Tindakan Ekonomi

√ Tindakan Ekonomi : Pengertian, Jenis, Motif, Dan Contohnya

Pengertian Dan Jenis Tindakan Ekonomi Beserta Contohnya Terlengkap – Pada kesempatan sebelumnya sudah membahas tentang prinsip ekonomi, dan untuk kesempatan kali ini disini akan mengulas lengkap tentang tindakan ekonomi. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Tindakan Ekonomi
Tindakan Ekonomi

Pengertian Tindakan Ekonomi Menurut Para Ahli

  • Menurut James C Scott

Tindakan ekonomi merupakan refleksi langsung dari tindakan ekonomi, selama tidak keluar dari etika subsistensi.

  • Menurut Evers

Tinndakan ekonomi merupakan sintesis dari tindakan ekonomi yang ada, dan kepentingan ekonomi yang dimiliki yaitu akumulasi modal dalam bentuk barang dan uang.

Jenis-Jenis Tindakan Ekonomi Dibagi Menjadi 2 Yaitu :

1. Tindakan ekonomi rasional

Tindakan ekonomi rasional ialah salah satu jenis tindakan ekonomi yang setiap suatu tindakan manusia yang dilandasi atas dasar suatu pilihan yang paling baik dan yang paling menguntungkan. Dengan demikian manusia dapat meningkatkan kehidupan ekonominya.

Kata rasional mempunyai arti pikiran atau pertimbangan yang logis atau masuk akal. Tindakan yang rasional ini diperlukan oleh manusia baik dalam sebuah kehidupan sehari-hari ataupun dalam melakukan usaha. Berdasarkan dengan pertimbangan untung rugi, manusia bisa meningkatkan kehidupan ekonominya. Pertimbangan yang rasional ini dimulai dari suatu hal yang kecil sampai hal yang besar.

Ciri-ciri tindakan ekonomi rasional antara lain :

  1. Tindakan ekonomi itu untuk memperoleh kepuasan maksimal dengan pengorbanan Dalam ilmu ekonomi disebut prinsip ekonomi.
  2. Tindakan ekonomi itu didorong oleh kepentingan. Dalam ilmu ekonomi disebut motif ekonomi.

Contoh tindakan ekonomi yang rasional :

  • a. Tindakan ekonomi yang rasional yang dilakukan oleh keluarga / perseorangan, antara lain :

-Berbelanja dengan berpedoman pada skala prioritas

-Berbelanja dengan cara menawar meskipun mampu membeli dengan harga mahal

-Menghemat pemakaian listrik

-Memakai barang subtitusi untuk menggantikan barang yang harganya mahal.

  • b. Tindakan ekonomi secara rasional yang dilakukan perusahaan antara lain :

-Menggunakan bahan baku yang harganya murah, tetapi mutunya cukup memadai

-Menghemat penggunaan mesin-mesin.

  • c. Tindakan ekonomi secara rasional yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain :

-Membangun sarana dan prasarana yang betul-betul bermanfaat, misalnya membangun pasar dan jalan raya.

-Menyambut pejabat yang datang ke daerah secara sederhana.

-Memberi subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu.

-Membangun proyek listrik tenaga surya (PLTS) yang ternyata lebih menghemat.


2. Tindakan ekonomi irrasional

Tindakan ekonomi irasional yakni salah satu jenis tindakan ekonomi yang setiap tindakan manusia yang dimana menurut sebuah perkiraan akan lebih menguntungkan tetapi dalam suatu kenyataan nya justru merugikan. Seseorang yang bertindak irasional ini biasanya tidak mempertimbangkan factor biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan.

Contohnya : ibu membeli beras dipasar yang berjarak lebih jauh,  dengan alasan harga berasnya lebih murah, padahal jika dihitung dengan ongkos yang dikeluarkan yaitu sama atau bahkan lebih mahal.

Tindakan ekonomi mempunyai 2 jenis tindakan, yaitu tindakan ekonomi rasional, dan tindakan ekonomi irasional.


5 Contoh tindakan ekonomi irasional adalah :

  1. ibu membeli beras dipasar yang jaraknya lebih jauh dengan alasan harga berasnya lebih murah, padahal jika dihitung total ongkos yang dikeluarkan akan sama atau bahkan lebih mahal.
  2. Sinta membeli alat tulis di toko dekat sekolahnya karena lebih dekat dengan sekolahya. Padahal di dekat rumahnya ada toko yang lebih murah.
  3. Hasan membeli apartemen seharga 5 milyar, tindakan tersebut merupakan tindakan yang berlebihan dan tidak terlalu penting dan tidak sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan karena dia sudah punya rumah.
  4. Pak Hardi membeli burung love bird seharga 50 juta. Padahal ada love bird yang lebih murah.Membeli barang-barang yang mahal boleh saja tapi harus tahu porsi dan batas dan yang paling penting sesuai keadaan ekonominya
  5. Rio membeli handphone seharga 10 juta. Tindakan tersebut tidak perlu dilakukan karena ada HP yang lebih murah dengan kualitas sama.

Persoalan-persoalan/Motiv moral ekonomi yang sering terjadi di masyarakat dalam melakukan tindakan ekonomi yaitu:

  1. Seorang manajer pabrik pokok menghadapi dilema moral ekonomi antara menggunakan pilihan mekanisme pabrik sehingga mengakibatkan PHK massal atau tetap menggunakan cara produksi lama dengan risiko keuntungan yang di perolehnya tidak sebesar mengunakan mesin baru.
  2. Seorang manajer pabrik gula menghadapi dilema moral antara melaksanakan ritual upacara yang dilakukan sebelum giling tebu pertama kali. Upacara tersebut merupeken tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun dan dalam pelaksanaanya memakan biaya yang besar.
  3. Segala macam bentuk suap, kolusi, korupsi, nepotisme, menipulasi dan berbagai bentuk tindakan penyalahgunaan wewenang lainnya yang dilakukan pejabat berwenang. Apalagi terjadi di tengah pnderitaan dan kemiskinan masyarakat sekitar dengan tujuan memperkaya diri jelas merupakan persoalan moral selain tentunnya persoalan hukum.
  4. Berbagai bentuk moral hazzard (permanfaatan kesempatan sekecil mungkin untuk tujuan memperkaya diri atau dalam bahasa jawa sering diekspresikan dengan ungkapan) merupakan persoalan moral ekonomi. Sebagai contoh dalam kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM akan dilakukan pembedaan harga bensin untuk mobil dan motor.
  5. Pada 1998, sesaat telah terjadinya krisis moneter, banyak masalah sosial baru yang muncul, seperti anak jalanan.[1]

Contoh Study Kasus Moral Ekonomi dan Tindakan Ekonomi

Kasus  pabrik beras PT. IBU di kabupaten Bekasi Jawa Barat yang pekan lalu digerebek oleh pihak kepolisian telah menguak praktik pedagang perantara (middleman) dalam bisnis pangan. Dalam praktik menurut Fadel Muhammad, Ketua Umum Masyarakat Agribisnis dan Agro Industri Indonesia umumnya middleman meraup untung di atas profit normal.

Tidak hanya hanya beras, melainkan juga sejumlah  komoditas pangan lainnya seperti jagung, bawang merah,  cabai, daging ayam dan telur. (Republika, Senen 24 Juli 2017).

Analisis Kasus

Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa banyak kasus di Indonesia dalam praktik  bisnis yang melanggar tatakrama moral ekonomi yang berlaku. Perilaku moral dalam berbagai tindakan ekonomi yang bertujuan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya pada saat yang sama telah merugikan pihak lain. Dalam konteks ini moral ekonomi tidak mampu menjadi pengendali tindakan ekonomi yang merugikan pihak lain yang terkait.

Evers menjelaskan teori tentang moral ekonomi pedagang yang mengkaji dari segi aspek  sosiologi, mengenai apa yang menyebabkan sekelompok masyarakat berperilaku, bertindak, dan beraktivitas dalam kegiatan perdagangan.

Secara umum tindakan ekonomi bisa dipandang sebagai cerminan langsung dari moral ekonomi,  yang menurut Evers  pada kelompok pedagang merupakan cerminan kombinasi antara moral ekonomi dan kepentingan ekonomi. Moral ekonomi pedagang timbul ketika mereka menghadapi ethical dilemma dalam aktivitas jual beli yaitu antara mengutamakan kepentingan diri sendiri dan kepentingan orang lain. Kepentingan diri tanpa pertimbangan moral cenderung  menimbulkan tindakan distributif atau asertif  yaitu kepentingan keuntungan bagi diri sendiri.

Kepentingan ekonomi ini dalam praktik telah mewarnai tindakan ekonomi dalam berbagai bentuk seperti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak. Dalam perspektif bisnis, prinsip ekonomi yang mewarnai setiap tindakan ekonomi yang bertujuan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan  yang serendah-rendahnya telah menciptakan keserakahan yang terjadi secara masif dalam berbagai dimensi kehidupan bisnis saat ini.

Nilai-nilai atau ajaran moral dalam Islam  mengajarkan kepentingan bisnis yang tidak terpisahkan dari konsep Tauhid, yang merupakan titik sentral dari ajaran Islam. Dalam ajaran Islam bagi orang yang beriman harus ada keyakinan dan prinsip bahwa kegiatan usaha  harus dilakukan berdasarkan pada nilai-nilai yang telah ditetapkan Allah karena semua kegiatan manusia  ada dalam pengawasan Allah.

Keyakinan adanya pengawasan Allah inilah yang akan mengkoreksi cara pandang, meluruskan sikap dan mengendalikan perilaku pengusaha dalam kegiatan bisnis yang pada akhirnya  akan membentuk sikap mental, akhlak, dan etika  para pelaku ekonomi.


Kesimpulan

  •  Moral Ekonomi adalah suatu analisa tentang apa yang menyebabkan seseorang berperilaku, bertindak dan beraktivitas dalam kegiatan perekonomian. Hal ini dinyatakan sebagai gejala sosial yang berkemungkinan besar sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan sosial.
  • Menurut Scott, ekonomi moral sebagai perngertian petani tentang keadilan ekonomi dan definisi kerja mereka tentang eksploitasi-pandangan mereka tentang pungutan-pungutan terhadap hasil produksi mereka mana yang dapat ditoleransi mana yang tidak dapat. Dalam mendefinisikan ekonomi moral, menurut Scoot, petani akan memerhatikan etika subtensi dan norma resiprositas yang berlaku dalam masyarakat mereka.
  • Para pedagang menghadapi dilema yaitu memilih antara memenuhi kewajiban moral kepada kerabat-kerabat dan tetangga-tetangga untuk menikmati bersama pendapatan yang di perolehnya sendiri di satu pihak dan untuk mengakumulasikan modal dalam wujud barang dan uang di pihak lain.di luar desa para pedagang di hadapkan dengan tuntunan anonim yang sering bersifat anarkis dan berasal dari pasar terbuka dengan fluktuasi harga yang liar. Pedagang cendrung terperangkap ditengah dan dalam hal ini bisa disebut sebagai tengkulak karena mereka tidak hanya menaggung resiko kerugian secara ekonomi tetapi juga resiko terhadap diskriminasi dan kemarahan petani.
  • Perbedaan moral ekonomi petani menurut James C Scott dan moral ekonomi pedagang menurut Hans Dieter Evers dapat dilihat dari bernagai sudut padang, yaitu Hakikat Manusia, Dimensi Moral, Tindakan Ekonomi, dan Pedekatan.
DAFTAR PUSTAKA
Damsar., Insrayani. 2016. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Damsar.2002. Sosiologi Ekonomi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Haryanto, Sindung. 2011. Sosiologi ekonomi. Jogjakarta: Ar ruz Media

Itulah ulasan tentang Pengertian Dan Jenis Tindakan Ekonomi Beserta Contohnya Terlengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima kasih.

[irp]