Menyimak adalah

Diposting pada

Untuk pembahan kali ini kami akan mengulas mengenai menyimak, yang dalam hal ini meliputi pengertian menurut para beberapa ahli, fungsi, tujuan, jenis, peran dan proses, agar lebih dapat dipahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Menyimak-adalah

Pengertian Menyimak

Keterampilan berbahasa mencakup empat kegiatan yang meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. Salah satu kegiatan yang paling penting namun sering ditinggalkan ialah kegiatan keterampilan menyimak. Kegiatan menyimak saling berhubungan dengan satu sama lain.

Menyimak adalah kegiatan meresepsi, mengolah serta menginterpretasi suatu permsalahan dengan melibatkan pancaindera seseorang. Menyimak berhubungan dan bermanfaat dengan menyimak dan berbicara, menyimak dan membaca, berbicara dan membaca serta ekspresi lisan dan ekspresi tulis.


Pengertian Menyimak Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian menyimak yang dikemukakan oleh para ahli yang diantaranya yaitu:

  • Menurut H. G. Tarigan

    Menyimak ialah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh infomasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

  • Menurut Anderson

    Menyimak sebagai proses besar mendengarkan, mengenak serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan.

  • Menurut Russel & Russel 1959

    Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi.

  • Menurut Drs. Hanapi Natasasmita

    Menyimak ialah mendengar secara khusu dan terpusat pada objek yang disimak.

  • Menurut Djago Tarigan

    Menyimak dapat didefinisikan sebagai suatu aktifitas yang mencakup kegiatan mendengar dari bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan.


Fungsi Menyimak

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dalam melaksanakan kegiatan menyimak yang diantaranya yaitu:

  1. Membuat hubungan antar pribadi lebih efektif.
  2. Memperoleh informasi yang ada hubungan atau sangkut pautnya dengan pekerjaan atau profesi.
  3. Dapat memberikan respon yang tepat.
  4. Mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal.

Tujuan Menyimak

Adapun menurut H. G. Tarigan tujuan menyimak ialah:

  • Menyimak untuk belajar
  • Menyimak untuk menikmati keindahan audial
  • Menyimak untuk mengevaluasi
  • Menyimak untuk mengapresiasi materi simakan
  • Menyimak untuk mengkomunikasikan ide-ide
  • Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi
  • Menyimak untuk memecahkan masalah
  • Menyimak untuk meyakinkan

Adapun menurut Bunga Ayesha dalam modul hakikat menyimak ialah:

  1. Mendapat fakta
  2. Mengevaluasi fakta
  3. Menganalisis fakta
  4. Mendapatkan inspirasi
  5. Menghibur diri
  6. Meningkatkan kemampuan berbicara

Jadi, tujuan menyimak secara umum, sebagai berikut:

  1. Menyimak untuk belajar dimana orang tersebut bertujan agar ia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara.
  2. Menyimak untuk menikmati dimana orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau diperdengarkan atau dipagelarkan (teruatama sekali dalam bidang seni)
  3. Menyimak untuk mengevaluasi dimana orang menyimak dengan maksud agar ia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk, indah-jelek, tepat-ngawur, logis-tidak logis, dan lain-lain)
  4. Menyimak untuk mengapresiasi dimana orang yang menyimak dapat menikmati seta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan berita, puisi, musik dan lagu, dialog, diskusi panel, dan pendebatan)
  5. Menyimak untuk mengkomunikasikan ide-ide dimana orang yang menyimak bermaksud agar ia dapat menkomunikasikan ide-ide, gagasan-gagasan, maupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat.
  6. Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi dimana orang yang menyimak bermaksud agar dia dapat membedakan  bunyi-bunyi dengan tepat; mana bunyi yang membedaskan arti (distingtif), mana bunyi yang tidak membedakan arti; biasanya ini terlihat pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asik mendengarkan ujaran pembicara asli (native speaker)
  7. Menyimak untuk memecahkan masalah dimana orang yang menyimak bermaksud agar dia dapat memecahkan masalah  secara kreatif dan analisis, sebab dari sang pembicara dia mungkin memperoleh banyak masukan berharga.
  8. Menyimak untuk meyakinkan dimana orang yang menyimak untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan.

Jenis-Jenis Menyimak

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis menyimak, sebagai berikut:


Jenis – Jenis Menyimak

Adapun jenis-jenis menyimak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (Sutari, 1998: 47) adalah sebagai berikut:


  • Menyimak ekstensif (extensive listening)

Menyimak ekstensif (extensive listening)adalah sejenis kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal lebih umum dan lebih bebasterhadap sesuatu bahasa, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. Penggunaan yang paling mendasar ialah untuk menyajikan kembali bahan yang telah diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara yang baru. Selain itu, dapat pula murid dibiarkan mendengar butir-butir kosakata dan struktur-struktur yang baru bagi murid yang terdapat dalam arus bahasa yang ada dalam kapasitasnya untuk menanganinya.Pada umumnya, sumber yang paling baik untuk menyimak ekstensif adalah rekaman yang dibuat guru sendiri, misalnya rekaman yang bersumber dari siaran radio, televisi, dan sebagainya.


  • Menyimak intensif (intensive listening)

Menyimak intensif adalah menyimak yang diarahkan pada suatu yang jauh lebih diawasi, dikontrol, terhadap suatu hal tertentu.Dalam hal ini harus diadakan suatu pembagian penting yaitu diarahkan pada butir-butir bahasa sebagai bagian dari program pengajaran bahasa atau pada pemahaman serta pengertian umum.Jelas bahwa dalam kasus yang kedua ini maka bahasa secara umum sudah diketahui oleh para murid.


  • Menyimak sosial (social listening

Menyimak sosial (social listening)atau menyimak konversasional (conversational listening) ataupun menyimak sopan (courtens listening) biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang mengobrol mengenai hal-hal yang mrenarik perhatian semua orang dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat respons-repons yang pantas, mengikuti detail-detail yang menarik, dan memerhatikan perhatian yang wajar terhadap apa-apa yang dikemukakan, dikatakan oleh seorang rekan.Dengan perkataan lain dapat dikemukakan bahwa menyimak sosial paling sedikit mencakup dua hal, yaitu perkataan menyimak secara sopan santun dengan penuh perhatian percakapan atau konversasi dalam situasi-situasi sosial dengan suatu maksud. Dan kedua mengerti serta memahami peranan-peranan pembicara dan menyimak dalam proses komunikasi tersebut.


  • Menyimak sekunder (secondary listening)

Menyimak sekunder (secondary listening)adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan dan secara ekstensif (casual listening dan extensive listening) misalnya, menyimak pada musik yang mengirimi tarian-tarian rakyat terdengar secara sayup-sayup sementara kita menulis surat pada teman di rumah atau menikmati musik sementara ikut berpartisipasi dalam kegiatan tertentu di sekolah seperti menulis, pekerjaan tangan dengan tanah liat, membuat sketsa dan latihan menulis dengan tulisan tangan.


  • Menyimak estetik (aesthetic listening)

Menyimak estetik (aesthetic listening)disebut juga menyimak apresiatif (apreciational listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak secara kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif, mencakup dua hal yaitu pertama menyimak musik, puisi, membaca bersama, atau drama yang terdengar pada  radio atau rekaman-rekaman. Kedua menikmati cerita-cerita, puisi, teka-teki, dan lakon-lakon yang diceritakan oleh guru atau murid-murid.


  • Menyimak kritis (critical listening)

Menyimak kritis (critical listening)adalah sejenis kegiatan menyimak yang di dalamnya sudah terlihat kurangnya atau tiadanya keaslian ataupun kehadiran prasangka serta ketidaktelitian yang akan diamati. Murid-murid perlu banyak belajar mendengarkan, menyimak secara kritis untuk memperoleh kebenaran.


  • Menyimak konsentratif (consentrative listening)

Menyimak konsentratif (consentrative listening) sering juga disebut study-type listening atau menyimak yang merupakan jenis telaah. Kegiatan-kegiatan tercakup dalam menyimak konsentratif antara lain: menyimak untuk mengikuti petunjuk-petunjuk serta menyimak urutan-urutan ide, fakta-fakta penting, dan sebab akibat.


  • Menyimak kreatif (Creative listening)

Menyimak kreatif (Creative listening)adalah jenis menyimak yang mengakibatkan dalam pembentukan atau rekonstruksi seorang anak secara imaginatif kesenangan-kesenangan akan bunyi, visual atau penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa didengarnya.


  • Menyimak introgatif (introgative listening)

Menyimak introgatif (introgative listening)adalah sejenis menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan, karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dalam kegiatan menyimak interogatif ini si penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi atau mengenai jalur khusus.


  • Menyimak penyelidikan (exploratory listening)

Menyimak penyelidikan (exploratory listening)adalah sejenis menyimak intensif dengan maksud dan yang agak lebih singkat.Dalam kegiatan menyimak seperti ini si penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menemukan hal-hal baru yang menarik perhatian dan informasi tambahan mengenai suatu topik atau suatu pergunjingan yang menarik.


  • Menyimak pasif (passive listening)

Menyimak pasif (passive listening)adalah penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasa menandai upaya-upaya kita saat belajar dengan teliti, belajar tergesa-gesa, menghapal luar kepala, berlatih serta menguasai sesuatu bahasa.Salah satu contoh menyimak pasif adalah penduduk pribumi yang tidak bersekolah lancar berbahasa asing.Hal ini dimungkinkan karena mereka hidup langsung di daerah bahasa tersebut beberapa lama dan memberikan kesempatan yang cukup bagi otak mereka menyimak bahasa itu.


  • Menyimak selektif (selective listening)

Menyimak selektif (selective listening)berhubungan erat dengan menyimak pasif.Betapapun efektifnya menyimak pasif itu tetapi biasanya tidak dianggap sebagai kegiatan yang memuaskan.Oleh karena itu menyimak sangat dibutuhkan.Namun demikian, menyimak selektif hendaknya tidak menggantikan menyimak pasif, tetapi justru melengkapinya.Penyimak harus memanfaatkan kedua teknik tersebut.Dengan demikian, berarti mengimbangi isolasi kultural kita dari masyarakat bahasa asing itu dan tendensi kita untuk menginterpretasikan.


Peran Menyimak

Adapun peran menyimak diantaranya yaitu:

  • Landasan belajar berbahas
  • Penunjang keterampilan berbicara, membaca dan menulis
  • Pelancar komunikasi lisan
  • Penambah informasi

Proses Menyimak

Adapun proses menyimak diantaranya yaitu:

  • Tahap mendengar “hearing”
  • Tahap memahami “understanding”
  • Tahap menginterpretasi “interpreting”
  • Tahap mengevaluasi “evaluating”
  • Tahap menanggapi “responding”

Ciri-Ciri Menyimak

Berdasarkan pendapat  dapat disimpulkan penyimak yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Siap fisik mental (kondisi stabil)
  2. Konsentrasi
  3. Motivasi yang penuh
  4. Tidak mudah terganggu
  5. menghargai pembicara
  6. Bersikap objektif
  7. Bersikap kritis
  8. Memiliki kemampuan merangkum
  9. Memiliki kemampuan menilai
  10. Siap menanggapi pembicaraan
  11. Bertujuan dalam menyimak
  12. Mempunyai kemampuan linguistic
  13. Berpengalaman dan berpengetahuan sehingga mudah menerima, mencerna, dan memahami isi bacaan atau bahan simakan.

Tahap-Tahap Menyimak

  1. Isolasi : Pada tahap ini sang penyimak mencatat aspek-aspek individual kata lisan dan memisah-memisahkan atau mengisolasikan bunyi-bunyi, ide-ide, fakta-fakta, organisasi-organisasi khusus, begitu pula stimulus-stimulus lainnya.
  2. Identifikasi : Sekali stimulus tertentu telah dapat  dikenal maka suatu makna, atau identifikasi pun diberikan kepada setiap butir yang berdikari itu.
  3. Integrasi : Kita mengintegrasikan atau menyatupadukan apa yang kita dengar informasi lain yang telah kita simpan dan rekam dalam otak kita. Oleh karena itulah maka pengetahuan umum sangat penting dalam tahap ini. Karena kalau proses menyimak berlangsung, kita harus terlebih dahulu harus mempunyai beberapa latar belakang atau pemahaman mengenai bidang pokok pesan tertentu. Kalau kita tidak memiliki bahan penunjang yang dapat dipergunakan untuk mengintegrasikan informasi yang baru itu, maka jelas kegiatan menyimak itu akan menemui kesulitan atau kendala.
  4. Inspeksi : Pada tahap ini, informasi baru yang telah kita terima dikontraskan dan dibandingkan dengan segala informasi yang telah kita miliki mengenai hal tersebut. Proses ini akan menjadi paling mudah berlangsung kalau informasi baru justru menunjang prasangka atau atau prakonsepsi kita. Akan tetapi, kalau informasi baru itu bertentangan dengan ide-ide kita sebelumnya mengenai sesuatu, maka kita harus mencari serta memilih hal-hal mana dari informasi itu yang lebih mendekati kebenaran.
  5. Interprestasi : Pada tahap ini, kita secara aktif mengevaluasi apa-apa yang kita dengar dan menelusuri dari mana datangnya semua itu. Kita pun mulailah menolak dan menyetujui, mengakui dan mempertimbangkan informasi tersebut berikut sumber-sumbernya.

Teknik Pembelajaran Menyimak

Teknik pembelajaran menyimak dapat dilakukan dengan cara:


  • Simak-ulang ucap (memperkenalkan bunyi bahasa dengan cara mengucapkannya).

Model ucapan yang diperdengarkan, disimak, dan ditiru oleh siswa.Model ucapan dapat berupa ucapan fonem, kata, kalimat, ungkapan, peribahasa, puisi pendek, kata-kata mutiara, semboyan dan sebagainya.

Contoh:

Kata-kata mutiara.

Guru : Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Siswa : Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.


  • Dengar dan Kerjakan

Model ucapan berisi perintah diperdengarkan.Siswa menyimak dan memberikan reaksi dalam bentuk tindakan.

Contoh:

Guru : Bacalah artikel berikut dengan saksama!

Siswa     : (membaca artikel dengan saksama).


  • Menyelesaikan Cerita

Kelas dibagi atas beberapa kelompok.Satu kelompok beranggotakan empat orang.Orang pertama dalam satu kelompok bercerita, tetapi ceritanya beru sebagian; dilanjutkan dengan oleh anggota kedua, dan ketiga, kemudian disudahi oleh siswa terakhir.

Contoh.

Siswa 1 : Saya pulang sekolah. Waktu itu cuaca cerah.Dalam perjalanan saya melihat jalan-jalan dan pohon-pohon basah semua.Pekarangan pun tampak becek.Bahkan di sana-sini air kecoklatan tampak menggenang. Air kali…..

Siswa 2 : Melanjutkan cerita itu…


  • Budaya daerah yang beraneka ragam merupakan kekayaan bangsa.

Keanekaragaman budaya memang wajar karena kebudayaan itu masing-masing dikembangkan sesuai tuntutan lingkungan dan kebutuhan individual. (4) Keanekaragaman itu akhirnya menuju pada kesatuan karena pada dasarnya bangsa Indonesia adalah satu.


  • Merangkum

Menyimak bahan simakan yang relatif panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu diantaranya dengan cara menyingkat atau merangkum isinya dalam beberapa kalimat. Merangkum berarti membuat bahan simakan yang panjang menjadi  sedikit mungkin. Namun, yang sedikit itu dapat mewakili yang panjang.


  • Parafrase (Guru memperdengarkan puisi, siswa menceritakan isi puisi)

Suatu cara yang biasa digunakan untuk memahami isi puisi ialah dengan cara mengutarakan isi puisi itu dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa. Puisi yang sudah direkam atau dibacakan guru diperdengarkan kepada siswa.Mereka menyimak isinya dan mengutarakan kembali dalam bentuk prosa.


  • Menjawab Pertanyaan

Cara lain untuk mengajarkan cara menyimak yang efektif ialah melalui latihan menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, di mana, dan bilamana. Pertanyaa-pertanyaan itu diajukan atas dengan mengacu pada bahan simakan yang telah diperdengarkan kepada siswa.


Faktor yang Mempengaruhi dalam Menyimak

  • Faktor Fisik

Kondisi fisik dan lingkungan fisik penyimak merupakan faktor yang penting dalam menentukan keefektifan serta kualitas keaktifannya dalam menyimak.


  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis melibatkan sikap-sikap dan sifat-sifat pribadi, yaitu faktor-faktor psikologis dalam menyimak. Faktor-faktor ini antara lain mencakup masalah-masalah:

  1. Prasangka dan kurangnyasimpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alas an
  2. Keegosentrisan dan keasyikan terhdap minat pribadi serta masalah pribadi serta masalah pribadi
  3. Kepicikan yang menyebabkan pandangan yang kurang luas
  4. Kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan tiadanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan
  5. Sikap yang tidak layak terhadap sekolah, terhadap guru, terhadap pokok pembicaraan, atau terhadap sang pembicara.

Sebagian atau semua faktor tersebut diatas dapat mempengaruhi kegiatan menyimak kearah yang merugikan yang tidak kita ingini, dan hal ini mempunyai akibat yang buruk bagi sebagian atau seluruh kegiatan belajar para siswa.Dalam hal-hal seperti inilah para guru harus menampilkan fungsi bimbingan dan penyuluhan serta mencoba memperbaiki kondisi-kondisi yang merugikan tersebut.

Guru juga harus mempertinggi serta memperkuat sifat ketanpaprasangkaan, kewajaran yang tidak berat sebelah, serta sifat yang tidak mementingkan diri sendiri; dan mencoba untuk memberikanserta mengadakan suatu latar belakang yang bersifat merangsang minat yang akan bertindak sebagai suatu keadaan yang menguntungkan bagi menyimak responsif.

Sebaliknya faktor-faktor psikologis ini pun mungkin pula sangat menguntungkan bagi kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, misalnya; pengalaman-pengalaman masa lalu yang sangat menyenangkan, yang telah menentukan minat-minat dan pilihan-pilihan, kepandaian yang beranekaragam dan lain- lainnya, kalau dihubungkan dengan suatu bidang diskusi jelas merupakan pengaruh-pengaruh baik bagi kegiatan menyimak yang mengasyikan, yang memukau dan menarik hati.