Pengertian Doa – Arti, Tujuan, Waktu, cara, Macam, Perbedaan, Pengaruh, Larangan, Agama Islam

Diposting pada

Pengertian Doa – Arti, Tujuan, Waktu, cara, Macam, Perbedaan, Pengaruh, Larangan, Agama Islam : Doa merupakan sebuah ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut sebagai contoh ibadah haji. Pada hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani atau perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.


doa

Pengertian Doa Meurut Agama Islam

Doa merupakan sebuah ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut sebagai contoh ibadah haji. Pada hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani atau perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Karakteristik Ideologi Pancasila Secara Lengkap


Namun bukan hanya seseorang yang sedang tertimpa sebuah musibah namun juga untuk seluruh umat Islam yang masih hidup (diberirahmat dan kehidupan), dalam keadaan yang masih sehat dan tidak kurang suatu apa pun, sebagai manusia kiranya kita harus berdoa untuk meminta atau bersyukur berkat rahmat yang maha kuasa. Agar kita diberi keuatan iman dan takwa agar tetap bisa melakukan segala perintah-Nya.


Selain itu, jika kita menyadari bahwa situasi yang kita hadapi sehari-hari berputar seperti roda gerobak. Mungkin hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan tulus, tapi siapa yang tahu hari berikutnya kami memiliki kemalasan suatu? Mungkin hari ini kita sangat senang, tapi siapa yang tahu besok nasib kita atau lusa menjadi sebaliknya?


Oleh karena itu, dalam kondisi yang baik seperti yang kita masih perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hakim).


Pengertian Doa

Menurut bahasa doa berasal dari Bahasa Arab الدعاء yang merupakan bentuk masdar dari mufrad داعى yang memiliki bermacam-macam arti. Dalam kamus Bahasa Arab di bawah judul huruf د, ع, و disebutkan sebagai berikut:


  1. داعى, يدعو, دعوة artinya menyeru, memanggil.
  2.  داعي, يدعو, دعاء artinya memanggil, mendoa, memohon, meminta.
  3. Dalam bentuk jama’nya ادعية artinya doa, permohonan, permintaan.
  4.  دعاء له artinya mendoakan kebaikan kepadanya.
  5.  دعاء عليه artinya mendoakan keburukan atau kejahatan kepadanya.
  6.  داع artinya orang yang memanggil, orang yang menyeru, orang yang memohon.
  7. Dan الدعاء adalah bentuk masdarnya, yang pada umumnya diartikan sebagai suatu keinginan yang besar kepada Allah SWT dan pujian kepadaNya.

Dalam al-Qur’an terdapat 203 ayat dengan arti yang beragam. Sedang menurut istilah doa berarti memohon kepada Allah SWT secara langsung untuk memperoleh karunia dan segala yang diridhoiNya dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan atau bencana yang tidak dikehendakinya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Klasifikasi Perjanjian Internasional Beserta Penjelasannya


Dalam al-Quran doa memiliki beberapa makna. Di antaranya adalah :

  • Al-Qaul atau ucapan. Lihat Q.S. al-A’raf ayat 5!
  • Al-‘Ibadah atau ibadah. Lihat Q.S. al-Kahfi ayat 14!
  • An-Nida atau panggilan. Lihat Q.S. Ali Imran ayat 61!
  • Ath-Thalab atau permintaan, tuntutan. Lihat Q.S. Fathir ayat 18!

  • Al-Isti’anah atau minta pertolongan. Q.S. al-Baqarah ayat 23!
  • As-Su`al atau permintaan secara umum. Lihat Q.S. al-Baqarah ayat 69!
  • Al-Hats-tsu ‘alasy-syai`i atau motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Lihat Q.S. Nuh ayat 5!

Arti Doa / Do’a

Doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezki yang halal dan tabahan dalam menjalani kehidupan. Sebaiknya kita semua meminta atau berdoa kepada Allah SWT setiap waktu, setiap saat, kapanpun dan dimanapun karena selalu didengar oleh-Nya.


Pengertian Doa menurut agama Islam

Tujuan Berdo’a / Berdoa

  • Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT
  • Meminta perlindungan Allah SWT dari semua Setan yang terkutuk
  • Memohon agar kita diberi selamat dunia akhirat
  • Mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya

Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT

  1. Ketika membaca Al-Quran
  2. Setelah Solat wajib
  3. Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud
  4. Saat berpuasa wajib dan sunah
  5. Saat melaksanakan ibadah haji

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bentuk Dan Manfaat Kerjasama Antar Negara Lengkap


Tata cara Berdo’a

  • Menghadap Ka’bah (kiblat)
  • Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian disusul salawat Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

  • Mengangkat kedua tangan sebelum doa dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan setelah shalat.
  • Meminta dengan suara menenangkan sambil berdoa dengan sungguh-sungguh, tulus dan serius
  • Berharap bahwa Allah menerima doanya
  • Berdoa diulang pada waktu lain untuk menunjukkan seberapa serius kita diberikan oleh Allah SWT
  • Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian kepada Allah SWT

Macam-macam Doa Qunut

Di dalam Islam, pelaksnaan doa Qunut secara garis besar terbagi menjadi dua macam:


  1. Qunut Shalat Subuh adalah doa yang dibaca pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at sholat subuh, Qunut jenis ini dinilai oleh Ab’adl Sunnah yang mencakup bagian dari doa sehingga ketika meninggalkan maka dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi.

  2. Qunut Shalat Witir merupakan doa yang dibaca pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at sholat Witir di babak kedua Ramadhan, dari malam ke-16 Ramadhan sampai akhir Ramadan, Qunut jenis Sunnah Ab ‘adl dinilai oleh ulama syafi’iyah.

  3. Qunut Nazilah merupakan doa Qunut dilakukan ketika bencana besar seperti bencana yang melanda wilayah suatu, kelaparan, musuh menyerang dan sebagainya. Qunut juga membaca dalam waktu terakhir setiap doa fardlu tapi tidak disarankan / sujud disunnahkan lupa ketika meninggalkan karena tidak termasuk sunnah Ab’adl.

Perbedaan Doa Dan Dzikir

Doa merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam diri manusia, dan doa juga merupakan suatu cara atau jalan agar manusia selalu ingat kepada tuhannya. Maka secara tidak langsung doa merupakan dzikir kepada Allah SWT. Karena dengan berdoa kepadaNya berarti hamba tidak melupakan keberadaan antara dirinya dan TuhanNya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tahapan Perjanjian Internasional Beserta Penjelasannya


Namun demikian, antara doa dan dzikir tetap terjadi suatu perbedaan baik dari segi definisi maupun dari segi-segi lainnya. Dari segi definisi kita tahu bahwa doa adalah permohonan hamba terhadap TuhanNya, sedangkan definisi dzikir adalah ucapan maupun perbuatan hamba yang disukai para umat untuk menghasilkan jalan mengingat dan mengenang akan Allah ‎SWT. Yang dimaksud dengan ucapan dalam dzikir, seperti lafadz-lafadz البقيّة الصالحات yaitu:


bacaan Tasbih, Tahlil, Tahmid, Taqdis, Taqbir, Hauqolah, Hasbalah, Istighfar dan doa-doa. Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan dzikir yaitu perbuatan jiwa dan raga manusia yang tujuannya untuk ta’at kepada Allah SWT.


Selanjutnya, dari segi waktu dan tempat, dzikir tidak terbatas oleh waktu dan tempat, akan tetapi dzikir tetap memiliki etika yang harus dilaksanakan bagi pendzikir itu sendiri. Dzikir hanya terbatas pada ruang yang ditempati seperti ditempat-tempat yang dimakruhkan untuk mengucapkan lafadh-;lafadh dzikir, contohnya di WC dan ketika sedang membuang hajat, dikala sedang berjima’, sedangkan mendengarkan khutbah serta dalam keadaan mengantuk. Sedang pelaksanaan dzikir dapat dilakukan dalam segala rupa keberadaan kita, yakni dikala sedang duduk, di kala sedang berdiri dan sedang berjalan (lihat QS, 3: 190 – 191).


Jelasnya, antara doa dan dzikir memamng mempunyai kaitan yang erat, karena dalam persyaratan berdoa kita diharuskan membaca shalawat Nabi SAW, ucapan istighfar yang kemudian dilanjtkan dengan doa yang kita kehendaki atau yang kita hajati. Maka secara tidak langsung dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap orang yang melaksanakan doa maka ia berarti telah melaksanakan dzikir kepada Allah SWT, sedangkan orang yang semata-mata berdzikir kepada Allah belum tentu ia berdoa kepadaNya.


Pengaruh Doa Bagi Manusia

Doa adalah merupakan pengakuan manusia tentang kelemahannya, namun manusia kadangkala bersikap sombong (QS. 96:6-7). Doa juga sering dilupakan manusia, karena manusia masih banyak yang menganggap bahwa doa itu kurang penting, sehingga manusia tidak mengakui keberadaan doa tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Verbal Dan Nonverbal (Contoh, Ciri, Faktor Juga Fungsinya)


Padahal, manusia yang hidup tanpa gejolak, tanpa kekuasaan istimewa, bekerja dan berjuang secara wajar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga memerlukan doa sebagai motivasi dirinya agar dapat melanjutkan usaha untuk mencapai cita-citanya. Doa juga menjadi salah satu sebab tertolaknya suatu bencana, dengan kata lain doa bisa dikatakan sebagai perisai/senjata.


Di samping itu doa adalah obat penawar yang paling manjur, sehingga ia menjadi musuh bagi bala (petaka). Doa dapat menolaknya, menghilangkannya, menyembuhkannya, atau meringankannya, jika bala tersebut telah turun. Karena berguna terhadap sesuatu yang telah terjadi ataupun yang belum terjadi. Sabda Nabi SAW: “Doa itu bergua untuk yang telah terjadi dan yang belum tejadi, maka wahai hamba Allah, hendaklah kalian berdoa.” HR. Tirmidzi.


Alexis Carrel, seorang ahli bedah Prancis yang meraih dua kali hadia nobel, menegaskan bahwa keguanan doa dapat dibuktikan secara ilmiah sama kuatnya dengan pembuktian dibidang fisika. Dalam brosurnya “La Priere” (doa) ia mengemukakan keyakinannya akan kebesaran pengaruh doa untuk pengobatan dengan ucapan:


“Bila doa itu dibiasakan dan betul-betul bersungguh-sungguh, maka pengaruhnya menjadi sangat jelas… Ia merupakan semacam perubahan kejiwaan dan ketubuhan… ketentraman ditimbulkan oleh doa itu merupakan pertolongan yang besar pada pengobatan.”


Oliver lodge secara halus menyindir mereka yang tidak melihat manfaat doa: “Kekeliruan mereka, karena menduga bahwa doa berada di luar fenomena alam,. Doa harus diperhitungkan sebagaimana memperhitungkan sebab-sebab lain yang dapat melahirkan suatu peristiwa.”


Hal – hal Yang Dilarang Dalam Berdoa

  1. Jangan berdoa hanya untuk tujuan perbuatan dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi serta jangan tergesa-gesa dan minta segera dikabulkan
  2. Jangan berdoa kepada selain Allah SWT (QS. 10:106)

  3. Dalam berdoa hendaknya janganlah minta yang berlebih-lebihan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan

  4. Jangan berdoa dengan hal-hal yang tidak baik terhadap diri sendiri maupun terhadap anak-anak sendiri dan harta sendiri

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Jenis-Jenis Pranata Sosial Beserta Cirinya Lengkap