Masyarakat Ekonomi Asean

Diposting pada

Pengertian Masyarakat Ekonomi Asean

Masyarakat Ekonomi ASEAN “MEA” 2015 “ASEAN Economic Community (AEC)” Merupakan sebuah intergrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar sesama negara-negara ASEAN. Masyarakat Ekonomi Asean

Dalam hal ini berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa MEA ialah sebuah sistem pasar bebas antara sesama negara anggota ASEAN yang menghilangkan pajak atau bea cukai serta kebebasan sebuah negara untuk memasukkan barangnya ke negara lainnya.

Baca Juga :  11 Manfaat ASEAN Untuk Bangsa Indonesia ( NKRI )

MEA atau AEC merupakan salah satu bentuk kerjasama ASEAN dibidang Ekonomi, masyarakat Ekonomi ASEAN “MEA” sendiri telah dibuka pada Desember 2015 lalu dengan tujuan untuk mewujudkan wawasan ASEAN pada tahun 2020.

Istilah lain dari masyarakat ekonomi ASEAN ialah:

  • MEA yang merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN itu sendiri.
  • AEC yang merupakan singkatan dari istilah bahasa Inggris dari ASEAN Economic Community.
  • Komunitas Ekonomi ASEAN yang merupakan terjemahan dari ASEAN Economic Community.

Tujuan Masyarakat Ekonomi ASEAN

Hadirnya MEA adalah mewujudkan pertumbuhan seutuhnya yang tidak hanya didasarkan atas kepentingan ekonomi semata, melainkan juga membangun kehidupan masyarakat agar mampu menghadapi perubahan yang mungkin akan terjadi pada aspek sosial dan lainnya. Berikut tujuan dari kesepakatan MEA secara menyeluruh, yaitu.


  1. Memperkuat Hubungan antar Negara ASEAN

Negara satu dengan negara yang lain pada dasarnya memiliki suatu ketergantungan. Jenis ketergantungan dalam hal ekonomi suatu negara adalah berlangsungnya kegiatan ekspor impor, keterbatasan sumber daya menjadi alasan paling kuat yang mendasari kegiatan tersebut. Disinilah letak pentingnya membangun kerjasama dengan negara lain, selain untuk meningkatkan perekonomian negara, juga memberi dampak pada kemajuan dalam bidang sosial.


  1. Mewujudkan Sistem Perbankan

Terbukanya pasar perdagangan bebas memberikan banyak peluang untuk memperluas jaringan dan pasar dalam mengenalkan keunggulan-keunggulan bersaing yang dimiliki oleh lembaga-lembaga dalam negeri. Kegiatan perbankan harus memiliki peran aktif dalam menyambut kesempatan ini, selain untuk membantu memudahkan terselenggaranya aliran produk yang berupa barang dan jasa, juga posisi bank sangat strategis dalam menarik investasi, keuangan, dan penyerapan tenaga kerja lokal yang terampil dan terdidik.

Baca Juga : Tujuan Asean – Pengertian, Prinsip, Tujuan, Struktur, Sekertariat, Kerjasama


  1. Merencanakan Sistem Keuangan

Pemanfaatan MEA yang tepat akan menguatkan kondisi perekonomian suatu negara, yaitu dengan mengambil peran aktif dalam menciptakan peluang-peluang yang berdampak pada meningkatnya investasi. Semakin banyak investasi yang masuk maka secara berkelanjutan akan memberikan perubahan pada sistem keuangan, yaitu dapat meningkatkan kekuatan negara itu sendiri beserta mekanisme didalamnya.


  1. Ketahanan Pangan

Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan semua orang dan meningkatkan ketahanan pangan berarti memberikan kepastian atau jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan yang sifatnya berubah-ubah dan terus mengalami peningkatan per tahunnya. Dengan dibentuknya ketahanan pangan yang terstruktur dalam MEA maka akan memunculkan sebuah mekanisme peraturan yang memiliki kesamaan terhadap pengolahan food regulation.


  1. Keamanan Politik

Setiap negara ASEAN memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan ideologi dan karakter masyarakat didalamnya. Hadirnya MEA membuka pintu yang seluas-luasnya untuk masuknya berbagai jenis karakater dari suatu negara dan peran MEA dalam hal ini adalah bukan untuk menghilangkan karakter bangsa tersebut, justru sebaliknya MEA mendorong menciptakan masyarakat yang tetap mempertahankan karakter bangsanya sendiri.


  1. Sosial Budaya

Dalam menciptakan sebuah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, MEA memiliki peran dalam membuat wadah yang dapat digunakan untuk membentuk suatu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sosial budaya. Tujuan dari peran tersebut adalah menunjukkan rasa solidaritas dan kepekaan sosial antar negara, sehingga dengan saling menjaga sikap ini, maka akan membangun harmonisasi dalam membentuk kepedulian terhadap perkembangan berbagai kehidupan sosial masyarakat.

Tujuan lain dari peran ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan masyarakat agar tercipta kehidupan yang berkeadilan dalam menjamin terwujudnya hak dari masing-masing masyarkat, sehingga akan terbentuk suatu masyarakat yang memiliki kesetaraan dalam berbagai aspek sosial, budaya, dan hukum.(baca juga : teori perilaku konsumen , Peran Kebijakan Fiskal)


Kelebihan dan Kekurangan MEA bagi Indonesia

Kelebihan MEA bagi Indonesia adalah dapat menjadi peluang untuk meningkatkan berbagai kualitas perekonomian dari Indonesia sendiri di dalam kawasan Asia Tenggara pada perdagangan bebas pasar ASEAN. MEA menjadi kesempatan bagi pekerja profesional maupun pengusaha untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk dan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dengan negara lain secara terbuka.

Bagi pengusaha, dipermudah alur ekspor dengan peraturan yang tidak terlalu dibatasi dan sifatnya terbuka, Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekspor yang akan meningkatkan GDP Indonesia. Begitu juga dengan pekerja profesional yang dapat mengembangkan karirnya di luar Indonesia dapat lebih mudah.

Baca Juga : Pengertian ASEAN – Sejarah, Tujuan, Lambang, Kerjasama, Daftar, Latar Belakang

Dari sisi investasi, investasi dari luar atau Foreign Direct Investment lebih dapat diciptakan dalam kondisi ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.

Kekurangan MEA bagi Indonesia adalah keterbukaan peraturan dan kebebasan produk untuk bebas masuk dan keluar, membuat persaingan produk di dalam negeri lebih ketat, karena tidak hanya bersaing dengan produk lokal, tetapi juga bersaing dengan produk impor, dimana stereotip penduduk Indonesia lebih menyukai untuk mengkonsumsi barang atau produk impor ketimbang produk lokal sendiri. Begitu juga halnya dengan investasi, investor dalam negeri dapat kalah dengan investor luar karena investor luar lebih leluasa untuk masuk ke dalam negeri.


Aturan Umum MEA

Pasar tunggal dan basis produksi ASEAN tersebut memiliki lima pilar liberalisasi sebagai kerangka kerja MEA 2015 yang meliputi: liberalisasi arus barang, arus jasa, arus investasi, arus modal, dan pasar tenaga kerja. Dalam arus barang ini sudah jelas akan dapat mempengaruhi arus ekspor dan impor barang dari masing-masing negara anggota ASEAN. Dari pihak ASEAN pun sudah mempunyai blueprint pendoman bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mencapai AEC 2015, dimana masing-masing negara berkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam blueprint tersebut. AEC mempunyai empat kerangka utama, yaitu :

  1. ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas
  2. ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e-commerce.
  3. ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan eemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk Cambodia, Myanmar, Laos dan Vietnam
  4. ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Baca Juga : Mahkamah Internasional


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Masyarakat Ekonomi Asean : Pengertian, Tujuan, Kelebiah, Kekurangan, Beserta Aturan Umumnya, semoga aritkel ini bermanfaat bagi anda semuanya.