metamorfosis-sempurna-dan-tidak-sempurna

Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Kehidupan serangga berupa proses perkembangan atau berubahnya bentuk dan ukuran tubuhnya yang tidak akan kembali lagi ke bentuk semula dengan berbagai kegiatannya. Dimana serangga tersebut melakukan berbagai gerakan, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap lingkungan dan mengadakan proses metabolisme. Kehidupan serangga berupa proses perkembangan atau berubahnya bentuk dan ukuran tubuhnya yang tidak akan kembali lagi ke bentuk semula dengan berbagai kegiatannya. Dimana serangga tersebut melakukan berbagai gerakan, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap lingkungan dan mengadakan proses metabolisme.

metamorfosis-sempurna-dan-tidak-sempurna
Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Keberadaan serangga sebagai salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem mutlak diperlukan. Keberadaanya dalam ekosistem mengakibatkan berlangsungnya interaksi antara serangga dengan komponen biotik maupun abiotik lainnya.


Serangga juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Ordo-ordo pada serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya.


Pengertian Metamorfosis

  1. Metamorfosis adalah suatu proses biologi dimana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas. Proses ini melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan diferensiasi sel (Mysience, 2008). Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai spesies dewasa.

  2. Metamorphosis berasal dari bahasa Yunani yaitu Greek = meta (diantara,   sekitar, setelah), morphe` ( bentuk), osis (bagian dari). Metamorphosis merupakan perubahan bentuk selama perkembangan post-   embrionik.  Metamorphosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas. Proses ini melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel.

Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik, pergantian kulit yang disebut molting. Pada serangga biasanya mengalami empat kali molting. Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelang dewasa. Beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, dan tunicata mengalami proses metamorfosis, yang biasanya (tapi tidak selalu) disertai perubahan habitat.


Dari sekian banyak hewan yang ada di dunia ini, ada beberapa hewan yang hidupnya harus melewati beberapa tahapan berbeda sebelum menjadi dewasa. Tahapan tersebut bisa terlihat dari perubahan bentuk tubuh hewan. Hewan yang mengalami metamorfosis cukup banyak, di antaranya adalah Katak, Kupu-kupu dan Serangga.


Jenis – Jenis Metamorfosis

Jenis-jenis metamorphosis adalah sebagai berikut :

  1. Metamorfosis tidak sempurna ( Hemimetabola )

Metamorphosis tidak sempurna merupakan metamorphosis yang melewati   3 tahapan yaitu dari telur menjadi limfa kemudian menjadi hewan dewasa.

Biasanya metamorphosis ini terjadi pada serangga seperti capung, belalang, kecoa, jangkrik dan lainnya. Pada metamorphosis tidak sempurna serangga mengalami bentuk dari telur menjadi dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. Bentuk larva atau pra dewasanya disebut nimfa. Nimfa memiliki kemiripan dengan bentuk dewasa (imago), kecuali organ reproduksi dan sayap. Organ reproduksi pada nimpa belum berkembang, baru setelah dewasa organ reproduksinya berkembang dan serangga dapat bereproduksi.  Pada  metamorphosis tidak sempurna tidak terbentuk tahap pupa (kepompong).


7 Contoh Metamorfosis tidak sempurna Pada Hewan :

  1. Belalang
  2. Kecoa
  3. Ayam
  4. Kucing
  5. Capung
  6. Rayap
  7. Jangkrik

  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan  Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Belalang

Metamorfosis pada belalang

Tahapan perkembangannya sebagai berikut:

  • Telur

Telur diletakkan secara beragam, beberapa serangga menyatukan telurnya secara pasif, misalnya pada Plasmida (walkingstick), yang lain menempelkan telur pada substratnya satu-satu atau dalam kelompok.  Jenis-jenis Vrysopidae (Neuroptera) meletakkan telur dengan tungkai yang kaku yang panjang; telur terdapat di ujung tangkai.  Berbagai jenis serangga (belalang lapangan, belalang sembah, lipas) meletakkan telur dalam paket, disebut ooteka atau paket telur; dalam satu paket terdapat banyak telur.  Bahan untuk melekatkan telur atau untuk pembuatan paket berasal dari kelenjar penyerta (accessory glands).


  • Nimfa

Nimfa ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit (ekdisis). Tiap tahapan diantara pergantian kulit disebut instar. Tergantung dari spesiesnya, bisa terdapat 8-17 instar. Nimfa bisa memerlukan waktu dari mulai 4 minggu sampai dengan beberapa tahun untuk terus berkembang sampai cukup besar untuk berubah menjadi dewasa.


  • Imago

Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Ayam

Pertumbuhan dan perkembangan ayam merupakan fase metamorfosis tidak sempurna. Pertumbuhan dan perkembangannya dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot tumbuh dan berkembang dengan tahap “zigot-morula-blastula-gastrula” hingga terbentuknya embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam  jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi orgasme, kemudin tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.

Metamorfosis pada Ayam


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Kecoa

Kecoa dalam perkembangbiakannya mengalami metamorfosis tidak sempurna dimana siklus hidupnya ada tiga fase perkembangan yaitu telur, nimfa dan imago.

  1. Fase telur : telur kecoa dilindungi oleh sejenis kapsul yang disebut ootheca. Telur menetas setelah berumur 28 hari (kecoa German ) dan 2 bulan (kecoa Amerika).
  2. Fase nimfa : periode Nimfa 60 hari dengan 5 – 7 kali ganti kulit (kecoa German) dan 6 – 12 bulan dengan 13 kali ganti kulit (kecoa Amerika).
  3. Fase Imago : ukuran panjang kecoa German 12 mm dan lebar 4 mm sedang kecoa Amerika 35 mm dan lebar 13 mm.

Umur kecoa dewasa 200 hari (kecoa German) dan 1 – 2 tahun (kecoa Amerika).

Metamorfosis pada Kecoa


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Capung

Capung mengalami 3 tahapan pada metamorfosis, yakni telur, nimfa dan hewan dewasa.

  1. Fase telur : telur capung diselimuti dengan lendir sehingga terasa sangat licin saat dipegang. Telur tersebut akan berubah menjadi larva setelah dua hari sampai satu minggu, kemudian bertransformasi menjadi Nimfa. Perubahan yang menandai larva menjadi nimfa adalah pergantian kulit.
  2. Fase Nimfa :  memakan waktu hingga 4 tahun lamanya. Selama menjadi nimfa, capung akan mengalami molting denganberganti kulit sampai 12 kali.
  3. Hewan dewasa : selepas dari fase nimfa, capung menjadi hewan yang sempurna dan dewasa. Nimfa yang hendak berubah menjadi capung akan keluar dari air untuk mencari bebatuan atau tumbuhan untuk melekatkan diri hingga berubah menjadi capung.

Metamorfosis pada Capung


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Rayap

Rayap merupakan serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Rayap memiliki siklus metamorphosis mulai dari telur, nimfa hingga menjadi dewasa yang dapat menjadi berbagai bentuk kasta yaitu pekerja, prajurit dan reproduktif. Hanya kasta pekerja yang bias makan langsung dari sumber makanan. Kasta lainnya menunggu disuapi oleh kasta pekerja.

Metamorfosis pada Rayap


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Kucing

Kucing adalah hewan yang berkembang biak dengan beranak. Ciri khusus dari hewan berkembang biak dari beranak adalah memiliki telingah. Kucing tidak mengalami metamorfosis. Dari kucing dilahirkan oleh induknya bentuk kucing yang baru lahir sama persis dengan induknya.

Metamorfosis Pada Kucing

Kucing betina akan melahirkan anak kucing, kemudian anak kucing tumbuh menjadi kucing dewasa. Kucing dewasa yang betina akan melahirkan anak kucing. Kucing menghasilkan anak melalui cara beranak (melahirkan). Sebelum anaknya lahir, kucing dewasa mengalami masa mengandung kira-kira 3 bulan. Setelah itu, lahirlah anak kucing yang belum dapat bergerak dengan lincah. Anak kucing ini belum dapat makan sendiri. Dia menyusu ke induknya.


Setelah umurnya lebih dari sebulan, anak kucing baru dapat memakan makanan lain. Setelah lahir sampai dewasa, tubuh kucing tidak berubah bentuk. Hanya ukuran tubuhnya saja yang berubah. Gerakannya pun semakin lincah. Kucing dewasa dapat memanjat dan melompat dari tempat yang tinggi.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Jangkrik

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna berikutnya adalah jangkrik. Jangkrik membutuhkan waktu hingga 83 hari untuk menyelesaikan 1 siklus metamorfosisnya. Metamorfosis jangkrik sendiri melalui 3 tahapan, yaitu tahap telur, tahap nimfa, dan tahap jangkrik dewasa. Tahap telur berlangsung dalam 3 hari hingga menetas, tahap nimfa berlangsung 40 hari, sementara tahap imago hingga jangkrik siap kawin dan bereproduksi sekitar 40 hari.


Jangkrik saat ini banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Jangkrik banyak dicari oleh para pehobi burung untuk dijadikan makanan bagi burung-burung kesayangannya.

Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Jangkrik
Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Jangkrik

  1. Metamorphosis sempurna ( Holometabola )

Metamorphosis sempurna merupakan metamorphosis yang melewati tahapan-tahapan mulai dari telur-larva-pupa-imago (dewasa). Pada metamorphosis sempurna perubahan bentuk yang terjadi adalah :

Telur menetas menjadi larva . Larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Pada tahap larva umumnya serangga sangat aktif makan . larva stadium empat berubah menjadi pupa (kepompong).

Pada tahap pupa tidak aktif makan (periode puasa), tetapi proses metabolisme tetap terus berlangsung. Setelah mengalami pertumbuhan dan pembelahan sel , diferensiasi dan orgagenesis, maka pupa akan berubah menjadi serangga dewasa (imago).

Selama metamorphosis terjadi pengulangan proses seperti halnya pada pertumbuhan dan perkembangan embrionik hingga akhirnya larva berubah menjadi bentuk dewasa.


5 Contoh Metamorfosis sempurna Pada Hewan :

  1. Kupu Kupu
  2. Katak
  3. Lalat
  4. Nyamuk
  5. Lebah Madu
  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Kupu Kupu

Gambar Metamorfosis Kupu Kupu

Proses metamorfosis kupu kupu : Telur, Ulat, Kepompong, dan Kupu-kupu. Proses metamorfosis kupu-kupu melalui beberapa tahap fase. Fase pertama adalah telur (ovum, plural ova), fase kedua adalah ulat atau caterpillar (larva, larvae), fase ketiga adalah kepompong atau kokon atau chrysalis (pupa, pupae) dan fase keempat adalah insekta berupa kupu-kupu atau imago (plural imagines).


Metamorfosis Kupu Kupu

  • Telur

Telur akan menetas menjadi larva setelah 3 – 5 hari.

  • Larva (Ulat)

Setelah telur menetas menjadi larva maka larva akan mencari makan, tetapi beberapa larva mengkonsumsi cangkang telurnya yang kosong sebagai bahan makanan pertama. Pada saat pertumbuhan, kulit luar larva tidak ikut meregang, tetapi ketika kulit luar larva menjadi sangat ketat, larva akan berganti kulit. Pada umumnya larva berganti kulit sebanyak 4 – 6 kali, periode pergantian kulit (molting) disebut juga instar. Ketika larva telah mencapai pertumbuhan maksimal maka larva akan berhenti makan lalu mencari tempat berlindung dan melekatkan diri pada ranting atau daun. Pada tahap ini larva telah berada pada fase prepupa dan akan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa (kepompong).


  • Pupa (Kepompong)

Meskipun pada saat fase pupa seperti periode istirahat, tetapi di dalam pupa sedang terjadi proses pembentukan kupu-kupu yang berlangsung sekitar 7 – 20 hari tergantung jenis spesies.

  • Kupu-kupu

Setelah kupu-kupu muda keluar dari pupa (kepompong) maka kupu-kupu muda akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah serta mengembang secara normal. Setelah sayap kering, mengembang, dan kuat maka sayap akan membuka dan menutup beberapa kali, kupu-kupu muda akan mencoba terbang, kupu-kupu muda akan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa dan berada pada fase imago.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Katak

Gambar Metamorfosis Katak

Metamorfosis Katak

Secara umum, metamorfosis katak terbagi ke dalam 4 fase, yaitu fase telur, kecebong atau berudu, katak muda, dan katak dewasa. Keempat fase tersebut dapat diilustrasikan dengan gambar diatas, berikut penjelasan metamorfosis katak :


  1. Fase Telur

Sama seperti metamorfosis kupu-kupu dan metamorfosis mahluk hidup lainnya, proses metamorfosis katak juga diawali dengan fase telur. Telur katak diperoleh dari hasil pembuahan luar sel telur betina oleh sel telur jantan. Telur katak umumnya ditemukan secara berkelompok karena disatukan oleh semacam jel.


Setelah bertelur, induk katak umumnya akan meninggalkan telur-telurnya itu dan membiarkannya tumbuh secara alami. Dalam satu kali proses pembuahan, induk katak bisa mengeluarkan hingga 20.000 telur dengan jumlah 3 kali reproduksi setiap tahunnya. Akan tetapi, jumlah tersebut tergantung dari tingkat kesehatan induk katak dan faktor lingkungan di sekitar tempat hidupnya.


Perkembangan fase telur dalam metamorposis katak berlangsung selama 21 hari. Selama itu, embrio menggunakan cadangan makanan dari kuning telur untuk pertumbuhan berbagai organ hingga ia siap menetas dan menjadi kecebong.


  1. Fase Kecebong

Setelah berkembang selama 21 hari, embrio dalam telur kemudian keluar dari cangkang telur sebagai kecebong atau berudu. Pada tahap awal, berudu umumnya masih akan memakan sisa makanan dari cangkangnya hingga fungsi tubuhnya memungkinkan untuk mencari makan sendiri. Berudu memiliki ekor yang panjang untuk menunjang pergerakannya di dalam air, insang ekternal yang digunakan untuk pernapasan, dan sebuah mulut yang digunakan sebagai alat makan.


Perlu diketahui bahwa fungsi insang pada berudu persis sama seperti insang pada ikan, sementara makanannya pada fase ini adalah ganggang dan mikrorgansime air lainnya. Berudu dapat kita temukan dalam beragam warna, bisa hijau, hitam, dan bisa pula berwarna merah. Warna berudu ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Warna berudu akan menyesuaikan warna lingkungan sekitarnya untuk berkamuflase.


Selama 5 minggu, dalam proses metamorfosis katak, berudu akan terus mengalami perubahan bentuk morfologis dan fungsi fisiologis organ. Kaki belakangnya mulai tumbuh diikuti pertumbuhan kaki depan, serta paru-parunya mulai berkembang sebagai persiapan masuknya fase baru dalam proses metamorfosis yang dilaluinya.


  1. Fase Katak Muda

Setelah mengalami fase pertumbuhan, kecebong mulai berubah bentuk. Mulutnya akan melebar, insangnya hilang, ekornya memendek, dan paru-parunya telah hampir berfungsi. Pada fase ini, kita bisa melihat berudu berubah menjadi seekor katak muda.

Dalam proses metamorfosis katak, fase ketiga ini umumnya berlangsung selama 3 minggu hingga akhirnya bentuk katak muda telah sempurna menjadi bentuk katak dewasa.


  1. Fase Katak Dewasa

Tepat 11 minggu setelah telur diletakan oleh induknya, telur katak kini telah tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa telah memiliki paru-paru yang berfungsi sebagai alat pernafasan di daratan. Kaki kakinya tumbuh kuat dan memiliki selaput antar setiap jarinya. Sementara ekornya telah benar-benar hilang.


Ia akan terus berkembang menjadi dewasa dan siap melakukan perkembangbiakan kembali melalui proses pembuahan luar bersama pasangannya untuk memulai proses metamorfosis katak baru.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Lalat

Metamorfosis Sempurna pada Lalat
Metamorfosis Sempurna pada Lalat

Metamorfosis lalat dimulai dari telur hasil fertilisasi. Metamorfosis lalat yang ditandai berubahnya telur menjadi larva dibagi kedalam dua periode yakni periode embrionik dan periode perkembangan postembrionik.


Periode embrionik adalah fase dimana lalat melakukan fertilisasi dan kemudian menghasilkan telur yang kemudian menetas menjadi larva muda hanya dalam kurun waktu 24 jam saja. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung.


Periode postembrionik adalah periode setelah telur berubah menjadi larva (larva instar I, larva instar II dan larva instar III). Setelah masa instar selesai, metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa atau kepompong dan kemudian selanjutnya menjadi Imago yang ditandai pada perkembangan pada bagian sayap hingga akhirnya menjadi lalat dengan tubuh yang sempurna.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Nyamuk

Contoh Metamorfosis Sempurna Nyamuk

Nyamuk mengalami prosesdaur hidup mulai dari telur, larva, pupa, hingga nyamuk dewasa.

Fase telur : nyamuk akan meletakkan telurnya pada daun yang lembab atau kolam kering. Pengeraman (inkubasi) yang sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya.


Fase larva : pada periode ini, Nyamuk akan berganti kulit

Fase pupa : pada fase ini Nyamuk berada didalam kepompong pupa yang lumayan dewasa dan siap untuk terbang dengan semua organ lengkapnya seperti belalai, sayap, kaki, dada, perut, antenaa dan bola mata besar.


Fase nyamuk dewasa : pada fase ini nyamuk sudah memiliki organ tubuh yang lengkap dan sudah siap untuk mencari makanannya sendiri tapi sebelum itu semua terjadi, Nyamuk itu sendiri harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya saja yang boleh menyentuh permukaan air.


  • Contoh Gambar Dan Proses Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Lebah Madu

Metamorfosis Sempurna pada Lebah Madu

Lebah Madu adalah serangga yang termasuk pada kelompok Holometabola, yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah : Telur – Larva – Pupa – Imago.

  1. Telur, dihasilkan oleh ratu lebah dan disimpan di dalam sel-sel.
  2. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
  3. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
  4. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Lebah madu  termasuk pada ordo Hymenoptera yang memiliki ciri-ciri :

  1. Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput
  2. Tipe mulut menggigit

Siklus metamorfosis lebah madu adalah sebagai berikut :

  1. Ratu menghasilkan telur-telur dan disimpan di dalam sel-sel.
  2. Selanjutnya telur akan berubah menjadi ulat-ulat atau larva.
  3. Larva akan membesar dan berkembang membentuk pupa.
  4. Pupa berubah dan  berkembang kepada bentuk seekor lebah.

Berikut 10 contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis atau metamorfosis tidak sempurna adalah :

  1. Ikan
  2. Belut
  3. Cicak
  4. Kura Kura
  5. Komodo
  6. Kadal
  7. Burung
  8. Sapi
  9. Kerbau
  10. Ayam

Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca Setia GuruPendidikan.Com 🙂

Baca Juga :