Pengertian Kepemimpinan – Teori, Tipe, Sifat, Perbedaan, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Kepemimpinan – Teori, Tipe, Sifat, Perbedaan, Para Ahli : Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimpin yang efektif memiliki sifat tertentu atau karakteristik yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas.


Pengeertian Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada para pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi. Cara alami untuk belajar kepemimpinan “melakukan pekerjaan” praktek sebagai magang di sebuah terampil seniman, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini, para ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran / instruksi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Puisi – Ciri, Unsur, Jenis, Puisi Baru dan Lama, Contohnya


Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Berikut ini Merupakan Definisi Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli.

  1. William G. Scott

    Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam suatu kelompok dalam upayanya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.


  2. F. A. Nigro

    Inti dari kepemimpinan adalah untuk mempengaruhi kegiatan lainnya.


  3. F. I. Munson “The Management of Man”

    Kepemimpinan sebagai kemampuan atau kapasitas untuk mengatasi orang-orang sehingga mencapai hasil yang maksimal dengan kemungkinan gesekan terkecil dan mungkin pembentukan terbesar dari kerjasama.


  4. Ordway Tead

    Kepemimpinan sebagai temperamen merger yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan.


  5. Hemhill dan Coon

    Kepemimpinan adalah sikap seorang individu yang memimpin aktivitas kelompok pada tujuan yang akan dicapai bersama-sama.


  6. Rauch dan Behling

    Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan.


  7. Kartini Kartono

    Kepemimpinan adalah karakter yang khas, spesifik, diperlukan dalam situasi tertentu. Karena kelompok melakukan kegiatan tertentu dan memiliki tujuan serta berbagai peralatan khusus. Pemimpin kelompok dengan fitur karakteristik adalah fungsi dari situasi tertentu.


  8. Tannenbaum, Weschler dan Massarik

    Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu atau lebih.


  9. P. Pigors

    Kepemimpinan adalah proses mendorong dan mendorong melalui interaksi dikelola dari berbagai perbedaan individu, mengendalikan kekuatan seseorang dalam mengejar tujuan bersama.


  10. George R. Terry

    Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam seseorang atau pemimpin dan pengaruh yang lain untuk mau bekerja secara sadar dalam kaitannya dengan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pantun – Pengertian, Ciri, Macam, Cinta, Jenaka, Pendidikan, Agama, Nasehat, Contohnya


  11. Stephen J. Carrol dan Henry L. Tosj

    Kepemimpinan adalah proses seuatu mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan.


  12. Theo Haiman dan William G.Scott

    Kepemimpinan adalah proses beberapa orang diarahkan, dipimpin dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.


  13. Duben

    Kepemimpinan adalah kegiatan pemerintah dan pengambil keputusan.


  14. Reed

    Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi perilaku seseorang untuk melawan bisa dilakukan menyusul kehendak pemimpin.


  15. G. L. Feman dan E. K. Taylor

    Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektivitas dan kerjasama dari setiap individu maksimal.


  16. James M. Black

    Kepemimpinan adalah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain untuk bekerja sama di bawah kepemimpinannya menjadi tim terpadu untuk mencapai suatu tujuan tertentu.


  17. P. Pigors “Ledearship

    Kepemimpinan adalah proses kontrol orang berdesak-desakan untuk mengejar tujuan bersama, yang dikelola melalui interaksi perbedaan individu.


  18. C. Schenk “Leadership” : Infantry Journal

    Kepemimpinan manajemen adalah untuk mengetahui orang dengan cara persuasi dan inspirasi daripada arah melalui dan sejenisnya, atau bahkan kekerasan, ancaman terselubung.


  19. H. Kootz & O’ Donnel “Principles of Management”

    Kepemimpinan adalah kegiatan untuk membujuk orang untuk bekerja bersama menuju tujuan bersama.


  20. Domination

    Kepemimpinan adalah proses yang mengontrol kekuatan untuk mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari berbagai individu.


Teori Kepemimpinan

Berikut ini merupakan teori – teori dari seorang pemimpin.

  1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya


  • Kecerdasan
  • Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
  • Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
  • Sikap Hubungan Kemanusiaan

  1. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi

Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal.


  1. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.

  2. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.

Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.


  1. Teori Kewibawaan Pemimpin

Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.


  1. Teori Kepemimpinan Situasi

Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.


  1. Teori Kelompok

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pantun


Tipe Kepemimpinan

Berikut ini merupakan tipe – tipe kepemimpinan.

  • Tipe Otoriter

Dalam kepemimpinan ini, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang-undang.


Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu, kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak.


  • Tipe Laissez-faire

Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya.Pemimpin akan menggunakan sedikit kekuasaannya untuk melakukan tugas mereka.


Dengan demikian sebagian besar keputusan diambil oleh anak buahnya.Pemimpin semacam ini sangat tergantung pada bawahannya dalam membuat tujuan itu.Mereka menganggap peran mereka sebagai ‘pembantu’ usaha anak buahnya dengan cara memberikan informasi dan menciptakan lingkungan yang baik.


  • Tipe Demokratis

Pemimpin ikut berbaur di tengah anggota kelompoknya. Hubungan pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengan bawahan, tetapi lebih seperti kakak dengan saudara-saudaranya.


Dalam tindakan dan usaha-usahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya.


  • Tipe Pseudo-demokratis

Tipe ini disebut juga semi demokratis atau manipulasi diplomatic. Pemimpin yang bertipe pseudo-demokratis hanya tampaknya saja bersikap demokratis padahal sebenarnya dia bersikap otokratis.


Misalnya jika ia mempunyai ide-ide, pikiran, atau konsep yang ingin diterapkan di lembaga Pendidikannya, maka hal tersebut akan dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan bawahannya, tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya bawahan didesak agar menerima ide atau pikiran tersebut sebagai keputusan bersama.


Pemimpin ini menganut demokrasi semu dan lebih mengarah kepada kegiatan pemimpin yang otoriter dalam bentuk yang halus, samar-samar, dan yang mungkin dilaksanakan tanpa disadari bahwa tindakan itu bukan tindakan pimpinan yang demokratis.


  • Tipe Kharismatik

Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi. Pengikutnya tidak mempersoalkan nilai yang dianut, sikap, dan perilaku serta gaya dari si pemimpin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Pamflet


Sifat Seorang Pemimpin

Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, sesungguhnya di dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun, seseorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan.


Jikalau orang tersebut mau mengerjakan pekerjaan yang dipaksakan itu, biasanya hasil kerjanya tidak memuaskan. Dalam bukunya tersebut, William menyebutkan 8 ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.


  • Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan

Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.


  • Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan

Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas dari atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan pada bawahan  cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.


  • Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan

Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.


  • Berikan ruang untuk kesalahan

Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus bekerja, tapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.


  • Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur

Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri. Namun, di sisi lain pastikan diri anda selalu ada untuk membantu saat mereka membutuhkan Anda.


  • Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat

Seringkali bawahan anda tahu lebih banyak daripada yang anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.


  • Bersikaplah ramah

Aturan mainnya sungguh sederhana. Jangan berharap orang lain bersikap ramah kepada anda  jika anda tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya.


Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.


  • Tak kenal maka tak sayang

Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja.


Kenali lebih dekat bawahan anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia