Basis Data : Pengertian, Komponen, Hirarki, Penggunaan Dan Tujuan

Diposting pada

Pengertian Basis Data, Komponen, Hirarki, Penggunaan Dan Tujuan : Adalah kumpulan dari data yang saling berelasi satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Relasi tersebut biasanya ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada.

Basis Data


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Tentang Data Mining Lengkap


Pengertian Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berelasi satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Relasi tersebut biasanya ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu basis data menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup instalasi atau perusahaan.


Penerapan basis data mampu mengatasi masalah-masalah penyusunan data yaitu :

  1. Redudansi dan Inkonsistensi data
  2. Kesulitan mengakses data
  3. Isolasi data untuk standarisasi
  4. Multiple user (banyak pemakai)
  5. Masalah security (keamanan)
  6. Masalah integrasi
  7. Masalah data independence

Untuk tahap desain database secara umum yang perlu dilakukan oleh analisis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi. File-file database yang dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada  desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data. Langkah-langkah desain database secara umum sebagai berikut : 13


  1. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru
  2. File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat
  3. Menentukan parameter dari file-file database
  4. Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan, maka parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter ini meliputi :
  5. Tipe dari file : file induk, file transaksi, file sementara, dan lain sebagainya
  6. Media file : harddisk, diskette, atau pita magnetik
  7. Organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut, ISAM atau file akses langsung) atau organisasi database (struktur berjenjang, jaringan atau hubungan)
  8. Field kundi dan file

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Inilah Penjelasan Database Dan Perangkat Lunak Yang Di Gunakan


Sistem Basis Data

Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file yang saling berhubungan dan memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file tersebut. Dalam sebuah sistem basis data terdapat komponen-komponen utama yaitu; perangkat keras, perangkat lunak, basis data, pemakai14.

Sistem Basis Data


Sistem basis data memiliki beberapa komponen, yaitu;9

  1. File basis data, file ini memiliki elemen-elemen data yang disimpan dalam salah satu dari format organisasi file basis data.
  2. Sistem manajemen basis data (Data Based Management System), merupakan suatu kelompok program software yang mengolah basis data, mengontrol akses terhadap basis data, menjaga pengamanan basis data, dan melakukan tugas-tugas lainnya.

  3. Sistem antar-muka (a host language interface system), merupakan bagian dari DBMS yang berkomunikasi dengan program aplikasi, menafsirkan instruksi-instruksi bahasa tingkat tinggi program aplikasi, seperti Cobol dan Fortan, yang memerlukan data file-file.

  4. Program aplikasi, memiliki fungsi yang sama seperti sistem konvensional, hanya saja file-file datanya independen dan menggunakan definisi data standar. Saling tidak bergantung (independensi) dan standarisasi membuat pengembangan program menjadi lebih muda dan cepat. Program aplikasi biasa menggunakan host language interface system yang biasanya dibuat oleh pemprogram profesional.

  5. Sebuah sistem antar-muka bahasa alami (a natural language interface system), merupakan bahasa pertanyaan (query language) yang memungkinkan pemakai mendapatkan keterangan tentang apa saja yang tersedia pada sistem komputer. Bahasa yang dipakai biasanya bahasa Inggris, karena instruksi masukan merupakan perintah-perintah singkat dalam bahasa Inggris.

  6. Kamus data (data dictionary), merupakan pusat penyimpanan informasi data-data dari basis data yang memuat skema basis data. Kamus data berisi informasi file basis data, aturan mengakses data, pengamanan data serta kondisi informasi data. DBMS menerima permintaan dari suatu program dan mengakses kamus data untuk melihat apakah program memiliki data yang dicapai dan memastikan lokasi data pada basis data.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Operasi Komputer (Operating System) Terlengkap


Data, Informasi dan Basis Data

Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database) [Ramez2000]. Informasi adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang [Abdul1999].


Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data.  Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis data lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu:


  1. Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world).
  2. Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara logika mempunyai arti implisit.
  3. Basis data perlu dirancang, dibangun dan data dikumpulkan untuk suatu tujuan. Basis data dapat digunakan oleh beberapa user dan beberapa aplikasi yang sesuai dengan kepentingan user.

Dari beberapa definisi-definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa basis data mempunyai berbagai sumber data dalam pengumpulan data, bervariasi derajat interaksi kejadian dari dunia nyata, dirancang dan dibangun agar dapat digunakan oleh beberapa user untuk berbagai kepentingan


Hirarki Data

  • Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:
  • Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak  dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang
  • bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
  • Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman adalah baris atau tupel.
  • Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jaringan Komputer – Manfaat, Tujuan, Jenis, Topologi, Para Ahli


Data Base Management System (DBMS)

DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.

Data Base Management System (DBMS)

Kelebihan Data Base Management System (DBMS)

Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :


  • Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
  • Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

  • Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
  • Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
  • Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Keuntungan Data Base Management System (DBMS)

  1. Independensi data,DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
  2. Pengaksesan yang efisien terhadap data, DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
  3. Keamanan dan integritas data, Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.

  4. Administrasi data, Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
  5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan, DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
  6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek, DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.

Kelemahan Data Base Management System (DBMS)

  1. Biaya & Harga DBMS yang Tinggi & Mahal Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya  manusia yang mengelola basis data tersebut.
  2. Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
  3. Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko  kehilangan data selama proses aplikasi.

  4. Membutuhkan media penyimpanan yang besar
  5. Membutuhkan memory komputer yang besar
  6. Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi / khusus
  7. Membutuhkan waktu yang lama untuk konversi sistem
  8. Terkadang kinerja DBMS low performance
  9. Resiko kegagalan cukup tinggi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Program – Komputer, Contoh, Kegiatan, Para Ahli


Arsitektur dan Komponen DBMS

Arsitektur Data Base Management System (DBMS)

Arsitektur ini dikenal dengan nama arsitektur tiga skema (three-schema architecture) dimana fungsi ini untuk memisahkan antara basis data fisik dengan program aplikasi user. Skema-skema tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Level internal merupakan skema internal yang memuat deskripsi struktur penyimpanan basis data dan menggunakan model data fisikal serta mendefinisikan secara detail penyimpanan data dalam basis data, serta jalur pengaksesan data.
  2. Level konsepsual adalah skema yang memuat deskripsi struktur basis data secara keseluruhan untuk semua pemakai. Skema ini hanya memuat deskripsi tentang entitas, atribut, hubungan dan batasan, tanpa memuat deskripsi data secara detail.
  3. Level eksternal merupakan skema eksternal (user view) yang mendefinisikan pandangan data terhadap sekelompok user (local view) dengan menyembunyikan data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok user tersebut.

Komponen Data Base Management System (DBMS)

  • Interface, yang didalamnya terdapat bahasa manipulasi data (data manipulation language) Bahasa definisi data (data definition language) untuk skema eksternal, skema konsepsual dan skema internal.
  • Sistem kontrol basis data (Database Control System) yang mengakses basis data karena adanya perintah dari bahasa manipulasi data.

  • Perangkat Keras ( Hardware ) Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk.
  • Sistem Operasi ( Operating System ) Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.

  • Basis data ( Database ) Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.
  • Pemakai ( User ) Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman.
  • Database administrator adalah orang atau group yang bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu organisasi
  • End user adalah orang yang berada di depan workstation dan berinteraksi secara langsung dengan sistem.
  • Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database melalui cara yang berbeda.

Contoh bahasa menggunakan komponen-komponen tersebut adalah SQL (Structured Query Language). SQL merupakan bahasa standar yang digunakan oleh kebanykan aplikasi-aplikasi DBMS.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jaringan Komputer – Manfaat, Tujuan, Jenis, Topologi, Para Ahli


Model Data

Model data dapat dikelompokkan berdasarkan konsep pembuatan deskripsi struktur basis data, yaitu:

1. Model data konsepsual (high level) menyajikan konsep tentang bagaiman user memandang atau memperlakukan data. Dalam model ini dikenalkan tiga konsep penyajian data yaitu:

  • Entity (entitas)  merupakan  penyajian  obyek,  kejadian  atau  konsep  dunia  nyata  yang keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan disimpan dalam basis data, contohnya : Mahasiswa, Matakuliah, Dosen, Nilai dan lain sebagainya.
  • Atribute  (atribut)  adalah  keterangan-keterangan  yang  menjelaskan karakteristik dari suatu entitas seperti NIM, Nama, Fakultas, Jurusan untuk entitas Mahasiswa.
  • Relationship (hubungan) merupakan hubungan atau interaksi antara satu entitas dengan yang lainnya, misalnya entitas pelanggan berhubungan dengan entitas barang yang dibelinya.

2. Model data fiskal (low level) merupakan konsep bagaimana deskripsi detail data disimpan ke dalam komputer dengan menyajikan informasi tentang format rekaman, urutan rekaman, dan jalur pengaksesan data yang dapat membuat pemcarian rekaman data lebih efisien.


3. Model data implementasi (representational) merupakan konsep deskripsi data disimpan dalam komputer dengan menyembunyikan sebagian detail deskripsi data sehingga para user mendapat gambaran global bagaimana data disimpan dalam komputer. Model ini merupakan konsep model data yang digunakan oleh model hirarki, jaringan dan relasional.


Skema dan Instan Basis Data

Skema basis data merupakan deskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan namun tidak terlalu diharapkan diubah setiap saat. Penggambaran skema umumnya hanya berisi sebagian dari deatil deskripsi basis data.

Skema dan Instan Basis Data

Sekelompok data yang tersusun dalam satu baris rekaman (record/tuple) dan tersimpan dalam basis data disebut dengan instansi (instance) atau kejadian (occurences).


Model Data Relasional

Pada model relasional, basis data akan “disebar”  atau dipilah-pilah ke dalam berbagai tabel dua dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut baris data (row / record) dan lajur vertikal yang biasa disebut dengan kolom (column / field).

Contoh Tabel dan keterhubungannya :

Model Data Relasional


Keuntungan Basis Data Relasional

  1. Bentuknya sederhana
  2. Mudah melakukan berbagai operasi data

Istilah dalam Basis Data Relasional :

  • Relasi
    Relasi merupakan sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dengan yang lainnya.
  • Atribut
    Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.


  • Tuple
    Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dll.
  • Domain
    Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
  • Derajat (degree)
    Jumlah atribut dalam sebuah relasi
  • Cardinality
    Jumlah tupel dalam sebuah relasi


Atribut grafik


Relational Key

  • Super key
    Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi.
  • Candidate key
    Suatu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entitas. Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik. Satu set minimal dari atribut menyatakan secara tak langsung dimana kita tidak dapat membuang beberapa atribut dalam set tanpa merusak kepemilikan yang unik.


  • Primary key
    Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakilisetiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada.
  • Alternate key
    Merupakan candidate key yang tidak dipakai sebagai primary key atau Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key.


  • Foreign key (Kunci Tamu)
    Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa. Kunci tamu ditempatkan pada entitas anak dan sama dengan primary key induk direlasikan.

Relational Key


Relational Integrity Rules

  1. Null
    Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut. Nilai (konstanta) Null digunakan untuk menyatakan / mengisi atribut-atribut yang nilainya memang belum siap/tidak ada.
  2. Entity Integrity
    Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.
  3. Referential Integrity
    Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan. Bahasa Pada Basis data Relational Menggunakan bahasa query pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Bahasa Query (Query Language) lebih ditekankan pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Aspek pencarian ini sedemikian penting karena merupakan inti dari upaya untuk pengelolaan data.

Pembuatan Basisdata

Dalam pembuatan basisdata terdapat beberapa tahapan, diantaranya ialah:

  1. Pengumpulan dan Analisis
    • Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya:melakukan identifikasi bidang aplikasi dan kelompok pemakai, kemudian dipilih anggota kelompok pemakai yang dapat dipakai sebagai kunci pemakai utama yang dapat mewakili kelompoknya
    • Peninjauan dokumentasi yang ada: mempelajari dan menganalisis dokumen yang ada pada aplikasi tertentu.
    • Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data:mempelajari sistem yang sedang berjalan baik itu masih menggunakan sistem manusl ataupun sudah mengggunakan sistem computer
    • Daftar pertanyaan dan wawancara: pada calon pemakai yang dipandang potensial untuk meperoleh spesifikasi informasi dan proses yang diperlukan.


  2. Perancangan database secara konseptual
    • Perancangan skema konseptual: tentang organisasi data yang harus disimpan dalam basis data
    • Perancangan transaksi: yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari sistem basis data hasil analisis pada tahap 1


  3. Proses design database
    • Pengumpulan dan analisa requirement
    • Design basis data conceptual
    • Pemilihan DBMS
    • Mapping dari conceptual ke logical
    • Physical Design
    • Implementasi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 13 Pengertian Jaringan Komputer Menurut Para Ahli Terlengkap


Pengunaan Basis data

Basisdata dalam arsitektur IT

DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.


Contoh produk basisdata

  • –  DB2  à IBM
  • –  ORACLE à Oracle
  • –  SYBASE à Powersoft
  • –  INFORMIX à Informix
  • –  Microsoft Access à Microsoft

Pemakaian basisdata elektronik

Perangkat komputer dalam suatu organisasi/perusahaan biasanya digunakan untuk menjalankan fungsi pengelolaan sistem informasi dan basis data merupakan salah satu komponen utama dalam setiap sistem informasi. Tidak ada sistem informasi yang bisa dibuat/dijalankan tanpa adanya basis data.


Berikut adalah bidang-bidang fungsional yang telah umum memanfaatkan basis data:

  • Pergudangan,
  • Akuntansi,
  • Reservasi,
  • Layanan Pelanggan,
  • dan lain-lain.

Sedangkan bentuk-bentuk organisasi/perusahaan yang memanfaatkan basis data:

  • Asuransi,
  • Rumah Sakit,
  • Produsen Barang,
  • Industri Manufaktur,
  • Pendidikan,
  • Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
  • Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadwalan
  • Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
  • Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan
  • Pabrik : Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
  • Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
  • Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa dan lain-lain.

Keahlian basisdata

Meningkatnya peran basisdata dalam industri, kebutuhan akan tenaga-tenaga ahli yang berhubungan dengan basisdata juga mengalami peningkatan. Beberapa keahlian yang biasanya diperlukan dunia industri dalam bidang basisdata :

  1. Bisinis analisis
  2. Data modeling
  3. Database design
  4. Database administration
  5. Database manajemen

Pengguna Basis Data

  • System Engineer
    Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual
  • Database Administrator (DBA)
    Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
  • End User (Pemakai Akhir)
    Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
  • Programmer aplikasi
    Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)
  • Pemakai Mahir (Casual User)
    Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS
  • Pemakai Umum (End User / Naïve User)
    Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya
  • Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)
    Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Komponen Dan Fungsi LAN (Local Area Network) pada komputer Secara Lengkap


Tujuan Menganalisa Sistem

•Menentukan kebutuhan data dari database
•Pengelompokan dan pendeskripsian informasi pada suatu obyek
•Mengidentifikasi dan pengelompokkan hubungan antar obyek
•Menentukan jenis transaksi yang akan dieksekusi dalam database
•Mengidentifikasi aturan-aturan yang berhubungan pada integritas data


Tujuan Dari Normalisasi iyalah :

menghilangkan kerangkapan pada data/ redudansi.
mengurangi kompleksitas
mempermudah pemodifikasian data
menghilangkan anomali data


Tahapan dalam Normalisasi iyalah;

Bentuk tidak Normal > Bentuk ini iyalah kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikukti format tertentu, bisa saja data tidak lengkap atau terduplikasi(rangkap)

1-NF (Bentuk normal Pertama ) > Ciri-cirinya adalah Setiap data di bentuk dalam flat file dan Tidak ada set atribut yang berulang –ulang.
Membentuk sebuah tabel menjadi Un-Normalized, dengan mencantumkan data yang ada pada semua field . Membentuk Normal Pertama (1 Normal First) dengan flat table yang memisahkan data pada field-field yang tepat bernilai atomik, dan yang melengkapi atribut/ field yg ada.


Syarat normal ke satu (1-NF) antara lain:

1. Pada setiap data dibentuk dalam sebuah flat file, data dibentuk dalam satu demi satu record, nilai dari field itu berupa “atomic value”.
2. tidak ada set atribute yang berulang(duplikat).
3. ditentukannya primary key untuk tabel / relasi.
4. tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

2-NF (Bentuk Normal Kedua) > Bentuk normal kedua ini iyalah didasarinya atas konsep full functional dependency(ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan.


Syarat normal kedua (2-NF) sebagai berikut.

1.Bentuk data ini telah dapat memenuhi kriteria bentuk normal yang pertama.
2.Atribute bukan Primary key (bukan kunci utama) haruslah memiliki ketergantungan fully functional dependency (fungsional sepenuhnya) pada primary key.

3-NF (Bentuk Normal Ketiga) > Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit dari relasi 1-NF, namun relasi tersebut masih mendapat kemungkinan mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut.


Syarat normal ketiga (Third Normal Form / 3 NF) sebagai berikut:

1. Bentuk data ini telah dapat memenuhi kriteria bentuk normal yang kedua.
2. Atribute bukan primary key harus tidak memiliki ketergantungan pada transitif, artinya suatu atribut bukan primary key itu tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) pada atribut yang bukan Primary key lain, seluruh atribut bukan primary key pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key yang di relasikan saja.

4-NF (Bentuk Normal ke Empat) >
Syarat 4-NF iyalah:
1. Bila dan hanya bila telah berada dalam bentuk BCNF dan tidak ada multivalued dependency nontrivial.
2. Multivalued dependency (MVD) dipakai dalam bentuk normal keempat ( 4NF ).
3. Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke bantak (one to many).

5-NF ( Bentuk normal kelima) >Dependensi gabungan mendasari bentuk pada normal kelima. Suatu relasi R ( X,W,Z)dapat memenuhi dependensi gabungan dan jika gabungan dari proyeksi A, B, C dengan A, B, C
merupakan sub sub himpunan dari atribut – atribut R.
Dependensi gabungan di atas sesuai dengan notasi beikut :
1. (A, B, C )
2. dengan A = XY, B = YZ, C = ZX