Pengertian Biosfer – Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya

Diposting pada

Pengertian Biosfer – Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya : Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Pengertian Biosfer

Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Secara etimologi,  kata biosfer terdiri atas 2 kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.Pengertian Biosfer dalam arti sempit adalah lapisan atau bagian di bumi yang menjadi tempat makhluk hidup.


Pengertian biosfer dalam arti luas memiliki makna makhluk hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.Pengertian biosfer dalam arti luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Dioda: Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja, Contoh Dan Jenis Dioda


Litosfer (batuan)

Berdasarkan tempat terjadinya maka batuan penyusun litosfer dapat dibedakan atas:

  • Batuan intrusif: terjadi di bagian dalam, jauh dari permukaan bumi.
  • Batuan ekstrusif: terjadi di dekat permukaan bumi, atau diluar permukaan bumi.
  • Batuan hypoobisis: terjadi dalam gang atau saluran-saluran kulit bumi.

Bagian luar dari bumi lapisan batuan yang disebut litosfer. Karena adanya peristiwa diferensiasi, terbentuklah lapisan SIAL dan lapisan SIMA. SIAL merupakan bagian teratas dari kerak bumi yang terdiri dari Silica dan Aluminium (SI-AL). Sedangkan SIMA merupakan bagian bawah dari SIAL, yang terdiri dari Silica dan magnesium (SI-MA). Kedua lapisan di atas merupakan litosfer.


Hidrosfer (air)

Yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada di atas muka bumi. Yang terbesar adalah samudra dan lautan. Dikatakan bahwa perbandingan antara samudra dan daratan berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air sedangkan 28% berupa daratan.


Atmosfer (udara)

Bumi Dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau atmosfer. Ada lapisan dalam atmosfer.

  • Yang dekat dengan permukaan bumi setebal ± 10 km disebut troposfer.
  • Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer.

Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).  Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Fluida Dinamis : Rumus Hukum Bernoulli, Pengertian, Jenis, Ciri Dan Contoh Soal


Faktor Pendukung Dan Penghambat Kelangsungan Hidup Biosfer

Makhluk hidup yang menempati planet bumi adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Hewan maupun tumbuhan ada yang hidup di darat , perairan, baik pada kawasan air tawar ataupun air laut. Namun, tidak seluruh permukaan bumi dapat menjadi tempat hidup bagi organisme. Karena berhubungan erat dengan berbagai persyaratan hidup, faktor pendukung, dan faktor penghambat bagi kelangsungan hidup organisme itu sendiri.


Faktor Pendukung

  • Kondisi geologi

Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya.


Keanekaragaman flora fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua” yang disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930).


  • Iklim

Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora.


Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan faunaberbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragamanflora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun.


Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.


  • Ketinggian tempat

Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghunn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut :


    • Wilayah berudara panas (0 – 600 m dpal).

Suhu wilayah ini antara 23,3 ºC – 22 ºC, tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada, dan buah-buahan.

    • Wilayah berudara sedang (600 – 1.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 22 ºC – 17,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, coklat, kina, teh, dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.


    • Wilayah berudara sejuk (1.500 – 2.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 17,1 ºC – 11,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.

    • Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)

Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek, contoh: edelweis.


  • Faktor biotik.

Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya.


Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Momen Inersia


Faktor penghambat

Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain :


  • Polusi

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982). Z


at atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.


Sifat polutan adalah:

    1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat, lingkungan tidak merusak lagi
    2. merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran Biosfer

Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.


  • Menurut tempat Terjadinya

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel.

Contohnya:

polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi, materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia.


Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.


Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar.

Contohnya:

Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. • Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.


Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran.

Contohnya:

    • sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
    • detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).
    • zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

  • Menurut macam bahan pencemar

Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut :

  • Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  • Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  • Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

  • Menurut Tingkat Pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tabel Periodik Unsur Kimia : Pengertian, Makalah, Sistem Dan Gambar


  • Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.

  • Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  • Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Manusia sebagai Pengubah Biosfer dan Implikasinya terhadap Tata Ruang Hidup

  • Implikasi terhadap Tata Ruang Hidup

Manusia sebagai pengubah biosfer dengan pengetahuaannya mampu mengubah keadaan lingkungan sehingga menguntungkan dirinya, guna memenuhi kebutuhannya. Ekosistem yang kini terdapat disekitar manusia merupakan suatu ekosistem yang baru diciptakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Suatu ekosistem manusia penuh dengan beranekaragam tumbuhan dan hewan yang ditanam dan dipelihara.


Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keselarasannya ini tidaklah terlalu besar. Alam masih sanggup membuat keseimbangan baru yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian berbanding terbalik dengan kenyataannya.


Manusia membuat ilmu dan teknologi yang terkadang belum dikuasai sepenuhnya oleh manusia telah digunakan secara luas, bukankah hal yang mustahil justru menghancurkan kemampuan alam. Akibatnya, lingkungan tidak dapat lagi mendukung kehidupan dan akhirnya berhenti pula manusia sebagai penduduk bumi.


Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia dan karena itu alam haruslah ditaklukan untuk kepentingannya. Di lain pihak, kemajuan dalam bidang telah menambah kebutuhan manusia.


Mencari makan bukan sekedar penawar lapar, berpakaian bukan sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, melainkan ingin menikmatinya. Alat rumah tangga semakin bermacam-macam. Semua ini diciptakan demi kesenangan manusia.


Diciptakan juga berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan. Digalinya berbagai jenis barang tambang, dibangunnya berbagai bendungan, pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup manusia, dan batubara untuk menggerakkan pabrik dan alat transportasi.


Pendek kata, intervensi manusia terhadap lingkungan dan ekosistem semakin dalam dan rumit, semuanya itu demi kesenangannya. Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya, jumlahnyapun semakin meningkat. Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh perubahan lingkungan yang terus menerus.


Akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang berencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.


  • Implikasi terhadap Sumber Daya

Manusia sebagai pengubah biosfer dapat membawa implikasi terhadap sumber daya, ada yang positif dan negatif.


Dampak positifnya meliputi:

  1. Dapat menaikkan kuantitas suatu produksi, misalnya di bidang pertanian dan industri. Penggunaan bioteknologi, misalnya hormone tumbuhan yang mampu memacu tumbuhnya daun, bunga, atau buah yang banyak juga telah diterapkan dalam dunia pertanian.

  2. Menaikkan kualitas atau mutu produksi, misalnya; pada pengolahan minyak bumi, yang semula kita mengenal bensin, sekarang kita mengenal premium dimana premium dikatakan lebih baik karena mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi sehingga tidak mudah atau cepat merusak alat atau mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.

  3. Pengolahan SDA yang efektif dan efesien, menambah ragam produksi. Misalnya; pada pengolahan minyak bumi yang mula-mula hanya menghasilkan macam-macam bahan bakar, seperti; LNG, LPG, Avigas, premium, solar, minyak tanah, dan minyak pelumas lilin serta aspal, sekarang dapat dikembangkan untuk menghasilkan propylene atau bahan untuk pembuatan plastik, gas H2 untuk pembuatan pupuk, ABS (alkyl bennema sulfonat) untuk pembuatan detergen.

Dampak negatifnya meliputi:

  1. Timbulnya pencemaran lingkungan. Misalnya; adanya suatu pabrik yang menggunakan mesin yang mengadakan pembakaran tidak sempurna akibatnya mengeluarkan gas CO yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Afinitasantara CO dan hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat bila dibandingkan antara O2 dan hemoglobin dan membentuk senyawa karboksi hemoglobin yang stabil.Atmosfer yang mengandung 80 ppm CO dalam tempo 8 jam dapat mengurangi distribusi O2 dalam darah kita sekitar 15%.

    Untuk itu, aliran darah dipercepat akibatnya orang dapat pusing-pusing kemudian lemas dan kandungan CO sebesar1.300 ppm dalam tempo 30 menit dapat menyebabkan fatal. Pabrik yang  mengeluarkan bahan buangan (air limbah) yang mengandung bahan yang dapat menimbulkan pencemaran air, misalnya Hg dapat mengganggu ekosistem di sungai dan di laut.


    Misalnya ikan-ikan akan mati sehingga mengurangi populasi ikan  yang ada di dalamnya. Selain itu, sampah-sampah yang dibuang di sungai akan merusak kualitas air sungai.Penggunaan pestisida di bidang pertanian dapat pula menimbulkan pencemaran tanah bila penggunaannya kurang tepat. Penggunaan teknik nuklir yang dapat pula menimbulkan pencemaran, misalnya dengan adanya kebocoran akan terjadi radiasi.


  2. Terjadi kepunahan, Apabila manusia menggunakan SDA yang melampaui batas tanpamelestarikannya kembali maka akan terjadi kepunahan dalam ketersediaan SDA. Misalnya; penebangan hutan secara liar, perburuan binatang buas dan langka, pengambilan barang tambang secara terus-menerus karena barang-barang tambang tersebut tidak dapat diperbaharui.

  3. Implikasi terhadap Ketersediaan Energi, Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan perkembangan IPA dan teknologi, proses pengilangan minyak bumi dan pengambilan biji menjadi efesien, sehingga produksinya meningkat. Contohnya bensin dari minyak bumi. Minyak bumi adalah hasil pelapukan dari lau.

    Pada proses penyulingan belum diperoleh bensin yang memadai dan kualitasnya rendah. Dengan perkembangan IPA dan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dilakukan proses keretakan (proses memanaskan bahan bertitik didih tinggi di bawah tekanan) dengan menggunakan katalisator,


    hingga molekul-molekul besar pecah menjadi molekul-molekul kecil dan proses reformasi (proses dengan katalisator mengubah senyawa alifatik menjadi senyawa aromatik). Dengan proses keretakan dan reformasi diperoleh peningkatan bensin, baik kuantitas maupun kualitasnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Asam, Basa, Dan Garam