Ciliata (Filum Ciliophora)

Diposting pada

Pengertian Ciliata (Filum Ciliophora)

Ciliata merupakan protozoa yang bergerak dengan memakai silia (rambut getar). Ciliata disebut juga dengan infusoria (latin, infundere = menuang), karena umumnya hidup dalam air buangan yang mengandung banyak zat organik.

Istilah Ciliata dalam bahasa latin yaitu cilia yang artinya rambut kecil atau Ciliophara (Yunani, Phora = gerakan). Dalam melakukan seluruh kegiatan dan hidupnya, cilliata memakai organel-organel sel berupa membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.

Baca Juga :  Hewan Omnivora

Ciliata yaitu kelompok protista yang mirip dengan hewan atau yang biasa disebut dengan Protozoa. Ciliata adalah kelompok terbesar dari Protozoa. Protozoa termasuk kedalam kingdom animalia pada klasifikasi lama, sedangkan dalam klasifikasi sistem 6 kingdom, protozoa masuk kedalam kingdom Protista, hal ini terjadi karena tubuh mereka tidak terdeferensiasi dengan jelas dan reproduksinya tidak terbentuk secara embrionik.

Ciliata mempunyai rambut getar yang disebut dengan silia sebagai alat untuk bergerak bebas ke segala arah di dalam air. Silia ini juga mampu menerima ransangan dan juga mengambil makanan. Rambut getar ini yang berupa bulu bulu halus yang terletak dan melekat pada membran sel. Ciliata banyak ditemukan di sawah, rawa, dan tempat-tempat berair lainnya yang mengandung banyak bahan yang sifatnya organik.
Ciliata memiliki bentuk tubuh oval dan tidak berubah-ubah.


Ciri-Ciri Ciliata (Filum Ciliophora)

Ciliata mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan jenis-jenis protozoa yang lainnya. Ciri-ciri umum ciliata yaitu sebagai berikut :

  • Bergerak dengan silia atau rambut getar
  • Sifatnya heterotrof
  • Pembelahan biner
  • Umumnya berukuran mikroskopis, tapi ada juga spesies yang berukuran 3 mm sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang
  • Terdapat pada seluruh bagian sel atau pada bagian tertentu.
  • Membantu pergerakan makanan ke sistoma
  • Bentuk tubuh oval dan tidak berubah-ubah atau tetap
  • Mempunyai dua inti sel yakni makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus sebagai fungsi vegetatif, dan mikronukleus sebagai fungsi reproduksi yakni konjugasi
  • Hidup bebas pada lingkungan berair baik itu air laut maupun air tawar yang banyak mengandung sebuah zat organik
  • Hidup secara parasit, simbiosis dan ada juga yang hidup bebas di alam

Struktur Tubuh Ciliata (Filum Ciliophora)

  • Bentuk tubuhnya yaitu oval, umumnya yang berbentuk simetris, kecuali ciliate primitif yang simetrinya radial
  • Tubuhnya yang diselubungi oleh perikel yang merupakan suatu lapisan luar yang tersusun dari sitoplasma yang padat
  • Tubuhnya yang diselimuti oleh silia, yakni silia somatik yang menyelubungi seluruh tubuh utama
  • Tidak memiliki struktur khusus untuk pertukaran udara, dan sekresi
  • Memiliki dua tipe inti sel atau nukleus, yakni makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus yang juga disebut dengan otak
  • Ciliata berfungsi sebagai vegetatif, sedangkan mikronukleus berfungsi sebagai reproduksi dan genital
  • Mempunyai mulut atau sistoma yang terbuka dan menjadi saluran yang pendek, pada ciliata primitif disebut dengan sitofaring. Mulut ini yang terletak diujung depan (anterior), akan tetapi kebanyakan siliata, bagain tersebut diganti oleh bagian belakang (posterior)
  • Terdapat dua macam mulut, yakni mulut membran berombak yang menyatu dalam sebuah barisan yang panjang. Dan mulut membran yang berupa barisan pendek, merupakan suatu pergabungan dari silia sehingga bersatu membentuk sebuah piringan
  • Silia yang terdapat pada mulut Ciliata yang fungsinya untuk mengedarkan dan mendorong makanan menuju ke sitofaring
  • Memiliki mitokondria sebagai sumber untuk energinya melakukan gerak maupun beraktivitas
  • Mempunyai keronkongan yang disebut dengan sitofaring gullet dan mempunyai food vacuole atau usus
  • Mempunyai vakuola kontraktil atau ginjal
  • Mempunyai otot atau disebut dengan myonemes
  • Mmepunyai anus yang disebut dengan sitopige

Baca Juga :  Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya


Klasifikasi Ciliata (Filum Ciliophora)


  • Paramecium

Jenis ciliata yang satu ini yang pada bagian ujung depannya tumpul, dan di bagian belakang meruncing sehingga tampak berbentuk sepatu ataupun sandal.


  • Vorticella

Jenis dari ciliata yang satu ini memiliki bentuk seperti lonceng dan juga bertangkai panjang dengan bentuk yang lurus atau spiral yang terdapat silia pada sekitar mulutnya. Hidupnya yang berada di air tawar, menempel pada tangkai batang yang sifatnya kontraktil dan juga substrak. Makanannya yaitu bakteri ataupun sisa-sisa bahan organik yang masuk dengan bersamaan melalui celah mulutnya.


  • Didinium

Jenis ciliata yang satu ini ialah  predator pada ekosistem perairan yakni merupakan pemangsa dari pramecium


  • Stentor

Jenis dari ciliata ini memiliki bentuk seperti terompet dan juga menetap di air tawar yang bergenang ataupun mengalir, makanan dari hewan ini yaitu ciliata yang mempunyai ukuran yang lebih kecil


  • Balantidium Coli

Jenis dari ciliata yang paling besar didalam usus yang terbesar dan juga satu-satunya golongan dari ciliata manusia yang patogen dan juga menimbulkan balantidiasis atau juga ciliata dysentri. Ciliata jenis ini dapat ditemui pada daerah yang tropis atau sub tropis

baca JUga : Hewan Herbivora


Peranan Ciliata (Filum Ciliophora)

Ciliata memiliki peranan yang menguntungkan dan merugikan antara lain yaitu sebagai berikut :

  • Peranan Ciliata yang Menguntungkan : Didinium, mirip dengan ceret bertangkai yang mempunyai peranan sebagai predator di air tawar
  • Peranan Ciliata yang Merugikan : Balantidium coli, hidup parasit dalam usus manusia yang mampu mengakibatkan gangguan perut dan bisa menyebabkan diare berdarah.

Morfologi Ciliata 

Kista berbentuk bulat, ukuran 50-60 µ, dinding dua lapis, sitoplasma bergranul, terdapat makro & mikronukleus serta sebuah badan refraktil. Tropozoit hidup dalam mukosa dan sub mukosa usus besar, terutama di daerah sekum bagian terminal daripada illeum. Bergerak ritmis dengan perantaraan cilia. Tropozoit tidak dapat lama hidup di luar badan, tetapi kista tetap hidup selama beberapa minggu. Kista yang dapat hidup di luar badan adalah bentuk infektif.

Bila tertelan oleh hospes baru, maka dinding kista hancur dan trofozoit yang dilepaskan masuk dinding usus, dan memperbanyak diri.Tropozoit berbentuk lonjong, ukuran 60-70 x 40-50 µm. Tubuh tertutup silia pendek, kecuali di daerah mulut silia lebih panjang (adoral cilia). Bagian anterior terdapat cekungan dinamakan peristom dan terdapat mulut (sitostom), tidak memiliki usus namun dibagian posterior memiliki anus (cy;cytoyge).

Terdapat 2 inti yang terdiri dari makronukleus (maN;berbentuk ginjal) dan mikronukleus (miN;berbentuk bintik kecil) yang terdapat pada cekungan makronukleus. Terdapat vakuole makanan (berisi sisa makanan ; bakteri, leukosit, erithrosit, dll) dan vakuole kontraktil (cv)


Siklus Hidup Ciliata 

Stadium kista dan tropozoit dapat berlangsung di dalam satu jenis hospes. Hospes alamiah adalah babi, dan manusia merupakan  hospes insidentil. Jika kista infektif tertelan di dalam usus besar akan berubah menjadi bentuk tropozoit. Di lumen usus atau dalam submukosa usus, tropozoit tumbuh dan memperbanyak diri (multiplikasi). Jika lingkungan usus kurang sesuai bagi tropozoit akan berubah menjadi kista.

Stadium kista parasit yang bertanggung jawab dalam proses penularan balantidiasis (1).  Umumnya kista tertelan melalui kontaminasi pada makanan dan air (2).  Setelah tertelan, terjadi excystation pada usus halus, dan tropozoit berkoloni di usus besar (3)Tropozoit dalam lumen usus besar binatang dan manusia, dimana memperbanyak diri dengan cara pembelahan binary fission (4).  Tropozoit menjadi kista infektif (5).  Beberapa tropozoit menginvasi ke dinding usus besar dan berkembang, beberapa kembali ke lumen dan memisahkan diri.  Kista matang keluar bersama tinja (1). (lihat siklus hidup)

Baca Juga : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Hewan, Tumbuhan, Dan Manusia Secara Lengkap


Reproduksi Ciliata 

Berlangsung secara binary transverse fission (belah diri melintang), yaitu tropozoit melakukan pembelahan diri dan secara konjugasi, dimana 2 tropozoit membentuk kista bersama, dan kemudian bertukar material dari inti dan berpisah kembali menjadi 2 tropozoit baru. ciliata


Patologi dan Gejala Klinis

Pada umumnya balantidiasis tidak menampakkan gejala klinis, dan infeksi pada manusia terjadi karena makan kista infektif yang tertelan bersama air atau makanan yang telah tercemar tinja babi atau penderita lainnya. Pada usus besar (utamanya) menimbulkan ulserasi, sehingga menimbulkan perdarahan dan pembentukan lendir di tinja penderita. Penderita tidak mengalami demam pada kasus balantidiosis usus besar.


Ciri-Ciri Ciliata

Ciliata atau Ciliophora memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang membedakannya dengan ketiga jenis Protozoa lainnya. Berikut ini penulis uraikan ciri-ciri Ciliata secara umum.

  • Bergerak dengan silia atau rambut getar.
  • Merupakan organisme bersel tunggal (uniseluler).
  • Memiliki bentuk tubuh tetap atau tidak berubah.
  • Bersifat heterotrof, artinya hidup dengan memangsa organisme lain karena tidak dapat membuat makanannya sendiri.
  • Umumnya berukuran mikroskopis, akan tetapi ada juga spesies yang berukuran sampai dengan 3 mm sehingga dapat diamati dengan mata telanjang.
  • Bentuk tubuh bermacam-macam, seperti bentuk oval, sandal, lonceng, corong dan lain sebagainya.
  • Sebagian besar hidup di perairan seperti rawa, sawah, dan tempat-tempat berair yang kaya akan zat organik.
  • Hidup secara bebas (soliter), parasit, ataupun bersimbiosis di dalam usus vertebrata.
  • Memiliki vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis sel (osmoregulasi).
  • Memiliki dua macam nukleus (inti) di dalam satu sel, yaitu makronukleus yang berperan dalam metabolisme dan reproduksi aseksual (vegetatif), dan mikronukleus yang berperan dalam reproduksi seksual (generatif).

Klasifikasi Ciliata

Berdasarkan distribusi atau pola persebaran silia (rambut getar), maka Ciliata dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu Ciliata dengan silia yang tersebar merata di seluruh permukaan tubuh (ex. Coleps, Bursaria, Paramaecium, Stentor, Calpoda dan Prorodon) dan Ciliata dengan silia yang terlokalisasi atau hanya terdapat di bagian-bagian tubuh tertentu (ex. Acineto, Didinium, Stylonichia, dan Vorticela).

Baca Juga : Struktur Sel Hewan – Pengertian, Fungsinya, Dan Bagian Sel


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Ciliata : Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi, Peran, Morfologi, Siklus Hidup, Reproduksi, Pengobatan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.