Pengertian Industri – Cabang, Jenis, Tujuan, Faktor, Dampak, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Industri – Cabang, Jenis, Tujuan, Faktor, Dampak, Para Ahli : Industri adalah bidang yang menggunakan keterampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pabrik pengolahan, dan distribusi sebagai dasar.


Pengertian Industri

Pengertian Industri

Industri adalah bidang yang menggunakan keterampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pabrik pengolahan, dan distribusi sebagai dasar. Kemudian industri umumnya dikenal sebagai mata rantai upaya untuk lebih memenuhi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu, setelah pertanian, perkebunan, dan pertambangan terkait erat dengan tanah. Posisi industri jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Cabang Industri

Berikut adalah berbagai industri yang ada di Indonesia:

  • Makanan, dan minuman
  • Tembakau
  • Tekstil
  • Pakaian jadi
  • Kulit, dan barang dari kulit
  • Kayu, barang dari kayu, dan anyaman
  • Kertas, dan barang dari kertas
  • Penerbitan, percetakan, dan reproduksi
  • Batu bara, minyak, dan gas bumi, dan bahan bakar dari nuklir
  • Kimia, dan barang-barang dari bahan kimia
  • Karet, dan barang-barang dari plastik
  • Barang galian bukan logam
  • Logam dasar

  • Barang-barang dari logam, dan peralatannya
  • Mesin, dan perlengkapannya
  • Peralatan kantor, akuntansi, dan pengolahan data
  • Mesin listrik lainnya, dan perlengkapannya
  • Radio, televisi, dan peralatan komunikasi
  • Peralatan kedokteran, alat ukur, navigasi, optik, dan jam
  • Kendaraan bermotor
  • Alat angkutan lainnya
  • Furniture, dan industri pengolahan lainnya

Pengertian Industri Menurut Para Ahli

  1. Hasibuan

    Memahami industri sangat luas, dapat dalam lingkup makro dan mikro. Dalam usaha mikro adalah kumpulan perusahaan yang memproduksi barang yang homogen, atau barang yang memiliki sifat dpt sangat erat. Dalam hal pendapatan cenderung pembentukan makro. Industri adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah. Jadi industri ini dalam batas-batas mikro sebagai kumpulan perusahaan yang memproduksi barang-barang, sementara makro dapat membentuk pendapatan.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


  2. Menurut Moh. Hatta

    Industri adalah upaya untuk mengubah struktur pertanian ke dalam struktur industri.


  3. UU No. 5 Tahun 1984

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya.


  4. Menurut Encyclopedia Indonesia

    Industri merupakan bagian dari proses produksi yang tidak mengambil bahan-bahan tersebut langsung dari alam untuk konsumsi, tetapi bahan-bahan diproses dan akhirnya menjadi komoditas yang berharga kepada masyarakat.


  5. Encyclopedia Americana

    Industri adalah kegiatan kelompok yang menumbuhkan benda ekonomi dan pengguna.


  6. Sudut pandang Geografi

    Industri adalah sesuatu yang merupakan perpaduan dari subsistem fisik dan subsistem manusia.


  7. Badan Pusat Statistik

    Industri adalah unit usaha yang berjalan kesatuan kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang berdomisili di tempat tertentu atau lokasi dan memiliki catatan administrasi tersendiri.


  8. Tim Grasindo

    Industri adalah semua jenis pekerjaan yang menghasilkan uang.


  9. Menurut George T. Renner

    Industri adalah semua kegiatan manusia dalam ekonomi produktif / memproduksi barang dan uang.


  10. Sukimo

    Industri adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi yang termasuk ke dalam sektor sekunder.


  11. Kartasapoetra

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan menggunakan nilai yang lebih tinggi, termasuk kegiatan desain industri dan teknik industri.


  12. Dra. Sri Milaningsih

    Industri berasal dari bahasa Latin, yang berarti bahwa tenaga kerja atau tenaga kerja Perindustrian.


  13. I Made Sandi

    Industri adalah suatu usaha untuk menghasilkan barang jadi untuk bahan baku atau bahan baku melalui proses produksi budidaya dalam jumlah besar sehingga barang dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan kualitas tertinggi.


  14. Badan Perencanaan Pembangunan Sumatera Utara

    Industri adalah kegiatan untuk mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi untuk tujuan penjualan.


  15. Teguh S. Pamudi

    Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan produk yang dipertukarkan dengan satu sama lain.


  16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

    Industri adalah kegiatan proses atau barang proses dengan menggunakan sarana dan peralatan, seperti mesin.


  17. Anto Pracoyo dan Tri Kurnawangsih

    Industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di pasar.


  18. Hinsa Sahaan

    Industri merupakan bagian dari proses pengelolaan bahan baku menjadi bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi menjadi barang yang berharga kepada masyarakat.


  19. Wirastuti

    industri adalah pengolahan bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang membawa keuntungan.


  20. Dini Natalia

    industri merupakan pengolahan bahan baku menjadi barang yang membawa keuntungan.


Jenis – jenis industri

Industri memiliki banyak jenis dan ini jenis -jenis industri berdasrkan golonganya :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


Jenis – jenis industri berdasarkan tempat bahan baku

1. Industri ekstraktif

Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
– Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.


2. Industri nonekstaktif

Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.

3. Industri fasilitatif

Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
– Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.


Jenis – jenis macam industri berdasarkan besar kecil modal

1. Industri padat modal

adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya

2. Industri padat karya

adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.


Jenis – jenis industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =

1. Industri kimia dasar

contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb

2. Industri mesin dan logam dasar

misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


3. Industri kecil

Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll

4. Aneka industri

misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.


Jenis – jenis industri berdasarkan jumlah tenaga kerja

1. Industri rumah tangga

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.

2. Industri kecil

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.


3. Industri sedang atau industri menengah

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.

4. Industri besar

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.


Jenis – jenis penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi

1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)

Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.


2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)

Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.


3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)

Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.


Jenis – jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan

1. Industri primer

adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.


2. Industri sekunder

industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.


3. Industri tersier

Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : stilah Hukum (Advokat) Di Indonesia Secara Lengkap


Tujuan Pembangunan industri

1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup;
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya;


3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional;
4. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalam pembangunan industri;
5. Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri;


6. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan kepada luar negeri;
7. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka pewujudan Wawasan Nusantara;
8. Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional.


Faktor Pendukung Pembangunan Industri

1. Indonesia kaya bahan mentah
2. Jumlah tenaga kerja tersedia cukup banyak
3. Tersedia pasar dalam negeri yang banyak
4. Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industri
5. Tersedia berbagai sarana maupun prasarana untuk industri
6. Stabilitas politik yang semakin mantap
7. Banyak melakukan berbagai kerjasama dengan negara-negara lain dalam hal permodalan, alih teknologi, dll.
8. Letak geografis Indonesia yang menguntungkan
9. Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan
10. Tersedia sumber tenagalistrik yang cukup


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Tugas Customer Service Secara Lengkap


Faktor Penghambat Pembangunan Industri

1. Penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan
2. Mutu barang yang dihasilkan masih kalah bersaing dengan negara-negara lain
3. Promosi di pasar internasional masih sangat sedikit dilakukan
4. Jenis-jenis barang tertentu bahan bakunya masih sangat tergantung dengan negara lain
5. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan belum merata di seluruh Indonesia
6. Modal yang dimiliki masih relatif kecil


Dampak Positif Pembangunan Industri

1. Terbukanya lapangan kerja
2. Terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat
3. Pendapatan/kesejahteraan masyarakat meningkat
4. Menghemat devisa negara
5. Mendorong untuk berfikir maju bagi masyarakat
6. Terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industri
7. Penundaan usia nikah


Dampak Negatif Pembangunan Industri

1. Terjadi pencemaran lingkungan
2. Konsumerisme
3. Hilangnya kepribadian masyarakat
4. Terjadinya peralihan mata pencaharian
5. Terjadinya urbanisasi di kota-kota
6. Terjadinya permukiman kumuh di kota-kota


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jasa Menurut Para Ahli Beserta Karakteristik Dan Bisnis Dibidangnya