Contoh-Adaptasi-Tingkah-Laku

Pengertian Adaptasi Tingkah Laku

Mengapa bunglon mengubah warna kulitnya sama dengan warna lingkungannya ?? karena untuk mengelabui musuhnya. cara itu merupakan salah satu adaptasi tingkah laku. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian adaptasi tingkah laku, macam-macam adaptasi tingkah laku, dan contoh adaptasi tingkah laku secara lengkap. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

adaptasi-tingkah-laku

Pengertian Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi Tingkah Laku adalah kegiatan atau tingkah laku hewan yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan untuk membantunya bertahan hidup. Adaptasi tingkah laku bisa berupa hasil belajar ataupun insting/naluri sejak lahir.

Baca Juga : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Hewan, Tumbuhan, Dan Manusia Secara Lengkap


Tujuan Adaptasi Tingkah Laku

Berikut ini adalah tujuan dari Adaptasi Tingkah Laku, sebagai berikut:

  1. Untuk mengayomi diri dari pemangsa.
  2. Untuk bertahan hidup dari evolusi iklim atau evolusi dalam proses fisiologis.
  3. Untuk menemukan makanan.
  4. Untuk mempermudah hidupnya
  5. Beradaptasi dengan lingkungan lokasi dia tinggal

Jenis-Jenis Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku mempunyai  2 macam tingkah laku, yaitu sebagai berikut.

  • Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.
  • Tingkah laku untuk perlindungan.

Contoh Adaptasi Tingkah Laku

Berikut ini adalah contoh dari adaptasi tingkah laku pada hewan dan tumbuhan, sebagai berikut:

Baca Juga : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Morfologi Pada Hewan, Tumbuhan Dan Manusia Secara Lengkap


1. Contoh Adaptasi Tingkah Laku Pada Hewan

Contoh-Adaptasi-Tingkah-Laku-Pada-Hewan

Sebagai berikut:


1. Bunglon

Bunglon memiliki keterampilan beradaptasi dengan teknik yang unik. Bunglon akan mengolah warna kulitnya cocok tempat yang dihinggapinya. Kemampuan bunglon mengolah warna kulit ini disebut mimikri.

Bunglon mengolah warna kulit guna menyamarkan dirinya, sampai-sampai sulit tampak oleh pemangsa.


2. Rayap

Rayap yang baru menetas dari telurnya, bakal menjilati dubur induknya guna mendapatkan enzim flagellata.

Tingkah laku yang demikian memungkinkan flagellata bisa masuk ke saluran pencernaan rayap muda tersebut.

Flagellata dibutuhkan rayap untuk memahami kayu, sebab flagellata dapat menghasilkan enzim selulase.


3. Cicak

Cicak akan mengerjakan adaptasi tingkah laku dengan teknik memutuskan ekornya atau dinamakan dengan istilah autotomi.

Autotomi ini dilaksanakan oleh cicak dengan destinasi untuk mengelabuhi fauna lain yang bakal menyerangnya.

Dengan demikian, perhatian predator yang bakal menyerang itu teralihkan pada ekor cicak yang bergerak-gerak, sampai-sampai cicak bisa leluasa guna kabur. Setelah sejumlah lama, ekor cicak yang putus tadi bakal tumbuh kembali.


4. Kerbau

Pada ketika cuaca panas, kerbau akan menggali kubangan atau lokasi berair guna berendam. Bentuk adaptasi yang dilaksanakan oleh kerbau ini bertujuan untuk meminimalisir pengaruh panas (kalor) dalam tubuhnya.

Kerbau mempunyai kulit di semua permukaan tubuhnya berwarna gelap, sampai-sampai ceat menyerap panas. Salah satu teknik untuk meminimalisir panas pada tubuh kerbau ialah dengan berendam di dalam lokasi berair atau berlumpur.

Baca Juga : Adaptasi Adalah


5. Cumi-cumi

Cumi-cumi memiliki keterampilan adaptasi dengan teknik menyemprotkan tintanya dan berenang menjauh pada ketika dalam suasana bahaya.

Cumi-cumi menyemprotkan tinta guna mencecoh musuhnya, sampai-sampai musuh tidak bisa mengetahu eksistensi cumi-cumi, sebab lingkungan di sekitarnya gelap.


6. Kuda Nil

Hampir sama dengan kerbau, kuda nil pun melakukan adaptasi dengan menggali sungai atau kubangan air guna berendam. Kebiasaan berendam kuda nil ini dilaksanakan hampir separuh hari lamanya.

Kuda nil mempunyai kulit yang tipis dan sensitif terhadap sengatan matahari, sehingga fauna ini akan berjuang melindungi diri dari panas matahari dengan teknik berendam di air dari pagi sampai petang.


7. Burung

Bentuk adaptasi tingkah laku dari burung ialah bermigrasi. Burung seringkali akan mengerjakan migrasi secara berkelompok untuk menggali tempat baru yang cocok untuk mereka tinggal.

Migrasi ini juga dilaksanakan burung guna menghindari suhu dingin yang menjadi habitatnya atau untuk menggali sumber makanan baru.

Sekali bermigrasi, burung bisa menempuh jarak sampai ratusan bahkan ribuan kilometer dengan masa-masa tempuh menjangkau sekitar dua bulan.


8. Kaki seribu

Kaki seribu (luwing) bakal menggulungkan badannya sampai menyusun lingkaran untuk mengerjakan perlindungan diri.

Bentuk tingkah laku ini dilaksanakan oleh kaki seribu bila fauna tersebut merasa terancam. Punggung tubuh kaki seribu yang keras bakal menjadi perisai andai diserang oleh predatornya.


9 Lumba-lumba

Mamalia yang hidup di laut, contohnya lumba-lumba, akan mengerjakan adaptasi dengan sering hadir ke permukaan air.

Bentuk adaptasi ini dilaksanakan lumba-lumba dengan destinasi untuk memungut oksigen di udara, sebab alat pernapasan lumba-lumba ialah paru-paru sampai-sampai tidak bisa mengikat oksigen yang terlarut dalam air.

Baca Juga : Tujuan Dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya


2. Contoh Adaptasi Tingkah Laku Pada Tumbuhan

Contoh-Adaptasi-Tingkah-Laku-Pada-Tumbuhan

Sebagai berikut:


1. Pohon Jati

Adaptasi tingkah laku yang dilaksanakan pohon jati ialah dengan meranggas, yakni menggugurkan daun pada ketika musim kemarau.

Musim kemarau ditandai dengan tingkat penguapan air yang tinggi, sampai-sampai dengan menjatuhkan daunnya yang kering, maka daun layu itu akan menutupi tanah dan meminimalisir penguapan air yang terjadi pada tanah.


2. Putri Malu

Bentuk adaptasi yang dilaksanakan tumbuhan putri malu terbilang lumayan unik, yakni menguncupkan daun saat disentuh. Gerak menguncupnya daun putri malu pada ketika disentuh ini dinamakan seismonasti.

Adaptasi yang dilaksanakan putri malu itu bertujuan guna mengelabuhi fauna predator yang bakal memakannya, karena fauna akan mengira seakan-akan daun putri malu seketika layu.


3. Bunga Pukul Empat

Bung pukul empat akan mengerjakan adaptasi tingkah laku saat matahari keluar atau di pagi hari. Pada waktu keluar matahari, bunga pukul empat bakal terlihat layu dan mekar pulang di senja harinya.

Faktor yang memengaruhi adaptasi bunga pukul empat ini ialah intensitas suhu di sekitarnya dan pun cahaya matahari.


4. Jagung

Ketika musim kemarau atau cuaca panas, jagung akan mengerjakan adaptasi dengan teknik menggulungkan daunnya.

Hal ini dilaksanakan oleh daun dengan destinasi untuk meminimalisir penguapan air yang meningkat andai cuaca panas tiba.