Dampak Revolusi Perancis

Diposting pada

Pengertian Revolusi Perancis

Pengertian Revolusi Perancis menurut Wikipedia Ensiklopedia adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 sampai dengan 1799, dimana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katholik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Dampak Revolusi Perancis

Pada periode kisaran tahun 1789 sampai 1799 terjadilah salah satu peristiwa yang sangat bersejarah bagi dunia, yakni Revolusi Perancis “Revolution Francaise”, yang dalam hal ini bisa dikatakan bila Revolusi Perancis merupakan suatu periode sosial radikal dan pergolakan politik di Perancis yang memiliki dampak abadi terhadap sejarah Perancis dan lebih luas lagi, terhadap Eropa secara keseluruhan.

Baca Juga : Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak, Pemerintahan

Sebagaimana diketahui, sebelum terjadinya Revolusi Perancis, pemerintahan monarki absolut telah memerintah di Perancis selama berabad-abad lamanya dan karena Revolusi Perancis, pemerintahan ini runtuh dalam waktu masa 3 tahun saja. Yang pada masa itu, rakyat Perancis mengalami transformasi sosial politik yang epik dimana feodalisme, aristokrasi dan monarki mutlak perlahan-lahan diruntuhkan oleh kelompok politik radikal sayap kiri, oleh massa di jalan-jalan dan oleh masyarakat petani di pedesaan. Ide-ide lama yang berhubungan dengan tradisi dan hierarki monarki, aristokrat dan Gereja Katolik digulingkan secara tiba-tiba dan digantikan oleh prinsip-prinsip baru yang terkenal yaitu:

“Liberte, Egalite, Fraternite”
Kebebasan, Persamaan, Dan Persaudaraan


Latar Belakang Terjadinya Revolusi Perancis

Ditengah-tengah krisis keuangan yang melanda Perancis, Raja Louis XVI naik tahta pada tahun 1774, pemerintahan Raja Louis XVI yang tidak kompeten semakin menambah kebencian rakyat terhadap monarki.

Didorong oleh sedang berkembangnya ide pencerahan dan sentimen radikan, Revolusi Perancis pun dimulai pada tahuan 1789 dengan diadakannya pertemua Etats-Generaux pada bulai Mei, sementara itu tahun-tahun pertama Revolusi Perancis diawali dengan:

  • Diproklamirkannya “sumpah lapangan tenis” pada tahun bulan Juni oleh Etats Ketiga.
  • Serangan terhadap Istana Bastille pada bulan Juli.
  • Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara pada bulan Agustus.
  • Mars kaum perempuan di Istana Versailles yang memaksa Istana kerajaan pindah kembali ke Paris pada bulan Oktober.

Beberapa tahun ke depannya, Revolusi Perancis didominasi oleh perjuangan kaum liberal, serta munculnya golongan sayap kiri pendukung monarki yang berupaya menggagalkan reformasi. Kemudian pada Desember 1792, sebuah negara didirikan dan Raja Louis XVI dieksekusi setahun kemudian. Perang Revolusi Perancis akhirnya dimulai pada tahun 1792 dan berakhir dengan kemenangan Perancis secara spektakuler.

Perancis berhasil menaklukan Semenanjung Itali, Negara-negara Rendah dan sebagian besar wilayah di sebelah barat Rhine. Tentu saja ini menjadi prestasi terbesar Perancis selama berabad-abad.

Baca Juga : Revolusi Amerika


Dampak Revolusi Perancis

Adapun dampak revolusi perancis yang diantaranya yaitu:


  • Di Bidang Politik

Dampak utama yang ditimbulkan Revolusi Perancis terhadap sistem politik ialah berupa kekuasaan absolut yang sangat dikecam oleh rakyat. Lebih dari itu, paham liberal yang muncul dengan adanya Revolusi Perancis juga sangat pesat menyebar hingga ke penjuru dunia seperti Spanyol, Jerman, Rusia, Austria dan Italia. Revolusi Perancis juga telah menumbuhkan paham demokrasi, parlementer, republik dan lain sebagainya yang juga mulai tumbuh di negara lain.


  • Di Bidang Sosial

Dalam perjuangan Revolusi Perancis dapat diketahui bahwa stratifikasi sosial di negara tersebut akahirnya dihapuskan, sekaligus memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap sleuruh rakyat serta memberikan kebebasan dalam hal menentukan agama, pendidikan dan pekerjaan.


  • Di Bidang Ekonomi

Dihapuskannya sistem gilde yaitu sistem dalam peraturan perdagangan, dengan dihapusnya sistem ini maka perdagangan dan industri dapat berkembang dengan cukup baik di Perancis pasca Revolusi Perancis. Di sisi lain, kehidupan petani juga mulai memiliki peningkatan dengan dihapusnya pajak feodal, serta selain sebagai penggarap tanah, petani juga diberikan hak untuk memiliki tanah, dengan demikian pendapatan dan taraf hidup petani perlahan-lahan semakin meningkat.

Baca Juga : Akibat Revolusi Bumi


Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis

Apakah Anda sudah mengetahui tentang Revolusi Perancis, serta bagaimana kejadian yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis? Di sini penulis akan menjelaskan secara umum dan khusus terjadinya Revolusi Perancis, hingga berakhirnya Revolusi Perancis serta pendapat-pendapat para ahli mengenai Revolusi Perancis. Oleh karena itu, penulis berharap dengan adanya artikel mengenai Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis, pembaca dapat lebih mengetahui dan memahami mengenai Revolusi Perancis. ( Mark dan Engels, 1951 ).


Penyebab Revolusi Perancis

Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis, diantaranya adalah:

  1. Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan.
  2. Kemarahan terhadap signeurialisme di kalangan kaun buruh, para petani, dan sampai batas tertentu kaum borjuis.
  3. Bangkitnya gagasan-gagasan kaum pencerahan.
  4. Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tidak seimbang.
  5. Situasi ekonomi yang buruk, yang sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis, dan bantuan terhadap Revolusi Amerika.
  6. Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi.
  7. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan politik oleh kelas profesional yang ambisius.
  8. Kebencian terhadap intoleransi agama.
  9. Kegagalan Louis XVI menangani gejala-gejala ini secara efektif.

Dari banyak faktor yang ada dan sebab-sebab terjadinya Revolusi Perancis yang paling mendominasi adalah karena keserakahan Raja Louis XVI dan Maria Antoinette ( istri Raja Louis XVI ), yang mempergunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya. Oleh karena itu, ketika rakyat mengetahui tindakan yang dilakukan oleh rajanya yang sewenang-wenang, rakyat mulai memberontak dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyerbu penjara Bastille, dan mengambil kebijakan hukuman mati berupa pemenggalan kepada Raja Louis XVI dan istrinya Maria Antoinette.

Pada saat menjelang revolusi banyak kerusuhan-kerusuhan yang terjadi yang dilakukan oleh rakyat karena pada saat itu terjadi perebutan kudeta antara rakyat dan rajanya.


Terjadinya Perang Revolusi Perancis

Tanggal 14 Juli 1789 merupakan puncak kemarahan rakyat yang ditandai dengan penyerbuan dan sekaligus meluluhlantahkan  penjara Bastille. Hari itu pula merupakan awal dimulainya revolusi Perancis, yang kelak juga menjadi inspirasi revolusi di sejumlah negara Eropa dan juga revolusi industri. Sebuah era yang menandai hidupnya demokratisasi dalam segala sendi kehidupan. Bastille seakan menjadi hakim yang mewakili ketimpangan sosial. Tak jelas benar apakah revolusi di Iran dan China terinspirasi dari Bastille atau tidak. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut seorang ahli sosiologi, Indonesia tidak mempunyai tampang sedikitpun dalam melakukan revolusi.

Revolusi di Perancis tak bisa dilepaskan dari sosok Napoleon Bonaparte. Ia terlahir dari keluarga bangsawan, pada tanggal 15 Agustus 1769 di sebuah pulau bernama Corsica. Kecerdasannya, membuat ia melesat cepat di dunia militer. Hampir seluruh daratan Eropa berada dalam genggamannya.

Baca Juga : Sejarah Demokrasi Dunia – Pengertian, Macam, Prinsip, Ciri, Para Ahli

Politik, masa menjelang revolusi membawa Perancis secara tak terelakkan ke arah perang terhadap Austria dan sekutu-sekutunya. Sang Raja, kelompok Feuillant, dan Girondin khususnya menginginkan perang. Mereka mengharapkan perang akan menaikkan popularitasnya, mereka juga meramalkan kesempatan untuk memanfaatkan tiap kekalahan, yang hasilnya akan membuatnya lebih kuat.

Kelompok Girondin ingin menyebarkan revolusi ke seluruh Eropa. Hanya beberapa Jacobin radikal yang menentang perang, lebih memilih konsolidasi dan mengembangkan revolusi di dalam negeri. Kaisar Austria Leopold II, saudara Marie Antoinette berharap menghindari perang, namun ia meninggal pada tanggal 1 Maret 1792. Perancis menyatakan perang kepada Austria (20 April 1792). Prusia bergabung di pihak Austria beberapa minggu kemudian, maka sejak itu perang Revolusi Perancis telah dimulai.

Setelah pertempuran kecil sebagai awal berlangsungnya perang sengit untuk Perancis, maka pertempuran militer yang berarti pada perang itu terjadi dengan adanya Pertempuran Valmy yang terjadi antara Perancis dan Prusia (20 September 1792). Meski hujan lebat menghambat revolusi namun, artileri Perancis membuktikan keunggulannya. Namun, sejak masa itu, Perancis menghadapi huru-hara dan monarki telah menjadi sebagai masa lalu.


Berakhirnya Revolusi Perancis

Kemudian Revolusi Perancis berhasil ditaklukkan oleh Napoleon Bonaparte, kemudian Napoleon di angkat menjadi kaisar Perancis.  Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. Raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Guillotine, kemudian menyusul Maria Antoinette. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk negara, dengan tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte yang bersemboyan liberte, egalite, dan fraternette ( yang diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah ), sementara itu rakyat terus mengobarkan revolusi, mereka menyanyikan lagu Merseillaise (menjadi lagu nasional sekarang).

Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran negara-negara berkoalisi, bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.

Pada perang koalisi VI, tahun 1814, Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau Elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII, akhirnya Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena.

Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politis lahirnya paham-paham baru seperti liberalism, demokrasi, dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Secara ekonomis, penghapusan sistem ekonomi feodalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat bloc kade ekonomi Inggris oleh Napoleon, dan Inggris kehilangan pasar di Eropa. Revolusi Perancis tidak hanya membawa pengaruh besar  di daratan  Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia.


Pendapat mengenai Revolusi Perancis


  • Menurut Marx mengenai Revolusi Perancis:

Perancis merupakan negeri yang lain daripada yang negeri lain. Perjuangan kelas historis berakhir sebagai penentu, yang secara konsekuen mewujudkan garis-garis besar bentuk politik yang berubah-ubah. Pada zaman pertengahan, Perancis dahulu adalah negeri teladan dalam hal monarki yang bersatu dan bersandar pada pangkat-pangkat sejak zaman Pencerahan ; namun Perancis kemudian menghancurkan feodalisme pada waktu revolusi besar. Perjuangan proletariat yang bangkit menentang borjuasi yang berkuasa secara tajam, dan akurat.

Menurut penulis mengenai Revolusi Perancis :

Baca Juga : Ekosistem Air Laut – Pengertian, Ciri, Jenis, Habitat, Komunitas, Masalah, Pembagian Daerah

Pada suatu negara tidak akan terjadi peperangan, bila dalam negara tersebut ada keselarasan dan saling keterbukaan antara raja atau pemimpinnya dengan rakyatnya. Mereka saling bekerja sama untuk membangun negaranya menjadi negara yang maju.


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Dampak Revolusi Perancis : Pengertian, Latar Belakang, Sejarah, Penyebab Terjadinya, Berakhirnya, Dan Pendapatnya, semog artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.