Majas Aliterasi

Diposting pada

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai majas aliterasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian dan contoh kalimat, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Contoh-Majas-Aliterasi

Majas atau gaya bahasa ialah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, termausk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.

Bukan hanya dalam bahasa Indonesia, majas dibuat dengan memanfaatkan kekayaan makna dari suatu bahasa. Macam-macam majas juga ditemukan dalam banyak bahasa mulai dari bahasa Arab, bahasa Jerman, bahasa Inggris, bahasa Arab dan lainnya.

Baca Juga : Pengertian Majas

Secara umum di Indonesia majas terbagi bermacam-macam nah untuk kali ini kami akan mengulas yang merupakan termasuk salah satu majas tersebut, nah kalau begitu simak pemaparannya berikut ini.


Pengertian Majas Aliterasi

Majas aliterasi adalah salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia yakni majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan “huruf mati” pada awal kata minimal sebanyak dua kali.


Secara sederhana diartikan pengulangan bunyi huruf pada awal kata, suatu kalimat terdapat dua kali atau lebih pengulangan bunyi awalan kata yang sama. Gaya bahasa semacam ini banyak digunakan pada puisi. Untuk memahami lebih lanjut, berikut ialah contoh majas aliterasi.


Jenis Majas Aliterasi

Berikut ini adalah jenis dari majas aliterasi, sebagai berikut:


  • Majas Tautotes

Gaya bahasa perulangan atau repetisi dari suatu kata secara berulang dalam suatu konstruksi kalimat.


  • Majas Simploke

Sejenis gaya bahasa perulangan pada mula dan akhir di sejumlah baris atau kalimat secara berturut – turut.


  • Majas Enomerasia

Beberapa peristiwa yang menyusun satu kesatuan dan dicerminkan satu persatu supaya setiap peristiwanya terlihat dengan jelas.


  • Majas Asonansi

Asonansi adalahmajas repetisi yang berwujud duplikasi vokal yang sama. Biasanya digunakan dalam karya sastra laksana puisi ataupun prosa guna mendapatkan efek penekanan atau mengamankan makna sebuah kalimat.

Baca Juga : Kalimat : Pengertian, Contoh, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis


  • Majas Anafora

Pengulangan kata atau frasa pada mula kalimat atau penggalan kalimat yang dibentuk berurutan.


  • Majas Mesodiplosis

Mesodiplosis ialah sejenis majas perulangan kata atau frasa di tengah – tengah baris atau sejumlah kalimat secara berurutan.


  • Majas Tropen

Majas ini memakai kiasan memakai kata atau istilah beda terhadap kegiatan seseorang.


  • Majas Kiasmus

Gaya bahasa ini mengandung perulangan sekaligus inversi hubungan dua kata dalam satu kalimat.


  • Majas Episfora

Gaya bahasa berupa perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan.


  • Majas Anadiplosis

Sejenis gaya bahasa perulangan saat kata atau frasa terakhir dari sebuah klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa kesatu dari klausa atau kalimat yang berikutnya.

Baca Juga : Pengertian Dan Manfaat Kalimat Abstrak Lengkap


Contoh Aliterasi

Adapun contoh aliterasi yang diantaranya yaitu:

  1. Dengan senyum dengar irama.
  2. Ragu maju ragapun rapuh.
  3. Baju baru berwarna biru.
  4. Hamparan pasir tersapu ombak pasang.
  5. Jaga janinmu janji kita selamanya.
  6. Hembusan nafas serpihan sedih.
  7. Tidur terlentang di bawah pohon yang tenang.
  8. Bagai burung camar hingga diatas batu.
  9. Mengepakkan sayap terbang terlempar.
  10. Seroja satu selamanya setia.
  11. Salam hangat untukmu sahabat.
  12. Sahabat itu ibarat saudara sendiri.
  13. Sudah bertobat kurangis berkhinat.
  14. Sang surya datang sapa suara.
  15. Suara lantang lalu menghilang.
  16. Kisah cinta antara dua dunia.
  17. Susah senang sehidup semati.
  18. Lintasi laut lewati lalang.
  19. Merajut cerita memupuk rasa.
  20. Menuai berita yang sangat berharga.
  21. Langit biru lautan hati berderu
  22. Deru debu surutkan langkah
  23. Tekad baja tempa usaha nyata
  24. Hati senang hari-hari juga terasa ringan
  25. Salam sentosa seluruh manusia dunia
  26. Tetesan hujan temani menyapu luka
  27. Rindang hutan hujan segarkan dunia
  28. Hembusan angin membawa helaian pesan
  29. Bunga mekar menyibak indah
  30. Tetesan embun terus awali hari
  31. Hitam kelam kelabu dunia luar
  32. Haru biru hati berbisik
  33. Kita semua kian bersuka ria
  34. Tahu arah tahu destinasi tidak bakal salah
  35. Hitung waktu hingga berhenti
  36. Deras arus dengannya hilang pupus
  37. Satu kata sama rentak irama
  38. Dalam damai cinta ukur berapa
  39. Luas luapan samudera ciutkan jiwa
  40. Langgam lagu tari budaya negeri
  41. Satu-satu ketukan lagu
  42. Dalam diam damai seribu langkah
  43. Untaian doa untuk penyejuk jiwa
  44. Kelam hati kemana rebahkan kepala
  45. Bulir padi bunyi nyanyian pagi
  46. Semangat menggelora segarkan menyibak asa
  47. Kepakkan sayap kekarkan kaki
  48. Sambut-bersambut musim berganti
  49. Hilir mudik hingga datang dan pergi
  50. Singgah dan pergi siapapun takkan dapat hentikan
  51. Lemah gemulai lenggok tarian kehidupan
  52. Bias bingkai senja memblokir hari
  53. Kapan datang kapan pergi usah tanyakan
  54. Pupus lara punah hadirkan ceria
  55. Sepak terjang terang menyibak ilalang
  56. Tali-temali tautan mimpi menghantar pasti
  57. Langkah demi langkah perjalanan teruji
  58. Bahagia tawa bak berpadu rasa
  59. Satu kata sama berjuta makna menimbulkan tanya
  60. Raih satu rangkul bawa ke sana
  61. Hidup mati hingga tanpa diduga
  62. Elok rupa rusak budi bermakna
  63. Sayup-sayup panggilan doa
  64. Luapkan kegundahan kegalauan sujud pada-Nya
  65. Dalam untaian dalam ucapan-ucapan mutiara tersimpan berjuta harapan
  66. Meniti tangga kehidupan tambatkan harapan
  67. Lapang hati lapang jiwa jalan gampang disusuri
  68. Riak gelombang gemuruh mengikis karang kokoh
  69. Dalam alunan damai malam diam sunyi temaram
  70. Derap langkah dengan seiring buaian tangan
  71. Kepalkan tangan keras teriakkan seruan
  72. Dunia kumpulan duka yang tak berkesudahan
  73. Perhiasan permata jadi rebutan masing-masing insan
  74. Hati yang riang riak bahagia takkan pergi
  75. Kapal berlayar berlabuh sarat rintangan
  76. Setiap kesempatan selalu pakai waktu
  77. Hari berlalu hampa takkan kembali
  78. Tuliskan kesan tumpuan dalam masing-masing jalan kehidupan
  79. Ke mana singgah silih berganti berikan pelajaran
  80. Senyum manis selalu terukir lembut
  81. Kerja keras menuai hasil
  82. Hakikat hidup hakikat masa tak kekal
  83. Iri dengki itu jauhkan diri
  84. Langit cerah ceria lukisan alam
  85. Negeri sentosa sejahtera keinginan warga
  86. Tinggi gunung tidakkan didaki
  87. Senyum merekah selalu sampaikan salam pada dunia
  88. Berpangku tangan tak baik dibiasakan
  89. Hidup berkah berbuah eloklah dicari
  90. Selamat dunia selamat akhirat tak terdapat bandingan
  91. Silap kata simpan dihati menuai angkara murka
  92. Dalam damai bimbingan ikhtiar dibanyakkan
  93. Kata hati kata sanubari
  94. Luapkan kegundahan kegalauan basahi lidah lewat namaNya yang indah
  95. Ucap beribu guna syukur tiada berhenti
  96. Tempahan diri didikan insan sejati
  97. Meskipun lenyap lesap budi baik takkan hilang.
  98. Dentingan gelas debur atur melodi
  99. Singsingkan bahu siap berseru satu berpadu
  100. Melesap lenyap lebur kata tanpa makna
  101. Sunting sulaman emas harta simpanan
  102. Luluh melebur luruh menjadi satu
  103. Satukan kata samakan bulatkan suara
  104. Jiwa berkelana berlagu rindu menyapa
  105. Bukan bunga sebarang bunga
  106. Pupuk rasa puisi ciptakan rindu di dada
  107. Tanpa rasa takkan estetis dunia
  108. Pijakan pipih tanda kuatnya jiwa
  109. Rayu-merayu ragu dalamnya rindu
  110. Satu dua tiga sama tahapan terukur
  111. Jalan panjang jarum takkan mundur
  112. Kata-kata pukau jiwa
  113. Kebersamaan kesamaan lahirkan kepedulian
  114. Hati bertaut hampa hapuskan jarak
  115. Tumbuh mekar tumpuan bunga serumpun indah
  116. Di kala diri gundah dan sepi
  117. Lapangkan jiwa lahirkan sambut suka ria
  118. Pandang lurus panjang ke depan tanpa halangan
  119. Sepadan jiwa sejoli langkah seirama
  120. Penuh liku perigi hingga persimpangan jalan
  121. Ke mana langkah lalu timbulkan tidak sedikit tanya
  122. Hendak menggapai menggenggam tangan tak sampai
  123. Kucurkan salam kurnia tanda kemuliaan
  124. Berhadap-hadapan jalin jadikan pengertian
  125. Sekeping hati semua guna cinta
  126. Takkan habis hampa sisakan lara
  127. Dalam pangkuan dalam dekapan kasih sayang-Nya
  128. Tautkan hati tambatkan tahapan berarti
  129. Dalam doa damai terukir mimpi
  130. Budi bahasa baik harus dikenang
  131. Mencintai mengagungkan tuhan sumber kekuatan
  132. Kekuatan cinta cipta manusia manusia
  133. Kutip kata kuncup bunga sematkan dalam hati
  134. Damai hati hari-hari gampang melalui
  135. Beribu jalan benar satu tambatan
  136. Penat melangkah perahu berbalik arah
  137. Episode hidup hingga silih berganti
  138. Tarikan nafas tambatkan asma-Nya yang indah
  139. Pantang berhenti bertarung sampai nafas terhenti
  140. Kesabaran tak mudah murah didapatkan
  141. Limpahan kebahagian kepada-Nya syukur tak hilang
  142. Bunga bertebaran bulir embrio layukan masa
  143. Sempitkan jiwa sepi sebab lupa pada-Nya
  144. Biru hati bisa bening dan sejuk
  145. Dongakkan kepala kembali tautkan hati
  146. Nyiur melambai melirik arahkan langkah
  147. Kapal karam sisakan cerita
  148. Terbang bebas berangan tanpa batas
  149. Cinta datang dan pergi dalam kehidupan
  150. Dalam kerinduan keinginan terselip doa dan harapan
  151. Tiap langkah larut pudarkan lara
  152. Dalam diam dalam beribu harapan
  153. Buah ranum dan busuk jatuh pada masanya
  154. Kesatuan jiwa kemilau sibakkan lara
  155. Lamunan senja senantiasa ukir cerita
  156. Makna mendalam menjadi pelajaran
  157. Pelangi indah pelukismu sembulkan wajah
  158. Wajah berseri warna manis rupawan
  159. Kala senja berhembus sejuk
  160. Keindahan malam lenyapkan kegundahan
  161. Gundah dan resah berganti mengalir bersama butiran pasir
  162. Manisnya gula tak seimbang dengan manisnya mulut
  163. Megah mewah harta melimpah ruah
  164. Kini kita dipersatukan oleh-Nya
  165. Perjuangan ini permulaan raga yang dihempas karang