Akal – Pengertian, Kebenaran, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Akal – Pengertian, Kebenaran, Contoh, Para Ahli : Akal adalah suatu alat spiritual atau rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan antara benar dan salah dan kemampuan untuk menganalisis sesuatu pengalaman yang luas sangat tergantung dan tingkat pendidikan, formal atau informal, pemilik manusia.


Pengertian Akal Menurut Para Ahli

Pengertian Akal

Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah  perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir.  Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Penguat Kolenkim Sklerenkim Lengkap


Pikiran yang wajar tidak hanya digunakan untuk hanya makan, tidur, dan mereproduksi, tetapi juga masuk akal untuk mengajukan beberapa pertanyaan dasar tentang asal-usul, sifat dan masa depan. Kemampuan berpikir mengarah ke kesadaran tentang bagaimana kekal dan bagaimana kehidupan ini.


Pengertian Akal Menurut Islam

Kata akal berasal dari kata dalam bahasa Arab, al-‘aql. Kata al-‘aql adalah mashdar dari kata ‘aqola – ya’qilu – ‘aqlan yang maknanya adalah “ fahima wa tadabbaro “ yang artinya “paham (tahu, mengerti) dan memikirkan (menimbang) “.

Maka al-‘aql, sebagai mashdarnya, maknanya adalah “ kemampuan memahami dan memikirkan sesuatu “. Sesuatu itu bisa ungkapan, penjelasan, fenomena, dan lain-lain,  semua yang ditangkap oleh panca indra. Letak akal Dikatakan di dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj (22) ayat 46.


Artinya: “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.


Dari ayat ini maka kita tahu bahwa al-’aql itu ada di dalam al-qolb, karena, seperti yang dikatakan dalam ayat tersebut, memahami dan memikirkan (ya’qilu) itu dengan al-qolb dan kerja memahami dan memikirkan itu dilakukan oleh al-‘aql maka tentu al-‘aql ada di dalam al-qolb, dan al-qolb ada di dalam dada. Yang dimaksud dengan al-qolb tentu adalah jantung, bukan hati dalam arti yang sebenarnya karena ia tidak berada di dalam dada, dan hati dalam arti yang sebenarnya padanan katanya dalam bahasa Arab adalah al-kabd.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna : Pengertian, Beserta Contoh dan Gambar, Tahapan Dan Bentuk Perubahannya


Pengertian Akal Menurut Para Ahli

  • Abu Bakar ibn al-Arabi- (1165-1240 M), menyebutkan bahwa akal sebagai ilmu, yaitu sifat yang dengannya persepsi ilmu dapat di hasilkan abu bakar ibn al-Arabi berdasarkan pendapatnya dengan ayat Al-Quran yang memberikan motivasi terapan terhadap sesuatu yang di informasikan dengan ayat-ayat tersebut. Menurutnya, hasil-hasil terapan dinamakan ilmu, bukan akal.

  • Harun Nasution- Kata akal berasal dari kata Arab “al-Aql” yang menjadi kata Indonesia,  dalam bentuk kata benda tidak ada dalam Al-quran, hanya bentuk kata kerja al-Aqaluh 1 ayat, ya’qiluha 1 ayat, ya’qilun 22 ayat, ta’qilun 24 ayat dan na’qilu 1 ayat, dalam arti mengertian dan paham.
  • Menurut Izutzu- kata “aql” di zaman jahiliyah di pakai dalam arti kecerdasan praktis, yang dalam istilah psikologi modern disebutkan kecakapan memecahkan masalah. Lebih lanjut disebutkan, bahwa kata “aql” masuk ke dalam falsafah Islam dan mengalami perubahan arti.

  • Menurut Kant- bahwa apa yang kita katakan rasional itu adalah ide yang masuk akal tapi menggunakan ukuran hukum alam. Dengan kata lain, pikiran rasional adalah kebenaran yang diukur dengan hukum alam.
  • Freud- membagi manusia menjadi tiga wilayah pokok, antara lain:
    • id, instink atau naluri
    • super ego, adat kebiasaan sosial dan kaidah moral
    • ego, akal fikiran

Sesuai kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar, dipercayakan kepada naluri, kemudian diberikan kepada alasan (ego) peran strategis dalam perencanaan bentuk kepuasan insting (id) sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh fakta bahwa kebiasaan rasional dan sosial dan tuntutan keyakinan (super-ego).


Contoh Akal:

Pesawat seberat ratusan ton, bagaimana bisa terbang?

Jawabannya adalah ya, alasan untuk pesawat telah dirancang sesuai dengan hukum alam. Ini adalah rasional. Seperti kisah Musa melemparkan tongkatnya ke tanah, maka itu menjadi ular, segera Anda mengatakan bahwa itu tidak rasional karena sesuai dengan hukum-hukum alam tidak bisa menjadi tongkat bisa berubah menjadi ular.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Gonosom Dan Autosom Berdasarkan Pewarisan Sifat LENGKAP


Kebenaran Akal Secara Logis

Kebenaran Logis dibagi menjadi dua :

  • Logis-rasional
  • Logis-supra-rasional

Pemikiran akal ialah kebenaran hanya mengandalkan argumen, tidak diukur dengan hukum alam. Jika argumen adalah masuk akal bahwa dia benar, bahkan terhadap hukum-hukum alam yang diukur dari logika yang ada dalam array argumen.


Kesimpulan

  1. Logis merupakan pemikiran yang masuk akal.
  2. Logis itu mencakup semua yang rasional dan yang supra-rasional.
  3. Rasional adalah pemikiran yang masuk akal dan yang  menurut hukum alam.
  4. Supra-rasional adalah pemikiran yang masuk akal (hukum alam).
  5. Logis juga daapt dipakai dalam sebuah pemahaman rasional atau pengertian supra-rasional.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rantai Makanan : Pengertian, Jenis, Jaring, Contoh Dan Gambarnya