Pengertian Pencemaran Lingkungan

Diposting pada

Pencemaran lingkungan tidak baik bagi kehidupan manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan, karna jika lingkungan sudah tercemar akan menggangu habitat makhluk hidup akan berdampak pada populasi makhluk hidup itu sendiri. Pada Kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pencemaran lingkungan secara lengkap oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

pencemaran-lingkungan

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah suatu perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.

Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut dengan polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan jika bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat.

Lingkungan yang tercemar, akan mengakibatkan keadaan ekosistemnya tidak seimbang akibat masuknya polutan ke dalam lingkungan tersebut. Sedangkan pada lingkungan alami mempunyai ekosistem yang seimbang.

Baca Juga : Kesehatan Lingkungan – Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Sasaran, Masalah, Para Ahli

Seperti contoh, udara di desa terasa segar karena banyak ditumbuhi oleh pepohonan hijau. Hal ini menunjukkan di desa tersebut udaranya belum tercemar. jika di kota yang padat penduduknya, udara akan terasa panas dan pernapasan menjadi tidak nyaman. Hal ini menunjukkan udara dikota sudah tercemar.


Macam-Macam Pencemaran Lingkungan

Berikut ini adalah macam-macam dari pencemaran lingkungan, sebagai berikut:


A. Pencemaran Udara

Pencemaran udara biasanya terjadi akibat dari pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik. Beberapa jenis polutan yang sering mencemari udara, antara lain yaitu sebagai berikut :

  • Karbon monoksida (CO)Gas CO yaitu hasil pembakaran tidak sempurna oleh mesin kendaraan bermotor. Jika gas CO terhirup oleh pernapasan manusia maka akan ikut beredar dalam darah manusia sehingga akan mengganggu daya ikat darah terhadap oksigen. Keracunan gas CO bisa menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan pingsan.
  • Karbon dioksida (CO2)Gas CO2 yaitu dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelapukan batuan. Bila kadar CO2 di atmosfer meningkat akan mengakibatkan peningkatan suhu bumi.
  • Senyawa NitrogenGas Nitrogen ini dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan pembangun protein. Jika nitrogen oksida ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.
  • Senyawa Belerang, Gas sulfur dioksida (SO2) ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara dan minyak bumi). Gas SO2 jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa tersebut turun bersama hujan, terjadilah hujan asam.
  • Klorofluorokarbon (CFC)CFC biasa digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, dipergunakan untuk penyemprot rambut dan obat nyamuk semprot. CFC bisa merusak lapisan ozon di atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari berkurang.

Baca Juga : Pencemaran Udara – Pengertian, Penyebab, Dampak, Klasifikasi, Upaya yang Harus Dilakukan


b. Hujan Asam

Udara yang tercemar oleh gas sulfur dioksida (SO2), sulfur trioksida (SO3), nitrogen monoksida (NO), dan nitrogen dioksida (NO2) bisa mengakibatkan hujan asam.

Jika gas-gas tersebut larut dalam air hujan, maka pembentukan senyawa-senyawa asam tidak bisa dihindari. Hujan asam yang turun ke permukaan bumi bisa mengakibatkan pengikisan kesuburan tanah, kematian tanaman pertanian, perkaratan logam, dan kerusakan bangunan.


c. Pencemaran Air

Pencemaran air berarti terdapat sebuah kerusakan air dari batas normal. Air yang terpolusi disebabkan oleh adanya sebuah racun atau polutan yang masuk ke lingkungan air. Polutan air di antaranya yaitu sebagai berikut ini :

  • Limbah industri, yaitu yang mengandung sebuah logam berat seperti raksa, timbal dan kadmium biasanya dialirkan ke sungai. Logam tersebut berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia karena bisa menimbulkan panyakit kanker.
  • Berbagai limbah rumah tangga, seperti detergen dan sampah bisa mengakibatkan penurunan kandungan oksigen di perairan.
  • Limbah pertanian seperti pupuk, insektisida (DDT) dan herbisida berbahaya bagi kesehatan manusia juga organisme lainnya, dan bisamengganggu keseimbangan ekosistem. Semua jenis limbah tersebut bisa mengakibatkan kamatian bagi organisme air, terutama ikan.

d. Pencemaran Tanah

“Buanglah sampah pada tempatnya.” Ungkapan itu menunjukkan adanya sebuah usaha untuk tidak mencemari tanah yang berlebihan. Jika kamu meminum minuman yang berbotol kemudian botol atau plastiknya dibuang begitu saja, berarti kamu mempunyai peran dalam pencemaran tanah.

Pencemaran tanah bisa disebabkan oleh kegiatan pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, kebocoran limbah cair dari industri dan rumah sakit, serta tumpahan minyak, zat kimia dan limbah. Jika tanah sudah tercemar oleh suatu polutan, maka polutan tersebut akan mengendap ke dalam tanah sebagai zat yang beracun. Berdasarkan pada sifatnya, polutan bisa dibedakan menjadi dua, yakni sebagai berikut.

  • Polutan yang bisa diuraikan oleh proses alam (biodegradable). Contohnya : kayu, kertas, bahan atau sisa makanan serta sampah-sampah pada dedaunan.
  • Polutan yang tidak bisa diuraikan oleh proses alam (nonbiodegradable). Contohnya : pada plastik, kaleng dan logam.

Baca Juga : Polusi Udara Dan Polusi Tanah


Penyebab Terjadinya Pencemaran Lingkungan

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.


Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.


Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.


Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :

  • Erosi dan curah hujan yang tinggi.
  • Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
  • Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.


DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia.


DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan.


Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.

  1. Merusak jaringan tubuh makhluk hidup.
  2. Menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan Menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
  3. Lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

Baca Juga : Pengertian, Penyebab, Dan Dampak Global Warming (Pemanasan Global) Lengkap


Dampak Pencemaran Lingkungan

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.


Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodienadikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorinmerangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.


Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropodayang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.


Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.


Cara Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

Berikut ini adalah cara penanggulangan dari pencemaran lingkungan, sebagai berikut:


1. Penanggulangan secara administratif

Penanggulangan secara administratif terhadap sebuah pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yakni dengan membuat suatu peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain yaitu sebagai berikut :

  • Pabrik tidak boleh menghasilkan suatu produk (barang) yang bisa mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak dapat menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga bisa mengakibatkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratofer.
  • Industri harus mempunyai unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungan telah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.
  • Pembuangan pada sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman.
  • Sebelum dilakukan adanya pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).
  • Pemerintah harus mengeluarkan buku mutu lingkungan, yang artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air , sedangkan pada lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain tercantum sebuah batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan sebuah kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.

2. Penanggulangan secara teknologis

Penanggulangan sebuah pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator.


3. Penanggulangan secara Edukatif

Penangkalan pencemaran secara edukatif yaitu dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal ataupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang suatu lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan sebuah penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan. Dengan adanya penyuluhan dan pendidikan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran baik secara individu ataupun secara berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan.


Contoh Pencemaran Lingkungan

Berikut ini adalah contoh pencemaran lingkungan, sebagai berikut:


  • Asap Kendaraan

Asap kendaaran pun masuk ke dalam 10 macam perusakan lingkungan yang mengganggu. Pada asap kendaraan bermotor paling tidak baik guna kesehatan tubuh seseorang, sampai proses fotosintesis pada tumbuhan.

Hal ini disebabkan asap pada kendaraan berisi hasil pembakaran yang tidak sempurna dan pemakaiaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan yang mengakibatkan kadar karbondioksida di bumi.

Untuk menanggulangi permasalahan ini, kamu dapat cukup berlangsung kaki atau bersepeda andai dirasa jarak tempuh sebuah tempat yang anda tuju dekat. Di samping ikut menjaga situasi lingkungan terbebas dari asap kendaraan, dengan berlangsung kaki dan bersepeda guna pergi ke sebuah tempat dapat mendapatkan manfaatnya juga.


  • Membuang Sampah di Sembarang Tempat

Sampah atau saldo limbah lokasi tinggal tangga seringkali dibuang begitu saja ke sungai. Padahal kelaziman ini dapat menyebabkan air menjadi keruh dan kotor sampai-sampai dapat mengganggu keberlangsungan hidup biota yang terdapat di sungai tersebut.

Tak melulu mengganggu biota yang terdapat di dalam sungai, keperluan manusia pun akan terganggu sebab air sungai itu sudah pulang menjadi keruh dan kotor dampak sampah-sampah yang dilemparkan di sungai. Parahnya lagi, melemparkan sampah di sembarangan pun dapat mengakibatkan banjir.

Nah, untuk menanggulangi masalah ini, pentingnya guna mempunyai kesadaran bahwa air ialah kebutuhan pokok untuk seluruh makhluk hidup. Jika membudayakan membuang sampah di sungai atau di sembarangan tempat, maka dapat menyebabkan hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, mulai semenjak dini, biasakan untuk melemparkan sampah pada tempatnya.


  • Menebang Pohon Secara Liar

Menebang pohon secara liar dapat mengakibatkan hutan menjadi gundul. Hal ini dapat menyebabkan permukaan tanah menjadi semakin sedikit sebab ketika hujan tidak sedikit tanah yang terbawa oleh arus air yang mengalir ke sungai maupun danau.

Di samping itu, akibat dari penebangan liar ialah bisa mengakibatkan longsor sebab ketika hujan, air yang mengalir dapat mengkis tanah. Hal ini akan mengakibatkan tanah terbawa sebab tidak terdapat lagi akar-akar pohon yang menyangga tanah tersebut. Karena tidak jarang menebang pohon secara berangsur-angsur, dapat mengakibatkan keruskan alam dan lingkungan sekitarnya.

Nah, untuk menanggulangi permasalah ini, urgen untuk masing-masing orang mengawal hutan dengan teknik tidak menebang pohon secara binal dan perbuatan selanjutnya ialah melakukan reboisasi atau penghijauan.


  • Polusi Udara

Pencemaran udara adalahsalah satu dari 10 macam perusakan lingkungan yang paling merugikan. Pencemaran udara seringkali terjadi dampak kehadiran dari satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfir dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan manusia, hewa, pun tumbuhan. Di samping itu, polusi udara ini juga dapat mengganggu estetika, mengganggu kenyamanan, serta dapat merusak properti.

Untuk menanggulangi masalah ini, dapat melakukan berbagai format sosialisasi untuk masyarakat guna tidak mengerjakan pembakaran di arena luas atau tempat-tempat tersingkap karena tersebut akan mengakibatkan pencemaran udara.


  • Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan situasi dimana bahan kimia produksi manusia masuk dan mengolah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini seringkali terjadi sebab kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri, pemakaian pestisida, kemalangan kendaaran yang membawa minyak dan zat kimia, dan beda sebagainya.

Zat kimia yang beracun di tanah ini akan menyebabkan pencemaran tanah. Zat beracun di tanah itu dapat dominan langsung untuk manusia saat bersentuhan atau mengotori tanah dan udara.

Nah, untuk menanggulangi masalah ini, dapat menyediakan tempat pengasingan sampah organic dan sampah anorganik di sekian banyak daerah. Di samping itu, dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk tumbuhan dan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi dagangan yang berguna.


  • Pencemaran Suara

Pencemaran suara pun termasuk ke dalam 10 macam perusakan lingkungan yang mengganggu. Pencemaran ini seringkali berbentuk suara yang mengganggu kegiatan manusia dan merusak pendengaran.

Untuk menanggulangi masalah ini ialah dengan meminimalisir atau bahkan menghilangkan suara-suara yang mengganggu dengan merealisasikan peraturan di masing-masing wilayah yang rentan merasakan masalah ini.


  • Pencemaran Bahan Radioaktif

Apabila di distrik tempat anda tinggal telah tercemar bahan radiaktif, maka butuh berhati-hati sebab pencemaran ini dapat menimbulkan kanker atau tumor. Biasanya perusakan radioaktif ini berasal dari bom atau reactor nuklir.

Untuk menanggulangi permasalahan ini ialah dengan menghindari bahan-bahan penciptaan bom atau reactor nuklir. Sebiasa mungkin anda menjauhi atau menghindari untuk berdampingan langsung dengan sumber penyebab perusakan bahan radioaktif ini.


  • Penggunaan Racun dan Bahan Peledak

Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menciduk ikan dapat menciptakan air menjadi terkontaminasi. Hal ini dapat terjadi sebab bahan-bahan kimia yang dipakai membuat air terkontaminasi. Bahan-bahan ini dapat mengakibatkan ekosistem di dalamnya menjadi rusak.

Untuk menanggulangi permasalah ini, kamu dapat membuat suatu larangan untuk memakai racun dan bahan peledak untuk menciduk ikan. Bisa ditambahkan dengan adanya sanksi bilamana sengaja ataupun tidak sengaja melakukannya.


Daftar Pustaka:

  • Tjm MGMP IPA. 2006. Sains Biologi SMP kelas VII. Klaten : Sendang Timur.
  • Paryanto dan Ruratno. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu SMP kelas VII.
  • Syamsuri, Iskandar. 2000. Biologi 2000 SMU Jilid B. Jakarta: Erlangga.
  • Pratiwi. 1998. Buku Penuntun Biologi kelas 1. Jakarta: Erlangga.
  • Retnowati, Pristilla. 1999. Seribu Pena Biologi SMA, Jilid 1. Jakarta : Erlangga.