Pengertian Ekologi dan Menurut Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Ekologi, Ruang Lingkup, Asas, Manfaat dan Menurut Para Ahli Adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya lainnya

pengertian-ekologi


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Plantae : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap


Pengertian Ekologi

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya lainnya. Ekologi berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.


Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.


Secara  sederhana  ilmu  ekologi  diartikan  sebagai  ilmu  yang  mempelajari ekosistem.  Secara  rinci, ia  juga  bisa  diartikan  sebagai  sebuah  studi  terhadap  hubungan timbal  balik di  antara  organisme  dengan  organisme  lainnya  serta  benda-benda mati yang  ada  di sekitarnya. Ekologi  sering  disebut  sebagai  ilmu dasar  lingkungan, meski harus diakui  bahwa  lingkup ekologi jauh lebih  sempit ketimbang  ilmu  lingkungan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Organisme


Menurut Para Ahli Ekologi

Pengertian ekologi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut.

  • Menurut Ernst Heackel (1968 dalam Ramli, 1989), ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya.
  • Kreb (1972 dalam Ramli, 1989) mengemukakan bahwa ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi-interaksi penyebaran dan jumlah dari organisme.
  • Pianka (1988 dalam Smith, 1990) menyatakan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dan seluruh faktor fisik dan biologi yang mempengaruhi dan di pengaruhinya.
  • Lynn Margulis menyatakan bahwa studi ekonomi bagaimana manusia dapat membuat kehidupan. Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya dapat membuat kehidupan.
  • Mike Nickerson juga menyatakan bahwa “ekonomi tiga perlima dari ekologi” sejak ekosistem menciptakan sumber serta  membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan “untuk bebas”.
  • Menurut Ernest Haeckel, ekologi ialah  ilmu yang mempelajari seluk-beluk hubungan antara komponen organik serta  anorganik di sekitar lingkungannyanya.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat di simpulkan bawa ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Organisme Autotrof Dan Heterotrof


Istilah-istilah dalam Ekologi

  1. Ekosistem adalah sekumpulan beberapa komunitas yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem ekologi. Contoh ekologi air laut, ekologi daratan tinggi, ekologi hutan tropis, dll
  2. Bioma adalah sekumpulan beberapa komunitas yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem ekologi yang khas sesuai dengan iklim daerah tertentu. Contohnya bioma tundra, bioma gurun, dll.
  3. Individu adalah makhluk tunggal dan dapat hidup dengan sendiri. Contohnya seekor anak singa, seorang anak laki-laki,sepohon jati,dll.
  4. Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup pada daerah tertentu atau habitat terntu. Contohnya sekumpulan harimau, sekolompok anak di halaman, beberapa ayam, dll.
  5. Komunitas adalah sekumpulan populasi berbagai jenis makhluk hidup yang hidup bersama di suatu habitat tertentu. Contohnya populasi katak, ikan, kerbau, tikus, ular dan padi membentuk komunitas sawah.
  6. Lingkungan adalah segalah sesuatu yang berada sekitar kita atau makhluk hidup.Lingkungan tetbagi dalam 2 macan yaitu:
    a) Lingkungan abiotik merupakan lingkungan yang terdiri dari benda mati atau tidak hidup.
    b) Lingkungan biotik merupakan lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
  7. Simbiosis adalah hubungan antara 2 makhluk hidup atau lebih yang berbeda jenis.
  8. Simbion adalah makhluk hidup yang melakukan atau membentuk simbiosis.
  9. Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara 2 makhluk hidup yang satu menguntungkan dan yang satunya merugikan tang lain.
  10. Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara 2 makhluk hidup yang satu menguntungkan dan satunya tidak merugikan yang lain.
  11. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara 2 makhluk hidup yang saling menguntungkan satu sama lain.
  12. Produsen adalah makhluk hidup penghasil bahan organik/makanan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup yang lain untuk kelangsungan hidupnya.ciri produsen adalah yang mempunyai klorofil.
  13. Konsumen adalah makhluk hidup pemakai bahan organik yang dihasilkan oleh produsen untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
  14. pengurai atau dekomposer adalah makhluk hidup yang dapat menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati (menjadi sampah dan bangkai) menjadi komponen penyusun tanah.
  15. organisme Autotror adalah organisme yang dapat membuat/menghasilkan bahan organik sendiri yang dibuat dari bahan-bahan anorganik yang berasal dari lingkungannya.
  16. organisme Heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat/menghasilkan bahan organik sendiri.
  17. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya.
  18. Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya berdasarkan bebtuk atau alat tubuh.
  19. Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya berdasarkan fungsi organ tubuh.
  20. Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian makhluk hidup dengan lingkunganya dengan memperlihatkan tingkah lakunnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Mikroorganisme Sebagai Pemisah Bijih Logam


Ruang Lingkup Ekologi

Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhlukhidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yangdipelajari dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks.Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et al., 2004).

Ekologi modern telah menjadi sains percobaan yang aktif di pelajari. Para ahli ekologi menyusun hipotesis. Para ahli ekologi bekerja di tingkat hierarki biologis yang berbeda, mulai dari organisme individual hingga ke planet (Campbell, et al.,2008). Berikut ini ruang lingkup riset ekologi pada setiap tingkat hierarki biologis.

Ekologi Organisme

Organisme adalah makhluk yang mempunyai ciri–ciri metabolisme, tumbuh, gerak, dan reproduksi. Semua organisme terdiri atas bermacam–macam spesies. Setiap spesies menggambarkan susunan materi hereditas khusus yang disebut gene (gene pool ), yang berbeda dari gene pool spesies lain.Setiap anggota spesies secara potensial dapat atau mampu mengadakan perkawinan dengan anggota lain dari spesies yang sama, tetapi secara normal tidak dapat kawin dengan anggota spesies yang berbeda. Setiap anggota organisme tunggal disebut induvidu. (Purnomo, 2006).

Ekologi organisme (organism ecology), mencakup subdisiplin ekologi fisiologi, ekologi evolusi, dan ekologi perilaku, mempelajari bagaimana struktur, fisiologi, dan (untuk hewan) perilaku organism memenuhi tantangan dari lingkungan.


Ekologi Populasi

Populasi (population) adalah suatu kelompok individu dari spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah. Di dalam menyebut suatu populasi harus dilakukan dengan cara menyebut batas waktu dan tempatnya. Dengan demikian, populasi merupakan kelompok kolektif organisme dari spesies yang sama yang menempati ruang dan memiliki ciri yang merupakan milik kelompok. Suatu organisme tidak dapat hidup sendirian, akan tetapi harus hidup bersama-sama dengan organisme lain, baik dengan organisme sejenis maupun dengan organisme tidak sejenis dalam suatu tempat tumbuh atau habitat (Irwan, 1992).

Interaksi yang terjadi antar spesies antar anggota populasi akan mempengaruhi terhadap kondisi populasi mengingat keaktivan atau tindakan individu dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan populasi. Menurut Odum (1993 dalam Purnomo 2006) setiap anggota populasi dapat memakan anggota-anggota populasi lainnya, bersaing terhadap makanan, mengeluarkan kotoran yang merugikan lainnya, dapat saling membunuh, dan interaksi tersebut dapat searah ataupun dua arah. Contoh organisme misalnya seekor kucing, seekor burung, seorang manusia, dan lain sebagianya.

Ekologi populasi (population ecology) menganalisis factor-faktor yang memengaruhi ukuran populasi serta bagaimana dan mengapa populasi berubah seiring waktu.


Ekologi Komunitas

Komunitas (community) adalah suatu kelompok populasi dari sejumlah spesies yang berbeda di suatu wilayah. Komunitas juga didefinisikan sebagai sekumpulan populasi yang berbeda baik populasi tumbuhan maupun populasi hewan yang hidup dan berinteraksi pada suatu area dan pada suatu waktu (Purnomo, 2006).Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer.

Ekologi komunitas (community ecology) mengkaji bagaimana interaksi antarspesies, seperti predasi dan kompetisi, memengaruhi struktur dan organisasi komunitas.

Ekologi Ekosistem

Ekosistem (ecosystem) adalah komunitas organisme di suatu wilayah beserta faktor-faktor fisik yang berinteraksi dengan organism-organisme tersebut. Ekologi ekosistem (ecology ecosystem) mnekankan pada aliran energi dan siklus kimiawi antara organism dan lingkungan.

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam.Suatuekosistemberdasarkansusunan dan fungsinya tersusun dari beberapa komponen sebagai berikut :

  1. Komponenautotrof
    Autotrofberasaldari kata Auto yang berarti sendiri, dan trophikos yang berarti “menyediakan makan” pengertian dari Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrofberfungsisebagaiprodusen, contohnyatumbuh-tumbuhanhijau.
  2. Komponenheterotrof
    Heterotrof berasal dari kata “Heteros” yang berarti berbeda, dan trophikos yang berarti makanan).Pengertian dari Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrofadalahmanusia, hewan, jamur, danmikroba.
  3. Bahantakhidup (abiotik)
    Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari.Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempatberlangsungnyakehidupan, ataulingkungantempathidup.
  4. Pengurai (dekomposer)
    Pengertian dari Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasukpenguraiiniadalahbakteridanjamur

Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawardanekosistem air laut.Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakanmenjadibeberapabioma.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit


Ekologi Bioma

Bioma adalah mosaik ekosistem-ekosistem yang saling terkait. Riset dalam ekologi bioma berfokus pada faktor-faktor yang mengontrol pertukaran energi, material, dan organism di berbagai ekosistem.


Ekologi Biosfer

Biosfer adalah ekosisdari semua ekosistem dan bentang alam/bioma di planet ini. Ekologi global/biosfer mengkaji begaimana pertukaran regional energi dan material memengaruhi fungsi dan distribusi organism di seluruh biosfer.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ikan Mas Koki – Definisi, Jenis, Ciri, Memelihara, Habitat, Oranda


Klasifikasi Pembagian Ekologi

Pembagian Ekologi berdasarkan 3 bidang yaitu: bidang kajian, bidang habitat, dan bidang toksomoni.

Pembagian ekologi menurut Bidang kajian

  1. Autekologi yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. biasanya tekanannya pada aspek siklus hidup, adaptasi, sifat parasitis, dll.
    Contoh: jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain sebagainya


  2. Synekologi yaitu Ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa,di taman nasional,dan lain sebagainya.
    Dua bidang kajian utama dalam sinekologi adalah :
    Bidang kajian tentang klasifikasi komunitas tumbuhan.
    Bidang kajian tentang analisis ekosistem

Pembagian Ekologi menurut Bidang habitat.

  1. Bahari atau kelautan
    Salah satu ekologi bahari adalah Ekologi laut topis, Contohnya adalah interaksi antara ekosistem mangrove, eksositem lamun dan ekosisitem terumbu karang.
    Karakteristik laut tropis :
    • Keanekaragaman organisme tinggi.
    • Suhu relatif hangat.
    • Sumber makanan, mineral dan hasil laut lain tinggi.
  2. Ekologi estuaria
    Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan daerah percampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuaria merupakan peralihan antara darat dan laut yang sangat di pengaruhi oleh pasang surut, tetapi terlindung dari pengaruh gelombang laut .
  3. Padang rumput
    Padang rumput adalah daerah yang ditumbuhi tumbuhan yang berjenis rumput, seperti alang-alang.
    Alang-alang adalah jenis rumput tahunan yang menyukai cahaya matahari , dengan bagian yang mudah terbakar di atas tanah dan akar rimpang (rhizome) yang menyebar luas di bawah permukaan tanah.
    Alang-alang dapat berkembang biak melalui biji dan akar rimpang, namun pertumbuhannya terhambat bila ternaungi. Oleh karena itu salah satu cara mengatasinya adalah dengan jalan menanam tanaman lain yang tumbuh lebih cepat.

Pembagian Ekologi menurut Bidang toksonomi

  1. Ekologi tumbuhan
    Ekologi ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan faktor-faktor berikut:
    • Faktor cahaya
    Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem.
    Ada tiga aspek penting yang perlu dikaji dari faktor cahaya, yang sangat erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu:
    1) kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang.
    2) Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya.
    3) Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar setiap hari.
    • Faktor suhu
    Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Suhu berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan berperan tidak langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air.
    Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme.
    • Faktor air
    Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah.


  2. Ekologi hewan
    Ekologi hewan adalah cabang biologi yang khusus mempelajari interaksi antara hewan dengan lingkungannya yang menentukan sebaran (distribusi) dan kemelimpahan hewan-hewan tersebut
  3. Ekologi mikroba
    Mikroba ada dimana-mana seperti : udara, air, makanan, tanah, manusia (usus, kulit, hidung), permukaan suatu benda atau bahan pangan. Dengan pembelahan yang cepat mikrooragnisme berkembang biak dengan cepat dan kadang-kadang menghasilkan toksin. Dengan ukuran dan massa yang kecil mikrooragnisme dapat berpindah dengan mudah.


  4. Ekologi Manusia
    Menurut Amos H Hawley (1950:67) dikatakan, “Human ecology may be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population.” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ekosistem Air Laut – Pengertian, Ciri, Jenis, Habitat, Komunitas, Masalah, Pembagian Daerah


Asas-asas Ekologi

Asas-asas ekologi dalam kenyataan dewasa ini banyak dipakai untuk menganalisis lingkungan hidup manusia, pertambahan penduduk, peningkatan produksi makanan, penghijauan, erosi, banjir, pelestarian plasma nutfah, dan hewana-hewan langka, koleksi buah-buahan langka, pencemaran (polusi), dan lain sebagainya. Pada dasarnya masalah lingkungan itu timbul karena kegiatan manusia sendiri yang tidak mengindahkan atau tidak mengerti prinsip-prinsip ekologi


Asas-asas ilmu ekologi merupakan asas-asas dasar dalam ilmu ekologi yang isinya tentang kondisi ekologi dialam ini.

  • Asas 1
    Semua energi yang memasuki sebuah organisasi hidup populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepas. Energi dapat diubah dari satu bentuk yang lain,tetapi tidak dapat hilang,dihancurkan, atau diciptakan.
  • Asas 2
    Asas ini tak lain adalah hukum termodinamika kedua yang banyak digunakan dan berlaku dalam fisika. Ini berarti, meskipun energi itu tak pernah hilang dari alam raya, tetapi energi tersebut akan terus diubah ke dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Semua sistem biologi adalah tidak efisien dalam arti kata,hanya sebagian saja dari input energi kedalam suatu makhluk hidup populasi atau ekosistem yang tersedia dapat dipidahkan dan digunakan oleh organisme hidup, populasi atau ekosistem yang lain.
  • Asas 3
    Materi,energi,ruang,waktu, dan keanekaragaman, semua termasuk kategori sumber alam. Perubahan energi oleh sistem biologi yang berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya.
  • Asas 4
    Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaanna sudah mencapai optimum,pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan menambahan sumber alam itu sampai kesuatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi.
  • Asas 5
    Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaannya seterusnya,dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Ada dua hal pada asas ini. Disuatu pihak dapat dibayangkan suatu keadaan atau situasi, dimana jenis sumber alam tidak akan menimbulkan rangsangan untuk penggunaannya lebih lanjut. Dipihak lainn dapat dibayangkan adanya paling sedikit dua situasi yang mempunyai kesan merangsang itu.
  • Asas 6
    Individu dan spesies yang menpunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya,cenderungan berhasil mengalahkan saingannya itu. Apabila pada makhluk hidup terdapat perbedaan sifat keturunan dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik
    Dan kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul persaingan, maka makhluk hidup yang kurang mampu beradaptasi, yang kalah dalam persaingan tadi. Keculi makhluk hidup yang dapat penyesuaian diri dengan lingkungan. Bahwa makhluk hidup yang adaptif itu yang mampu menghasilkan lebih banyak keturunan dari pada yang non-adaptif.
  • Asas 7
    Kemantapan keanekaragaman suatu komonitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal. Adanya keteraturan pada pola faktor lingkungan dalam suatu perioda yang relatif lama, bahwa terdapat fluktuasi turun naiknya kondisi lingkungan disemua habitat,tetepi besarnya perbedaan dari satu habitat ke habitat lain.
  • Asas 8
    Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Bahwa kelompok tak sonomi tertentu dari pada suatu makhluk hidup ditandai keadaan lingkungannya yang khas(nicia). Jadi tiap tiap spesies mempunyai nicia tertentu. Spesies itu dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaingan, karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda dialam. Tetapi, ada suatu kelompok taksonomi lain yang terdiri atas spesies dengan makan serupa dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam ragam serta luas, maka jelas alam lingkungan itu hanya ditempati oleh spesies yang kecil saja beranekaragaman.
  • Asas 9
    Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produk tivitas. Morowitz (1968) adanya hubungan antara biomasa, aliran energi dan keanejaragaman dalam suatu sistem biologi. Suatu sistem menyimpan sejumlah materi B(untuk biosama) dan mengandung aliran energi melali materi materi P(untuk produktivitas)
  • Asas 10
    Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biosama dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Asas ini merupakan kelanjutan dari asas 7 dan 9. Dalam perjalanan waktu serta habitat yang stabil D meningkat sebanding dengan , berarti meningkat pula. Dalam asas 10, bahwa sistem biologi menjalani evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil.
  • Asas 11
    Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksplotasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). Hal ini ekosistem, populasi atau tingkat makanan yang sudah dewasa memindah energi biomasa dan keanekaragaman tingkat organisasi kearah yang belum dewasa.
  • Asas 12
    Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat brtgantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. Asas ini merupakan kelanjutan asas 6 dan 7.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Protista Terlengkap


Manfaat Ekologi bagi Manusia dan Lingkungan Hidup

Ilmu yang mempelajari interaksi organisme dengan organisme lain dan organisme dengan lingkungannya. Manusia sebagai suatu organisme pun merupakan salah satu subjek dari ilmu ekologi. Melalui ekologi kita dapat mengenal lebih jauh makhluk apa saja yang terdapat di bumi ini dari pegunungan yang tinggi hingga dasar samudera yang dalam. Selain itu melalui ilmu ini kita dapat mengetahui bagaimana peran manusia di muka bumi.

Berikut adalah beberapa manfaat ekologi dalam pengaplikasian nya sehari-hari :


Mengenal lebih banyak keanekaragaman hayati

Makhluk hidup tersebar dari dasar samudera terdalam hingga pegunungan tertinggi. Tentu saja, keanekaragaman hayati ini harus dieksplorasi oleh manusia. Selain untuk menginventarisasi jenis-jenis makhluk hidup tersebut dan memperkaya pengetahuan manusia akan spesies makhluk hidup, cara hidup makhluk hidup dan lingkungannya teresebut dapat dipelajari untuk kemudian dapat dimanfaatkan manusia.
Sebagai contohnya adalah :

  • Ikan di sekitar kutub utara mampu hidup di kondisi air yang membeku, mekanisme ini dapat digunakan manusia untuk mendapatkan protein anti beku yang digunakan dalam proses industri.
  • Parasit yang hidup di tubuh manusia sebagai inangnya dapat diberantas apabila kita tahu bagaimana ia hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara memutus rantai perkembangbiakannya.

Mengenal lebih jauh makhluk hidup

Biologi perilaku merupakan salah satu cabang dari ilmu ekologi. Hal ini terjadi karena perilaku makhluk hidup, terutama hewan, berperilaku tergantung pada kondisi lingkungannya. Perilaku satwa ini dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.

  1. Hewan seperti lumba-lumba dan dan kelelawar memiliki suatu kemampuan penentuan lokasi tanpa penglihatan yang dikenal sebagai ekolokasi (ecolocation). Mekanisme ini ditiru sebagai sonar bagi manusia.
  2. Hewan seperti ayam, sapi, anjing, dan kucing dahulunya adalah hewan liar. Dengan proses domestikasi, hewan-hewan tersebut dapat dijadikan ternak ataupun peliharaan.
  3. Kadang hewan memiliki indra yang tajam semisal di India, gajah-gajah secara otomatis pergi ke tempat yang tinggi sesaat sebelum tsunami terjadi. Hal ini dapat dijadikan peringatan dini oleh manusia sebelum terjadinya bencana.

Membantu mengetahui dampak terhadap lingkungan

Ingatkah kita akan penggunaan DDT pada sekitar tahun 1970-1980an? Untuk memberantas hama maka ditemukanlah suatu pestisida yang dinamakan DDT. DDT ini sangat ampuh memberantas hama serangga secara global dalam watu yang lama. Namun setelah bertahun-tahun digunakan, dampak ekologis mulai terasa.

Setelah penggunaan jangka panjang, maka serangga menjadi resisten dan bahkan DDT dapat ditemukan di mana saja hingga dalam air susu manusia. Rachel Carson, seorang penulis akhirnya membuat buku berjudul Silent Spring yang menggarisbawahi tak terdengarnya burung-burung di musim semi. Ternyata hal ini disebabkan oleh DDT yang merusak telur burung. Akhirnya DDT diberhentikan penggunaanya setelah dampak ekologis menjadi global.

Sebenarnya, permasalahan ini dapat dicegah apabila ilmu ekologi dipakai dalam perencanaan suatu kegiatan yang memiliki kemungkinan dampak lingkungan. Kini, setiap kegiatan harus memiliki studi ekologi untuk meminimalisasi kemungkinan buruk seperti contoh di atas.


Membantu memecahkan masalah pangan

Manusia sebagai makhluk omnivora merupakan tingkatan tertinggi dalam jaring-jaring makanan. Seperti yang kita ketahui bahwa seluruh materi di muka bumi ini ada dalam satu siklus. Dalam ilmu ekologi dijelaskan bahwa makanan yang kita konsumsi merupakan untaian materi dari makhluk hidup lain mulai dari produsen, konsumen primer, hingga konsumen sekunder atau tersier.

Semakin tinggi tingkatan tropik maka akan semakin sedikit energi yang diserap. Artinya semakin banyak jumlah makhluk hidup dalam tingkatan tropik di bawahnya untuk memenuhi kebutuhan makhuk hidup dengan tingkat tropik atas.

Dengan demikian, manusia yang vegetarian akan memerlukan lebih sedikit sumber daya alam dibandingkan dengan manusia yang non-vegetarian. Hal ini karena vegetarian memerlukan lebih sedikit sumber daya semisal lahan untuk peternakan, air, dan pakan ternak sehingga meminimalisasi kesulitan sumber pangan.


Membantu memecahkan masalah pertanian

Kesuburan tanah tidak hanya terjadi begitu saja melainkan ada sangkut pautnya dengan makhluk biologis yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar tanaman termasuk tanaman pertanian begantung pada interaksi antara mikroorganisme dan tanaman itu sendiri karena tanaman mebutuhkan nitrat dan ammonium yang tidak dapat ia sintesis sendiri.


Senyawa tersebut dapat diperoleh oleh tanaman dengan interkasi mikroba sebagai berikut.

  • Ammonium
    merupakan hasil dari proses amonifikasi oleh bakteri dari nitrogen di udara. Tanaman pada umumnya tidak memfiksasi nitrogen padahal mereka membutuhkannya. Maka dengan interaksi antara bakteri dan tanaman, defisiensi nitrogen dapat dihindari.
  • Nitrat
    nitrat merupakan produk oksidasi ammonium dengan bantuan AOB (ammonium oxidising bacteria) dan NOB (nitrite oxidising bacteria). Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.
    Dengan demikian, setelah mengetahui ilmu ekologi, penggunaan bakteriosidal pada tanah sekitar tanaman seharusnya dapat dihindari. Hal ini karena penggunaan bakteriosidal dapat membunuh bakteri yang sebenarnya berguna bagi pertumbuhan tanaman.

Membantu memecahkan masalah energi

Sampai saat ini manusia masih bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama mereka, namun tahukah kita sebenarnya sumber energi terbesar kita adalah matahari?

Energi matahari dikonversi oleh tanaman menjadi energi kimia melalui proses fotosintetis. Sumber energi kimia ini sebenarnya dapat kita manfaatkan untuk membuat bahan bakar yang dapat diperbaharui yaitu biofuelBiofuel terdiri dari beberapa generasi yaitu:

  • Generasi pertama – biofuel dari tanaman konsumsi (Jagung, jarak)
  • Generasi kedua – biofuel dari sisa produk tanaman (Molase, ampas tebu)
  • Generasi ketiga – biofuel dari alga

Ilmu ekologi di sini sangat berperan penting. Selain mempelajari bagaimana komunitas mikroorganisme memproses bahan baku menjadi biofuel (aplikasi di industri), ekologi juga menawarkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan produk tersebut agar terjadi keseimbangan atas kebutuhan manusia akan energi dan materi konsumsi dengan kelestarian alam.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Keanekaragaman Hayati, Manfaat, Jenis dan Klasifikasi


Membantu memecahkan masalah kesehatan

Banyak masalah kesehatan yang merupakan penyakit menular berasal dari interaksi antara manusia dengan hewan. Hal ini tentu saja dapat dihindari atau diatasi bila kita mengetahui konsep ilmu ekologi tentang bagaimana makhluk idup berinterkasi dengan lingkungannya. Berikut adapah contoh manfaat ekologi dalam bidang kesehatan.

  1. Demam berdarah
    jelas kita ketahui bahwa demam berdarah disebab kan oleh virus Dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aygepti. Nyamuk ini memeiliki habitat air bersih yang menggenang untuk bertelur. Kita dapat memutus persebaran penyakit ini misalnya dengan mencegah agar nyamuk tidak dapat bertelur dengan menutup atau memberi insektisida pada bak.
  2. AIDS
    salah satu konsep asal muasal AIDS adalah transfer HIV dari simpanse tehadap manusia. Hal ini dapat terjadi karena di Afrika sana, manusia dan simpanse hidup berdekatan. Dengan adanya ilmu ekologi seharusnya transmisi ini dapat dicegah dengan membatasi interaski antara populasi manusia dengan simpanse.

Membuat proses indutri yang lebih maju

Makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, dan mikroba ternyata sangat berguna untuk diaplikasikan dalam proses industri. Pengeksplorasian ini tentu akan menghasilkan organisme baru yang memiliki kemapuan khusus sesuai habitatnya. Hal ini membuka kesempatan kita untuk memanfaatkannya di bidang industri. Selain itu komunitas suatu organisme dapat dimanfaatkan dalam suatu proses industri.

Berikut adalah beberapa contoh pengaplikasian ekologi di bidang industri.

  • Bioteknologi
    Dalam industri bioteknologi dikenal suatu prosedur PCR. PCR ini tak akan dapat dilakukan tanpa enzim tahan panas yang berasal dari organisme Thermus aquaticus. Organisme ini berhabitat asli di kawah gunung berapi dasar laut. Karena itulah enzim dari orgnisme ini menjadi tahan panas dan dapat digunakan dalam industri.
  • Fermentasi
    Proses pembuatan wine, keju, bahkan tapai membutuhkan komunitas mikroorganisme yang beinteraksi sinergisme dalam proses fermentasi. Dengan mempelajari ilmu ekologi, kita dapat menentukan mikroorganisme apa saja yang berperan dan komposisinya.

Mengenal kesetimbangan dalam kehidupan

Tanpa sadar sebenarnya ilmu ekologi membahas kegiatan manusia di bumi ini karena manusia di bumi ini berkegiatan sebagai populasi. Populasi terus meningkat sedangkan sumber daya alam dan area di muka bumi tak dapat ditambah. Bila populasi manusia terlalu banyak maka kemampuan daya sangga ekosistem akan terlampaui akibatnya akan terjadi kemunduran dalam populasi manusia bahkan kepunahan.

Oleh karena itu melalui ilmu ekologi, kita sebagai manusia harus bijak dalam menggunakan sumber daya alam dan membatasi pertumbuhan populasi agar daya sangga ekosistem tidak terlampaui.