Pengertian Gaya Gerak Listrik

Diposting pada

Membicarakan tentang gaya dalam ilmu fisika banyak sekali macam jenis nya salah satunya yaitu gaya gerak listrik yang pada kesempatan kali ini akan dibahas secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Gaya-Gerak-Listrik

Pengertian Gaya Gerak Listrik

Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung penghantar sebelum dialiri arus listrik. Gaya gerak listrik disingkat dengan GGL, dengan satuan volt.


Gaya gerak listrik adalah suatu energy yang diberikan pada setiap muatan listrik untuk bergerak antara dua kutub baterai atau generator. Sebuah electron-elektron bermuatan e yang bergerak dari kutub negative ke kutub positif melalui konduktor di luar baterai dengan gaya gerak listrik sebesar V, akan mendapat energy sebesar e x V joule.

Baca Juga : Pengertian Gaya Gesek


Pada dasarnya sumber GGL itu segala jenis alat yang muatan positif sama negatifnya terpisah. Kedua ujung dari alat tersebut di sebut dengan terminal. Muatan positif numpuknya di terminal positif, sementara pada muatan negatif, pastinya di terminal negatif.


Terminal positif namanya anoda. Terminal negatif namanya katoda. Dalam mengingat nya simpel saja yaitu. Kalau positif itu ga ada noda. Ga ada noda kan anoda, seperti gak ada tuhan, kan disebut dengan ateis. Huruf a didepannya itu. Positif gak ada noda, negatif katoda. Simpel kan dalam menghapalnya.


Sejarah Gaya Gerak Listrik

Pada eksperimen yang dilaksanakan Michael Faraday, saat kutub unsur utara magnet digerakkan mendekati kumparan, jarum pada galvanometer akan membias ke kanan. Sebaliknya, andai magnet diam di dalam kumparan, jarum galvanometer tidak bergerak atau tidak membias sama sekali. Peristiwa munculnya arus listrik ini dinamakan induksi elektromagnetik. Beda potensial yang timbul salah satu ujung-ujung kumparan dinamakan dengan Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi.


Jarum galvanometer ternyata pun bergerak saat magnet dikeluarkan dari kumparan. Hanya saja, arah pembiasan jarum galvanometer bertentangan dengan arah penyimpangan saat jarum berada dalam kumparan. Dari hasil eksperimen Michael Faraday dapat diputuskan bahwa Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi ialah perubahan garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan.

Baca Juga : Gerak Melingkar Beraturan


Rumus Gaya Gerak Listrik

Besarnya pada gaya gerak listrik atau tegangan yang menimbulkan arus listrik pada percobaan Faraday sebanding dengan laju suatu perubahan fluks magnetik yang melalui kumparan. Jadi Kesimpulan tersebut bila dituliskan secara matematis yaitu sebagai berikut.

rumus-ggl

Keterangan:

N = jumlah lilitan
DF = fluks magnetik (Weber atau Wb)
Dt = perubahan waktu/selang waktu (sekon)
Ei = ggl induksi (volt)


Sumber Gaya Gerak Listrik

Gaya Gerak Listrik bisa timbul dari perangkat yang mempunyai kutub negatif dan kutub positif yang terpisah. Dua kutub ini dinamakan terminal. Muatan listrik positif bakal berkumpul di terminal positif. Muatan listrik positif bakal berkumpul di terminal positif. Terminal positif disebut pun dengan anoda, sementara terminal negatif disebut pun dengan katoda.


Terpisahnya terminal positif dengan terminal negatif memunculkan adanya medan listrik. Medan listrik ini memiliki arah dari anoda ke katoda. Medan listrik ini menciptakan muatan positif tidak jarang kali terdorong ke terminal negatif. Medan listrik ini pun mendorong muatan negatif mengarah ke ke terminal positif.


Terdorongnya muatan positif ke terminal negatif, dan kebalikannya muatan negatif ke terminal positif dapat ditentang dengan sebuah medan non listrik yang didapatkan oleh sebuah alat. Medan non listrik teknik kerjanya bertentangan dengan teknik kerja medan listrik. Gaya Gerak Listrik mendorong elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi.


Sumber Gaya Gerak Listrik (GGL) dapat mengolah energi kimia, energi mekanik, dan format energi yang beda menjadi energi listrik. Contoh sumber Gaya Gerak Listrik (GGL) yang sudah tak asing di dalam kehidupan sehari-hari ialah baterai dan generator.

Baca Juga : Energi Potensial – Pengertian, Jenis, Gravitasi, Listrik, Magnetik, Elastis, Contoh Soal


Baterai yang ideal ialah sumber gaya gerak listrik yang bisa menjaga supaya beda potensial antara kedua kutub (terminal) tetap dan tidak bergantung pada kecepatan aliran muatan. Baterai yang ideal mempunyai lain potensial yang sama dengan gaya gerak listrik (ggl) baterai.


Pada ketika arus dihilangkan atau ditarik dari baterai, tegangan antara terminal positif dan negatif menjadi tidak konstan atau turun dari nilai GGL nya. Peristiwa ini terjadi sebab reaksi kimia pada baterai tidak dapat memasok muatan dengan lumayan cepat guna mempertahankan supaya ggl tetap penuh. Muatan-muatan yang melaju bebas selalu memiliki hambatan. Ini berarti, di dalam baterai tersebut sendiri ada hambatan. Hambatan ini dinamakan hambatan dalam baterai.


Baterai dapat dirasakan sebagai suatu baterai ideal dengan gaya gerak listrik (E) dibentuk seri terhadap hambatan dalam (r). Tegangan jepit yang adalahtegangan luar iR disimbolkan dengan VAB.


Contoh Soal GGL Induksi

Suatu kumparan dengan 3.000 lilitan, terjadi terjadi suatu perubahan fluks magnetik 1.500 Wb selama selang waktu 2 sekon. Hitunglah besar ggl induksinya!


Penyelesaian

Diketahui
N = 3.000
ΔΦ = 1.500 Wb
Δt = 2 sekon

Ditanya  : Ei = …. ?


Jawab

Ei = -3.000 (1.500:2)
= 2,25 x 106

Jadi di dalam suatu kumparan tersebut timbul ggl induksi sebesar 2,25 × 106 volt (tanda – menunjukkan arah ggl).

Tanda negatif menunjukkan suatu arah gaya gerak listrik (ggl) Nah, apa yang terjadi ketika jumlah lilitan dalam kumparan ditambah?

Baca Juga : Rumus Gaya Fisika

Bila jumlah lilitan dalam kumparan diperbanyak, jarum galvanometer akan menyimpang lebih jauh. Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik induksi yang mengalir melalui kumparan meningkat dan ggl induksi bertambah besar.

Selain dengan memperbanyak jumlah lilitan, ggl induksi bisa bertambah lebih besar bila kecepatan magnet yang memasuki kumparan dipercepat.