Fase Perkembangan Kepribadian Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Fase-Perkembangan-Kepribadian

Pengertian Kepribadian

Seorang individu kepribadian merupakan konglomerasi agregat dari keputusan yang kami buat sepanjang hidup kita (Bradshaw [ siapa? ]). There are inherent natural, genetic, and environmental factors that contribute to the development of our personality. Ada faktor alam, genetik, dan lingkungan yang melekat yang berkontribusi terhadap perkembangan kepribadian kita. According to process of socialization, “personality also colors our values, beliefs, and expectations … Hereditary factors that contribute to personality development do so as a result of interactions with the particular social environment in which people live.”


Menurut proses sosialisasi, “kepribadian juga warna nilai-nilai kita, keyakinan, dan harapan … faktor keturunan yang berkontribusi untuk pengembangan kepribadian melakukannya sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial tertentu di mana orang hidup.” There are several personality types as Katharine Cook Briggs and Isabel Briggs Myers illustrated in several personalities typology tests . Ada beberapa tipe kepribadian Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers digambarkan dalam beberapa tipologi kepribadian tes .


These tests only provide enlightenment based on the preliminary insight scored according to the answers judged by the parameters of the test. Tes ini hanya memberikan pencerahan berdasarkan wawasan awal mencetak sesuai dengan jawaban dinilai oleh parameter pengujian. Other theories on personality development are Jean Piaget stages of development, and personality development in Sigmund Freud ‘s theory being formed through the interaction of id, ego, and super-ego . teori lain di pengembangan kepribadian adalah Jean Piaget tahap perkembangan, dan pengembangan kepribadian di Sigmund Freud teori ‘yang terbentuk melalui interaksi id, ego, dan super-ego .


Personality dari kata latin persona = topeng -> bagaiman seseorang tampak dari sudut pandang orang lain, jadi bukan “diri” yang sebenarnya


Definisi personality menurut allport : kepribadian adalah susunan sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang akan menentukan penyesuaian individu yang unik terhadap lingkungan. Susunan : bahwa kepribadian dibangun dari ciri ciri yang saling berkaitan. Dinamis menunjukkan adanya perubahan kualitas dalam kepribadian dan sistem psikofisik terdiri dari kebiasaan ( habits ), sikap ( attitude ), nilai ( value ) keyakinan ( believe in ) , emosi ( emotion ), perasaan ( feel ) dan motif yang bersifat psikologis, tetapi mempunyai dasar fisik secara umum. Ketiganya merupakan kekuatan motivasi yang akan menentukan jenis penyesuaian yang akan dilakukan anak ( bersifat unik )


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kepribadian, Tipe Beserta Ciri, Faktor Penentunya


Perkembangan Kepribadian Menurut Para Ahli

  • Gordon Allport
    Sesuatu yang bisa berubah secara teratur,bertumbuh dan berkembang.

  • Koenndjaraningrat
    Merupakan ciri dari dari watak yang diperlihatkan seseorang dari lahir sampai lanjut usia.


  • George Herbert Mead
    Tingkah laku manusia dalam berkembang dan berlangsung seumur hidup,dengan berinteraksi dengan anggota masyarakat.


  • Theodore M.Newcombe
    Merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki oleh seseorang,sebagai latar belakang terhadap perilaku


  • Krech dan Crutchfield
    Integritas dari semua karakteristik individu dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah-ubah dan terus menerus.


  • Adolf Heuken S.J.dkk
    Pola menyeluruh semua kemampuan,perbuatan,serta kebiasaan seseorang,baik jasmani,mental,rohani,emosional maupun yang sosial.


  • Yinger
    Merupakan keseluruhan dari seseorang dan sistem kecendrungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.


  • Horton
    Merupakan keseluruhan sikap,perasaan,ekspresi dan tempramen seseorang.


  • Robert Sutherland
    Merupakan suatu hubungan interaksi antara lingkungan masyarakat dan kebudayaan.


  • Atkinson
    Merupakan pola dari perilaku dan cara berpikir khas yang menentukan penyesuaian diri individu dengan lingkungan.


Kepribadian yaitu suatu organisasi yang unik pada diri setiap individu yang ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan sehingga menjadi penentu atau mempengaruhi tingkah laku. Kepribadian mencakup kebiasaan,sikap,dan sifat yang dimiliki seseorang apabila berhubungan dengan orang lain


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli


Struktur dan Tipologi kepribadian

Struktur kepribadian

  • Id adalah sistem kepribadian yang asli atau merupakan dunia batin manusia yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar Contonnya :padasaat kita batuk dan lapar
  • Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Contohnya :Suara hati untuk memutuskan makan atau  tidak
  • Super Ego adalah aspek kepribadian  yang menanmpung semua standar moral yang kita dapat dari orang tua. Contohnya :Memberikan pertimbangan

Tipologi kepribadian

Tipologi kepribadian merupakan pengetahuan yang menggolongkan manusia berdasarkan faktor tertentu misalnya karakteristik , fisik,psikis dan budaya.


Contoh  :

  1. Karakteristik : pemalu,pendiam,pemarah,penyabar,
  2. fisik : bentuk  tubuh yang diwarisan dari orang tua,
  3. Psikis : pikiran dan perasaan,
  4.  Budaya : identitas,warisan,pola perilaku

Beberapa pandangan tentang kepribadian :

1.Tipologi C.G Jung menggolongkan krpribadian manusia dalam tiga golongan yaitu :

  • introfert yaitu tipe kepribadian dimana minatnya lebih mengarah kedalam pikiran dan pengalaman sendiri.Tiindakannya lebih dipengaruhi dari dalam dirinya sendiri.orang dengan kepribadian ini mempunyai sifat tertutup,tidak tahan kritik,mudah tersinggung,sukar bergaul,sukar dimengerti orang lain dan suka membesar-besarkan masalah.
  • Ekstrofer yaitu tipe kepribadaian dimana tindakannya lebih banyak di pengaruhi dunia luar.Orang dengan kepribadian ini,bersifat terbuka,lincah dalam pergaulan,periang,ramah,ekpresi emosinya sponyan,kebal terhadap kritik,tidak begitu merasakan kegagalan serta tidak banyak mengadaakn analisis dan kritik diri sendiri.
  • Ambiver tipe kepribadian ini dimana orang tersebut memiliki kedua tipe dasar dan sulit untuk memasukkan kedalam satu tipe.

2.Tipologi hipocrates-Galenus,teori yang paling populer merupakan pengembnagan dari teori Empedokretus.teori ini membagi kepribadaian manusia berdasarka empat macam cairan tubuh yang ada dalam cairan tubuh manusia yaitu Sifat kering terdapat dalam chole ( empedu kuning ),sifat basah terdapat dalam melan chole (empedu hitam ),sifat dingin trdapat dalam phlegma ( lendir ),sifat panas terdapat dalam sanguis ( darah )


3.Tipologi kretschmer :menghubungkan antara konstitusi jasmania dan konstitusi kejiwaan (tempramen ) yang akan membantu kepribadian.Konstitusi kejiwaan dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. schizothym dan cyclothym. Schizothym :sulit untuk kontak dengan dunia luar dan menutup diri sendiri bersifat pemalu,penyendiri,senang berpikir tantang dirinya sendiri dan cepat tersinggung.
  2. Caaylothym :mudah kontak denagan dunia luar mudah adap tasi,mudah mersakan suka duka,terbuka,aktif.

4.Heimen ( tipe emosionalitas )

  • emosional ; mudah tergoyah oleh perasaan sehingga mudah bertindak.
  • Tidak emosional :perasaan sedikit,tidak mudah tergoyah oleh perasaan lain sehingga tidak mudah brtindak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kepribadian – Konsep, Ciri, Faktor, Fungsi, Perkembangan, Psikologi, Para Ahli


Teori Pengembangan Kepribadian

Pengembangan Kepribadian telah menjadi topik utama yang menarik bagi beberapa pemikir yang paling menonjol dalam psikologi. Perkembangan kepribadian adalah apa yang membuat kita unik, tetapi bagaimana tepatnya hari ini kita menjadi siapa?


Untuk menjawab pertanyaan ini, teoretisi terkemuka banyak dikembangkan teori tahap untuk menggambarkan berbagai langkah dan tahapan yang terjadi di jalan pengembangan kepribadian. Teori-Teori Pengembangan Kepribadian ini berfokus pada berbagai aspek pengembangan kepribadian, termasuk kognitif, perkembangan sosial dan moral.


  • Piaget Tahapan Pengembangan Kognitif

Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif tetap salah satu yang paling sering dikutip dalam psikologi, meskipun menjadi subjek kritik yang cukup. Sementara banyak aspek teori tidak teruji oleh waktu, namun ide intinya tetap penting hari ini: anak-anak berpikir berbeda daripada orang dewasa. Pelajari lebih lanjut tentang teori Piaget terobosan dan kontribusi penting dibuat untuk pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.


  • Freud Tahapan Pembangunan Psikoseksual

Selain menjadi salah satu terbaik tahu pemikir di bidang pengembangan kepribadian, Sigmund Freud tetap salah satu yang paling kontroversial. Pada tahap teori terkenal tentang perkembangan psikoseksual, Freud menyarankan bahwa kepribadian berkembang secara bertahap yang berkaitan dengan zona erotis tertentu. Kegagalan untuk berhasil menyelesaikan tahap ini, ia menyarankan, akan menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.


  • Freud Struktural Model Kepribadian

Konsep Freud tentang id, ego dan superego telah menjadi terkenal dalam budaya populer, meski kurangnya dukungan dan skeptisisme besar dari banyak peneliti. Menurut Freud, tiga unsur dari kepribadian-yang dikenal sebagai id, ego, dan superego-bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.


  • Erikson Tahapan Pembangunan Psikososial

Teori Erik Erikson tentang delapan tahap perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Sementara teori didasarkan pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada pengembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.


  • Kohlberg Tahapan Pembangunan Moral

Lawrence Kohlberg mengembangkan teori pengembangan kepribadian yang berfokus pada pertumbuhan pemikiran moral. Bangunan pada proses dua-tahap yang diusulkan oleh Piaget, Kohlberg memperluas teori untuk meliputi enam tahapan yang berbeda. Sementara teori tersebut telah dikritik karena beberapa alasan yang berbeda, termasuk kemungkinan bahwa ia tidak mengakomodasi jenis kelamin yang berbeda dan budaya yang sama, teori Kohlberg tetap penting dalam pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Unsur, Dan Jenis Kepribadian Beserta Ciri-Cirinya Lengkap


Fase Perkembangan Kepribadian

Dalam fase-fase perkembangan kepribadian di setiap individu tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya, tetapi secara umum bisa dirumuskan sebagai berikut :


Fase Pertama

Fase awal atau pertama dimulai sejak anak mulai berusia satu hingga dua tahun, saat anak tersebut mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini kita bisa membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian yang penting yaitu sebagai berikut :


  • Bagian pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut dengan attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah dikemudian hari. Unsur-unsur itu ialah struktur dasar kepribadian ( basic personality structure ) dan capital personality, kedua unsur tersebut merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orang tuanya.

  • Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari.


Fase Kedua

Untuk fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dari usia dua hingga tiga tahun. Fase ini merupakan fase dalam perkembangan yang dimana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulia berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada dilingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya.


Dalam fase ini berlangsung relatif panjang sampai anak menjelang masa kedewasaannya hingga kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini.


  1. Dorongan-Dorongan ( Drives )
    Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drivers ini dibedakan atas kehendak dan nafsu-nafsu, kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat cultural yang artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Sedangkan nafsu-nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis misalnya nafsu makan, birahi ( seksual ), amarah dan yang lainnya.


  2. Naluri ( Instinct )
    Naluri merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup, misalnya seorang ibu memiliki naluri yang begitu kuat untuk memiliki anak, mangsuh dan membesarkan sampai dewasa. Naluri ini bisa dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa perlu belajar dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup.


  3. Getaran Hati ( Emosi )
    Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang, sedih, indah, serasi dan yang lainnya.


  4. Perangai
    Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat dan diindentifikasi oleh orang lain.


  5. Inteligensi ( Intelligence Quetient-IQ )
    Inteligensi ialah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang, sesuatu yang termasuk dalam intelegensi ialah IQ memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang melakukan sosialisasi.


  6. Bakat ( Talent )
    Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.


Fase Ketiga

Dalam proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga ini terjadi perkembangan yang relative tetap yakni dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai kepribadian yang bersifat abstrak. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian yakni kepribadian normative, kepribadian otoriter dan kepribadian perbatasan.


  • Kepribadian Normatif ( Normative Man )
    Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang ideal, yang dimana seseorang memiliki prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil sosialisasi pada masa sebelumnya. Seseorang memiliki kepribadian normative apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakukan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada didalam masyarakat. Tipe ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain.


  • Kepribadian Otoriter ( Otoriter Man )
    Dalam tipe ini terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada kepentingan orang lain. Situasi ini sering terjadi pada anak tunggal, anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang disekitarnya serta anak yang sejak kecil memimpin kelompoknya.


  • Kepribadian Perbatasan ( Marginal Man )
    Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang relative labil dimana ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya seringkali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang itu memiliki lebih dari satu corak kepribadian. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualism budaya, misalnya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat yang berbeda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya


Konsep Pengembangan Kepribadian

Sejenak mungkin kita akan bertanya apa itu Konsep Diri? Apa esensinya? Kegunaannya apa?dan banyak lagi pertanyaan yang mungkin terlontar tentang Pengembangan Kepribadian diatas. Sebelum pertanyaan tersebut dijawab, mungkin kita perlu sejenak membayangkan kondisi berikut.


Seandainya anda memiliki sebuah DeskTop PC (Personal Computer) dengan spesifikasi PENTIUM IV 3 Ghz, HardDisk 40 GB, DDRAM 256 MB, CDRW 52×36×48, SoundCard Yamaha, VGA GeForce, OS MS Windows XP Pro, dan berbagai komponen yang mutakhir lainnya. Lalu andaikan OS (Operating System) yang anda gunakan untuk PC tadi adalah MS DOS 3.0 bukan Windows XP apa yang terjadi pada PC tersebut? Ada 2 kemungkinan, yang pertama mungkin PC anda tidak mau jalan karena OS yang anda gunakan sudah ketinggalan jaman. Yang kedua, PC anda jalan tapi tidak bekerja optimal sehingga keunggulan komponen-komponen tidak dapat dirasakan.


Nah, itulah konsep diri. Konsep diri dadalah Operating System bagi NeckTop PC, yaitu Sistem Persyarafan tubuh kita. Kita ini merupakan sebuah komputer yang paling canggih tetapi tanyakan pada diri kita, “Apa kita sudah sering meng-upgrade konsep diri atau pengembangan kepribadian kita?” Komponen Konsep Diri. Konsep diri memiliki 3 komponen yang sangat penting karena akan mempengaruhi hidup kita mulai saat kecil hingga sekarang, komponen pengembangan kepribadian tersebut antara lain :


  1. Diri Ideal.Dalam konteks dunia pendidikan, diri ideal yang sering ditetapkan orangtua adalah anak harus mendapat nilai sempurna (100 atau A). dalam setiap ujian

  2. Citra Diri.Anda akan selalu bertindak atau bersikap sesuai dengan gambar yang muncul dalam cermin/citra diri anda.


  3. Harga Diri.Semakin anda menyukai diri anda, menerima diri anda, & hormat pada diri anda sendiri sebagai seorang yang berharga & bermakna, maka semakin tinggi harga diri anda.


Kesimpulannya dapat dimisalkan sebagai berikut : Orangtua anda menetapkan diri ideal anda harus mendapat nilai 100 untuk ulangan Matematika, tetapi anda hanya dapat nilai 60 (Citra diri). Yang terjadi sekarang adalah diri ideal tidak sejalan dengan citra diri.Ini sudah pasti akan berpengaruh pada harga diri dan juga bagi Pengembangan Kepribadian anda.


Bagaimana Konsep Diri Terbentuk.

Bangunan konsep diri itu seperti meja, dimana terdapat kaki-kaki penyokongnya. Yang sangat berperan dalam “Meja” tersebut antara lain :

  • Siapa yang memasang kaki tersebut?Pertama Orangtua dan setelah itu Guru
  • Seberapa intensitas emosi yang timbul saat itu?Sedih,malu,bahagia,bangga,dll
  • Repetisi.Semakin sering, berarti semakin kuat kaki yang terpasang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penyimpangan Sosial : Pengertian, Contoh, Bentuk, Teori, Ciri Dan Solusinya


Faktor Mempengaruhi Kepribadian

  1. Lingkungan alam adalah pola perilaku masyarakat yang dipengaruhi lingkungan alam
    contoh : Perbedaan iklim dan sumber daya alam yang menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri dengan alam.

  2. Genetik merupakan manusia mempunyai biologis yang unik berbeda dengan orang lain Contoh : Anak kembar sekalipun mempunyai karakteristik yang berbeda


  3. Kebudayaan adalah nilai-nilai dan norma yang mengatur perilaku dan mempengaruhi pembentukan kepribadian.
    Conton :Negara bagian barat di perbolehkan menggunakan pakian terbuka,sedangkan negara bagian timur tidak mengijinkan


  4. Sifat merupakan perubahan perilaku yang baik dan buruk
    Contoh :
    – Jujur,baik,berpikir posetif,suka menolong.
    – Merasa iri,mersa paling pintar,malas kerja tugas,berbohong.


Daftar Pustaka

  • Alwisol.   (2005) psikologi kepribadian Malang  : penerbit Universitas Muhammadyah Malang