemahan, Kelebihan, Paham : Pengertian Liberalisme ialah faham yang menghendaki adanya suatu kebebasan kemerdekaan individu dalam segala bidang, baik itu dalam bidang politik, ekonomi ataupun juga agama.


Pengertian Liberalisme

Pengertian Libertalisme

Pengertian Liberalisme ialah faham yang menghendaki adanya suatu kebebasan kemerdekaan individu dalam segala bidang, baik itu dalam bidang politik, ekonomi ataupun juga agama. Liberalisme ialah suatu ideologi dan juga suatu pandangan falsafat dan juga tradisi politik yang mendasar kepada kebebasan dan juga suatu kesamaan hak.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Pendidikan : Pengertian, Macam Dan 6 Fungsi Lengkap


Pada dasarnya liberalisme tersebut mencita-citakan suatu masyarakat untuk dapat bebas dengan kebebasan berfikir (berpendapat) pada setiap individu dengan cara menolak adanya suatu pembatasan bagi pemerintah dan juga agama, hal ini ialah paham dari pengertian “liberalisme”.


Paham liberalisme tersebut berasal dari kata spanyol yakni “liberales”, liberales tersebut adalah nama suatu partai politik yang pada abad ke-20 mulai  berkembang , yang mana pada waktu tersebut mempunyai suatu tujuan yakni demi memperjuangkan suatu pemerintah yang berdasarkan kepada konstitusi.


Menurut Paham tersebutlah titik pusat didalam hidup ini ialah individu. Disebabkan karena ada individu, maka masyarakat tersebut dapat tersusun, dan juga disebabkan karena ada individu juga suatu negara dapat terbentuk. Oleh Sebab itulah masyarakat ataupun negara tersebut harus selalu menghormati dan juga harus melindungi kebebasan kemerdekaan individu. Setiap Individu tersebut harus mempunyai kebebasan dan juga kemerdekaan didalam bidang politik, ekonomi dan juga agama.


Sejarah Liberalisme

Liberalisme sebagai suatu ideologi pragmatis muncul pada abad pertengahan di kalangan masyarakat Eropa. Masyarakat Eropa pada saat itu secara garis besar terbagi atas dua, yakni kaum aristokrat dan para petani. Kaum aristokrat diperkenankan untuk memiliki tanah, golongan feodal ini pula yang menguasai proses politik dan ekonomi, sedangkan para petani berkedudukan sebagai penggarap tanah yang dimiliki oleh patronnya,


yang harus membayar pajak dan menyumbangkan tenaga bagi sang patron. Bahkan di beberapa tempat di Eropa, para petani tidak diperkenankan pindah ke tempat lain yang dikehendaki tanpa persetujuan sang patron (bangsawan).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Fungsi Demokrasi Menurut Para Ahli


Akibatnya, mereka tidak lebih sebagai milik pribadi sang patron. Sebaliknya, kesejahteraan para penggarap itu seharusnya ditanggung oleh sang patron.


Industri dikelola dalam bentuk gilde-gilde yang mengatur secara ketat, bagaimana suatu barang diproduksi, berapa jumlah dan distribusinya. Kegiatan itu dimonopoli oleh kaum aristokrat. Maksudnya, pemilikan tanah oleh kaum bangsawan, hak-hak istimewa gereja, peranan politik raja dan kaum bangsawan, dan kekuasaan gilde-gilde dalam ekonomi merupakan bentuk-bentuk dominasi yang melembaga atas individu.


Dalam konteks perkembangan masyarakat itu muncul industri dan perdagangan dalam skala besar, setelah ditemukan beberapa teknologi baru. Untuk mengelola industri dan perdagangan dalam skala besar-besaran ini jelas diperlukan buruh yang bebas dan dalam jumlah yang banyak, ruang gerak yang leluasa, mobilitas yang tinggi dan kebebasan berkreasi.


Kebutuhan-kebutuhan baru itu terbentur pada aturan-aturan yang diberlakukan secara melembaga oleh golongan feodal. Yang membantu golongan ekonomi baru terlepas dari kesukaran itu ialah munculnya paham liberal. Ada tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak Milik (Life, Liberty and Property).


Ideologi Liberalisme

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.


Keunggulan/Kelebihan Ideologi Liberalisme :

  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
  2. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  3. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.

  4. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
  5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan
  6. Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah.
  7. Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Lembaga Agama : Pengertian, Contoh, Macam, Tujuan (LENGKAP)


Kelemahan Ideologi Liberalisme :

  1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan. Sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan.
  2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
  3. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.

  4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi
  5. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga pers sebagai media komunikasi dan media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan mereka

Negara yang menganut ideologi liberalisme

Di Benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico dan Suriname.


Karakteristik Liberalisme

Walaupun liberalisme bukan terdiri dari satu trend pemikiran, namun kita dapat mengenali aliran ini dengan karakteristik khusus. Karakter paling kuat yang ada dalam aliran ini adalah:


  • Kebebasan Individu

Setiap orang bebas berbuat apa saja tanpa campur tangan siapa pun, termasuk negara. Fungsi negara adalah melindungi dan menjamin kebebasan tersebut dari siapapun yang mencoba untuk merusaknya. Oleh karena itu, liberalisme sangat mementingkan kebebasan dengan semua jenisnya. Kekebasan berkreasi, berpendapat, menyampaikan gagasan, berbuat dan bertindak, bahkan kebebasan berkeyakinan adalah tema yang mereka ingin wujudkan dalam kehidupan ini.


Kebebasan dalam pandangan mereka tidak berbatas, selama tidak merugikan dan bertabrakan dengan kebebasan orang lain. Kaidah kebebasan mereka berbunyi, “Kebebasan Anda berakhir pada permulaan kebebasaan orang lain.”


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Keuangan : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Dan Jenis Beserta Contohnya Lengkap


  • Rasionalisme

Penganut liberalisme meyakini bahwa akal manusia mampu mencapai segala kemaslahatan hidup yang dikehendaki. Standar kebenaran adalah akal atau rasio. Karakter ini sangat kentara dalam pemikiran liberal. Rasionalisme diantaranya nampak pada:


Pertama

keyakinan bahwa hak setiap orang bersandar kepada hukum alam. Sementara hukum alam tidak dapat diketahui kecuali dengan akal melalui media indera/materi atau eksperimen. Dari sini kita mengenal aliran filsafat materialisme (aliran filsafat yang mengukur setiap kebenaran melalui materi) dan empirisme (aliran filsafat yang menguji setiap kebenaran melalui eksperimen).


Kedua

negara harus bersikap netral terhadap semua agama. Karena tidak ada kebenaran yang bersifat yakin atau absolut, yang ada adalah kebenaran yang bersifat relatif. Ini yang dikenal dengan “relatifisme kebenaran”.


Ketiga

perundang-undangan yang mengatur kebebasan ini semata-mata hasil dari pemikiran manusia, bukan syariat agama.


Kebebasan- Kebebasan Dalam Paham Liberalisme

Ini Adalah Kebebasan – Kebebasan Dalam Paham Liberalisme.

  • Didalam Bidang Politik

    Dengan terbentuknya suatu negara tersebut ialah kehendak dari tiap individu-individu . oleh karena itu yang berhak untuk mengatur atau menentukan semuanya ialah individu itu sendiri. Dalam arti lain kekuasaan tertinggi (kedaulatan) ialah  dalam suatu negara tersebut berada pada tangan rakyat (demokrasi).


    Agar supaya kebebasan ataupun kemerdekaan individu tersebut tetap dapat di hormati dan juga dijamin, maka harus disusun dan juga dibentuk Undang-Undang, Hukum, Parlemen dan lain sebagainya.


Demokrasi yang dikehendaki dalam golongan liberal tersebut kemudian dikenal ialah sebagai Demokrasi Liberal. Dalam demokrasi liberal tersebut golongan yang kuat akan selalu dapat memperoleh kemenangan, sedangkan pada golongan yang lemah akan selalu mendapat kalah. Meskipun hal demikian tersebut demokrasi itu dapat terbentuk hingga sekarang dan juga dapat berjalan dengan baik di dalam negara-negara Eropa Barat dan juga pada Amerika Serikat(AS).


  • Didalam Bidang Ekonomi

    Liberalisme tersebut menghendaki suatu adanya sistim ekonomi besar. Pada Tiap individu, harus mempunyai suatu kebebasan kemerdekaan didalam berusaha,dengan memilih mata pencarian yang diminati, dan lain sebagainya. Pemerintah tersebut jangan mencampuri masalah perekonomian, dikarenakan masalah tersebut ialah masalah dalam tiap individu. Semboyan Kaum Liberal tersebut yang terkenal berbunyi ialah :


 “Laisser faire, laisser passer, ie monde va de lui meme” yang berarti Produksi bebas, perdagangan bebas, dunia ini akan dapat berjalan sendiri.


Dalam ekonomi liberal tersebut akan terjadi suatu persaingan hebat diantara individu yang satu dengan individu yang lainnya . Pengusaha yang dengan modal besar akan dapat mudah menelan pengusaha-pengusaha yang lebih kecil. Akibatnya ialah timbulnya perusahaan-perusahaan besar yang dapat menguasai perekonomian negara dan juga bahkan politik negara.


  • Didalam Bidang Agama

    Liberalisme tersebut menganggap suatu masalah agama ialah sebagai masalah tiap individu(pribadi). Tiap-tiap individu tersebut harus mempunyai suatu kebebasan kemerdekaan beragama. Oleh karena itulah Liberalisme menolak untuk ikut campur tangan negara (Pemerintah) didalam bidang agama tersebut.


Kebebasan kemerdekaan beragama tersebut menurut pendapat liberalisme dapat diartikan ialah sebagai berikut :

    1. Bebas merdeka memilih agama yang disukai
    2. Bebas merdeka menjalankan ibadah menurut agama yang dianutnya.
    3. Bebas merdeka untuk tidak memilih menganut masalah satu agama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lembaga Eksekutif Secara Umum Dan Contohnya