Manajemen Sumber Daya Manusia – Pengertian, Model, Fungsi, Pendekatan, Tugas, Para Ahli

Diposting pada

Manajemen Sumber Daya Manusia – Pengertian, Model, Fungsi, Pendekatan, Tugas, Para Ahli : Suatu proses yang menangani berbagai masalah dalam ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer serta tenaga kerja lainnya untuk mendapatkan tunjangan aktifitas organisasi ataupun perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.


Sumber Daya Manusia

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia iyalah suatu proses yang menangani berbagai masalah dalam ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer serta tenaga kerja lainnya untuk mendapatkan tunjangan aktifitas organisasi ataupun perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi Sumber Daya Manusia (SDM) iyalah Departemen sumber daya manusia (SDM) atau dalam bahasa inggris yang disebut Human Resource Department (HRD).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut  Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli

  • Menurut Melayu SP. Hasibuan.

MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.


  • Menurut Henry Simamora

MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.


  • Menurut Achmad S. Rucky

MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.


  • Menurut Mutiara S. Panggabean

MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


  • Menurut A.F. Stoner

manajemen sumber daya manusia iyalah suatu prosedur yang dapat berkelanjutan serta bertujuan untuk dapat memasok suatu organisasi ataupun perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi serta jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.


  • Menurut Mutiara S. Panggabaean

MSDM adalah kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja. Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.


Model Manajemen Sumber Daya Manusia

Di dalam memahami berbagai permasalahan pada manajelen sumber daya manusia dan sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model-model yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang biasa digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan model-model ini berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tuntutannya.Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam) model manajemen sumber daya manusia yaitu:


  1. Model Klerikal

Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi berbagai peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.


  1. Model Hukum

Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekutannya dari keahlian di bidang hukum. Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan perburuhan, di masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok disebabkan adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.


  1. Model Finansial

Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia belakangna ini semakin berkembang karena para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia ini meliputi biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan, pension, asuransi jiwa, liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang yang semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya manusia semakin meningkat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


  1. Model Manjerial

Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasi pada produktivitas. Versi kedua manajer ini melaksanakan beberpa fungsi sumber daya manusia.


Departemen sumber daya manusia melatih manajer lini jdalam keahlian yang diperlukan untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi dengan manajer mereka sendiri disbanding dengan pegawai staf, maka beberapa departemen sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan fsilitator.


  1. Model Humanistik

Ide sentral dalam model ini adalah bahwa, departemen sumber daya manusia dibentuk untuk mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia di dalam organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan membantunya memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir.

Model ini menggabarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan pengembangan karyawan mereka.


  1. Model Ilmu Perilaku

Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan sumber daya manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains meliputi teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi manajemen sumber daya manusia sama halnya dengan fungsi yang ada dalam manajemen sendiri, seperti apa yang dikemukakan G. Terry dalam bukunya Principle of Management yang menyatakan bahwa, fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC).Henry Fayol menyebutkan bahwa, fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Commanding, Coordinating dan Controllung (POCCC).Luther Gulick mengemukakan fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgeting (POSDCoRB).


Dalam manajemen sumber daya manusia beberapa ahli seperti Edwin B. Flippo, Dale Yoder, Manullang, Moekijat dan Malayu SP. Hasibuan serta Henry Simamora mengemukakan fungsi manajemen sumber daya manusia seperti halnya fungsi manajemen yang dikemukakan di atas, adalah sebagai berikut:


  1. Perencanaan
  2. Rekrutmen
  3. Seleksi
  4. Dekrutmen
  5. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
  6. Evalauasi Kinerja
  7. Komensasi
  8. Pengintegrasian
  9. Pemeliharaan
  10. Pemberhentian.

Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun masih ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: Pendekatan Mekanis, Pendekatan Paternalisme, dan, Pendekatan Sistem Sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : stilah Hukum (Advokat) Di Indonesia Secara Lengkap


  • Pendekatan Mekanis (klasik)

Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah.


Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.


  • Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)

Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja.


Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.


  • Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)

Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.


Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Tugas serta Tanggung Jawab iyalah sebagai berikut :

1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

  • Persiapan
    Dalam proses persiapan juga dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan cara menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin muncul. Yang dapat dilakukan iyalah dengan melakukan perkiraan atau forecast akan pekerjaan , jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.Terdapat dua faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu :


    faktor internal seperti pada jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan sebagainya.
    Faktor eksternal iyalah seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain-lain.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Informatika


  • Rekrutmen tenaga kerja atau Recruitment
    Rekrutmen iyalah suatu proses dimana untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, ataupun tenaga kerja baru untuk dapat memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia suatu oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini juga diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan atau  job description serta juga spesifikasi pekerjaan atau  job specification.


  • Seleksi tenaga kerja atau Selection
    Seleksi tenaga kerja iyalah suatu proses untuk menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat ataupun calon yang ada. Tahap awal yang perlu iyalah dilakukan setelah menerima berkas lamaran dengan melihat daftar riwayat hidup atau curriculum vitae(CV) milik pelamar.


    Kemudian dari proses pelamar dilakukan lagi penyortiran antara pelamar yang dipanggil dengan yang gagal dalam memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya iyalah memanggil kandidat terpilih untuk dapat dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja atau interview serta proses seleksi lainnya.


2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi ataupun perusahaan juga harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas serta tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan pada tenaga kerja agar tenaga kerja tersebut yang dapat lebih menguasai serta ahli di bidangnya masing-masing dan dapat meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan serta evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.


3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection

kompensasi iyalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi ataupun perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting juga disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada dalam lingkungan eksternal. Proteksi juga harus diberikan kepada pekerja agar pegawai dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja serta kontribusi perkerja tersebut tetap dapat maksimal dari waktu ke waktu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Secara Lengkap