Budaya Indonesia – Pengertian, Sejarah, Unsur, Faktor, Manfaat, Para Ahli

Diposting pada

Budaya Indonesia – Pengertian, Sejarah, Unsur, Faktor, Manfaat, Para Ahli : Menafsirkan sejarah budaya peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan manusia melalui hal-hal politik, budaya dan sosial, atau berhubungan dengan seni. Jacob Burckhardt merupakan orang yang membuat sejarah dalam budaya disiplin.


Sejarah budaya Indonesia

Pengertian Kebudayaan

Sebelum kita memahami kebudayaan Indonesia, terlebih dahulu patut kiranya kita memahami arti kebudayaan itu sendiri, kata kebudayaan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.


Dengan demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang bersankutan dengan budi dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan dengan istilah culture. Dalam bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini di ambil dari bahasa latin colore yg berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian culture atau cultuur diartikan sebagai segala kegiatan manusiauntuk mengolah dan mengubah alam. ada pula yang berpendapat bahwa kata budaya dari budi daya yang berarti daya dari budi, yaitu berupa cipta, karsa, dan rasa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bank Perkreditan Rakyat – Sejarah, Pengertian, Usaha, Tujuan, Sasaran, Jenis, Fungsi, Manajemen, Contoh


Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.


Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti budi atau akal. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.


Kebudayaan Menurut Para Ahli

  • Herskovits
    memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
  • Andreas Eppink
    kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


  • Edward Burnett Tylor
    kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  • Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
    kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.


Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.


Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hukum Dagang


Kebudayan Menurut Wujudnya

a.    kebudayaan berwujud abstrak
b.    kebudayaan berwujud konkret dan
c.    kebudayaan berwujud benda (fisik).


Keberagaman sama pengertiannya dengan keanekaragaman, banyak dan bermacam macam. Sehingga yang dimaksud keanekaragaman kebudayaan adalah bahwa kebudayaan tersebut bermacam macam, bisa ditinjau dari berabgai aspek, misalnya dari aspek peralatan dan perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan dan religi/kepercayaan.


Kajian Budaya

Kajian budaya merupakan disiplin akademis antara poluper ilmiah. Penelitian ini pencampuran ekonomi politik, geografi, sosiologi, teori sosial, teori sastra, teori film, antropologi budaya, filsafat, dan sejarah seni untuk mempelajari fenomena budaya di berbagai komunitas.


Kajian budaya peneliti sering berkonsentrasi penelitian tentang bagaimana tertentu fenomena yang terkait dengan masalah ideologi, kebangsaan, etnis, kelas sosial, dan gender. Istilah ini diciptakan oleh Richard Hoggart pada tahun 1964 ketika ia mendirikan Center for Contemporary Cultural Studies Birmingham.


Sejarah Budaya Indonesia

Sejarah Kebudayaan Indonesia sedang dibahas perkembangannya dalam setiap periode. Wilayah Indonesia memiliki banyak pulau yang dipisahkan oleh laut dan selat memiliki sejarah perkembangan budaya tidak seragam.

  • Perbedaan (jangka waktu) di luar intervensi budaya dari daerah budaya lokal.
  • Perbedaan intensitas budaya asing yang masuk ke daerah masing-masing.

Dua faktor utama berperan dalam membentuk budaya Indonesia saat ini. Dalam perkembangan, ada unsur-unsur yang mendasari pengembangan unsur-unsur lain, yaitu unsur-unsur agama. Ini memberikan pandangan kelahiran hidup.  Sejarah Kebudayaan Indonesia membahas agama dan filsafat yang berkembang di Indonesia.


Agama selalu hadir dalam bentuk apapun dalam setiap budaya etnis di dunia. Tak terkecuali etnis di Nusantara. Bentuk agama mereka membentuk hal pertama adalah untuk menghormati kekuatan alam yang mengisi ruang. Kekuasaan meliputi kekuatan negatif dan positif. Tak bisa dipungkiri bahwa dua kekuatan yang hadir dalam kehidupan manusia.


Ketika peradaban mulai berkembang, agama menyesuaikan bentuknya dengan pikiran manusia. Ketua kelompok dipilih oleh anggota berdasarkan konsep Primus inter pares. Selama waktunya sebagai pemimpin, ketua kelompok dituntut untuk dapat mengatur layanan pada semua anggotanya.


Jadi, ketika agama-agama besar dunia datang untuk hidup penduduk di Nusantara pada awal era kita. Di bidang agama, nenek moyang kita sudah memiliki dasar yang baik, yang mampu mengidentifikasi kekuatan supranatural. Mereka sudah bisa mengatur warganya sesuai dengan pandangan hidup pada kekuatan supranatural. Mereka juga mampu menciptakan seni yang didedikasikan untuk kekuatan supranatural, dan berbagai bentuk lain dari penghargaan untuk bidang supranatural.


Perbedaan utama pendalaman sektarian karena akulturasi dengan lapisan budaya yang harus dipenuhi. Sampai saat ini kehidupan beragama di Indonesia berjalan dengan baik, toleransi, dan melanjutkan tradisi dan budaya kehidupan, diberbagai kelompok-kelompok maupun etnis besar atau kecil.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kebijakan Dalam Perdagangan Internasional


Unsur-Unsur Pokok Kebudayaan

7 unsur pokok kebudayaan (universal culture), yakni sebagai berikut:

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian, perternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya)
  3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem perkawinan, dan seterusnya)
  4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
  5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
  6. Sistem pengetahuan
  7. Sistem kepercayaan (religi)

Faktor Pembentuk  Keragaman Budaya

Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan identitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan local yang sangat beragam.


Keberagaman kebudayaan terbentuk bukan dengan sendirinya. Fakor utama pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor lain, yaitu :


  1. Lingkungan

Kondisi alam dimana manusia tinggal akan sangat mempengaruhi corak budaya yang mereka munculkan. Masyarakat petani akan memunculkan alat alat pertanian seperti cangkul, alaat pembajak tanah dan lain lain. Begitu pun masyarakat nelayan juga akan memunculkan alat alat untuk menangkap ikan. Keadaan lingkungan tempat tinggal masyarakat menentukan sistem mata pencaharian masyarakat tersebut, sehingga memunculkan berbagai mata pencaharian.


  1. Pertemuan bangsa bangsa

Perpindahan bangsa bangsa pendukung kebudayaan Dongson dari Yunan (Cina Selatan) ke Nusantara menyebabkan masyarakat Nusantara mengenal kebudayaan perunggu, cara melebur dan mencetak logam. Candi candi di Indonesia seperti Borobudur dan Prambanan tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha dari India. Begitu pula pertemuan bangsa bangsa yang disebabkan karena penjajahan dan perdagangan juga akan sangat mempengaruhi keanekaragaman kebudayaan yang ada di indonesia.


  1. Kepercayaan yang kuat dan mengakar

Misalnya orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa roh orang yang meninggal akan tetap abadi selama jasad/jenazahnya masih utuh. Karena itu jenaza para raja dirawat dan diawetkan, kemudian ditempatkan pada tempat tempat yang kokoh agar tetap aman. Maka muncullah teknologi bangun piramida yang sangat hebat dan teknik pengawetan mayat (Mumi) yang terkenal.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Sejarah Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli


  1. Faktor Ras

Penelitian Antropologi Fisis menyatakan bahwa perbedaan antar ras (induk bangsa) terletak pada ciri ciri tubuhnya. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa selain segi fisiknya, ada perbedaan juga pada segi jiwa dan rohaninya Perbedaan itu memungkinkan adanya perbedaan budaya.


Faktor Penyebab Perubahan Budaya

Kebudayaan selalu berubah, unsur unsur yang ada didalam siatu kebudayaan akan selalu beradaptasi dengan keadaan lingkungan fisik, geografis dan lingkungan sosial. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan suatu kebudayaan berubah, yaitu sebagai berikut :


1. Faktor Latar Belakang Historis

Sebagai contoh Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, yaitu wilayah Cina bagian selatan. mereka pindah dan melakukan perjalanan hingga sampai ke pulau pula di Nusantara. Sebelum sampai di kepulauan nusantara, mereka telah berhenti di berbagai tempat dan menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa generasi.


Selama bermukim di tempat tempat tersebut mereka telah melakukan adaptasi dengan lingkungan lingkungannya, mereka juga mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan kembali. Perbedaan jalur perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda dan perbedaan pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia.


2.Faktor Manusia

Manusia dianggap sebagai makhluk paling sempurna karena dikarunia cipta, rasa dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan akal manusia mampu menghasilkan karya, hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan perasaan manusia mampu membedakan baik buruk, indah jelek. Karsa merupakan upaya manusia untuk melindungi diri terhadap kekuatan kekuatan lain yang ada dalam masyarakat.


Kekuatan kekuatan tersembunyi yang ada dalam masyarakat tidak selamanya baik. Untuk menghadapi kekuatan kekuatan buruk, manusia terpakasa melindungi diri dengan menciptakan kaidah kaidah yang pada hakikatnya merupakan petunjuk petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan hidup. Dengan ketiganya itu manusia dapat menciptakan suatu kebudayaan yang bersifat meterial maupun non material.


3.Faktor Lingkungan Alam (Kondisi Geografis)

Terjadinya gempa bumi, angin topan, banjir besar, gunung meletus, kemarau yang berkepanjangan, dan lain lainnya yang menyebabkan masyarakat yang mendiami suatu daerah terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Dan saat itulah masyarakt tersebut akan beradaptasi dengan sendirinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara membentuk atau menciptakan kebudayaan yang baru.


4.Faktor perubahan Nilai Nilai dan Sikap

Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan serta berpedoan kepada nilai nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat. Di lain pihak nilai nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku manusia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu sendiri.Dikatakan demikian karena nilai nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak petut terhadap obyek material maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.


5.Pengaruh Kebudayaan lain

Dengan adanya hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia di dalam masyarakat akan terjadi kontak dan pertukaran budaya dari satu individu ke individu lainnya. Keadaan seperti ini mendorong terjadinya proses perubahan suatu kebudayaan yang ada di dalam suatu masyarakat. Proses perubahan kebudayaan antara lain asimilasi, akulturasi, enkulturasi dan inovasi.


6.Faktor Kemajuan Teknologi

Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio mempunyai efek pada lapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama, pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.


7.Perubahan Kependudukan

Perubahan kependudukan bisa terjadi karena adanya gerak kemasyarakatan. Gerak kemasyarakatan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu gerak ekemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli


Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia. Bermacam macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan kekuatan lain dalam masyarakat itu sendiri yang tidak terlalu baik baginya.


Manusia juga mempunyai banyak kebutuhan agar kehidupannya nyaman dan tentram. Dengan akal manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk menghadapi berbagai macam kekuatan dalam kehidupannya.


Keberagaman budaya di Indonesia mempunyai berbagai manfaat bagi Indonesia sendiri, antara lain sebagai berikut:

  1. Dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia
  2. Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata
  3. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi masyarakat.
  4. Jika difasilitasi dengan baik, maka keberagaman budaya dapat meingkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. Mendorong integrasi nasional.

Contoh Keberagaman Budaya Lokal di Masyarakat Setempat

1.Keberagaman Suku Bangsa

Suku bangsa Jawa merupakan komunitas terbesar dari penduduk di Indonesia, diikuti dengan suku bangsa Sunda, Madura, Minangkabau, Bugis, Batak, Bali, Ambon, Dayak, dan sebagainya.

Menurut Van Vollenhoven suku bangsa Indonesia diklasifikasikan menjadi 19 daerah suku bangsa yaitu Aceh, Gayo Alas dan Batak, Nias dan Batu, Minangkabau, Mentawai, Sumatera Selatan, Melayu, angka dan Belitung, Kalimantan, Minahasa, Sangir dan Talaud, Gorontalo, Toraja, Sulawesi Selatan, Ternate, Ambon, Kepulauan Barat Daya, Irian, Timor, Bali dan Lombok, Jawa Tengah dan Jawa TImur, Surakarta dan Yogyakarta dan Jawa Barat.


2.Keberagaman Bahasa

Di Indonesia ada sekitar 250 bahasa dan dialek yang dikelompokkan berdasarkan keompok suku bangsa yang hidup tersebar di nusantara. Bahasa lokal atau bahasa daerah yang utama di Indonesia antara lain bahasa Aceh, Batak, Betawi, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis, Ambon, Irian dan bahasa bahasa daerah lainnya.


Diantara bahasa bahasa daerah tersebut terdapat ragam dialek yang berbeda beda. Bahasa nasional Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan diberi nama bahasa Indonesia. Struktur bahasa Indonesia merupakan bahasa Melayu yang diperkaya oleh bahasa bahasa daerah Nusantara.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Pengertian Komoditas Dalam Perdagangan Antar Negara


3.Keberagaman Agama

Di Indonesia para penduduknya megnantu beberapa agama, yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu.


4.Keberagaman Kesenian

Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki senian dan kebudayaan yang berbeda. Sebagai contoh suku Jawa memiliki alat musik yang bernama gamelan, sedangkan suku Sunda memiliki alam musik yang bernama angklung.


5.Keberagaman Tradisi

a.Tradisi Upacara Labuhan Merapi

Tradisi budaya ini dilaksanakan setiap tanggal 30 rajab sebagai serangkaian kegiatan upacara penobatan Sri Sulttan Hamengkubowono X sebagai sultan Ngayogyakarta Hadiningrat.

b.Tradisi Ngaben

Adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh para penganut agama Hindu Bali. Upacara ini dilaksanakan antara bulan Juni-September yang merupakan kesempatan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mengabdikan dirinya kepada orangtua yang sudah meninggal dan belum sempat di-aben, tetapi telah dikubur.


Upacara Ngaben di Bali menggunakan 39 jenis tumbuhan yang mengandung minyak atsiri .Pada upacara ngaben di Bali dipergunakan 39 jenis tumbuhan. Dari 39 jenis tersebut banyak yang tergolong penghasil minyak atsiri dan bau harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih dan cendana. Jenis lain yaitu dadap dan tebu hitam diperlukan untuk, kelapa gading diperlukan untuk menghanyutkan abu ke sungai.


c.Tradisi batapung tawar maayun

Adalah upacara menyiapkan menjadi seorang anak yang merupakan tradisi budaya masyakat martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin

d.Tradisi era era tu urau

Adalah upacara tindik telinga untuk gadis gadis yang menginjak dewasa, yang merupakan tradisi budaya suku bangsa Waropen, Papua.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945)