Materi Tentang Data Mining Lengkap

Diposting pada

Materi Tentang Data Mining Lengkap – Banyak sekali definisi mengenai apa itu data mining. Data mining merupan suatu alat yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses secara cepat data dengan jumlah yang besar.


Pengertian yang lebih khusus dari data mining, yaitu suatu alat dan aplikasi menggunakan analisis statistik pada data.


Data mining adalah suatu proses ekstraksi atau penggalian data dan informasi yang besar, yang belum diketahui sebelumnya, namun dapat dipahamidan berguna dari database yang besar serta digunakan untuk membuat suatu keputusanbisnis yang sangat penting.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini : Inilah Penjelasan Database Dan Perangkat Lunak Yang Di Gunakan


Data mining menggambarkan sebuah pengumpulan teknik-teknik dengan tujuan untuk menemukan pola-pola yang tidak diketahui pada data yang telah dikumpulkan. Data mining memungkinkan pemakai menemukan pengetahuan dalam data database yang tidak mungkin diketahui keberadaanya oleh pemakai.


Data Mining


Pengertian Data Mining

Data mining adalah sebuah proses percarian secara otomatis informasi yang berguna dalam tempat penyimpanan data berukuran besar.


Istilah lain yang sering digunakan diantaranya knowledge discovery (mining) in databases (KDD), knowledge extraction, data/pattern analysis, data archeology, data dredging, information harvesting, dan business intelligence.


Teknik data mining digunakan untuk memeriksa basis data berukuran besar sebagai cara untuk menemukan pola yang baru dan berguna. Tidak semua pekerjaan pencarian informasi dinyatakan sebagai data mining.


Sebagai contoh, pencarian record individual menggunakan database management system atau pencarian halaman we tertentu melalui kueri ke semua search engine adalah pekerjaan pencarian informasi yang erat kaitannya dengan information retrieval.


Teknik-teknik data mining dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem-sistem information retrieval.


Data mining adalah bagian integral dari knowledge discovery in databases (KDD).Keseluruhan proses KDD untuk konversi raw data ke dalam informasi yang berguna ditunjukkan dibawah ini :


Proses KKD


Data input dapat disimpan dalam berbagai format seperti flat file, spreadsheet, atau tabel-tabel relasional, dan dapat menempati tempat penyimpanan data terpusat atau terdistribusi pada banyak tempat.


Tujuan dari preprocessing adalah mentransformasikan data input mentah ke dalam format yang sesuai untuk analisis selanjutnya.


Langkah-langkah yang terlibat dalam preprocessing data meliputi mengabungkan data dari berbagai sumber, membersihkan (cleaning) data untuk membuang noise dan observasi duplikat, dan menyeleksi record dan fitur yang relevan untuk pekerjaan data mining.


Karena terdapat banyak cara mengumpulkan dan menyimpan data, tahapan preprocessing data merupakan langkat yang banyak menghabiskan waktu dalam KDD.


Hasil dari data mining sering kali diintegrasikan dengan decision support system (DSS). Sebagai contoh, dalam aplikasi bisnis informasi yang dihasilkan oleh data mining dapat diintegrasikan dengan tool manajemen kampanye produk sehingga promosi pemasaran yang efektif yang dilaksanakan dan dapat diuji.


Integrasi demikian memerlukan langkah post processing yang menjamin bahwa hanya hasil yang valid dan berguna yang akan digabungkan dengan DSS.


Salah satu pekerjaan dan postprocessing adalah visualisasi yang memungkinkan analyst untuk mengeksplor data dan hasil data mining dari berbagai sudur pandang. Ukuran-ukuran statistik dan metode pengujian hipotesis dapat digunakan selama post processing untuk membuang hasil data mining yang palsu.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :18 Pengertian Website Menurut Para Ahli ( Contoh, Jenis, Manfaat )


Secara khusus, data mining menggunakan ide-ide seperti (1) pengambilan contoh, estimasi, dan pengujian hipotesis, dari statistika dan (2) algoritme pencarian, teknik pemodelan, dan teori pembelajaran dari kecerdasan buatan, pengenalan pola, dan machine learning.


Data mining juga telah mengadopsi ide- ide dari area lain meliputi optimisasi, evolutionary computing, teori informasi, pemrosesan sinyal, visualisasi dan information retrieval.


Sejumlah area lain juga memberikan peran pendukung dalam data mining, seperti sistem basis data yang dibutuhkan untuk menyediakan tempat penyimpanan yang efisien, indexing dan pemrosesan kueri. ditunjukkan hubungan data mining dengan area- area lain dibawah ini.


hubungan data mining


Istilah dalam Data Mining


  • Knowledge Presentation (di mana gambaran teknik visualisasi dan pengetahuan digunakan untuk memberikan pengetahuan yang telah ditambang kpada user).

  • Data Selection (di mana data yang relevan dengan tugas analisis dikembalikan ke dalam database)

  • Data Transformation (di mana data berubah atau bersatu menjadi bentuk yang tepat untuk menambang dengan ringkasan performa atau operasi agresi)

  • Data Cleaning (untuk menghilangkan noise data yang tidak konsisten)
  • Data Integration (di mana sumber data yang terpecah dapat disatukan)

  • Data Mining (proses esensial di mana metode yang intelejen digunakan untuk mengekstrak pola data)

  • Pattern Evolution (untuk mengidentifikasi pola yang benar-benar menarik yang mewakili pengetahuan berdasarkan atas beberapa tindakan yang menarik)

Fungsi Data Mining


Fungsi Data mining adalah  mengidentifikasi fakta- fakta atau kesimpulan-kesimpulan yang di sarankan berdasarkan penyaringan melalui data untuk menjelajahi pola-pola atau anomali-anomali data. Data Mining mempunyai 5 fungsi:


  • Classification, yaitu menyimpulkan definisi-definisi karakteristik sebuah grup. Contoh: pelanggan-pelanggan perusahaan yang telah berpindah kesaingan perusahaan yang lain.

  • Clustering, yaitu mengindentifikasikan kelompok-kelompok dari barang-barang atau produk-produk yang mempunyai karakteristik khusus(clustering berbeda dengan classification, dimana pada clustering tidak terdapat definisi-definisi karakteristik awak yang di berikan pada waktu classification.)

  • Association, yaitu mengidentifikasikan hubungan antara kejadian-kejadian yang terjadi pada suatu waktu, seperti isi-isi dari keranjang belanja.

  • Sequencing Hampir sama dengan association, sequencing mengidentifikasikan hubungan-hubungan yang berbeda pada suatu periode waktu tertentu, seperti pelanggan-pelanggan yang mengunjungi supermarket secara berulang-ulang.

  • Forecasting memperkirakan nilai pada masa yang akan datang berdasarkan pola-pola dengan sekumpulan data yang besar, seperti peramalan permintaan pasar.

Tujuan Data Mining


  • Explanatory adalah Untuk menjelaskan beberapa kondisi penelitian, seperti mengapa penjualan truk pick up meningkat di colorado.

  • Confirmatory Untuk mempertegas hipotesis, seperti halnya 2 kali pendapatan keluarga lebih suka di pakai untuk membeli peralatan keluarga, di bandingkan dengan satu kali pendapatan keluarga.

  • Exploratory Menganalisis data untuk hubungan yang baru yang tidak di harapkan, seperti halnya pola apa yang cocok untuk kasus penggelapan kartu kredit.

Metode Data Mining


sebagai salah satu bagian dari sistem informasi, data mining menyediakan perencanaan dari ide hingga implementasi akhir. Komponen-komponen dari rencana data mining adalah sebagai berikut.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini : √ Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli & Komponennya Lengkap


  1. Analisa Masalah (Analyzing the Problem) Data asal atau data sumber harus bisa ditaksir untuk dilihat apakah data tersebut memenuhi kriteria data mining.

    Kualitas kelimpahan data adalah faktor utama untuk memutuskan apakah data tersebut cocok dan tersedia sebagau tambahan. Hasil yang diharapkan dari dampak data mining harus dengan hati-hati dimengerti dan dipastikan bahwa data yang diperlukan membawa informasi yang bisa diekstrak.


  1. Mengekstrak dan Membersihkan Data (Extracting dan Cleansing The Data) Data pertama kli diekstrak dari data aslinya, seperti dari OLTP basis data, text file, Microsoft Acces Database, dan bahkan dari spreadsheet, lalu data tersebut diletakan dalam data warehouse yang mempunyai sruktur yang sesuai dengan data model secara khas.

    Data Transformation Service (DTS) dipakai untuk mengekstrak dan membersihkan data dari tidak konsistennya dan tidak kompatibelnya dengan format yang sesuai.


  1. Validitas Data (Validating the Data) Sekali data telah diekstrak dan dibersihkan, ini adalh latihan yang bagus untuk menelusuri model yang telah kita ciptakan untuk memastikan bahwa semua data yang ada adalah data sekarang dan tetap.

  1. Membuat dan Melatih Model (Creatig and Training the Model) Ketika algoritma diterapkan pada model, struktur telah dibangun.

    Hal ini sangatlah penting pada saat ini  untuk melihat data yang telah dibangun untuk memastikan bahwa data tersebut  menyerupai fakta di dalam data sumber.


  1. Query Data dari Model Data Mining (Querying the Model Data) Ketika model yang telah cocok diciptakan dan dibangun, data yang telah dibuat tersedia untuk mendukung keputusan.

    Hal ini biasanya melibatkan penulisan front end query aplikasi dengan program aplikasi/suatu program basis data.


  1. Evaluasi Validitaas dari Mining Model (Maintaining the Validity of the Data Mining Model) Setelah moddel data mining terkumpul, lewat bebrapa waktu, karakteristik data awal seperti granularitas dan validitas mungkin berubah. Karena model data mining dapat terus berubah seiring perkembangan waktu.

Proses Data Mining


Fase-fase dimulai dari data mentah dan berakhir dengan pengetahuan atau informasi yang telah diolah, yang didapatkan sebagai hasil dari tahapan-tahapan berikut:


  1. Data Cleansing, juga dikenal sebagai data cleansing, ini adalah sebuah fase dimana data-data tidak lengkap, mengndung error dan tidk konsisten dibuang dari koleksi data, sehingga data yang telah bersih relevan dapat digunakan untuk diproses ulang untuk penggalian pengetahuan(discovery knowledge)

  2. Data Integration, pada tahap ini terjadi integrasi data,dimana sumber-sumber data yang berulang(multiple data), file-file yang berulang(multiple file), dapat dikombinasikan dan digabungkan kedalam suatu sumber.

  3. Selection, pada langkah ini, data yang relevan terhadap analisis dapat dipilih dan diterima dari koleksi data yang ada.

  4. Data Transformation, juga dikenal sebagai data consolidation. Pada tahap ini, dimana data-data yang telah terpilih, ditransformasikan kedalam bentuk-bentuk yang cocok untuk prosedur penggalian (meaning proedure) dengan cara melakukan normalisasi dan agregasi data.

  5. Data Mining, tahap ini adalah tahap yang paling penting, dengan menggunakan teknik-teknik yang diaplikasikan untuk mengekstrak pola-pola potensial yang berguna.

  6. Pattern Evaluation, pada tahap ini, pola-pola menarik dengan jelas mempresentasikan pengetahuan telah diidentifikasi berdasarkan measure yang telah diberikan.

  7. Knowledge Representation, ini merupakan tahap terakhir dimana pengetahuan yang telah ditemukan secara visual ditampilkan kepada user.Tahap penting ini menggunakan teknik visualisasi untuk membantu user dalam mengerti dan menginterpresentasikan hasil dari data mining.

Knowledge Representation


Teknik Data Mining


A). Sebelum mengetahui teknik-teknik yang dapat digunakan dalam data mining terdapat empat operasi yang dapat dihubungkan dengan data mining sebagai berikut.


B). Predictive modeling, ada dua teknik yang dapat dilakukan dalam predictive modeling, yaitu:


  • Classification Digunakan untuk membuat dugaan awal tentang class yang spesifik untuk setiap record dalam database dari satu setnilai class yang mungkin

  • Value Prediction Digunakan untuk memperkirakan nilai numeric yang kontinu yang trasosiasi dengan record database. Teknik ini menggunakan teknik statistic klasik dari linier regression dan nonlinier regression.

    Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini : Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi Terlengkap

C). Database segmentation Tujuan dabase segmentation adalah untuk mempartisi database menjadi sejumlah segmen, cluster, atau record yang sama, dimana record tersebut diharapkan homogen.


D). Link analysis Tujuan link analysis adalah untuk membuat hubungan antara record yang individual atau sekumpulan record dalam database. Aplikasi pada link analysis meliputi product affinity analysis, direct marketing, dan stock price movement.


E). Deviation detection Teknik ini sering kali merupakan sumber dari penemuan yang benar karena teknik ini mengidentifikasi outlier yang mengekspresikan deviasi dari ekspektasi yang telah diketahui sebelumnya.


Operasi ini dapat ditampilkan menggunakan teknik statistik dan visualisasi. Aplikasi deviation detection misalnya pada deteksi penipuan dalam penggunaan kartu kredit dan klaim asuransi, quality control, dan defect tracing. Dalam data mining terdapat dua tipe teknik yaitu:


  • Teknik Klasik (Classical Technique) yang terdiri atas:

  • Statistic adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang sekumpulan dan deskripsi data yang akan digunakan dalam membuat laporan tentang informasi yang penting agar seseorang dapat membuat keputusan yang berguna. Salah satu keuntungan statistik adalah menampilkan database dalam tampilan ber-level tinggi yang menyediakan informasi-informasi yang berguna tanpa perlu mengerti setiap record secara detail.

F). Nearest Neighbour prediksi pengelompokan dan nearest neighbour merupakan teknik yang tertua yang digunakan dalam data mining.


Nearest neighbour merupakan teknik prediksi yang hampir sama dengan pengelompokan, untuk memperkirakan apakah nilai prediksi ada dalam satu record, mencari kesamaan nilai prediktor didalam basis data historis dan menggunakan nilai prediksi dari record yang “Terdekat” untuk tidak membagi-bagikan record.


G). Pengelompokan (Clustering) merupakan metode yang mengklasifikasikan data kedalam kelompok-kelompok berdasarkan kriteria masing-masing data.


Biasanya,teknik ini dipakai untuk memberikan pengguna akhir sebuah gambaran level atas dari apa yang telah terjadi didalam basis data. Pengelompokan terkadang digunakan untuk segmentasi.


Teknik generasi selanjutnya (The Next Generation Technique)


  • Decision Tree (Pohon Keputusan) Pohon keputusan merupakan model prediktif yang dapat digambarkan seperti pohon, dimana setiap node didalam struktur pohon tersebut mewakili sebuah pertanyaan yang digunakan untuk menggolongkan data.

    Struktur ini dapat digunakan untuk membantu memperkirakan kemungkinan nilai setiap atribut data.


  • Beberapa hal menarik tentang tree:

  1. Tree ini membagi data pada setiap cabangnya tanpa kehilangan data sedikit pun. Jumlah total record pada node parent sama dengan jumlah total record yang ada node children.

  2. Sangat mudah dimengerti bagaimana sebuah model dibangun, kebalikan dengan model dari neural network atau dari statistik standar.

  3. Mudah untuk menggunakan model ini jika kita mempunyai target pelanggan yang sepertinya tertarik dengan penawaran marketing.

Dari perspektif bisnis, decision tree dapat dilihat sebagai pembuatan segmentasi dari data set yang orisinil. Segmentasi ini dilakukan untuk beberapa alasan tertentu, misalnya untuk prediksi dari beberapa potong informasi penting.


Meskipun decision tree sendiri dan algoritma yang membuat decision tree itu mungkin saja sangat kompleks, namun hasil yang ditampilkan dengan cara yang mudah dimengerti sangat membantu untuk pengguna bisnis.


Decision tree sering kali dikembangkan untuk statistican dalam mengotomatisasi proses menentukan field mana dari database mereka yang benar-benar berguna untuk terkorelasi dengan masalh tertentu yang sedang mereka usahakan untuk mengerti.


Karena itu, algoritma decision tree cenderung mengotomatisasi seluruh proses pembuatan hipotesis dan kemudian melakukan validasi yang lebih komplit dalam cara yang lebih terintegrasi dibanding dengan teknik data mining lainnya.


Decision tree biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan:


  • Eksplorasi Teknologi decision tree dapat digunakan untuk eksplorasi data set dan masalah bisnis. Hal ini biasanya dilakukan dengan mencari predictor dan nilai yang dipilih untuk setiap bagian/cabang dari tree tersebut.

  • Preprocessing data Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengolah daan memproses data yang dapat digunakan pada algoritma lain, misalnya neural network, nearest neighbour, dan lain-lain.

    Hal itu karena algoritma lain memerlukan waktu yang relatif lama untuk dijalankan jika terdapat jumlah predictor dalam jumlah besar untuk digunakan sebagai model sehingga teknik decision tree biasanya digunakan pada tahap pertama data mining untuk menciptakan subset yang berguna dari predictor baru kemudian hasil tersebut akan dapat dimasukkan pada teknik data miing yang lain.


  • Prediksi Para analis menggunakan teknik ini untuk membangun sebuah model prediktif yang efektif.

Decision tree mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :


  1. Decision tree mudah dimengerti dan diinterprestasikan.
  2. Penyiapan data untuk decision tree adalahutama dan tidak dibutuhkan.
  3. Decision tree dapat mengatasi, baik data nominal maupun kategorial.
  4. Decision tree merupakan model white box.

  5. Decision tree dapat melakukan validasi terhadap model dengan tes statistik. Hal itu akan memungkinan untuk menghitung reliabilitad model.

Decision  tree merupakan teknik yang kuat, dapat bekerja baik dengan data yang besar dalam waktu yang singkat.


Contoh Penerapan Data Mining


  1. Analisa pasar dan manajemen. Solusi yang dapat diselesaikan dengan data mining, diantaranya: Menembak target pasar, Melihat pola beli pemakai dari waktu ke waktu, Cross-Market analysis, Profil Customer, Identifikasi kebutuhan Customer, Menilai loyalitas Customer, Informasi Summary.

  2. Analisa Perusahaan dan Manajemen resiko. Solusi yang dapat diselesaikan dengan data mining, diantaranya: Perencanaan keuangan dan Evaluasi aset, Perencanaan sumber daya (Resource Planning), Persaingan (Competition).

  3. Sebuah perusahaan telekomunikasi menerapkan data mining untuk melihat dari jutaan transaksi yang masuk, transaksi mana sajakah yang masih harus ditangani secara manual.

  4. Financial Crimes Enforcement Network di Amerika Serikat baru-baru ini menggunakan data mining untuk me-nambang trilyunan dari berbagai subyek seperti property, rekening bank dan transaksi keuangan lainnya untuk mendeteksi transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan (seperti money laundry) .

  5. Australian Health Insurance Commision menggunakan data mining untuk mengidentifikasi layanan kesehatan yang sebenarnya tidak perlu tetapi tetap dilakukan oleh peserta asuransi.

  6. IBM Advanced Scout menggunakan data mining untuk menganalisis statistik permainan NBA (jumlah shots blocked, assists dan fouls) dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) untuk tim New York Knicks dan Miami Heat.

  7. Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California dan Palomar Observatory berhasil menemukan 22 quasar dengan bantuan data mining. Hal ini merupakan salah satu kesuksesan penerapan data mining di bidang astronomi dan ilmu ruang angkasa.

  8. Internet Web surf-aid IBM Surf-Aid menggunakan algoritma data mining untuk mendata akses halaman Web khususnya yang berkaitan dengan pemasaran guna melihat prilaku dan minat customer serta melihat ke- efektif-an pemasaran melalui Web.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini : “Sistem Informasi Geografis ( SIG )” Pengertian & ( Sejarah – Manfaat )

Arsitektur Sistem Data mining


Data mining merupakan proses pencarian pengetahuan yang menarik dari data berukuran besar yang disimpan dalam basis data, data warehouse atau tempat penyimpanan informasi lainnya. Dengan demikian arsitektur sistem data mining memiliki komponen-komponen utama yaitu:


  • Basis data, data warehouse atau tempat penyimpanan informasi lainnya.

  • Basis data dan data warehouse Komponen ini bertanggung jawab dalam pengambilan relevant data, berdasarkan permintaan pengguna.

  • Basis pengetahuan. Komponen ini merupakan domain knowledge yang digunakan untuk memandu pencarian atau mengevaluasi pola-pola yang dihasilkan. Pengetahuan tersebut meliputi hirarki konsep yang digunakan untuk mengorganisasikan atribut atau nilai atribut ke dalam level abstraksi yang berbeda.

    Pengetahuan tersebut juga dapat berupa kepercayaan pengguna (user belief), yang dapat digunakan untuk menentukan kemenarikan pola yang diperoleh. Contoh lain dari domain knowledge adalah threshold dan metadata yang menjelaskan data dari berbagai sumber yang heterogen.


  • Data mining Bagian ini merupakan komponen penting dalam arsitektur sistem data mining. Komponen ini terdiri modul-modul fungsional data mining seperti karakterisasi, asosiasi, klasifikasi, dan analisis cluster.

  • Modul evaluasi pola. Komponen ini menggunakan ukuran-ukuran kemenarikan dan berinteraksi dengan modul data mining dalam pencarian pola-pola menarik. Modul evaluasi pola dapat menggunakan threshold kemenaikan untuk mem-filter pola-pola yang diperoleh.

  • Antarmuka pengguna grafis. Modul ini berkomunikasi dengan pengguna dan sistem data mining. Melalui modul ini, pengguna berinteraksi dengan sistem mengan menentukan kueri atau task data mining.

    Antarmuka juga menyediakan informasi untuk memfokuskan pencarian dan melakukan eksplorasi data mining berdasarkan hasil data mining antara.


    Komponen ini juga memungkinkan pengguna untuk mencari (browse) basis data dan skema data warehouse atau struktur data, evaluasi pola yang diperoleh dan visualisasi pola dalam berbagai bentuk. Arsitektur sebuah sistem data mining dapat diliat dibawah ini.


Data integration Filtering


Data mining dapat diaplikasikan pada berbagai jenis penyimpanan data seperti basis data relational, data warehouse, transactional database, object- oriented and object-relational databases, spatial databases, time-series data and temporal data, text databases and multimedia databases, heterogeneous and legacy databases dan WWW.


  • Basis data Relasional

Basis data relasional merupakan koleksi dari table. Setiap table berisi atribut (field) dan biasanya menyimpan sejumlah besar tuple (record).


Setiap tuple dalam table relasional merepesentasikan sebuah objek yang diidentifikasikan oleh kunci unik dan dideskripsikan oleh sekumpulan nilai atribut. Data relasional dapat diakses oleh kueri basis data yang ditulis dalam bahasa kueri relasional seperti SQL atau dengan bantuan antarmuka pengguna grafis.


  • Data warehouse

Data warehouse merupakan tempat penyimpanan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, disimpan dalam skema yang dipersatukan (unified schema) dan biasanya bertempat pada tempat penyimpanan tunggal.


Data warehouse dikonstruksi melalui sebuah proses data cleaning, data transformation, data integration, data loading dan periodic data refreshing. Untuk memfasilitasi proses pembuatan keputusan, data dalam data warehouse diorganisasikan ke dalam subjek utama seperti customer, item, supplier atau aktivitas.


Data disimpan untuk menyediakan informasi dari perspektif sejarah (seperti 5-10 tahun yang lalu) dan biasanya data tersebut diringkas (summarized). Sebagai contoh, daripada menyimpan data rinci dari transaksi penjualan, data warehouse dapat menyimpan ringkasan dari transaksi per tipe item untuk setiap toko atau diringkas dalam level yang lebih tinggi seperti daerah pemasaran.


Data warehouse biasanya dimodelkan oleh struktur basis data multidimensional, dimana setiap dimensi berkaitan dengan sebuah atribut atau sekumpulan atribut dalam skema, dan setiap sel menyimpan nilai dari ukuran agregasi seperti count dan sales_amount.


Struktur fisik dari data warehouse dapat berupa penyimpanan basis data relasional atau sebuah kubus data multidimensional.


Selain data warehouse, terdapat istilah penyimpanan data yang lain yaitu data mart. Sebuah data warehouse mengumpulkan informasi mengenai subjek- subjek yang menjangkau seluruh organisasi, dengan demikian cakupannya enterprise-wide.


Sedangkan data mart merupakan sub bagian dari data warehouse. Fokus data mart adalah pada subjek yang dipilih dan dengan demikian cakupannya adalah department-wide.


  • Basis data Transaksional


Secara umum, basis data transaksional terdiri dari sebuah file dimana setiap record merepresentasikan transaksi. Sebuah transaksi biasanya meliputi bilangan identitas transaksi yang unik (trans_id), dan sebuah daftar dari item yang membuat transaksi (seperti item yang dibeli dalam sebuah took).


Basis data transaksi dapat memiliki tabel tambahan, yang mengandung informasi lain berkaitan dengan penjualan seperti tanggal transaksi, customer ID number, ID number dari sales person dan dari kantor cabang (branch) dimana penjualan terjadi.


Software Aplikasi Data Mining

Selain alat-alat data mining yang telah disebutkan diatas, Wikipedia memberikan daftar software dan aplikasi bersifat free dan open source yang dapat digunakan untuk data mining antara lain sebagai berikut [8] :


  1. Carrot2: frameworkclusteringteks dan hasil pencarian.
  2. org: minerstruktur kimiadanweb search engine.

  3. ELKI: projectriset universitas dengan analisiscluster canggih danmetode deteksioutlier yangditulis dalam bahasa Java.

  4. GATE: pemroses bahasa natural dan tool rekayasa bahasa.

  5. JHepWork: framework analisis data berbasis Java yang dikembangkan di Argonne National Laboratory.

  6. KNIME: Konstanz Information Miner, framework analisis data komprehensif yang user-friendly.

  7. ML-Flex: paket software yang memungkinkan pengguna untuk mengintegrasikan dengan paket mesin belajar pihak ketiga yang ditulis dalam bahasa pemrograman apapun, mengeksekusi klasifikasi analisis secara paralel sepanjang node komputasi, dan menghasilkan laporanHTML dari hasil klasifikasi.

  8. NLTK (Natural Language Toolkit): Sebuah kumpulan libraries dan program untuk pengolahan bahasa simbolik dan statistik alami untuk bahasa Python.

  9. Orange: Sebuah komponen berbasis data miningdan suitesoftware mesin pembelajaran ditulis dalam bahasaPython.

  10. R: Sebuah bahasa pemrograman dan lingkungan perangkat lunak untuk komputasi statistik, data mining, dangrafis. Ini adalah bagian dariproyek GNU.

  11. RapidMiner: Sebuah lingkungan untuk pembelajaran mesin dan eksperimen data mining.

  12. UIMA: framework komponen untuk menganalisis konten tidak terstruktur seperti teks, audio dan video-awalnya dikembangkan oleh IBM.

  13. Weka: suitesoftware aplikasi pembelajaran mesin yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini : √ 15 Pengertian Program Menurut Para Ahli Dan Contohnya Lengkap


Sedangkan software dan aplikasi yang bersifat komersial antara lain sebagai berikut [8] :


  1. Angoss KnowledgeSTUDIO: tool data miningyang dibuat Angoss.
  2. BIRT Analytics: tool visual data mining dan analisis prediktifyang dibuat Actuate Corporation.
  3. Clarabridge: solusi analisis text kelas enterprise.
  4. E-NI (e-mining, e-monitor): tool data mining berbasiskan pola sementara.
  5. IBM SPSS Modeler: software data mining yang dibuatIBM.
  6. KXEN Modeler: tool data miningyang dibuat KXEN.

  7. LIONsolver: software aplikasi terintegrasi untuk data mining, intelegen bisnis, dan pemodelan yang mengimplementasikan pendekatan Learning and Intelligent OptimizatioN (LION).

  8. Microsoft Analysis Services: software data mining yang dibuatMicrosoft.
  9. Oracle Data Mining: software data miningoleh Oracle.
  10. SAS Enterprise Miner: software data mining yang dibuat SAS Institute.
  11. STATISTICA Data Miner: software data mining yang dibuat StatSoft.

Itulah ulasan tentang Materi Tentang Data Mining Lengkap . Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.