Peluang Usaha – Definisi, Cara, Dasar, Penyebab, Informasi, Memilih, Kriteria, Pemanfaatan

Diposting pada

Peluang Usaha – Definisi, Cara, Dasar, Penyebab, Informasi, Memilih, Kriteria, Pemanfaatan : Dalam hal ini yang kita tahu bahwa peluang usaha di Indonesia memang banyak yang memberikan banyak keuntungan yang begitu menjanjikan bagi pelaku bisnis khususnya bagi para investor. Hal demikian dapat dilihat dengan begitu besarnya permintaan dan pasar dalam negeri.


5 Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha Menurut Ahli Ekonomi

Definisi Peluang Bisnis

Peluang bisnis adalah sebuah kesempatan yang sudah pasti bisa didapatkan oleh seseorang dengan cara mengandalkan potensi dan keahlian yang telah dimiliki oleh orang tersebut dengan cara memanfaatkan waktu dan kondisi yang ada.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Definisi, Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli


Ada beberapa strategi dan juga tips yang dapat kita jalankan untuk memulai sebuah peluang bisnis yang menguntungkan. Peluang bisnis bisa dicari melalui media internet, dengan mengunjungi toko-toko buku, atau mendengarkan pengalaman orang lain yang sudah berpengalaman dan sukses di dalam bisnis yang mereka geluti, sebagai acuan dalam memulai sebuah peluang usaha baru.


Peluang Usaha Di Indonesia

Dalam hal ini yang kita tahu bahwa peluang usaha di Indonesia memang banyak yang memberikan banyak keuntungan yang begitu menjanjikan bagi pelaku bisnis khususnya bagi para investor. Hal demikian dapat dilihat dengan begitu besarnya permintaan dan pasar dalam negeri.


Oleh sebab itu banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi oleh pasar. Padahal para produsen kadang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut hal ini yang membuat para konsumen merasa kecewa. Hal inilah yang harus dilihat sebagai peluang bisnis para pelaku usaha untuk mendapatkan konsumen dari kebutuhan dan permintaan pasar yang ada.


Beberapa peluang bisnis sudah tersedia dalam bisnis Indonesia tidak terpaku dalam satu aspek. Seorang pelaku bisnis bisa melihat kebutuhan yang ada lalu memproduksi kebutuhan tersebut. Hal tidak hanya berlaku dalam bidang produksi, bahkan dalam bidang jasa pun permintaan pasar begitu besarnya.


Keadaan ini tidak lepas dari padatnya jumlah kegiatan sehari-hari masyarakat yang membuat mereka tidak dapat melakukan pekerjaan itu sendiri. Hal inilah yang membuat bidang jasa begitu dicari oleh masyarakat.


Cara Mengindentifikasi Peluang usaha

Nah berikut ini ialah beberapa cara kita untuk bisa mengidentifikasi peluang usaha yaitu dengan cara sebagai berikut:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Strategi Analisis SWOT Menurut Para Ahli


  • Belajar ilmu manajemen.
  • Meminta jasa konsultan manajemen.
  • Dan meminta jasa keluarga dan kenalan yang menguasai bidang usaha.

Dengan tersedianya informasi ekstern dan intern maka wirausahawan dapat mengetahui seperti:


  • Dimana ada peluang “Opportunity”.
  • Apa saja yang mengancam usaha “threat”
  • Dan apakah kelemahan “weakness” yang membatasi atau menghambat kemampuan mencapai sasaran.

Mengidentifikasi Peluang Usaha Menurut Ahlli Ekonomi

Menurut D. J. Schwartz cara mengidentifikasi peluang usaha ialah sebagai berikut:


  • Percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan, hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa, tak perlu dicoba dan khazanah pikiran khazanah bicara.
  • Tradisi lingkungan yang statis akan melumpuhkan pikiran wiarausahawan. Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar. Tradisi lain yang kurang menunjang peluang-peluang usaha ialah etos kerja yang rendah dan selalu santai.

  • Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik”.
  • Bertanya dan dengarkanlah, dengan bertanya dan medengar maka wirausahawan akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat. Orang besar memonopoli kegiatan mendengar, sedangkan orang kecil memonopoli kegiatan berbicara.
  • Perluas pikiran dan bersemangatlah, bergaulah dengan orang-orang yang dapat membuat kita mendapat gagasan-gagasan peluang usaha.

Dasar – Dasar Analisis Peluang Bisnis

Agar bisnis yang dirintis calon wirausaha berhasil baik dan dapat memberikan keuntungan maka dibutuhkan analisis bisnis yang tepat. Memulai bisnis baru dengan menjadi entrepreuneur bukanlah hal yang mudah, calon wirausaha terlebih dahulu harus mampu menumbuhkan rasa cinta pada kegiatan bisnis yang akan dijalankannya serta pengetahuan yang memadai mengenai jenis bisnis yang menguntungkan.


Rasa cinta atas kegiatan bisnis yang akan dimulai tidak akan tumbuh bila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai jenis bisnis tersebut, untuk itu salah satu langkah awal dalam menentukan jenis bisnis yang akan ditekuni wirausaha adalah mengetahui kepribadian calon wirausaha dan informasi alternatif usaha yang prospektif.


Pemahaman akan diri sendiri merupakan faktor kunci bagi seorang wirausaha dalam memulai suatu bisnis karena dengan mengenali diri sendiri, perjalanan bisnis yang akan dirintis dapat lebih mudah diprediksi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Unsur Manajemen Pemasaran Beserta Tugasnya Terlengkap


Beberapa faktor dalam diri calon wirausaha yang harus dipahami sebelum memulai bisnis :

  1. Karakter Pribadi

Didalamnya termasuk kesabaran, ketekunan, percaya diri, keberanian mengambil resiko, dan motivasi diri. Contoh seseorang yang memiliki sifat ingin cepat memperoleh hasil yang besar mungkin lebih cocok bergerak di bisnis yang high profit dengan frekuensi penjualan yang mungkin tidak terlalu sering dibandingkan bergerak di bisnis yang mengandalkan jumlah penjualan yang terus menerus dengan margin penjualan yang kecil.


  1. Bakat, Potensi Dan Kemampuan

Sebuah bisnis akan mencapai kesuksesan apabila bisnis tersebut dijalankan sesuai dengan bakat, potensi dan kemampuan diri. Sebaiknya calon wirausaha tidak memilih jenis bisnis yang sama sekali tidak dikuasai karena akan banyak waktu dan biaya yang terbuang bahkan bisnis yang dirintis mungkin tidak akan berjalan lancar.


  1. Pengalaman

Calon wirausahawan yang memiliki pengalaman di bidang bisnis yang akan digeluti akan lebih memahami peluang dan kendala dari bisnisnya. Sehingga seorang wirausahawan yang berpengalaman akan lebih siap untuk terjun langsung ke dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan.


Pemilihan bisnis dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek, yaitu :

  1. Pemasaran, tingginya permintaan konsumen akan produk dan kurangnya pesaing.
  2. Teknis dan operasi, bisnis dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.
  3. Hukum, tidak bertentangan dengan peraturan dan norma yang berlaku.

  4. Sosial ekonomi, memberi manfaat terhadap masyarakat.
  5. Finansial, menghasilkan arus kas positif yang dapat menutup semua kewajiban dan memberikan keuntungan.
  6. Manajemen, dapat dikelola dengan baik.

Penyebab Utama Kegagalan Menangkap Peluang Bisnis

Ada beberapa penyebab utama seseorang gagal menangkap peluang bisnis yang ada, yaitu:


  • Dalam berusaha sering bersikap bagai buih sabun (semangat di awalnya saja) setelah itu mulai putus asa dan menyerah
  • Dalam berbisnis sering sekedar ikut-ikutan
  • Kurang dedikasi atau tidak sepenuh hati menekuni bisnis yang sedang dirintis
  • Perencanaan pengelolaan keuangan yang buruk

  • Pengalaman manajemen yang minim
  • Memilih lokasi awal usaha secara asal-asalan
  • Mengendalikan bisnis kurang konsisten/tidak teliti
  • Manajemen piutang atau penagihan yang tidak tegas
  • Kurang meyakini bahwa bisnis tersebut akan berhasil

Business opportunities

Informasi Peluang Bisnis

Peluang bisnis bersumber dari adanya kebutuhan dari individu atau masyarakat. Oleh karena itu jika ingin mulai mewujudkan berwirausaha, hendaknya terlebih dahulu menjawab pertanyaan,  “Apakah yang menjadi kebutuhan masyarakat atau kebanyakan anggota masyarakat saat ini atau di masa yang akan datang?”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 11 Pengertian Strategi Menurut Para Ahli Beserta Strategi Bisnis Dan Contohnya


Untuk memahami kebutuhan masyarakat diperlukan suatu diagnosa terhadap lingkungan usaha secara keseluruhan, yang meliputi faktor ekonomi, politik, pasar, persaingan, pemasok, teknologi, sosial dan geografi. Lingkungan bisnis senantiasa berubah setiap saat, bahkan perubahannya cukup pesat dan seiring dengan itu terjadi pula perubahan kebutuhan masyarakat.


Untuk menemukan peluang bisnis yang prospektif seharusnya kita sebagai wirausahawan senantiasa mencari informasi yang terkait dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Sumber informasi dapat diperoleh dari instansi/lembaga pemerintah, media massa, pasar atau mungkin melalui wawancara dengan konsumen.


Jadi, peluang senantiasa ada karena perubahan-perubahan terus berlangsung baik di tingkat individu, maupun ditingkat masyarakat. Kemampuan kita melihat peluang sangat tergantung dari informasi yang kita peroleh tentang faktor lingkungan bisnis.


Berangkat dari pertanyaan di atas dengan memanfaatkan potensi diri kita, maka dalam menemukan peluang bisnis yang cocok, kita dapat menggunakan dua pendekatan, yaitu:


  1. Pendekatan in-side-out (dari dalam ke luar) bahwa keberhasilan akan dapat diraih dengan memenuhi kebutuhan yang ada saat ini.
  2. Pendekatan out-side-in (dari luar ke dalam) bahwa keberhasilan akan dapat diraih dengan menciptakan kebutuhan

Untuk mendapatkan informasi peluang bisnis, maka kita dapat melakukan cara-cara dibawah:

  1. Gunakan internet untuk mencari informasi peluang bisnis yang teruji. Google sebagai mesin pencari terbesar di dunia ini memungkinkan untuk membantu dalam pencarian peluang bisnis.

  2. Mengikuti seminar wirausaha. Dengan cara ini kita mencari informasi dengan sesama wirausaha yang lain. Bisa juga untuk menanbah ide-ide baru tentang peluang bisnis.

  3. Ikut komunitas bisnis. Komunitas adalah salah satu cara untuk bertemu dengan para wirausahawan yang terdiri dari banyak kalangan bisnis. Ini mampu memperbanyak relasi dan menambah wacana tentang peluang bisnis yang sedang berkembang.

  4. Beli buku tentang bisnis. Sekarang banyak buku yang bertema bisnis, pemasaran dan bagaimana menemukan peluang bisnis. Ini memperbesar ide yang akan muncul untuk sebuah peluang bisnis baru.

  5. Aktif dalam media sosial. Di era social media seperti sekarang ini banyak ilmu gratis yang di share oleh para pebisnis. Dengan membuat kuliah tweet atau kultwit tentang bisnis maka akan menambah luas wawasan kita bagaimana mengembangkan peluang bisnis sehingga tidak hanya peluang bisnis saja yang akan kita jalankan tapi dapat kita wujudkan dalam bisnis nyata.

  6. Rajin sharing dengan pebisnis sukses. Bisnis tidak hanya memikirkan bagaimana untung rugi tapi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Untuk itu maka pebisnis awal memerlukan seorang mentor pendamping.

  7. Sudah ketemu, rencanakan dengan prioritas. Jika sudah menemukan apa yang akan kita kembangkan dalam usaha kita nanti, maka selanjutnya rencanakan secara matang sesuai dengan keinginan kita. Kembangkan sampai sukses.

Memilih Lapangan Bisnis dan Mengembangkan Gagasan Bisnis

Setelah mengetahui kebutuhan masyarakat dan berhasil menemukan berbagai lapangan bisnis dan gagasan bisnis, maka langkah berikutnya adalah menjawab pertanyaan: “Manakah di antara lapangan bisnis dan gagasan-gagasan bisnis tersebut yang paling tepat dan cocok untuk saya?” Pertanyaan ini sangat tepat, mengingat setiap orang memiliki potensi diri yang berbeda-beda.


Tentunya dalam memilih lapangan bisnis dan mengembangkan gagasan bisnis, kita perlu menyesuaikan dengan potensi diri yang kita miliki. Kekeliruan dalam memilih yang disebabkan karena ketidakcocokan atau ketidaksesuaian pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan atau bahkan kegagalan di kemudian hari.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tujuan Dan Fungsi Bisnis Beserta 5 Manfaatnya Secara Lengkap


Telah banyak fakta yang dapat dikemukakan, bahwa masih banyak wirausahawan yang memulai bisnisnya dengan melihat keberhasilan orang lain dalam menjalankan bisnisnya (latah atau ikut-ikutan). Pada hal belum tentu orang lain berhasil dalam suatu lapangan bisnis, kita juga dapat berhasil dengan lapangan bisnis yang sama.


Mungkin saja orang lain berhasil karena potensi diri yang dimilikinya cocok dengan lapangan bisnis tersebut dan kemampuan dia untuk mengakses informasi terkait dengan bisnis yang dijalankannya.


Bisa saja kita mengikuti orang yang telah berhasil dalam suatu lapangan bisnis, tapi kita perlu memiliki nilai lebih dari aspek kualitas yang kita tawarkan kepada konsumen. Tapi kemampuan menawarkan aspek kualitas yang lebih tetap juga terkait dengan potensi diri yang kita miliki.


Oleh karena itu, dalam memilih lapangan bisnis yang akan kita geluti, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Bisnis yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok bagi kita.
  2. Lapangan bisnis yang pada masa lalu menguntungkan, belum tentu pada saat ini masih menguntungkan, atau lapangan bisnis yang menguntungkan saat ini belum tentu menguntungkan di masa yang akan datang.

  3. Lapangan bisnis yang berkembang baik di suatu daerah, belum tentu dapat berkembang dengan baik pula di daerah lain, dan sebaliknya.
  4. Berangkat dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka dalam memilih lapangan bisnis, kita perlu kembali melihat dan mengkaji kondisi internal kita dan kondisi eksternal dimana bisnis kita jalankan, karena faktor internal dan eksternal ini akan sangat menentukan kesuksesan kita dalam menjalankan bisnis.

Faktor internal yang dimaksud seperti penguasaan sumber daya (lahan, bangunan, peralatan dan finansial), penguasaan teknis atau keterampilan, penguasaan manajemen dan jejaring sosial yang kita miliki. Sedangkan faktor eksternal seperti peraturan pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran, persaingan, resiko dan prospek ekonomi baik lokal, regional, nasional maupun global.


Berdasarkan uraian di atas, maka langkah awal yang perlu kita lakukan adalah menginventarisir berbagai jenis lapangan bisnis dan gagasan produk yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Kehidupan manusia dapat berkualitas ketika semua komponen kebutuhannya terpenuhi.


Mungkin dari langkah awal tadi, kita telah menemukan ratusan atau bahkan ribuan gagasan bisnis. Untuk memperkecil pilihan dalam melakukan analisis berikutnya, maka kita harus menyeleksi berbagai jenis gagasan bisnis yang telah kita lakukan pada langkah pertama tadi.


Gagasan bisnis yang dipilih adalah gagasan yang memiliki prospek secara ekonomi yang dapat berupa pertimbangan bahwa produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan vital bagi manusia dengan tingkat permintaan dan harga yang relatif memadai.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli


Selanjutnya alternatif pilihan lebih diperkecil lagi dengan memilih beberapa gagasan bisnis dengan mempertimbangkan potensi diri (faktor internal) kita. Hasil akhir dari langkah-langkah yang telah kita lakukan akan diperoleh beberapa gagasan bisnis yang telah terurut berdasarkan prioritasnya.


Agar pilihan kita lebih aman dan dapat dikuasai dengan baik, maka perlu dilakukan Analisis Kembali dengan mempertimbangkan faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan yang kita miliki jika kita memilih gagasan bisnis yang bersangkutan, dan faktor eksternal berupa peluang dan ancaman yang akan dihadapi jika kita menjatuhkan pilihan pada gagasan bisnis yang bersangkutan.


Bukan tidak mungkin, setelah melakukan langkah analisis ini, kita akan menjatuhkan pilihan pada gagasan bisnis yang menjadi prioritas kedua atau ketiga dari hasil analisis sebelumnya.


Ada banyak peluang bisnis di sekitar kita dan banyak juga dari peluang itu adalah penipuan.  Berikut adalah beberapa saran tentang bagaimana untuk memilih atau menemukan peluang yang baik.


  1. Lupakan apa pun yang menjanjikan uang besar dengan sedikit atau tidak bekerja sama sekali. Sebuah peluang bisnis yang dapat diandalkan akan menunjukkan bagaimana Anda bisa bekerja keras untuk membangun penghasilan tetap.

    Mengharapkan untuk memperoleh beberapa ratus sebulan untuk kerja paruh waktu.  Jika Anda bersedia untuk menempatkan diri Anda ke kesempatan penuh waktu, Anda dapat berharap untuk akhirnya mendapatkan pendapatan yang cukup besar dengan mudah dapat melebihi apa yang dapat Anda peroleh dengan pekerjaan tetap.


  2. Kesempatan datang dan pergi. Sebagian besar program-program baru hilang dalam waktu tiga tahun. Sejumlah orang telah bekerja selama berbulan-bulan untuk mendapatkan bersenandung organisasi mereka hanya untuk melihat perusahaan keluar dari bisnis. Mencari perusahaan yang masih baik setelah setidaknya lima tahun.

  3. Pastikan Anda memiliki produk atau layanan yang kompetitif di pasar. Anda tidak bisa menjual jika lingkungan pelanggan Anda menawarkan sesuatu yang lebih baik pada harga yang lebih rendah.

  4. Waspadalah terhadap kesempatan yang menjanjikan kekayaan kepada Anda.
  5. Cari kesempatan yang akan membiarkan Anda menggabungkan cara pintar berpromosi di internet dengan kesempatan untuk menjual ke teman-teman dan tetangga, Anda akan tetap membuat sebagian besar penjualan Anda kepada orang-orang di komunitas Anda.

  6. Akhirnya,  ini adalah yang paling penting, pilihlah peluang bisnis yang Anda benar-benar percaya.  Anda dapat dengan mudah menjual  kepada siapa pun selama Anda benar-benar yakin bahwa produk atau jasa adalah memiliki nilai yang sangat baik. Bergabunglah dengan sebuah perusahaan besar dan nyata yang akan membuat Anda bangga untuk menunjukkan produk mereka ke teman-teman terbaik Anda.

Kriteria Memilih Peluang Bisnis

Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang bisnis yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan bisnis apa yang akan Anda lakukan. Sebelum Anda menentukan peluang bisnis apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang bisnis mana yang akan Anda pilih :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha Menurut Ahli Ekonomi


  1. Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.
  2. Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari tambahan lain.

  3. Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana bisnis yang paling Anda minati diurutan atas.
  4. Analisa Jam Kerja. Apakah bisnis ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.

  5. Analisa prospek. Pelajari keadaan bisnis sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar bisnis, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.
  6. Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah daftar peluang bisnis apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda.

Pemanfaatan Peluang Usaha Secara Kreatif dan Inovatif

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan disekitarnya, yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia-sia.


Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh orang kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadi sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya dan orang lain. Misalnya,


  • Memanfaatkan barang bekas, seperti:
    1. Sedotan minuman dibuat bunga
    2. Bulu ayam menjadi lukisan
    3. Perca menjadi keset

  • Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam, seperti: membuat kerajinan dari tanah liat.
  • Memenfaatkan kejadian/peristiwa yang ada, seperti: berjualan aneka minuman seperti es buah/kelapa, es teler pada waktu misim kemarau, dan sebagainya.

Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif, yaitu:

  • Harus percaya dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan
  • Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis
  • Sering bertanya pada diri sendiri
  • Bersedia mendengarkan saran dari orang lain
  • Mempunyai etos kerja yang tinggi
  • Pandai dan terampil berkomunikasi

Inovatif adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa kearah yang lebih produktif. Beberapa faktor yang mendorong untuk melakukan inovasi dalam usaha antara lain keinginan untuk berprestasi, adanya sifat penasaran atau keinginan untuk menanggung resiko, faktor pendidikan, pengalaman dan adanya peluang.


Adapun tujuan mengadakan inovasi dalam usaha adalah sebagai berikut:

  • Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat
  • Untuk menyesuaikan selera masyarakat
  • Untuk menyesuaikan perkembangan teknologi
  • Untuk memuaskan konsumen
  • Untuk menarik konsumen

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli