Otot Jantung – Sejarah, Anatomi, Bagian, Lapisan, Macam, Karakteristik, Kerja, Sifat, Penyakit, Memelihara

Diposting pada

Otot Jantung – Sejarah, Bagian, Lapisan, Histologi, Sifat, Penyakit, Memelihara : Dalam hal ini otot jantung ialah jenis otot lurik tidak sadar yang ditemukan di dinding jantung, khususnya myocardium. Otot jantung merupakan satu dari tiga jenis otot, yang lainnya ialah otot lurik dan otot polos. Sel-sel yang meliputi otot jantung disebut cardiomyocyte atau sel otot myocardiocyteal dapat berisi satu, dua, tiga dan empat inti sel “tiga atau empat sangat jarang”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Arthropoda


Definisi Letak Otot Jantung Beserta Ciri Dan Fungsinya

Sejarah Jantung

Istilah jantung diambil dari bahasa Latin ” cor “ yang berarti rongga, sebuah rongga, dan organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung. Dan dari bahasa Yunani “ cardia “ berarti jantung, yang berarti salah satu organ yang berperan dalam system peredaran darah.


Jantung adalah bagian lambung yang langsung menempel pada dan mengelilingi ostium cardiacum antara esofagus dan bagian lambung yang menempel langsung pada dan mengelilingi ostium.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Makalah Hewan Aves (Burung)


Anatomi dan Fisiologi Jantung

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler yang dibentuk oleh organ-organ muscular ( otot ), apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah depan ( cavum mediastinum anterior ),


sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada, di atas diafragma, bagian atasnya ( basis ) terletak dibelakang dan dibawah costa II, sedangkan pangkalnya ( apex ) terdapat di belakang kiri antara costa V dan VI dua jari di bawah papilla mamae.


Dan dilindungi dinding thorax, kulit, otot, sternum, costae ( tulang iga ) dan vertebra. Ukurannya kurang lebih sebesar genggaman tangan kanan, kira-kira panjang 12-14 cm, lebar 8-9 cm dan tebalnya kira-kira 6 cm dan beratnya kira-kira 250-350 gram.


Fungsi jantung adalah sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah untuk menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan. Darah, seperti cairan lain, mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah sesuai penurunan gradien tekanan.


Bagian-bagian Jantung

Ventrikel Kanan

letak ruang ini paling depan di dalam rongga dada, yaitu tepat dibawah manubrium sterni.Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel kiri dan di medial atrium kiri. Perbedaan bentuk kedua ventrikel dapat dilihat pada potongan melintang.Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, berdinding tipis dengan tebal 4 –5 mm.


Ventrikel Kiri

berbentuk lonjong seperti telur, dimana bagian ujungnya mengarah ke antero-inferior kiri menjadi apeks kordis.Bagian dasar ventrikel tersebut adalah anulus mitral. Tebal dinding ventrikel kiri adalah 2- 3 kali lipat diding ventrikel kanan. Tebal dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8 – 12 mm.


Atrium Kanan

darah vena mengalir kedalam jantung melalui vena kava superior dan inferior masuk ke dalam atrium kanan, yang tertampung selama fase sistol ventrikel. Secara anatomis atrium kanan terletak agak ke depan dibanding dengan ventrikel kanan atau atrium kiri. Pada bagian antero- superior atrium kanan terdapat lekukan ruang atau kantung berbentuk daun telinga disebut aurikel.


Atrium Kiri

menerima darah dari empat vena pulmonal yang bermuara pada dinding postero – superior atau postero-lateral, masing – masing sepasang vena kanan dan kiri.Letak atrium kiri adalah di posterior-superior ari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus dada tidak tampak.Tebal dindingnya 3 mm, sedikit lebih tebal daripada dinding atrium kanan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Kromosom : Fungsi, Jenis, Susunan dan Jumlah


Lapisan Jantung

Jantung dibungkus oleh selaput pericardium yang terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak terjadi gesekan. Perikardium, adalah jaringan ikat tebal yang membungkus jantung. Perikardium terdiri dari 2 lapisan yaitu perikardium visceral ( epikardium) dan perikardium parietal. Lapisan jantung dibagi menjadi 3, yaitu :


Lapisan Endokardium

Lapisan endokardium merupakan lapisan dalam. Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium homolog dengan tunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan subendokardial.


Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih dimana terdapat tight/occluding junction dan gap junction. lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.


Lapisan Miokardium

Lapisan miokardium merupakan lapisan yang paling tebal. Miokardium, terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin,


ANF ( Atrial Natriuretic Factor), kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat kondukdi dan serat kontraksi.


Lapisan Epikardium

Lapisan epikardium merupakan lapisan paling luar dari jantung. Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu perikardium viseral, lapisan subepikardial dan perikardium parietal. Perikardium viseral terdiri dari mesothelium ( epitel selapis pipih).


Lapisan subepikardial terdiri dari jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah koroner, saraf serta ganglia. Perikardium parietal terdiri dari mesotelium dan jaringan ikat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Sitoplasma


Otot ( Musculus )

Macam-macam Otot

• Otot polos ( dipengaruhi gerakan tak sadar / involunter )
• Otot lurik / otot rangka ( dipengaruhi gerak sadar / volunter )
• Otot jantung ( involunter )


 Bagian-bagian Otot

• Tendon ( urat otot ), bagian ujung otot yang mengecil
• Ventrikel ( empal otot ), bagian tengah otot yang menggembung
• Origo ( pangkal otot ), ujung otot yang melekat pada tempat yang tidak bergerak
• Insersio (tempat melekatnya otot ), ujung otot yang melekat pada tempat yang bergerak


• Normotrofi, otot yang besarnya normal
• Atrofi, otot yang mengecil, lisut
• Hipertrofi, otot yang membesar
• Diskus Interkalaris, bagian khas otot yang merupakan batas


Karakteristik Otot

• Kontraktibilitas, kemampuan untuk memendek
• Ekstensibilitas, kemampuan untuk memanjang
• Elastisitas, kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah memendek atau memanjang


Kerja Otot

• Tonus, ketegangan akibat mengerutnya otot ( kontraksi )
• Tetanus, ketegangan maksimum yang terus-menerus
• Fleksi, membengkokkan
• Ekstensi, meluruskan
• Abduksi, menjauhi badan


• Adduksi, mendekati badan
• Depresi, ke bawah
• Elevasi, ke atas
• Supinasi, memutar telapak tangan menengadah
• Pronasi, menelungkup


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Macam Hama Pada Tumbuhan Beserta Cara Mengatasinya Lengkap


Sifat Kerja Otot Pada Manusia

• Otot polos / plain muscle / smooth muscle involunter atau tidak disadari
• Otot lurik / rangka / strirped muscle bekerja dengan volunteer atau disadari
• Otot jantung / heart muscle bekerja dengan involunter atau tidak disadari


Histologi Otot ( Jaringan Otot )

Jaringan otot tersusun atas sel-sel yang berfungsi untuk menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :


Jaringan otot polos

Otot polos berkontraksi secara refleks ( dipengaruhi gerakan tak sadar ) di bawah pengaruh saraf otonom. Otot polos mempunyai serabut-serabut yang homogen, sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos.


Otot polos tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam tersusun melingkar dan lapisan luarnya tersusun memanjang. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah dan saluran pernafasan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Mitokondria


Jaringan otot lurik / otot rangka

Otot lurik / otot rangka ini berkontraksi menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar ( volunter ). Disebut otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap terang yang berselang-seling melintang di sepanjang serabut. Oleh sebab itu otot lurik juga disebut sebagai otot bergaris melintang.


Otot lurik disebut dengan otot rangka karena sebagian besar otot ini melekat pada kerangka tubule. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.


Jaringan otot jantung

Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena jika dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan serat otot melintang / otot lurik, ototnya bergaris dan bercabang, tetapi cara kerjanya seperti otot polos yaitu diluar kemauan kita ( dipengaruhi oleh susunan saraf otonom ).


Otot jantung juga disebut dengan otot involunter ( tidak dipengaruhi oleh kehendak ). Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar tubuh. Sedangkan fungsi dari otot involunter :


  • Propulsi ( dorongan )

Substansi dalam bermacam-macam saluran, misalnya : makanan yang berjalan disepanjang pembuluh darah, sel telur yang berjalan di sepanjang saluran telur ( oviduct ), sperma yang berjalan di sepanjang saluran mani.


  • Ekspulsi ( pengeluaran )

Substansi yang ersimpan dalam kantung ( vesica ), misalnya empedu, urine dan feses.

  • Regulasi ( pengaturan ) diameter lubang

Untuk mengatur besar kecilnya pupil mata, pylorus lambung, rectum (anus).


  • Regulasi ( pengaturan ) diameter saluran

Untuk mengatur besar kecilnya pembuluh darah ( sel-sel darah yang sangat fleksibel sehingga sel-sel darah dapat merubah bentuk dengan segera pada saat sel darah tersebut masuk ke dalam pembuluh darah yang berbeda, misalnya arteri, arteriol, kapiler, venula dan vena ). Dan untuk mengatur besar kecilnya bronkiolus pulmo.


Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot ini memiliki serat bergaris-garis yang sangat terorganisasi seperti otot rangka. Seperti otot polos unit-tunggal, sebagian serat otot jantung mampu menghasilkan potensial aksi, yang menyebar ke seluruh jantung dengan bantuan gap jantung.


Bentuk dari otot jantung terdiri dari beberapa serabut otot yang bercabang dan bersatu dengan serabut disebelahnya yaitu anastomosoma atau sinsitium yang mempunyai garis berwarna gelap dan terang ( tidak sejelas pada otot rangka ), intinya ada di tengah, pada interval tertentu terdapat keeping-keping interkalar ( intercalary disc ) dan pada intercalary disc tedapat jaringan purkinye yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls ( kecepatan 4 m/s ). Kontraksinya secara otomatis dan ritmis.


Otot jantung terdiri dari 3 tipe, yaitu otot atrium, otot ventrikel, dan serat otot khusus pengantar rangsangan sebagai pencetus rangsangan. Tipe otot atrium dan ventrikel berkontraksi denngan cara yang sama seperti otot rangka dengan kontraksi otot yang lebih lama.


Sedangkan serat khusus penghantar dan pencetus rangsangan berkontraksi dengan lemah sekali sebab serat-serat ini hanya mengandung sedikit serat kontraktif dan menghambat irama serta berbagai kecepatan konduksi sehingga serat ini bekerja sebagai suatu system pencetus rangsangan bagi jantung.


Baca Juga Artikel Detil Tentang : Pengertian Lengkap Porifera, Ciri-Ciri, Reproduksi


Sifat-sifat Otot Secara Umum

  • Kontraktilitas

Kemampuan otot untuk mengadakan respon ( memendek ) bila dirangsang ( otot polos 1/6 kali, otot rangka 1/10 kali )

  • Ekstensibilitas sama dengan Distensibilitas

Kemampuan otot untuk memanjang bila otot ditarik atau ada gaya yang bekerja pada otot tersebut dan bila otot rangka diberi beban maka uterus berisi fetus.


  • Elastisitas

Kemampuan otot untuk kembali ke bentuk & ukuran semula setelah mengalami ekstensibilitas/distensibilitas (memanjang) atau kontraktilitas (memendek).

  • Irritabilitas sama dengan Eksitabilitas

Kemampuan otot untuk mengadakan respon bila di rangsang.


Sifat-sifat otot jantung

  • Kontraktilitas

Bila sistol berkontraksi, diastol berelaksasi dan selalu ada platau ( dataran yang menyebabkan fase diastole lebih panjang dari sistol sama dengan memberi kesempatan darah tertampung lebih banyak di jantung ).


  • Konduktivitas

Menghantarkan rangsang / perambatan impuls.

  • Kontraksinya secara otomatis dan ritmis

Yaitu selalu berdenyut kecuali jika ada gangguan.

  •  Irritabilitas sama dengan Eksitabilitas

Kemampuan otot untuk mengadakan respon bila di rangsang, dan peka terhadap rangsang.


  •  Periode refrakter yang lama

Refrakter yaitu otot kehilangan sifat irritabilitas untuk sementara.

Sel Otot Jantung

Sel otot jantung bercabang dan mempunyai satu atau dua nuclei. Seperti sel otot sadar, otot jantung mengandung filament tebal dan tipis, walaupun tidak tersusun dalam suatu pola yang teratur. Otot jantung hanya terdapat di jantung. Otot ini bukan otot sadar, fungsinya adalah membuat jantung terus berdenyutsepanjang hidup kita. Otot jantung mendapatkan pasokan darah dari arteri koronari.


Baca Juga Artikel Detil Tentang : Penjelasan Klasifikasi Coelenterata ( Cnidaria ) Beserta Cirinya


Darah dan Otot Jantung

Darah yang masuk ke otot jantung hanyalah sebagian kecil saja, kalau dalam sekali berdenyuyt jantung memompa darah 75 ml, maka hanya 1/16 yang akan kembali ke jantung. Jantung memompa sebanyak 75 ml ( 1/3 gelas ) darah dipompakan,


dari jumlah itu yang diperlukan jantung hanya 1 sendok teh darah yang mengandung oksigen sebanyak satu sendok teh itulah yang mengisi otot jantung. Otot jantung hanya bisa bertahan dalam udara yang murn atau 100 % oksigen, sebab itu otot jantung di kategorikan bersifat erobik.


Penyakit Otot Jantung

Penyakit otot jantung disebut dengan kardiomiopati. Kardiomiopati menyebabkan otot jantung menjadi lemah. Semua tipe kardiomiopati mempunyai satu persamaan yaitu menurunkan fungsi efisiensi dari otot jantung dan menghilangkan kemampuan jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ketika jantung tidak dapat lagi memompa darah dengan cukup untuk memenuhi keperluan tubuh maka terjadilah apa yang disebut dengan gagal jantung.


Otot-otot jantung yang sebelumnya normal menjadi rusak menyebabkan kelemahan-kelemahan dinding dari ruang jantung. Segala yang dapat merusak otot jantung dapat menyebabkan kardiomiopati. Serangan jantung menyebabkan kematian dari otot jantung oleh tersumbatnya arteri koroner.


Memelihara Otot Jantung

Otot jantung diberi oksigen dan nutrient oleh darah yang disalurkan oleh sirkulasi koroner, bukan oleh darah di dalam bilik-biliknya. Sebagian besar aliran darah koroner berlangsung selama diastole, karena sewaktu diastole pembuluh koroner tertekan oleh kotraksi otot jantung. Aliran darah koroner dalam keadaaan normal berubah-ubah sesuai kebutuhan jantung akan oksigen.


Aliran darah koroner dapat terganggu oleh pembentukan plak aterosklerotik, yang dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik yang keparahannya bervariasi dari nyeri dada ringan sewaktu berolahraga sampai serangan jantung yang fatal.


Penyebab pasti aterosklerosis tidak diketahui, tetapi tampaknya rasio kolesterol di dalam plasma berkaitan dengan lipoprotein berdensitas tinggi ( HDL ) dibandingkan dengan lipoprotein berdensitas rendah ( LDL ) merupakan suatu factor penting.


Baca Juga Artikel Detil Tentang  Nemathelminthes : Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Dan Klasifikasi Beserta Peranannya Lengkap